NovelToon NovelToon
Perfect Twins Book I : Oh Darling

Perfect Twins Book I : Oh Darling

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Chicklit / Tamat
Popularitas:74.4k
Nilai: 5
Nama Author: Alister Weis

Seorang CEO tampan dan mematikan, jatuh cinta dengan seorang desainer muda, mungkin itu kisah biasa tapi ini lain.. setiap rintangan mereka lalui bersama, terpisahkan dan bersama kembali, pertengkaran hingga perkelahian mereka hadapi.

Sampai suatu hari mereka dapat bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alister Weis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saat Pernikahan

Pukul delapan pagi Shofia baru saja bangun, ya karena hampir semalaman Shofia tak tidur apalagi setelah sampai dirumah Shofia malah semakin gugup karena pernikahannya ini.

Perias yang mendandani Shofia sepertinya tahu tentang Shofia yang tak tidur.

Jadi, para Perias itu menyarankan Shofia untuk dirias sambil berbaring.

"Apa tak masalah?"

"Tidak nona,, sepertinya anda kurang tidur"

"Baiklah..."

Akhirnya Shofia berbaring disofa dan mereka mulai mendandani Shofia dengan perlahan.

Dan perlakuan mereka membuat Shofia tanpa sadar tertidur dengan tenang.

Para Perias itu tersenyum. Setidaknya mereka bisa membuat nyaman sang klien, apalagi klien mereka hari ini adalah keluarga dari tuan Arsyid,  bangsawan Turki dan pengusaha sukses.

"Apa dia tidur?"

Ellena memasuki kamar itu dan melihat sang menantu sedang berbaring dan memejamkan mata.

"Iya nyonya, sepertinya nyonya muda terlalu lelah dan membuatnya tak nyaman"r

"Oh.. lakukan dengan lembut, jangan sampai membuatnya terbangun"

'Baik nyonya"

Ellena segera keluar dan membiarkan para Perias mendandani menantunya.

Sedangkan diruang yang berbeda, terdapat Kabir, sang pengantin pria.

Kabir sudah siap dengan setelan tuxedo putih dengan penampilan yang menawan seperti biasa.

Saat ini dia sedang menjalani sesi video prewedding.

Melakukan aktivitas yang disuruh oleh photografer, pengambilan gambar itu dibantu oleh kedua sahabatnya, Rio dan Max.

Seakan mereka squat yang tak pernah bertengkar. Tertawa dan kadang berangkulan.

"Kelak kalau aku menikah, aku akan melakukan hal hal ini juga"

Rio berceloteh ditengah tengah pengambilan gambar. Dia yang paling bersemangat dalam hal ini.

Ya, Rio lah yang paling banyak omong diantara mereka bertiga. Max hanya menggeleng dan tertawa setelahnya.

"Memang sang suster itu mau denganmu!"

Rio yang mendengar itu, seketika berdiri dan menjitak kepala Max. Dia terlihat kesal.

Sedangkan Kabir mencoba meterai mereka.

"Hei.. bisakah kalian tak bertengkar diacara pernikahanku!!"

Aksi mereka tak luput dari rekaman kamera. Sang photografer tersenyum dengan perilaku mereka bertiga.

Tiga lelaki yang sangat diincar para wanita memiliki sisi yang humoris dan humble.

"Oke... terima kasih tuan tuan..  kalian istirahatlah.. aku akan mengambilkan gambar pengantin wanitanya"

"Oke... aku akan melihat pengantiku"

"Hei!!! Kamu tetap disini!! Jangan kemana mana...!"

"Tuan.. menurut adat kami, kalian akan bertemu setelah mengucapkan ikhrar pernikahan"

"What! !!??? Itu terlalu lama!"

"Hanya kurang 30 menit lagi tuan... Anda istirahat dulu saja"

Photografer itu keluar begitu saja. Dan segera memasuki kamar pengantin wanita.

Sedangkan Kabir menunggu dengan tak sabar.  Dia terus saja melihat kearah jendela.

Pemandangan dibelakang rumah, tempat resepsi.

Melamun. Memutar ulang lagi kenangan kenangan pahit manis bersama Shofia.

Bagaimana setiap liku mereka lalui, perpisahan bahkan pengorbanan yang Shofia lakukan seakan menohok hatinya

"Apa yang kamu pikirkan?"

Max berdiri disampingnya, juga ikut melihat kearah bawah. Disana banyak tamu undangan.

"Entah kenapa, aku gugup"

"Gugup?"

"Aku gugup,  sebentar lagi akan menikahi wanita secantik dan sebaik Shofia"

"Kamu tak siap? "

"Bukan tak siap... tapi lebih ke arah pantas atau tidak..."

"Kamu sudah sampai disini, dan akan menyerah?"

"Bukan menyerah, tapi... entahlah "

"Shofia yang terbaik untukmu... bagaimanapun kamu, dia tetap menerima bukan? Kamu hanya perlu memastikan bahwa dia bahagia bersamamu, bahagia memilikimu!"

Rio berkata sambil merangkul Kabir,  dia tahu seberapa kuat cinta Shofia untuk Kabir.

Rio menghela nafas, perbuatan bodohnya beberapa waktu yang lalu memberikan banyak pelajaran untuknya.

"Ya, aku pasti berusaha membahagiakannya"

"Bagus..."

Tiba tiba ada seorang pelayan perempuan yang datang sambil menunduk.

Dia berdiri didepan pintu dengan patuh.

"Tuan Kabir, akad akan dilakukan sebentar lagi... tuan tua menyuruh anda untuk turun!"

"Ya, aku tahu"

Kabir menghadap kaca dan melihat penampilannya lagi.

Penampilannya cukup menawan tapi jantungnya seperti mengikuti maraton. Berdegub dengan kencang .

Kedua sahabatnya mengikutinya dari belakang. Menepuk pundak Kabir sekilas, memberi kekuatan.

Kabir dengan langkah tegap dan elegan memasuki tempat resepsi.

Dibimbing oleh seseorang dari pihak wedding organizer. Dia duduk didepan Morgan dan seorang imam disampingnya sudah ada ayahnya dan kakeknya.

Menarik nafas panjang dan tersenyum pada semua orang.

Kabir melihat sekeliling, hanya keluarga dekat. Bahkan Zahra tak ada.

Ada nyeri dihatinya saat sang adik kembar tak datang diacara yang sakral ini.

"Tuan sudah siap?"

"Ya"

Imam itu membuka upacara pernikahan dan menikahkan Kabir dan Shofia dengan hikmat.

Kabir mengucapkan akad dengan tegas dan tulus, bahkan Luna dan Ellena sempat meneteskan air mata dengan akad Kabir yang begitu tulus.

Setelah pengucapan akad itu, Shofia yang berada dikursi roda didorong oleh Elliz dan Rio, adik Morgan.

Semua orang terpana, sang pengantin wanita begitu cantik. Riasan natural, rambut digelung dengan rapi serta gaun putih bergradasi  biru langit sangat cocok untuk Shofia.

Tak hanya tamu yang terpana, Kabir yang hampir setiap hari bertemu juga terpana. Dia begitu cantik.

Shofia akhirnya duduk disamping Kabir. Tersenyum dengan begitu lembut.

"Cantik..."

Setelah duduk di samping Kabir, mereka berdua menandatangani dokumen pernikahan serta berdoa bersama.

Akhirnya mereka resmi menjadi suami istri.

Tak banyak upacara pernikahan yang digelar. Hanya pengucapan akad dan menandatangani dokumen pernikahan.

Selain itu hanya acara makan bersama.

Ya, Kabir memang tak menginginkan upacara pernikahan Turki yang banyak seperti adiknya.

Bahkan dia melewatkan acara Kina Gecesi atau yang biasa di sebut malam hendak untuk pengantin wanita serta membawa sang pengantin wanita keluar atas izin keluarganya.

Tapi listrik terakhir memang diadakan. Ya, Kabir memang membawa Shofia keluar tapi tak seizin keluarga.

Apa itu termasuk ritual?

Dia tak mengundang ribuan orang. Ya, orang Turki memang mengadakan pesta yang meriah seperti pernikahan Zahra kemarin.

Semua orang yang dikenal bahkan tak dikenal semua diundang saat mereka tahu kalau ada yang akan menikah dan mengucapkan selamat.

"Zahra tak ada?"

Kabir menoleh saat sekelebat mengingat pernikahan Zahra kemarin. Dia rindu dengan adiknya.

"Tidak, dia di India, bukan?"

"Apa? Dia tak datang?"

"Dia memiliki suami yang harus diurus,"

"Hmmm"

"Shofia  . .."

"Ya, ada apa? "

"Biasakan tanpa Zahra sekarang,  dia memiliki kehidupan sendiri sekarang"

"Baiklah..."

"Tersenyumlah, banyak orang yang melihat kita"

Shofia lalu tersenyum dan menatap sekeliling.

Ya, dia berada didepan bersama Kabir.

Kabir duduk dikursi tinggi, dan Shofia juga duduk dikursi tinggi, sehingga gaun panjangnya bisa menjuntai sampai lantai.

Kabir memang sengaja tak memakai kursi roda dan memilih memakai kursi tinggi, hal ini untuk membuat Shofia nyaman dan tetap bahagia walaupun kakinya sakit.

Banyak orang yang melihat Shofia, selain cantik, juga gaun nya mencuri perhatian.

Gaun yang menjuntai di lantai seperti ombak dengan buih buih putih.

Bahkan ada sebagian tamu dari kalangan bisnis yang memang diundang kakek Arsyid ataupun dad Leo melirik gaun itu. Mungkin dijadikan list inspirasi gaul selanjutnya.

Sebagian tamu yang mengetahui kalau Shofia adalah seorang desainer, sengaja meminta emailnya ataupun nomor telepon Shofia.

Mungkin setelah bulan madu, istriku akan menjadi wanita yang sibuk.....

************

1
Just Love It
bagus. cerita nya. cm kadang agak loncat2 aja alurnya. bikin bingung jdnya
teti kurniawati: chat saya atau DM saya ya buat ngambil hadiah
total 1 replies
☘︎𝐏$²
next Thor.. up up..!!❤️❤️
☘︎𝐏$²
wah, udh mulai, bau² nih😑😏
lanjut Thor..
☘︎𝐏$²
nama nya, bagus bet😍😍
☘︎𝐏$²
Mariska?OMG😱😱
aku hampir lupa Weh..🤭🤭🤣🤣
☘︎𝐏$²
gua malah baper .... astaga😭😭
☘︎𝐏$²
kenape elu sia² kan, kalau hal yg elu lakukan merusak hubungan itu?🗿
☘︎𝐏$²
huhuhu... JD terbawa suasana😭😭
☘︎𝐏$²
Mane saye tau, kan saya ikan🗿
mana gua tau, elu aja gak kasih tau...🙄🙄🙄
☘︎𝐏$²
hohoho 😭
bahkan gua pun tak bs seperti mereka.., cantik..😑
☘︎𝐏$²
dahlah, kalau elu cewek... menangis hati gua😭🙏
lah ini, elu cowok dah🗿 brasa gmn gitu🤭🤭🤭
☘︎𝐏$¹
arggghh Thor...
baru juga di komen, udh ad POV nya, ehehehehe😂😂🤭🤭🤭
☘︎𝐏$¹
ini kabar Khabir gimana yak🤔
jdi penasaran aku tuh, sama POV nya 🤭🤭🤭
☘︎𝐏$¹
ngakak🤣🤣😭😭😭
☘︎𝐏$¹
semangat Shofia, km pasti bisa😘😘😘❤️❤️
☘︎𝐏$¹
ah begitu, seperti setimpal?🤭🤭
☘︎𝐏$¹
enaknya dirimu Shofia 😭😭
☘︎𝐏$¹
Alan.. elu pengen gua geplak dah..😤😤
☘︎𝐏$¹
ngakak🤣🤣🤣
☘︎𝐏$¹
astaga Shofia..😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!