NovelToon NovelToon
IBU TIRI LUAR BIASA

IBU TIRI LUAR BIASA

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah Karena Anak / Ibu Tiri / Ibu Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Duda / Cinta Murni
Popularitas:17k
Nilai: 5
Nama Author: YoshuaSatrio

Karena tak tahan dengan desakan keluarga dan masalah yang bertubi menghimpit keluarganya, Sutami(28tahun) menerima pinangan Juragan Waluyo(45tahun), seorang duda kaya yang memiliki seorang putra dan dua putri yang berbeda watak.

Menjadi ibu tiri bukan impian Sutami, tapi demi menyelamatkan kehormatan keluarga dari stigma 'perawan tua pembawa sial', maka pernikahan pun dilangsungkan.

Mampukah Sutami menjalankan perannya sebagai istri sekaligus ibu tiri?
Bagaimana cara Sutami menghapus stigma masyarakat tentang 'ibu tiri jahat?’

Mari berimajinasi bersama. Semua tokoh dan kejadian dalam cerita hanya sebuah karangan. Jika ada kebetulan yang dibetulkan, silahkan disalahkan kebetulannya yang disama-samakan.
Semoga semua berbahagia. —yosh—

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoshuaSatrio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MASALAH YANG DIBUAT SENDIRI

Sutami baru saja hendak menyeruput kopinya lagi ketika matanya menangkap sesuatu di depan kedai kopi, tepat setelah Bu Wati bergumam.

Seorang gadis remaja berjalan limbung di trotoar. Ransel besar di punggungnya. Terlihat jelas tatapan mata gadis itu kosong. Gadis itu lalu berhenti di ujung zebra cross, berdiri membelakangi kedai kopi.

"Kirana?" gumam Sutami pelan lalu cepat-cepat bangkit membuat meja sedikit bergetar hingga kopi di gelasnya hampir tumpah.

"Kirana!" panggilnya setelah keluar dari kedai.

Benar dugaan Sutami, lampu belum menyala merah untuk mobil, tapi Kirana sudah hendak melangkah untuk menyeberang, sementara sebuah mobil Avanza melaju kencang dari arah kanan.

"Kirana, jangan!" Sutami bergerak secepat mungkin. Tepat saat mobil itu hampir menyerempet tubuh Kirana, Sutami berhasil menarik lengan Kirana dengan kuat.

BRUK!

Keduanya jatuh ke tepi trotoar. Lutut Sutami membentur aspal, tapi ia segera bangkit, panik, memeriksa Kirana yang terduduk lemas.

"Kau tak apa-apa, Kirana?" tanyanya sambil membantu Kirana bangun lalu membersihkan debu di pakaian Kirana dengan tangannya yang gemetar.

Saat itulah Sutami melihat siku Kirana lecet, berdarah sedikit. Sutami mengambil tisu dari tasnya, berusaha untuk membersihkannya. Tapi Kirana menepis tangan Sutami dengan kasar.

"Jangan pura-pura baik di depanku!" bentak Kirana. Ia mundur satu langkah menjauhi Sutami, tatapannya penuh rasa benci dan curiga.

Sutami tertegun. Tangannya masih ia biarkan menggantung di udara, memegang tisu, tanpa berniat bertanya macam-macam, ada rasa segan. Ia tak ingin buru-buru menarik Kirana terlalu jauh. Ia hanya ingin memberi ruang bagi Kirana, memberi tahu dengan cara berbeda bahwa ia peduli. Bahwa ia ada di sana.

Tapi Kirana yang kalut, pikirannya tak bisa berpikir jernih. Semua tekanan dari Reylan, Bu Lita, dan video yang disimpan Bu Lita masih menghantui kepalanya.

"Jangan melakukan apapun! Aku tak butuh dikasihani!" seru Kirana lagi.

"Kirana, sikumu terluka," ucap Sutami pelan, suaranya hampir berbisik. Ia masih berusaha mendekat.

"Aku bisa mengurusnya sendiri! Aku tak butuh kamu!" bentak Kirana emosional. Air matanya jatuh bercampur dengan debu di pipinya. Lalu ia berbalik dan berlari menjauhi Sutami.

Tepat saat itulah sebuah mobil hitam berhenti mendadak di pinggir jalan, dengan kaca jendelanya terbuka.

"Kirana!" Reylan memanggil Kirana dari dalam mobil.

Kirana menoleh, lalu berhenti dengan napas yang masih terengah-engah.

Sementara Sutami menatap pilu dari beberapa meter di belakang. Curiga dan memperhatikan mobil itu. Bu Wati sudah berdiri di samping Sutami, menepuk punggungnya pelan, seolah ia sudah tahu apa yang sedang terjadi.

"Aku mengejarmu karena khawatir, kau kenapa berlarian malam-malam begini, masuklah biar aku antar pulang," ucap Reylan dengan wajah yang dibuat-buat cemas.

Kirana dengan patuh masuk ke dalam mobil Reylan. Ia seperti tidak punya tenaga lagi untuk menolak.

"Sebenernya, aku malas pulang, tapi kakakku pasti khawatir," ucap Kirana pelan di dalam mobil, suaranya terdengar lelah.

"Kau tinggal bilang menginap di rumah teman, gampang kan?" Begitulah Reylan, merasa senang akan mendapatkan mangsanya malam itu. Senyum liciknya mengembang. "Aku antar ke apartemen temanku yang kosong, kamu bisa istirahat di sana."

"Tapi...." Kirana tampak ragu. Ia melirik ke arah Sutami yang masih berdiri di trotoar.

"Kau dengar sendiri tadi kan, aku nggak akan berani menyentuhmu. Aku juga punya kakak yang persis nenek lampir, mana berani aku melawannya," rayu Reylan terdengar meyakinkan kemudian menyembunyikan tawa kecilnya.

Dari trotoar, Sutami melihat pintu mobil itu tertutup. Dan mobil hitam itu melaju pelan, membawa Kirana pergi.

.....

Sutami masih mematung menatap mobil hitam yang membawa Kirana semakin menjauh. Jantungnya berdegup kencang, ada rasa khawatir yang mengganggunya.

Bu Wati yang berdiri di sampingnya langsung membaca gelagat itu. Ia merogoh tasnya dan mengangkat kunci mobil ke depan Sutami sambil menggoda Sutami dengan mengangkat-angkat alisnya bak detektif siap beraksi.

"Jika kau khawatir, aku bisa membantumu. Kita kejar?" bisik Bu Wati dengan nada setengah serius setengah menggoda.

Sutami tertegun tak menyangka. "Kopi...." ucap Sutami, masih memikirkan gelasnya yang belum dibayar.

"Sudah kubayar, tenang saja, ayo buruan keburu kehilangan jejak!" potong Bu Wati cepat. Ia langsung menarik tangan Sutami. Keduanya berlari kecil menuju mobil tua Bu Wati yang terparkir tidak jauh dari warung kopi.

Beruntung Reylan mengendarai mobil dengan kecepatan normal, seolah sengaja ingin menikmati waktu berdua dengan Kirana, membuat Bu Wati bisa mengikuti dari jarak aman tanpa ketahuan. Lampu jalan yang temaram membantu mereka tidak terlihat mencolok.

"Pelan-pelan saja, Bu. Jangan sampai dia curiga," kata Sutami yang duduk di kursi penumpang, matanya tidak lepas dari mobil hitam di depan mereka.

"Aman. Ibu ini mantan pembina pramuka, keahlianku memang membuntuti anak-anak nakal yang bolos," canda Bu Wati, tapi tangannya tetap fokus menyetir.

Beberapa menit kemudian, mobil hitam itu berbelok dan masuk ke parkiran sebuah bar diskotik. Lampu neon ungu dan biru berkedip-kedip. Musik dari dalam sudah terdengar pelan sampai ke parkiran.

"Bar?" gumam Sutami kaget. "Kenapa Kirana dibawa ke tempat seperti ini?"

Di dalam mobil hitam itu, Kirana mulai khawatir dan takut. Ia melihat kerumunan pria dan wanita berpakaian minim keluar masuk dari pintu bar.

"Rey, ini di mana? Katanya apartemen temanmu?" tanya Kirana, suaranya gemetar. Ia memeluk ranselnya erat-erat.

Tapi lagi-lagi Reylan selalu punya cara membujuk Kirana. Ia mematikan mesin mobil dan menatap Kirana dengan tatapan yang dibuat-buat penuh pengertian.

"Aku tahu wanita yang tadi itu ibu tirimu, kan? Dan kau sangat membencinya," kata Reylan pelan. "Lampiaskan semua kekesalanmu di sini, di tempat yang bagimu asing dan tak ada satu pun yang mengenalmu, aku berjanji akan menjagamu. Aku tahu kau butuh pelampiasan, Sayang. Daripada kau menangis di trotoar, lebih baik kau teriak di dalam sana, suaramu akan tersamarkan kerasnya musik, tanpa seorang pun menyadari kehadiranmu."

Kata-kata itu tepat menghantam hati Kirana yang sedang hancur dan benci pada Sutami, membuatnya luluh dan menurut. Ia mengangguk pelan.

Reylan tersenyum menang. Ia keluar dan membukakan pintu untuk Kirana, lalu merangkul pundaknya dengan mesra palsu dan pura-pura bersikap menjaga. Ia membawanya masuk melalui pintu utama.

Musik menyala sangat keras. Lampu disko berputar.

"Hey kalian!" sapa Reylan pada kerumunan orang di dalam bar. Ia merebut mic dari DJ. "Perkenalkan ini gadisku! Kekasihku! Jangan ada yang berani menyentuhnya atau mencoleknya sedikit pun! Jika kalian berani, aku tak segan mematahkan leher kalian!" serunya dengan bangga, disambut sorak-sorai teman-temannya yang sudah mabuk.

Kirana berdiri kaku di sampingnya, tidak nyaman, merasa semua mata menatap tubuhnya.

"Cantik sekali, badannya juga bagus... pantas saja kau simpan rapat-rapat. Pasti aduhai itu rasanya!" sahut salah satu teman Reylan sambil tertawa, menatap Kirana dengan tatapan yang membuat Kirana tak nyaman.

Di luar, Bu Wati dan Sutami baru saja memarkir mobil dan berlari menuju pintu masuk bar.

Tapi saat mereka juga mau masuk, mereka dicegat dua petugas berbadan besar di pintu masuk.

"Maaf, Bu. Tempat ini memiliki batasan usia untuk bisa masuk. Atau bisa tunjukkan identitas anggota club anda?" tanya salah satu petugas dengan nada tegas.

Tentu Sutami gelagapan karena ia tak memilikinya.

"Saya mencari anak, Pak. Tadi anak saya dibawa masuk ke dalam oleh seorang pria," kata Sutami panik.

Petugas itu menggeleng.

"Maaf, Bu. Kalau tidak ada kartu anggota, tidak bisa masuk. Ini peraturan."

...****************...

Bersambung....

1
sutiasih kasih
baguslah kamu makin trhasut adikmu yg g guna itu lita...
krna semakin km mnjadi.... semakin besar peluang km di pecat jdi istrinya joko...
mna mau joko punya istri yg mncoreng karirnya😅😅😅
sutiasih kasih
kau kira.... iparmu mau khilangan karir demi manusia smpah sprtimu ray....
🙄🙄🙄
sutiasih kasih
lnjutkn kbusukanmu bu lita..... smoga suamimu segera tau wujud aslimu...
sutiasih kasih
tamat lah sudah.....
rasain km arka.... hncur sdh hidupmu....

baguslah klo km hncur... biar mulut busukmu kicep merendhkn ibu sambungmu...
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
habislah kau Arka😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Ada karena ada maunya 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
kesempatan tuh Rosa😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Sadarlah Kirana 😭😭😭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
woy pacarmu tuh yg palsu😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
good job Tami 👏🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
waduh 🥺
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Dasar emosional, dengerin dulu alasannya 😏
sutiasih kasih
manusia macam arka.... klo tak dpt karma.... g akn sadar....
biarlah dia trsesat dgn hasutan" saiton.... biar tau rasa klo sdh brjumpa dgn yg nmanya khancuran🙄🙄🙄
juwita
ada org ky di arka goblok bin tolol. org berpendidikan sekolah tersebut tinggi tp bego😡😡
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
Bang yosh sehari up berapa kali woe?
pagi siang menjelang sore
dah kayak orang minum obat aja 🤣
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: pantesan 😄
total 5 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
waduh 😣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
🤭🤣🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
semoga rencanamu gagal 😏
yosh—: hm.... kita lihat saja nanti/Casual/
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
itu karena kelakuan pacarmu 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
waduh 😲
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!