NovelToon NovelToon
Sistem Kaisar Abadi

Sistem Kaisar Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Sistem / Balas Dendam
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: fareva

Tiga tahun jadi sampah!

Itulah yang dialami Arya Langit setelah meridiannya hancur. Dari jenius nomor satu Perguruan Langit Biru, dia jatuh jadi pecundang yang bahkan tidak bisa mengangkat pedang.

Di hari pertunangannya, tunangannya sendiri Kezia Adinegara membatalkan pernikahan di depan seluruh tetua demi pria lain dan memberinya 100 Batu Roh sebagai uang hinaan.

Tepat saat tamparan itu mendarat di wajahnya, Sistem Takdir Harem Kaisar Abadi bangkit!

Mata Takdir aktif. Arya bisa melihat masa depan tragis setiap wanita dengan Takdir Kaisar.

Sekar Embun, Bidadari Pedang nomor satu yang dingin seperti es, akan lumpuh total dalam 7 hari dan mati kedinginan di lembah terpencil.

Luna Maheswari, Ratu Iblis yang mempesona, akan menjadi kuali kultivasi dan meledak mati.

Kirana Lestari, Putri Kerajaan yang manja, akan diracun pada malam pernikahannya.

Satu-satunya cara menyelamatkan mereka adalah menjadikan mereka istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fareva, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6: Terobosan di Dalam Pelukan Es

Tubuh Sekar Embun di dalam gendongan Arya sangat ringan, tapi juga sangat dingin.

Dinginnya bukan dingin salju biasa. Ini adalah dingin yang berasal dari sumsum tulang, dari meridian terdalam, dingin yang bisa membekukan jiwa seseorang. Bahkan dengan Tubuh Meridian Naga Langit tingkat 1 yang baru saja aktif di dalam tubuh Arya, yang seharusnya kebal terhadap dingin dan panas, Arya masih bisa merasakan giginya sedikit bergemeletuk saat memeluk wanita itu.

"Guru, bertahanlah sebentar lagi," bisik Arya dengan suara yang sedikit gemetar, bukan karena kedinginan, tapi karena khawatir.

Sekar Embun di dalam pelukannya sudah tidak sadarkan diri setengah. Matanya terpejam rapat, bibirnya yang biasanya merah muda kini pucat membiru, napasnya tipis dan tidak teratur. Kedua tangannya yang putih seperti giok memeluk leher Arya dengan erat secara tidak sadar, seperti seorang anak kecil yang kedinginan mencari kehangatan satu satunya di dunia.

Arya melangkah masuk ke tengah kolam yang baru saja dia bekukan dengan Teknik Pedang Embun Beku.

KRAK KRAK.

Lapisan es tebal di bawah kakinya sedikit retak karena berat badannya, tapi tidak pecah. Energi dingin dari kolam es itu dan energi dingin yang mengamuk dari dalam tubuh Sekar Embun saling bertabrakan, membuat suhu di sekitar kolam turun drastis hingga puluhan derajat di bawah nol dalam sekejap.

Bahkan bunga teratai es di sekitar kolam yang biasanya mekar indah di tengah salju pun mulai layu karena tidak tahan dengan hawa dingin yang begitu murni dan ganas ini.

Arya duduk bersila di tengah kolam es itu, dengan Sekar Embun masih berada di dalam pelukannya, duduk di atas pangkuannya.

Posisi itu sangat intim dan sangat canggung. Jika ada murid lain di Perguruan Langit Biru yang melihat Bidadari Pedang Embun yang terkenal paling suci dan paling tidak bisa didekati pria dalam jarak tiga langkah, kini duduk di pangkuan seorang murid pria baru dengan wajah memerah dan memeluk lehernya dengan erat, pasti seluruh perguruan akan meledak dalam keributan besar.

Tapi Arya tidak punya waktu untuk memikirkan hal hal itu. Di dalam pelukannya, nyawa gurunya sedang berada di ujung tanduk.

"Maaf, Guru," bisik Arya lagi dengan suara yang tulus.

Dia perlahan lahan membalikkan tubuh Sekar Embun sehingga punggung mulus wanita itu menghadap ke arahnya. Pakaian dalam sutra tipis berwarna putih yang dikenakan Sekar Embun sudah sedikit basah oleh keringat dingin dan menempel di punggungnya yang putih mulus, memperlihatkan lekuk punggungnya yang indah seperti pahatan dewa.

Arya membuang jauh jauh pikiran yang tidak perlu itu. Di dalam benaknya, peta meridian manusia yang sangat rumit muncul. Titik titik akupuntur di sepanjang tulang punggung Sekar Embun bersinar terang.

Seni Tangan Dewa Meridian, tingkat kedua, Aliran Naga Hangat Membelah Es!

Kedua telapak tangan Arya mulai bersinar dengan cahaya keemasan yang hangat dan terang. Cahaya itu tidak panas membakar, tapi hangat seperti sinar matahari pertama di pagi musim semi yang mencairkan salju musim dingin.

Dengan hati, Arya menempelkan kedua telapak tangannya yang bersinar itu ke punggung Sekar Embun.

"Hhh..."

Begitu telapak tangannya menempel, Sekar Embun yang masih setengah tidak sadar mengeluarkan suara desahan pelan yang panjang. Bukan desahan kesakitan, tapi desahan kelegaan yang luar biasa.

Energi hangat keemasan dari tangan Arya masuk ke dalam punggungnya seperti banjir bandang yang hangat, langsung menerjang dan menghancurkan lapisan demi lapisan es yang membekukan meridiannya.

Di dalam tubuh Sekar Embun, pemandangan yang menakjubkan terjadi.

Meridiannya yang selama dua puluh dua tahun terlihat seperti sungai yang membeku total, kini esnya mulai retak retak. Retakan itu semakin besar, lalu pecah menjadi kepingan kepingan kecil dan mencair menjadi air murni yang mengalir dengan deras.

Rasa sakit dingin yang menyiksa selama bertahun tahun itu perlahan lahan digantikan oleh rasa hangat, nyaman, dan aliran energi yang lancar yang belum pernah dia rasakan seumur hidupnya.

Di luar, es di kolam di bawah mereka mulai mencair dengan cepat karena energi hangat dari tubuh Arya.

Uap putih mengepul kembali dari kolam, menyelimuti kedua orang yang sedang berpelukan di tengah kolam itu, membuat pemandangan itu terlihat seperti mimpi.

Di dalam kepala Arya, suara sistem berbunyi tanpa henti.

[DING! Sesi penyembuhan kedua dimulai!]

[DING! Tubuh Meridian Embun Beku target mencair 25%... 30%... 40%...]

[DING! Kepercayaan target meningkat pesat! Kepercayaan Sekar Embun +5%... +5%... +5%...]

[DING! Selamat! Kepercayaan Sekar Embun mencapai 50%!]

[Hadiah dibuka: 200 Poin Takdir, Pil Penerobos Jiwa Kesatria kelas sempurna x1, dan Hati Sekar Embun terbuka, membuka Fitur Intim!]

[Fitur Intim: Anda sekarang dapat melihat isi hati dan keinginan terdalam dari target harem!]

Cahaya keemasan di tubuh Arya semakin terang.

Energi murni yang sangat besar, hasil dari mencairnya es meridian Sekar Embun yang merupakan energi Yin paling murni di dunia, sebagian kecilnya mengalir kembali ke dalam tubuh Arya melalui telapak tangannya sebagai umpan balik.

Energi itu begitu murni dan begitu besar hingga membuat Tubuh Meridian Naga Langit di dalam tubuh Arya meraung dengan keras.

Auman naga kuno yang hanya bisa didengar oleh Arya menggema di dalam jiwanya.

Penghalang yang selama ini menahan Arya di Alam Meridian tingkat sembilan puncak, penghalang yang membuat banyak orang terjebak seumur hidup dan tidak bisa masuk ke Alam Jiwa Kesatria, kini retak.

KRAK!

Retakan itu semakin besar.

BOOM!

Sebuah ledakan aura yang sangat kuat meledak dari tubuh Arya. Air di kolam yang sudah mencair itu bergejolak dengan liar dan membentuk pusaran kecil di sekitar mereka berdua.

Alam Jiwa Kesatria tingkat satu!

Arya Langit akhirnya kembali! Setelah tiga tahun menjadi sampah, setelah tiga tahun dihina dan direndahkan, dia akhirnya kembali menembus alam yang pernah dia capai di masa jayanya, dan kali ini fondasinya jauh lebih kuat, sepuluh kali lipat lebih kuat dari sebelumnya!

Tapi terobosan itu belum berhenti.

Energi dari Sekar Embun masih terus mengalir.

Alam Jiwa Kesatria tingkat satu puncak!

Alam Jiwa Kesatria tingkat dua!

Baru setelah mencapai Alam Jiwa Kesatria tingkat dua, energi itu perlahan lahan berhenti dan stabil.

Arya membuka matanya. Matanya bersinar dengan cahaya keemasan dan biru es yang bergantian. Dia merasa kekuatannya sekarang sepuluh kali lipat lebih kuat dari sebelum dia terluka tiga tahun lalu.

Di dalam pelukannya, Sekar Embun juga perlahan lahan membuka matanya.

Matanya yang indah seperti danau es yang tadinya pucat kini bersinar dengan cahaya biru yang jauh lebih terang dan lebih murni dari sebelumnya. Wajahnya sudah tidak pucat lagi, tapi merona merah sehat. Bibirnya kembali merah muda.

Dia merasa tubuhnya ringan seperti bulu. Aliran energi di dalam meridiannya lancar seperti sungai besar yang baru mencair dari musim dingin. Kekuatannya yang tadinya tertahan di Alam Raja Langit tingkat satu karena meridian yang beku, kini terasa akan segera naik ke tingkat dua kapan saja.

Dia sembuh. Setengah dari penyakitnya yang menyiksanya selama dua puluh dua tahun itu sembuh hanya dalam dua sesi penyembuhan.

Dan dia menyadari posisinya saat ini.

Dia masih duduk di pangkuan Arya, di tengah kolam yang airnya hangat mengepul, dengan punggungnya yang hanya terbalut pakaian dalam tipis yang basah menempel di tubuhnya masih menempel di telapak tangan hangat Arya.

Wajah Sekar Embun yang baru saja sembuh itu langsung memerah seperti tomat matang, merahnya bahkan sampai ke leher dan telinganya.

"Kamu... kamu... lepaskan aku!" Sekar Embun berseru dengan suara yang panik dan malu, sama sekali tidak ada wibawa Bidadari Pedang yang dingin itu.

Arya yang masih terbuai dengan kenaikan kultivasinya yang pesat itu langsung sadar dan buru buru melepaskan tangannya dari punggung Sekar Embun seperti tersengat listrik.

"Maaf, Guru! Saya... saya hanya fokus menyembuhkan Guru tadi! Saya tidak bermaksud..." Arya gugup hingga tidak bisa berkata kata, wajahnya juga memerah.

Sekar Embun buru buru berdiri dari pangkuan Arya, air kolam yang hangat menetes dari tubuhnya. Dia membalikkan badan, tidak berani menatap Arya. Jantungnya berdegup kencang seperti mau melompat keluar dari dadanya.

Selama dua puluh dua tahun, tidak pernah ada pria yang melihatnya dalam keadaan seperti ini, tidak pernah ada pria yang memeluknya, tidak pernah ada pria yang menyentuh punggungnya.

Tapi entah kenapa, dia tidak merasa marah sama sekali. Yang dia rasakan hanya rasa malu yang luar biasa dan sedikit rasa hangat yang aneh di dalam hatinya.

Di dalam kepala Arya, Fitur Intim yang baru saja terbuka dari sistem aktif secara otomatis.

[Fitur Intim aktif pada target: Sekar Embun]

[Isi hati Sekar Embun saat ini: "Kenapa jantungku berdegup kencang sekali? Kenapa aku tidak marah saat dia memelukku? Tangannya hangat sekali... Apakah ini yang namanya suka? Tidak, tidak mungkin... Aku adalah gurunya... Tapi..."]

Mata Arya membelalak membaca isi hati gurunya yang dingin itu. Bidadari es itu ternyata sedang memikirkan hal seperti itu?

Sebelum Arya bisa mencerna isi hati itu, sebuah suara tua yang sangat kuat dan penuh wibawa tiba tiba terdengar dari langit di atas Puncak Embun, menggema ke seluruh perguruan.

"Sekar Embun, Arya Langit, segera datang ke Balai Utama! Pemimpin Perguruan memanggil kalian berdua! Ada utusan dari Istana Teratai Suci yang datang!"

Istana Teratai Suci? Bukankah itu sekte tempat Kezia Adinegara baru saja diterima sebagai murid inti?

Sekar Embun dan Arya saling bertatapan. Rasa malu di wajah Sekar Embun langsung hilang, digantikan oleh wajah dingin dan seriusnya kembali.

"Ganti pakaianmu, ikut aku ke Balai Utama. Sepertinya... masalah baru datang," kata Sekar Embun dengan suara dingin, tapi telinganya masih sedikit memerah.

Arya mengangguk. Dia tahu, utusan dari Istana Teratai Suci yang datang saat ini pasti tidak membawa berita baik, dan pasti ada hubungannya dengan Kezia Adinegara dan pembatalan pertunangannya kemarin.

Kompetisi Puncak Langit masih satu bulan lagi, tapi badai yang lebih besar tampaknya akan datang lebih awal.

1
Hadi Hadi
mantap😍😍
fareva: lanjut 🔥🔥🔥
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
up up up💪
Hadi Hadi
iwik iwik😍😍
Hadi Hadi
mantap😍😍
Hadi Hadi
semangat💪💪
fareva: makasih bang
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪
fareva: 🔥🔥🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
Hadi Hadi
up up up😍😍
Hadi Hadi
lanjut
fareva: Siap. tolong bantu koreksi kalau ada yang kureng
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
good💪💪
Hadi Hadi
mantap😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!