Felicya adalah perempuan yang mempunya jiwa yang tenang. Ia memegang prinsip stoik; tidak semua hal harus dilawan, dan tidak semua luka harus dibalas.
Namun prinsip itu diuji ketika ia bertemu seorang laki-laki Machiavellian-cerdas, manipulatif, dan terbiasa memainkan manusia seperti bidak dalam permainan.
Di saat yang sama, Felicya harus berhadapan dengan perselingkuhan suaminya bersama seorang perempuan NPD.
Di antara kebohongan, manipulasi, dan permainan ego, Felicya perlahan menyadari bahwa membalas dengan elegan, bukan berarti jahat. karena mempertahankan boundariesnya dan tidak kehilangan jati dirinya, hanya perbuatan 2 orang yang mempunyai 2 sifat Dark Psichology.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Ayu Ningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19. Diamnya Felicya
Sementara Felicya masih diam setelah apa yang terjadi hari ini. Felicya hanya banyak melamun dan tidak bertanya apapun pada ibunya. Ibu Felicya baru mengingat bahwa makanan milik Felicya masih utuh di atas meja. Lalu menyuruh Felicya untuk memakannya.
"Neng, makan dulu gih. Itu makanan punya eneng belum di makan nanti keburu basi, mubazir tau neng kalau sampai di buang," ujar ibunya.
Felicya yang disuruh makan. Ia enggan untuk memakannya karena entah mengapa Felicya tidak ingin menyentuh apa yang dikasih suaminya. Ia tidak sudi memakannya. Hatinya masih terasa sakit karena Galang yang mengkhianatinya secara diam-diam.
"Gak mau ah ibun, buat ibun aja. eneng masih kenyang perutnya," tolak Felicya dengan raut wajahnya yang datar. Ia menyembunyikan rasa sakit hatinya dihadapan ibunya tercinta.
"Yasudah atuh, neng gak mau makan bisa buat nanti jam 12 malam. eneg kan biasanya suka kelaparan jam segitu," sahut ibunya.
"Iya bun, nanti aku makan pas lapar saja." jawabnya singkat. Lalu Felicya pergi ke kamar mandi. untuk mencuci muka wajahnya yang terlihat kusut dan kumel.
setelah lima menit kemudian Felicya selesai mencuci mukanya. dan melepaskan kerudungnya. Kebetulan ruangan itu VIP hanya ada ibunya saja tidak ada pasien lain. Felicya menyisir rambutnya dengan sela jari tangannya. Ia lupa tadi membawa sisir dan hair lotion rambutnya.
Ibunya hanya melihatnya dari atas Bed. Ia melihat anaknya sedikit berbeda wajahnya terlihat murung dan lelah. Tambah lagi, ia diam saja sejak tadi. Awalnya ibunya memang merasa firasatnya tidak enak. Namun, ibunya berpikir positif tidak terjadi sesuatu pada anaknya, terlebih lagi felicya datang dengan selamat. Hanya saja ia diam saat ini, tidak banyak bertanya ataupun tersenyum.
Felicya berdiri di depan jendela samping bed ibunya. Ia melihat ke arah langit. Mengingat impian rumah tangga yang terlintas di bayangannya begitu indah. Namun, ternyata ekpekstasi dia salah. Dia harus merasakan kekecewaan di saat rumah tangganya sangat baru.
"Aku pikir menjadi istri itu enak, dan merasakan menjadi seorang ratu di rumah, ternyata ada harus di timpa ujian dulu. Aku terlalu berlebihan menganggap Mas Galang suami yang sempurna. Padahal kesempurnaan milik Allah. Mungkin Allah sedang cemburu denganku sekarang," gumam Felicya tersenyum tipis di bibirnya.
Ibunya benar-benar merasa heran ada apa dengan putri semata wayangnya. Tadi terlihat diam, lalu sekarang melamun di depan jendela dengan tatapan yang sendu. ingin bertanya, namun hatinya merasa takut anaknya terganggu.
Ibunya hanya bisa mendoakan "Semoga neng bahagia terus sama Galang,aamiin..." gumamnya. Ia tidak tahu bahwa anaknya sedang menghadapi peristiwa besar hari ini. Yang ia tahu anaknya baik-baik saja hari ini.
Felicya yang masih terbawa dengan lamunannya. Tiba-tiba ponsenselnya berbunyi ada yang menelepon.
Dret...
Dret...
Dret...
Felicya merasa handphonenya bergetar langsung membuka handphonenya ternyata suaminya menelepon dirinya sekarang. Lalu Felicya mencoba angkatnya dan berusaha biasa saja, merasa tidak tahu apa-apa.
"Ehemmm.. Iya Mas ada apa yah telepon aku?" jawab Felicya terdengar ketus tanpa memberi salam seperti biasanya. Galang yang mengetahui ada perubahan pada istrinya. Lalu ia bertanya.
"Sayang kok gak ngucapin salam dulu? kamu lagi marah sama Mas yah?" tanya galang berusaha memastikan apa Felicya marah mengetahui kegiatan Galang tadi atau tidak.
"Maaf Mas, aku sudah ngantuk jadi aku malas basa basi panjang," sahut Felicya menetralkan hatinya yang masih merasa sesak di sana.
"Seriusan kamu gak marah sama Mas?" Galang mencoba menyelidikinya.
"Aku gak sama sekali marah Mas, aku hanya lelah saja. Maaf aku gak langsung pamitan. Takut ga ada GrabCar," jawab Felicya berbohong.
Ia sengaja membohongi suaminya agar tidak tahu bahwa dirinya sudah memergoki suaminya saat di kamar mandi rumahnya tadi.
"Baiklah, kamu gak marah sama Mas. Mas merasa lega. Mas juga khawatir tadi takut kamu kenapa-kenapa di jalan," sahutnya.
"Tenang saja gak usah khawatirin aku, akukan sudah besar bukan anak kecil lagi," Sahutnya ketus di telepon.
Galang yang baru kali ini di jawab ketus oleh istrinya. Ia langsung mengepalkan tangannya. Galang tidak terima jika dia di jawab seperti itu. rahang galang mengeras di balik ponselnya.
"Sialan kau felicya beraninya kamu ketusin suamimu sendiri," gumamnya. Galang langsung mematikan teleponnya.
Sedangkan Felicya yang masih ke adaan kecewa dengan suaminya. Dia tidak ingin menelepon balik suaminya. Yang dia butuhkan sekarang hanya ke tenangan.
Galang merasa tidak terima melihat Felicya bersikap tegas padanya. Lalu Galang berteriak.
"Ahhhh.... sialan kau Felicya perempuan Sialan, aku baru tau kamu berani juga denganku, harusnya aku gak usah memberimu perhatian sejak kita nikah," gumamnya menyesal. Galang langsung melempar bantalnya sembarang arah. Selimutnya pun tergeletak di lantai. Galang merasa frustasi hari ini, dia harus menghadapi orang-orang yang menyebalkan. Bahkan perilaku Felicya juga menyebalkan untuknya.
Felicya lalu beranjak keluar kamar. Menuju masjid untuk shalat Isya. niatnya ingin meminta izin pada ibunya, ternyata ibunya sudah tidur terlelap.
Felicya akhirnya pergi dan berjalan pelan-pelan takut membangunkan ibunya.
Setelah ia keluar dari kamar. Felicya melirik ke arah ponselnya. sembari membuka email.apa ada email masuk atau tidak. Felicya begitu fokus melirik ke layar ponselnya. Ia tidak sengaja menabrak pria misterius yang menyamar jadi OB lagi.
Brug...
"Ow pundakku sakit.." gumam Felicya memegang pundaknya. Namun, ia lupa saat memegang pundaknya. Ia tidak memakai kerudung. Felicya panik saat tau tidak pakai kerudung. Di tambah orang yang ia tabrak seorang OB laki-laki. Felicya memegang kepalanya. "Duh mas, maaf yah saya gak sengaja," Felicya benar-benar malu kerudungnya lupa ia pakai, ia lalu berlari ke arah kamar ruang inap ibunya.
Pria misterius itu hanya terdiam melihat Felicya tidak pakai kerudung pertama kali dihadapannya. Ia terpaku melihat rambut panjang hitam dan tebal. Ia baru pertama kali melihat rambut seorang muslimah terawat. Bahkan rambutnya wangi. Padahal Felicya mandi pakai shampoo biasa yang ada di warung. Lalu pria itu pura-pura membersihkan kamar ruangan ibunya.
Entah melihat Felicya seperti itu terbesit hatinya ingin menyelamatkan Felicya. Namun, ia urungkan dulu selama Galang belum menghadapinya secara empat mata.
sesaat sudah di kamar inap ibunya, Felicya segera mengambil kerudung yang tergantung di kamar mandi.
"Aduh Fel, kamu kenapa bisa ceroboh gini keluar gak pakai kerudung sih," gumamnya.
Felicya buru-buru memakai kerudungnya. setelah ia keluar dari kamar mandi, pria itu masuk dengan membawa ember dan sapu dan tong sampah yang di dorong.
"Permisi yah bu mau saya bersihkan dulu kamarnya," ujar si pria misterius itu.
pria misterius itu seperti biasa membuang sampah, dan lalu menyapu.
dua menit kemudian lelaki itu mengepel kamar. Setelah itu mengkosrek kamar mandi.
lima menit setelah bersihkan di kamar mandi, pria itu izin keluar. "Permisi saya izin keluar," ujarnya.
Felicya tidak menjawab hari ini energinya seperti terkuras. Akhirnya Felicya memilih shalat di kamar dengan kerudung panjangnya dan ada juga dua selimut salinnya dia pakai untuk di lilit sebagai bawahan mukena dan untuk sajadahnya.
Felicya melaksanakan shalat seperti biasa dengan khusyuk dan lalu tidak lupa berdoa.
Waktu semakin larut felicya pun tidur di atas Bed samping ibunya.