NovelToon NovelToon
Cinta Terlarang Putri Raja Dan Anak Penempa Pedang

Cinta Terlarang Putri Raja Dan Anak Penempa Pedang

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cintapertama / Fantasi
Popularitas:747
Nilai: 5
Nama Author: Ayyasy Asy-Syaif

Di sebuah kerajaan yang megah dan disegani, hiduplah Celestia, putri bungsu Raja David. Sebagai anak ketiga sekaligus putri terakhir dari tiga bersaudara, Celestia selalu hidup dalam kemewahan dan aturan kerajaan yang ketat. Berbeda dengan kedua kakaknya yang telah terbiasa dengan kehidupan istana, Celestia diam-diam mendambakan kehidupan bebas tanpa harus selalu memikirkan statusnya sebagai seorang putri.

Di sisi lain kerajaan, hiduplah seorang pemuda yatim piatu bernama Zass. Sejak kecil ia hidup seorang diri dan bekerja sebagai anak penempa pedang. Walaupun berasal dari kalangan rakyat biasa dan hidup sederhana, Zass memiliki keahlian luar biasa dalam menempa pedang. Ia tidak memiliki keluarga ataupun gelar bangsawan, tetapi ia memiliki tekad untuk menjadi seorang penempa pedang terbaik.

Takdir memperte

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayyasy Asy-Syaif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sangkar Emas dan Hati yang Bertahan

Hari demi hari berlalu di ibu kota Kerajaan Imperial, namun bagi Putri Celestia, waktu terasa berjalan bagaikan siksaan yang tiada akhir. Sejak pengumuman pertunangan resmi itu dilangsungkan, sosok Pangeran Helix seolah tidak pernah absen dari sisi kehidupannya.

Setiap pagi, Helix akan datang ke menara istana membawa karangan bunga mawar langka, mengundangnya menikmati teh di taman istana, atau memamerkan kekayaan dan pengaruh Kerajaan Aiteria. Helix bertingkah bagaikan seorang tunangan yang sempurna di hadapan para bangsawan dan Raja David. Ia berkata manis, bersikap sopan, dan selalu mengumbar janji tentang betapa bahagianya masa depan mereka kelak.

Namun, di balik topeng kesopanan itu, Celestia tahu persis kebenaran yang sesungguhnya. Helix melihatnya tak lebih dari sebuah trofi kemewahan dan simbol kemenangan politik. Tatapan mata pangeran itu penuh dengan rasa kepemilikan yang dingin dan dominan.

"Kau tampak melamun lagi, calon istriku," ujar Helix suatu sore saat mereka duduk di paviliun taman istana. Pangeran itu meletakkan cangkir porselennya dengan ketukan pelan yang memutus keheningan. "Apakah keindahan taman ini masih belum cukup untuk membuatmu tersenyum?"

Celestia memalingkan wajahnya ke arah hamparan kolam teratai, mencoba mempertahankan ekspresi datarnya. "Aku hanya sedang lelah, Pangeran Helix. Persiapan untuk berbagai acara istana cukup menguras tenagaku."

Helix terkekeh kecil, sebuah tawa tipis yang terkesan meremehkan. Ia mencondongkan tubuhnya ke depan, menatap Celestia dengan sorot mata yang penuh penekanan. "Kau tidak perlu terus memanggilku seformal itu, Celestia. Lagi pula, dalam beberapa tahun ke depan, seluruh hidupmu akan terikat padaku. Sebaiknya kau mulai terbiasa dengan kehadiranku di setiap detik langkahmu."

Celestia mengepalkan tangannya di balik lipatan gaun mewahnya. Sentuhan verbal dan dominasi terselubung dari Helix membuat dadanya terasa sangat sesak. Setiap kali Helix mencoba mendekat atau menyentuh jemarinya, bayangan Zass—pemuda dengan jubah goni usang dan mata ungu yang tulus—selalu terlintas di benaknya, memberikan sedikit kekuatan untuk tidak menyerah pada tekanan tersebut.

"Aku butuh waktu untuk menyendiri," ucap Celestia dingin seraya berdiri dari kursinya. Tanpa menunggu balasan dari Helix, ia membalikkan badan dan melangkah pergi meninggalkan paviliun, mengabaikan tatapan tajam Helix yang mengiringi langkah kakinya dari belakang.

Sementara itu, ratusan kilometer jauhnya di daratan selatan, party petualang Tier SSS melangkah menembus belantara pegunungan yang terjal.

Zass berjalan paling depan. Langkah kakinya begitu cepat dan konstan, tak menghiraukan medan berbatu atau semak belukar yang menghalangi jalan. Sejak kepulangannya yang mendadak dan singkat dari ibu kota, sosok Zass berubah menjadi lebih pendiam dari biasanya. Namun, di balik diamnya itu, bergolak sebuah tekad baru yang sangat masif.

Ryu, Ken, Okta, dan Kayla mengamati punggung Zass dari belakang. Mereka menyadari aura Petir Ungu di dalam tubuh Zass kini memancar dengan frekuensi yang jauh lebih padat dan stabil. Kekecewaan dan rasa keputusasaan yang sempat melumpuhkan jiwanya di ibu kota tidak menghancurkannya; sebaliknya, rasa sakit itu menjelma menjadi bahan bakar pembakaran semangat yang luar biasa.

Saat rombongan berhenti di sebuah kliring berbatu untuk mendirikan kemah malam, Zass langsung memisahkan diri. Ia berdiri di atas sebuah batu raksasa yang menghadap ke jurang tebing, menarik pedang hitamnya, dan mulai melatih tebasan demi tebasan.

CRAAAAK! ZZZZZT!

Percikan petir ungu yang teramat pekat menyambar-nyambar di udara, membelah angin malam dengan suara deru yang menggelegar. Setiap ayunan pedang Zass dipenuhi dengan konsentrasi tingkat tinggi. Ia tidak lagi bertarung secara liar, melainkan menata aliran energinya agar menyatu sempurna dengan teknik penempaan jiwa yang pernah diajarkan almarhum ayahnya, Lion, serta petunjuk dari Ice Guardian King Vulgath.

Okta berjalan menghampiri tempat Zass berlatian, membawakan sebotol air dingin. Ia membiarkan Zass menyelesaikan rentetan tebasannya sebelum melemparkan botol tersebut ke arah Zass.

Zass menangkap botol itu dengan sigap, meneguk airnya seraya bernapas terengah-engah.

"Kau berlatih seperti orang kesetanan sejak kita meninggalkan Desa Oakhaven," puji Okta sambil menyilangkan kedua tangannya di dada. "Kekuatan petir ungunya semakin matang, Zass. Tapi ingat, tubuhmu tetap butuh istirahat."

Zass menatap pedang hitamnya yang masih memancarkan asap tipis sisa aliran energi. "Aku tidak punya waktu untuk beristirahat, Okta," sahut Zass dengan suara rendah namun mantap. "Aku membuat kesalahan karena meragukan hatinya hanya berdasarkan apa yang kulihat dari kejauhan."

Okta tertegun sejenak. "Maksudmu... tentang Putri Celestia?"

Zass mengangguk pelan. Mata ungunya berkilat di tengah kegelapan malam. "Di atas atap hari itu, aku melihatnya tertawa di samping pangeran itu. Aku sempat berpikir dia telah melupakanku dan bahagia dengan hidup barunya. Tapi semakin aku memikirkannya, semakin aku sadar... Celestia yang kukenal tidak pernah menyerah dengan mudah. Tawa itu pasti sebuah topeng."

Zass mengepalkan tangannya rapat-rapat. "Aku harus menjadi jauh lebih kuat. Kuat untuk meruntuhkan tembok politik yang mengekangnya, kuat untuk menghadapi Kerajaan Aiteria, dan kuat untuk berdiri di hadapan Raja David tanpa bisa diremehkan lagi."

Okta tersenyum lebar, menepuk bahu Zass dengan keras hingga menimbulkan suara buk yang mantap. "Nah! Itu baru Zass yang kami kenal! Jangan biarkan pangeran kaya raya itu merebut apa yang seharusnya kau perjuangkan. Kami berempat akan terus mengawalmu sampai kau siap merebutnya kembali!"

Ryu, Ken, dan Kayla yang mengamati dari dekat area perkemahan ikut menyunggingkan senyuman. Dukungan tak terbatas dari rekan-rekannya membuat kehangatan kembali mengalir di dalam dada Zass.

Di bawah naungan langit malam yang dipenuhi bintang, Zass mengangkat pedangnya tinggi-tinggi. Meskipun hari-hari Celestia saat ini dipenuhi oleh kekangan dan bayang-bayang Pangeran Helix, Zass bersumpah di dalam hatinya bahwa masa 3 hingga 4 tahun tenggat waktu yang diberikan oleh kerajaan tidak akan disia-siakannya. Ia akan menempa dirinya menjadi sosok petualang terkuat di daratan ini, hingga saat hari pertemuan itu tiba, tidak ada satu kerajaan pun yang sanggup menghalangi langkahnya.

1
Guzzie
next
Guzzie
lanjut
Guzzie
💪💪💪
Guzzie
keren
Ayyasying
TIDAKKKKK CELESTIAAA!!!
Ayyasying
lah! tiba-tiba berubah pikiran nih orang?
Ayyasying
ga ekspet ternyata temen bapaknya
Ayyasying
bau bau adventure nih
Ayyasying
celestia mimpin perang? terkejut aku wak
Ayyasying
kapan romance nya bg
Ayyasying
akhirnya ketemu arwah bapaknya
Ayyasying
segala di puyengin Ama labirin
Ayyasying
🔥🔥🔥🔥
Ayyasying
update terus bang. resep bet ceritanya
Ayyasying
rasain lu David! malu malu sonoh
Ayyasying
apakah zass bakalan sama celestia lagi?
Ayyasying
si bro pake nama samaran euy
Ayyasying
woy lah! hampir aja itu!
Ayyasying
semangat zass!!!🔥🔥🔥
Ayyasying
zass kuat kuat ya😢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!