Bryen berusia 25 tahun seorang pria pemilik cafe sederhana, memiliki karyawan untuk membantu melayani seorang pelanggan, saat sibuk melayani pelanggan ia tidak sengaja menumbuhkan Kopi ke pakaian seorang perempuan sombong, angkuh dan dingin, yg lagi asik berbincang sama teman kantor nya, hingga ia kaget langsung beranjak
"HEI KAMU... HATI - HATI DONG! INI BAJU MAHAL, LIHAT.... BAJUKU JADI KOTOR!! PAKAI MATA ENGGAK!! ". Ucapnya sentak marah
" maaf nona, saya tidak sengaja, sini saya bersihin! ". Jawab brayen sambil mengelap gaun yang kena tumpahan kopi
" TIDAK USAH!! BISA SENDIRI, DASAR LAKI-LAKI!! ". Ucapnya dengan tatap kesel melangkah melewati, temannya pun mengikuti dengan ekpresi bingung
Ini pertama kalinya bagi bryen di marahin oleh seorang wanita.
kehidupan bryen sangat suka hidup biasa saja, walaupun sang ayah selalu menjodohkan dirinya dengan seorang wanita kenalan teman ayahnya, sampai kini sang ayah masih membahas perjodohan itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30 DRESS SEXY!?
Brayen tersenyum aneh memandangi Elina. Elina terdiam sejenak dan _____
"Ah!? ". Terkejut melihat suaminya sudah bangun
Bergegas Elina beranjak berdiri sambil merapikan bajunya sendiri yang kusut serta rambut yang sedikit berantakan, dengan ekpresi wajah tersipu malu
Brayen bangkit posisi duduk belakang punggung menempel di tembok sambil memandang Elina.
" Kenapa pakaian kamu sexy gitu?? memangnya tadi malam ada pesta, pesta siapa?? ". Tanya brayen senyum lebar
Elina pun melihat dirinya sendiri, ia lupa tidak menganti pakaian semalam masih memakai gaun dress sexy berwarna biru tua bercorak dengan belahan dada yang terlihat.
" Kenapa liat tin kayak gitu!! ". Ucap Elina sinis
" Tidak!! belum kamu jawab, kenapa pakai baju sexy?? ".
" Aku.... ". Elina melirik ke arah lain sambil berfikir sejenak jari-jari tangan saling menyentuh gugup entah harus menjelaskan kayak gimana.
Brayen tersenyum lebar sambil melirik dari atas hingga turun ke bawah kaki
" Lagian luka mu itu kenapa?? ". Elina pun bertanya mengalihkan pertanyaan brayen
" Tidak mau aku jawab, pertanyaanku tidak kamu jawab ". Jawab brayen ekpresi bete
Elina berubah ekpresi cemberut bingung harus menjawab apa
Brayen pun tarik tangan Elina
Bung
Elina pun berada di atas tubuh brayen ekpresi kaget tiba-tiba saja ia di tarik begitu saja.
" Apa-apaan sih!! ". Ucap Elina kaget kesel
Brayen tersenyum mengangkat kedua kaki paha Elina. Kini Elina duduk di atas pangkuan brayen menatap kebingungan. Kedua tangan Elina pegang pundak brayen
Brayen mendekat saling menatap mata satu sama lain. seketika tubuh Elina merasakan merinding melihat bola mata brayen
Suara nafas panjang terdengar oleh Elina. Brayen berlahan menghirup aroma bagian leher Elina dengan hasrat. Seketika tubuh brayen berubah menjadi panas.
"Kamu tahu... apa yang aku suka... hmmm!! ?? ". Bisik brayen dengan nada lembut namun penuh hasrat
Kedua tangan Elina berlahan merayap bagian punggung hingga atas kepala rambut
Kedua tangan brayen menyentuh pinggang Elina
Brayen pun beranjak angkat tubuh Elina membaringkan tubuh Elina di atas kasur, kini brayen posisi di atas tubuh Elina tidak menempel membungkuk sambil menatap wajah Elina yang mulia panik.
Brayen duduk melepaskan baju kemeja membuang di bawah lantai. Elina yang terbaring sambil melihat wajah brayen menunggu datang.
Brayen datang membungkuk menatap tajam kedua tangan Elina di pegang erat oleh tangan brayen yang kuat di atas kepala Elina. kini Elina terkunci terbaring terlentang dengan kedua tangan di atas kepala di tahan oleh brayen ekpresi panik namun ia sangat suka apa yang di lakukan brayen.
Wajah brayen mendekat berlahan menghirup aroma bagian atas dada Elina, berlahan turun dan
Cup...
Kecup belahan dada yang lembut dan empuk ia maju ke atas kecup leher Elina dengan lembut.
"Hemmm! ". Elina pun penjam kan mata merasakan getaran seperti tersengat listrik
Tubuh brayen semakin panas bergairah ia sangat tidak tahan gejolak hasrat semakin meningkat
Ekpresi Elina terlihat pasrah menerima kecupan atau sentuhan yang dia lakukan
Berlahan brayen mencium bagian leher samping kiri Elina, wajah Elina miring ke kanan
"ehmmm!! ". Suara desah terdengar jelas oleh brayen. tubuh Elina bergeliat geli seperti merasa tubuh getaran
" El... Li... na...!!, aku terus kan, atau berhenti sampai sini ". Ucap brayen dengan nada lembut dan menggoda.
Elina pun membuka mata dengan ekpresi bingung, tubuh Elina berkata lanjutkan tapi hati tidak, tidak bisa menjawab apa pun bingung harus bagaimana
telapak tangan kiri menyentuh kasur sedang kan tangan kanan pegang pergelangan tangan Elina mengarahkan ketubuh brayen untuk menyentuh otot-otot kekar di bagian dada telapak tangan elina menyusuri kebawah hingga perut ber kotak-kotak keras
Elina menelan air ludah di dalam tenggorokan dengan susah ia sangat geli sentuhan tubuh brayen begitu kekar namun ia sangat suka bentuk tubuh brayen begitu sixpack
"Suka?? ". Tanya brayen dengan nada pelan
Elina hanya menatap tubuh sixpacknya brayen tidak bisa ia jawab.
Brayen pun tarik agar elina bangkit kini elina duduk. mereka berdua duduk saling menatap
" Cium". Minta brayen
Elina pun berlahan mendekat mencium lehernya brayen.
Brayen bergegas angkat tubuh Elina membawa ke meja belajar. Elina duduk di atas meja
" ahhh..!! Pagi-pagi begini enak kalo kita bercinta bukan!? ". Ucap brayen menggoda sambil kepala kening menempel di kepala Elina.
Elina hanya menatap tidak menjawab terdiam kedua tangan di letakkan di atas bahu melingkar di kepala rambut brayen
Nafas brayen begitu berat hasrat semakin kuat tak tertahankan tubuh semakin panas bergairah.. Saat ingin mencium bibir Elina____
Tok
Tok
Tok
Seketika brayen berhenti dengan wajah kesel, Lagi-lagi di ganggu kalau lagi ingin. Ekpresi Elina sedikit lega bukan karena tidak ingin di sentuh oleh suaminya sendiri tapi belum ada keinginan untuk di sentuh atau lagi tidak ingin. Brayen pun berbalik melangkah meninggalkan Elina.
Elina turun dari duduk di atas meja, melangkah keluar kamar.