Su Yinyin adalah aktris cantik yang baru mekar. Ia banyak memghabiskan waktu bersama pria tampan dan mempermainkan mereka. Semua mengagumi dan mencintai nya. Namun, bagaimana jika ia harus masuk ke dalam novel berlatar kuno dan menakhlukan hati seorang pangeran kedua yang dingin dengan tingkat cinta minus seratus! Gila itu sih bukan cinta tapi sudah tidak cinta dari awal!
Belum lagi ditambah konflik Dikrit Kaisar yang mengharuskan pangeran kembali menikahi Putri Mahkota dari Utara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 33 : Lorong Batu di Atas Tanah
Lorong batu di balik gerbang reruntuhan itu ternyata jauh lebih luas daripada perkiraan semula. Begitu mereka melewati ambang pintu batu yang dihiasi simbol kepala serigala, bau belerang yang tajam langsung menusuk indra penciuman, bercampur dengan aroma lembap tanah gua tua. Su Yinyin merapatkan jubah wolnya, merasakan suhu di dalam perut bumi ini jauh lebih dingin dibandingkan udara di permukaan lembah.
"Tinggalkan kuda-kuda di dekat pintu masuk gerbang utama. Tempat ini terlalu sempit untuk dilalui hewan besar," titah Mo Jue tegas kepada Jenderal Chi dan dua pengawal bayangan.
Para pengawal segera mengikat tali kekang kuda pada pilar batu yang kokoh, lalu menyiapkan obor kecil berbahan khusus yang tidak mudah padam oleh kelembapan udara bawah tanah. Jenderal Chi berjalan paling depan dengan pedang terhunus, sementara Mo Jue berjalan di sisi kiri Su Yinyin, memastikan wanita itu selalu berada dalam jangkauan perlindungannya.
Cahaya obor memantul lemah di dinding-dinding batu basah yang dipenuhi tetesan air. Semakin mereka melangkah masuk, struktur gua itu tampak semakin rapi—bukan lagi bentuk formasi alam liar, melainkan hasil pahatan tangan manusia di masa lampau. Lantai lorong berupa batu lempeng yang tersusun rata, meskipun permukaannya licin oleh lumut.
"Perhatikan setiap langkah kalian," bisik Su Yinyin memperingatkan, matanya awas mengamati pola garis pada lempengan batu di lantai. "Tempat rahasia seperti ini biasanya dilengkapi dengan mekanisme jebakan tersembunyi, seperti anak panah beracun atau lantai jebak."
Benar saja, belum sempat Jenderal Chi melangkah lebih jauh, ujung sepatu perwiranya hampir menyentuh sebuah ubin batu yang sedikit lebih menonjol dibanding ubin di sekitarnya. Su Yinyin dengan sigap menarik lengan baju Jenderal Chi ke belakang.
Tahan!
Jenderal Chi terkesiap, menarik kembali kakinya. Ia menelan ludah kelat saat melihat Su Yinyin mengambil sebuah kerikil kecil dan melemparkannya tepat di atas ubin batu tersebut.
Cling!
Begitu kerikil menimpa ubin itu, suara desingan tajam terdengar dari dinding gua di sisi kanan. Puluhan anak panah berkarat meluncur deras dalam kecepatan tinggi, menghujam dinding seberang tepat di jalur yang tadinya akan dilewati oleh Jenderal Chi. Suara logam beradu dengan batu menggema nyaring di dalam lorong yang sunyi.
Jenderal Chi menyeka keringat dingin di dahinya, lalu menatap Su Yinyin dengan pandangan kagum dan penuh rasa terima kasih. "Hamba hampir saja ceroboh, Putri. Terima kasih atas peringatannya."
"Fokuslah. Kita tidak tahu berapa banyak jebakan lain yang dipasang di sepanjang lorong ini," jawab Su Yinyin tenang, meski jantungnya sendiri berdegup sedikit lebih cepat.
Mo Jue melirik istrinya dengan sorot mata penuh apresiasi. Keahlian Su Yinyin dalam membaca pola bahaya di tempat asing selalu berhasil membuatnya terpesona. Pangeran itu mengulurkan tangan, mengambil alih posisi terdepan untuk merintis jalan bersama Jenderal Chi, sementara Su Yinyin dan dua pengawal tetap berada di tengah barisan.
Setelah berjalan hampir dua puluh menit menyusuri lorong berliku yang dipenuhi berbagai jebakan mekanis kuno, cahaya samar berwarna kebiruan mulai tampak di ujung terowongan. Suara gemercik air yang mengalir perlahan terdengar semakin jelas, bercampur dengan dengung angin bawah tanah yang membawa hawa lebih segar.
Mereka akhirnya keluar dari lorong sempit dan mendapati diri mereka berada di sebuah gua bawah tanah yang luar biasa luas. Di tengah gua tersebut, terdapat sebuah danau air panas alami yang mengepulkan uap putih tipis ke udara. Di sekeliling danau, berdiri sisa-sisa bangunan altar batu bergaya kuno yang dipahat langsung dari dinding gua, dihiasi ukiran relief ribuan bunga teratai perak yang berkilau saat terkena pantulan cahaya obor.
"Tempat apa ini?" gumam Jenderal Chi takjub, mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru gua.
Su Yinyin melangkah mendekati tepi danau air panas. Matanya terpaku pada sebuah prasasti batu besar yang berdiri tepat di tengah altar. Di atas batu tersebut, tertulis beberapa baris aksara kuno yang menceritakan sejarah tersembunyi tentang klan penjaga perbatasan selatan dan garis keturunan darah bangsawan yang terlupakan.
Sebelum ada yang sempat membaca isi prasasti itu lebih jauh, suara tepukan tangan yang bergema pelan tiba-tiba memecah kesunyian gua.
Prok... prok... prok...
"Kalian benar-benar berhasil sampai sejauh ini, Pangeran Kedua dan Putri Su Yinyin," suara seorang wanita paruh baya terdengar nyaring dari balik pilar altar di seberang danau.
Sosok itu melangkah keluar dari balik bayangan uap air panas. Ia mengenakan jubah brokat hitam bersulam benang perak dengan belati melengkung terselip di pinggangnya. Wajahnya tegas dengan garis-garis usia yang kejam, dan di lehernya, tergantung sebuah kalung berliontin lambang teratai perak yang berkilau tajam di bawah cahaya obor.
Mo Jue langsung maju menutupi separuh tubuh Su Yinyin, pedang perangnya terangkat lurus menunjuk ke arah wanita misterius itu.
"Siapa kau?" bentak Mo Jue dingin, aura membunuhnya langsung meluber memenuhi ruangan gua.
Wanita itu tersenyum sinis, memperlihatkan tatapan penuh dendam masa lalu. "Aku adalah orang yang melahirkan takdir yang sedang kalian jalani saat ini, Pangeran. Selamat datang di makam rahasia keluarga aslimu, Su Yinyin."
***
Mohon dukungan untuk Like, Komen, dan Ikuti Penulis yah, terimakasih ❤️
permaisuri
jika kau berdamai dgn mu jue pasti hidupmu akan tenang
TPI sayang sekali kau selalu mengusik singa yg sedang tidur
lalu kenapa seorang permaisuri begitu merasa terancam dgn kehadiran dan kesuksesan jendral joe
sehingga permaisuri hidup semena mena👊
kena kaisar begitu ceroboh
permaisuri👊
wah gawat, dua wanita dlm satu atap
yg terkadang sejalan😭😭
semoga putri mahkota bisa diajak kerja sama
pasti bisa meluluhkan pangeran kedua
su😁😁
gak tau apa gimana hantun su yinyin😁😁👊
sungguh belum tau rasanya jadi buucin yaa🤣
apa dia dicekik atau terpeleset di kamar🤔🤔🤔