SINOPSIS Gara-gara kesetrum kabel charger HP yang ngelupas pas lagi marathon baca novel roman picisan jam 3 pagi, Aira (18 tahun)—cewek slakan, blak-blakan, dan hobi tawuran—terlempar masuk ke dalam dunia novel "Cinta Di Balik Seragam". Aira nggak bertransmigrasi jadi tokoh utama cewek yang polos dan teraniaya, melainkan jadi Aira Shena, tokoh figuran yang nasibnya tragis: mati dikeroyok geng motor di bab 20 karena dijebak sama antagonis utama. Ogah pasrah sama takdir, Aira bertekad acak-acak alur cerita asli. Dia yang tadinya pemalas dan tukang resek, mendadak berubah jadi cewek paling red flag, jago berantem, tapi cerdasnya ngga ngotak. Namun, aksinya malah bikin Langit, male lead dingin dan physco-lite yang harusnya benci setengah mati sama Aira, malah ketagihan ngejar-ngejar dia. Konflik makin rumit saat rahasia kelam keluarga besar mereka, perebutan tahta bisnis raksasa, tuduhan pembunuhan palsu, hingga pengkhianatan sahabat terdekat menghancurkan kehidupan sekolah mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IRISVEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30 Surat dari
BAB 30: "SURAT DARI MASA DEPAN &KEDAMAIAN ABADI"
Penghancuran tim eksekutor Sindicat Crimson di Pelabuhan Tanjung Priok menjadi pesan gertakan mematikan yang tak tergoyahkan. Gertakan Aira di telepon satelit membuat bos besar sindikat internasional itu berpikir puluhan kali. Hanya dalam hitungan hari, Sindicat Crimson secara resmi menarik seluruh sayembara bernilai puluhan miliar tersebut dan menutup seluruh jaringan bawah tanah mereka di Asia Tenggara. Tak ada satu pun lalat organisasi gelap yang berani menyentuh tanah Jakarta lagi.
Tiga bulan berlalu tanpa gangguan. Suasana Jakarta kembali tenang di bawah terik matahari pagi.
Di penthouse mewah kawasan Jakarta Selatan, Aira berdiri di dekat jendela kaca raksasa, mengamati pemandangan gedung-gedung pencakar langit yang menjulang tinggi. Dia mengenakan seragam SMA Nusantara Mandiri untuk terakhir kalinya. Hari ini adalah hari kelulusan resmi angkatan mereka.
"Ngapain bengong di situ, Shena?"
Suara berat yang hangat menyapa pendengarannya. Langit melangkah mendekat dari arah kamar, mengenakan kemeja putih rapi berbalut jas almamater sekolah. Wajahnya yang biasa dingin tampak begitu segar, dipenuhi kehangatan yang kini secara khusus hanya ditunjukkan kepada Aira.
Langit berdiri di samping Aira, menyelipkan jemari tangannya di antara jemari Aira yang ramping.
"Gue cuma lagi mikir," kata Aira pelan, menyandarkan kepalanya di bahu tegap Langit. "Empat bulan lalu... gue terbangun di dunia ini sebagai Aira Shena—cewek yang seharusnya mati konyol jadi korban manipulasi Valerie dan kekejaman Bramantara. Tapi sekarang... kita malah meratakan semua musuh itu dan berdiri di sini."
Langit mengecup pelipis Aira dengan penuh kelembutan. "Lu gak cuma mengubah takdir cewek bernama Aira Shena... lu juga menyelamatkan hidup gue dari kegelapan, Ratu."
Acara wisuda dan pelepasan siswa di aula SMA Nusantara Mandiri berlangsung meriah.
Karangan bunga memenuhi sepanjang koridor sekolah, sementara gelak tawa dan tangis haru menyelimuti seluruh siswa angkatan.
Di sudut halaman sekolah, Bimo dan Kenzo sedang sibuk mengambil foto bersama seluruh anggota petinggi geng Averus. Bimo mengenakan kacamata hitam gaya dengan medali kelulusan menggantung di lehernya, sementara Kenzo membawa laptopnya yang sudah dihiasi stiker kelulusan.
"Woy! Ketua! Ratu! Buruan ke sini! Foto angkatan terakhir sebelum Averus resmi dipensiunkan!" teriak Bimo heboh sambil melambaikan tangannya.
Aira dan Langit melangkah menghampiri mereka. Averus yang dulu ditakuti sebagai geng motor liar kini telah bertransformasi menjadi yayasan kepemudaan dan komunitas sosial independen yang dikelola langsung oleh Kenzo dan Bimo di bawah pengawasan hukum. Tidak ada lagi aksi kekerasan jalanan, hanya solidaritas yang kini menyatu dalam wadah positif.
"Satu... dua... tiga... CHEESE!" seru Galang seraya menekan tombol kamera.
CKREK!
Foto kenangan itu mengabadikan senyuman paling bahagia dari mereka semua. Aira berdiri tegap di samping Langit yang merangkul pinggangnya erat-erat, memancarkan aura ketangguhan dan kebahagiaan sejati yang tak terkalahkan.
Sore harinya, Aira duduk di bangku taman belakang sekolah tempat favorit mereka. Di tangannya, dia memegang sebuah buku catatan kecil berpenutup kulit yang dulu sering dibawanya sejak pertama kali terlempar ke dunia novel ini. Buku yang berisi coretan alur plot novel asli yang pernah dipelajarinya.
Aira membuka lembar demi lembar buku tersebut. Seluruh catatan konflik—mulai dari jebakan Valerie di hutan, perang dengan Black Cobra, konspirasi Vanguard Holdings, hingga ancaman Sindicat Crimson—kini telah dia coret seluruhnya dengan tinta merah.
"Alur ceritanya udah berubah total," gumam Aira seraya tersenyum miring. "Gak ada lagi penderitaan, gak ada lagi bad ending. Gue yang nulis ulang jalan hidup gue sendiri."
Aira mencabut pulpen hitam dari sakunya, lalu menuliskan satu kalimat terakhir di halaman paling belakang buku catatan tersebut:
“Aira Shena & Langit Biru Adhitama — Happy Ending.”
Aira menutup buku catatan itu rapat-rapt, lalu melemparkannya ke dalam tempat sampah taman tanpa penyesalan sedikit pun. Masa lalu dan statusnya sebagai transmigran kini telah lebur sepenuhnya. Dia adalah Aira Shena yang seutuhnya—cewek tangguh yang memiliki masa depan dan cinta sejati.
Dari arah koridor taman, Langit melangkah mendekat sambil memegang dua kaset kustom bertuliskan lagu-lagu kesukaan mereka dan dua tiket penerbangan ke Eropa untuk rencana kuliah mereka bulan depan.
"Udah selesai nostalgia-nya, Shena?" tanya Langit lembut seraya mengulurkan tangan kanannya.
Aira mendongak, menatap iris mata hitam Langit yang memancarkan ketulusan tanpa batas. Aira menggenggam tangan Langit dengan mantap, membiarkan cowok itu menariknya berdiri ke dalam pelukannya.
"Udah selesai, Kanebo," balas Aira dengan senyuman savage bercampur kehangatan yang paling indah. "Masa depan kita baru aja dimulai."
Langit menyunggingkan senyum tulusnya, lalu mendaratkan ciuman manis di bibir Aira di bawah naungan kilau keemasan matahari tenggelam. Badai telah berlalu, kegelapan telah musnah, dan kisah cinta mereka di dunia ini resmi terukir abadi dalam kedamaian yang sempurna.
see you next bab 31
jangan lupa like dan komen jika suka cerita ini
jangan lupa like dan komen jika suka cerita ini
dr deoaj baca agak bingung..
bukannya yang tau dia trans hanya si lajgit..kenzo & 1 nya lupan tadi namanya ?