NovelToon NovelToon
Balas Dendam Sang Mawar Hitam

Balas Dendam Sang Mawar Hitam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Identitas Tersembunyi
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

Bertahun-tahun setelah sebuah pembantaian menghapus keluarga Black Rose dari dunia mafia, Elena kembali dengan identitas sebagai seorang pelayan.

Tidak seorang pun tahu siapa dirinya atau alasan sebenarnya ia memasuki keluarga Bianchi.

Namun, putra pertama keluarga Bianchi, Leon mulai mencurigai wanita itu. Kebiasaan aneh dan tato yang wanita itu miliki, membangkitkan potongan ingatan dari masa lalu yang tidak pernah bisa ia pahami.

Sampai sebuah kesalahpahaman memaksa mereka untuk menikah.

Leon melihat kesempatan untuk mengawasi Elena lebih dekat. Sementara Elena menerima pernikahan itu demi satu tujuan yaitu membalas dendam.

Dua orang dengan tujuan tersembunyi terikat dalam satu pernikahan.

Dan, tanpa mereka sadari, pernikahan itu akan membuka rahasia yang menghubungkan masa lalu mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Khawatir?

Sementara itu, Leon baru saja tiba di kediaman Bianchi.

Ia segera turun dari mobil dan, melangkah dengan tergesa, seolah ada sesuatu yang membuat pikirannya tidak tenang.

Tapi, begitu memasuki rumah, Leon justru disambut suasana yang sunyi.

Ia menatap ke sekeliling.

Beberapa bodyguard berdiri di titik-titik penjagaan masing-masing dengan sikap tegap. Para pelayan sibuk mengerjakan pekerjaan mereka, tetapi tidak ada satu pun suara percakapan yang terdengar. Kemewahan rumah itu justru terasa dingin dalam kesunyian.

Leon melepas jasnya dan menyerahkannya pada seorang pelayan yang segera menerima dengan kedua tangan.

Kepalanya menoleh ke arah tangga. Dan, sekilas terlintas sosok Elena di pikirannya.

Ia melangkah pelan ke rumah tengah.

Suara langkahnya yang menggema, membuat Kepala pelayan menoleh dan, segera menghampiri.

"Anda sudah pulang, Tuan. Apa Anda membutuhkan sesuatu?" tanyanya sopan sambil membungkukkan tubuh.

Leon mengalihkan pandangan padanya. "Di mana yang lain?" tanyanya singkat.

"Tuan besar dan Tuan Daniel pergi ke kantor. Sedangkan, Nyonya besar mengunjungi temannya."

Leon mengangguk tipis. Tatapannya kembali menyapu ruangan.

"Lalu, Elena?"

Pertanyaan itu membuat kepala pelayan terdiam. Ia menelan ludah dengan susah payah. Jemarinya bahkan saling meremas di depan tubuhnya.

Alis Leon terangkat, menyadari perubahan sikap kepala pelayan. "Kenapa diam?"

"No-nona Elena... Dia..."

"Katakan!"

Suara Leon terdengar tegas hingga membuat beberapa pelayan yang berada tidak jauh dari sana menoleh sekilas.

Kepala pelayan segera membungkuk lebih dalam. "Ma-maaf, Tuan. Nona Elena ikut pelayan pergi berbelanja."

Mata Leon seketika melotot tajam. "Apa? Dia pergi? Sejak kapan?"

Nada suaranya berubah. Ada kekhawatiran yang berusaha ia sembunyikan di balik suaranya.

"Ma-maaf, Tuan. Nona pergi sejak empat jam yang lalu."

"Empat jam?" Leon mengulanginya dengan suara rendah. Tangannya mengepal.

Empat jam bukan waktu yang sebentar. Terlebih lagi Elena pergi tanpa memberitahunya.

Pikiran buruk mulai bermunculan di kepalanya.

Apakah sesuatu terjadi?

Apakah ada yang mengikuti Elena?

Atau, jangan-jangan wanita itu kembali di serang musuhnya?

Leon menghembuskan napas kasar. Ia berbalik, hendak mencari Elena sendiri. Namun, baru beberapa langkah, suara pintu utama terbuka, membuat langkahnya berhenti.

Elena baru saja masuk. Wanita itu melangkah santai seolah tidak terjadi apa-apa. Bahkan wajahnya terlihat tenang.

Di belakangnya, dua pelayan masuk sambil membawa beberapa kantong belanja di susul tiga bodyguard yang membantu membawa barang-barang lainnya.

Leon terdiam.

Rasa lega yang sempat muncul karena melihat Elena baik-baik saja justru berubah menjadi kekesalan dalam hitungan detik.

Ia melangkah cepat menghampiri Elena. Kedua tangannya langsung mencengkeram bahu wanita itu.

"Kenapa kamu baru pulang, hah?" sentak Leon.

Cengkeramannya cukup kuat sehingga Elena sedikit terdorong ke belakang.

Para pelayan dan bodyguard yang berada di belakang Elena langsung menunduk dalam. Tidak ada satu pun yang berani mengangkat wajah.

Suasana mendadak mencekam. Tapi, Elena justru menatap Leon tanpa rasa takut. Bibirnya perlahan terangkat membentuk senyum tipis.

"Kenapa? Kamu khawatir padaku, hm?"

Leon mendengus. Ia menatap mata Elena lekat-lekat, berusaha mencari sesuatu di balik ekspresi santainya.

Tapi, tidak ada kepanikan maupun rasa bersalah. Wanita itu bahkan terlihat seperti sengaja menikmati reaksinya.

Leon akhirnya melepaskan cengkeramannya dengan kasar.

Elena kembali tersenyum. "Jangan marah. Aku hanya keluar menemani mereka berbelanja. Aku bosan di rumah."

Elena menunjuk sekilas ke arah para pelayan yang membawa barang belanjaan, seolah keberadaan mereka cukup menjadi bukti bahwa ia memang hanya pergi berbelanja.

Leon menyipitkan mata.

Awalnya, ia takut sesuatu terjadi pada Elena karena selama empat jam wanita itu berada di luar tanpa sepengetahuannya. Bahkan, berbagai kemungkinan buruk sempat memenuhi pikirannya.

Tapi, setelah melihat Elena pulang dengan santai seperti ini, kekhawatirannya justru berubah menjadi rasa curiga.

Leon mengenal Elena.

Setidaknya, ia merasa mulai mengenalnya. Dan, wanita itu bukan tipe orang yang tiba-tiba pergi berbelanja hanya karena bosan.

Leon yakin, pasti ada sesuatu. Hanya saja, ia belum tahu apa.

Elena yang menyadari tatapan Leon hanya tersenyum kecil. Lalu, ia melewati pria itu begitu saja.

"Ya, sudah. Aku naik dulu, ya. Aku mau mandi."

Leon tidak menjawab. Ia hanya mengikuti pergerakan Elena dengan tatapan tajam.

Tapi, sebelum menaiki tangga, Elena tiba-tiba berhenti. Ia berbalik dan, tanpa memberi Leon kesempatan untuk bertanya, Elena melangkah mendekat, lalu berjinjit dan mengecup pipi Leon sekilas.

Cup.

Setelah itu, Elena langsung pergi menaiki tangga seolah tidak melakukan apapun.

Leon membeku.

Untuk beberapa detik, ia bahkan lupa bagaimana cara bereaksi.

Tangannya perlahan terangkat menyentuh pipinya yang baru saja Elena cium. Matanya masih terpaku pada punggung Wanita itu yang semakin menjauh.

Leon mengusap pipinya pelan. "Apa dia sedang mengejekku?" geramnya dalam hati.

Ia kemudian menoleh ke arah kepala pelayan dan para bodyguard yang masih menunduk.

"Mulai sekarang, beritahu aku kalau Elena mau keluar rumah," seru Leon.

"Baik, Tuan," jawab kepala pelayan cepat.

1
🇦 🇵 🇷 🇾👎
leon moga km tau kbnrn ny jg
🇦 🇵 🇷 🇾👎
marco pa kah itu kau
🇦 🇵 🇷 🇾👎
xan msik trjg... trs np gk lgsg cr tau taik
🇦 🇵 🇷 🇾👎
uda mulai curiga dgn seorg🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Oteweh 💃🏻
total 1 replies
ALT
iya2☻️☻️☻️
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Hohoho🌚🌚🌚
total 1 replies
ALT
sat 😭
🇦 🇵 🇷 🇾👎
akan trjd main kuda🤣🤣🤣🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
untg lh leon🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎: next🤣
total 2 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
berarti ada penghianat di dlm mawar htam... dan mrk msk hdp...
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: iyeeess🤧
total 1 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
kn bnr ank ny zo"
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: /Shy//Shy//Shy/
total 1 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
moga dpt jwbn ny dan si eror ni mau blg
baby una 😼(😽)
kak kapan upppp aku masih nunggu lohhhhh 😭
baby una 😼(😽): owalahhhhh gitu tohhhh
total 19 replies
baby una 😼(😽)
kak kapan upppp aku masih nunggu lohhhhh😭
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mampus lh... gk bs balik lg😅
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: 🤧🤧🤧🤧🤧
total 1 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next.... ambl leon
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Gengsinya kegedean, mau ambil🤭
total 1 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next
🇦 🇵 🇷 🇾👎
past dy dalng di balik semua ny.... aq yakin... ud mulai nemu sequel ny
🇦 🇵 🇷 🇾👎: 🤣🤣🤣🤣ya dong... next
total 2 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
byk leon... bkn kau jungkir balik😌😌😌😅😅😅😅
🇦 🇵 🇷 🇾👎
kasian😀😀😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!