~Original Story by LegendaNgawur~
[ON-GOING]
Sebuah dunia paralel yang bernama Touri, terdapat 3 ras yang memiliki kelebihan mereka masing-masing. Ketiga ras itu adalah legenda, iblis, dan malaikat. Dan pada saat itu, seorang dewa yang maha kuasa menciptakan tiga semesta sebagai tempat tinggal ketiga ras itu secara berpisahan.
Seorang pemuda, meninggal karena mengalami kecelakaan fatal. Seorang dewa memberi kesempatan kepada pemuda itu untuk tinggal di kehidupan keduanya di semesta yang bernama Yuusuatouri. Yuusuatouri adalah semesta yang ditinggali oleh para ras legenda. Ras Legenda adalah ras yang memiliki penampilan sama persis seperti manusia, tetapi mereka memiliki sedikit akal sehat, pekerja keras, dan suka menginginkan kekuatan dan pertarungan. Berbeda dari manusia yang memiliki akal sehat dan serakah atas segala keinginan mereka.
Ras Legenda juga bahkan memiliki DNA dari setiap hewan dan tumbuhan yang ada di semesta Touri. Yang jadi perbedaan antara ras legenda dan ras manusia yaitu umur, penampilan fisik, dan sifat. Legenda memiliki umur yang abadi, penampilan tubuh fisik yang kekal, dan mudah terbawa emosi. Ketika ras legenda berumur lebih dari ratusan, ribuan, bahkan jutaan tahun, mereka tidak akan tumbuh menjadi tua, seperti seorang kakek dan nenek, penampilan fisik mereka selalu abadi seperti seorang remaja yang berumur 16 atau 18 sampai 20 tahun. Dan disitulah pemuda itu memulai kehidupan keduanya yang penuh aksi dan kegilaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LegendaNgawur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 28 - Selvia, Methode, dan Via menghilang!?
Normal's POV
Methode membuka kedua matanya. "U-Ugh... Di-Dimana kita...?" Methode mulai melihat sekitar dimana kedua lengannya terkunci oleh rantai yang memiliki energi sihir yang besar. "S-Sial... Apa-apaan ini..."
"Kak-Kakak..." Ucap Selvia dengan sangat lemah. Methode menatap Selvia dan ia langsung terkejut karena Selvia berada di dalam test-tube. "S-Selvia!? Bagaimana kau bisa ada disitu...?"
"Ak... Aku tidak tahu... Tapi... Tempat ini..." Selvia tidak bisa berbicara dengan sempurna karena di dalam test-tube itu berisi racun berbahaya untuk ras iblis.
"HAHAHAHAHAHAHA!!! Sepertinya para legenda dan iblis cilik telah terkumpul di tempat satu ini..." Tiba-tiba seorang iblis menghampiri Methode dan Via yang sedang terkurung bahkan tidak bisa bergerak sama sekali.
Methode menatap wajah iblis itu dengan sangat kesal. "Dasar iblis!!! Lepaskan Selvia sekarang---"
Iblis itu memegang mulut Methode untuk mencoba mendiamkan dirinya. "Kenapa legenda seperti kau memiliki ikatan yang besar bersama Selvia? Cucuku?"
"(Cu-Cucu!?)" Methode langsung terkejut mendengar itu.
"Seharusnya Selvia sudah menghancurkan dirimu dengan kekuatan cahaya dan kegelapan, tetapi sepertinya dia ini lemah lembut karena ibunya." Iblis itu melepaskan Methode.
"Methode... Dia adalah... Ugghh... Kakekku... Raja Iblis Rxeonal..." Selvia mengatakan hal itu dengan tenaganya yang tersisa.
"Raja iblis!?" Methode langsung terkejut mendengar bahwa dia adalah raja iblis. "Ketika waktu telah tiba dan penyerangan dimulai sekarang juga... Tidak ada namanya belas kasihan untuk para penyihir di Sillentesius." Rxeonal menghampiri test-tube dimana Selvia berada di dalamnya.
"Dan kalian Saints... Aku akan mengambil jantung kalian satu per satu..." Rxeonal tersenyum dengan sangat jahat.
"Cihhh!!! Pengecut!!! PAPAKU AKAN MEMBUNUHMU SEKARANG JUGA!!!" Methode mulai merasa sangat kesal dan marah. Rxeonal hanya bisa tertawa melihat wajah Methode yang sedang marah dan kesal.
Selvia dan Rxeonal saling menatap satu sama lain. "Ayahmu dan Ibumu terbunuh oleh Legenda... Tetapi kau masih bisa berteman dengan seorang Legenda?"
"Dia bukanlah teman... Dia adalah kakakku..."
"Kakak ya? Kau hanyalah iblis yang di adopsi, dasar iblis bodoh."
Selvia terjatuh dan mulai merasa sangat lemah karena racun-racun yang hirup mulai membuat seluruh tubuhnya lumpuh. "Aggghhh..."
"Selvia!!!"
"Tenanglah, kakak... Aku pasti akan baik-baik saja... Itu sebuah janji dariku."
"Sudah waktunya." Rxeonal memegang test-tube itu, dan test-tube itu bersinar dengan sangat terang.
"Attribution Steal!" Rxeonal tersenyum dengan sangat jahat.
BAAMMMM!!!
"Agggghhhhhhhhhh!!!! AHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!" Selvia mulai bersinar seperti terserap oleh energi yang aneh. Ia mulai merasakan kesakitan yang sangat luat biasa seperti di serang oleh listrik.
"SELVIAAAA!!!" Teriak Methode dengan ia melihatnya tersiksa dan itu membuatnya lebih marah.
"LEPAAAASKAAAAAANN!!!!" Teriak Methode dengan sangat kesal. Rxeonal menghampiri Methode. "Setelah aku mengambil kekuatan adikmu... Jantungmu akan menjadi milikku, Methode..."
"Cih...!"
"Illusion Gate: Sillentesius!" Rxeonal membuka gate yang sangat besar dimana sebuah portal muncul dan mulai memperlihatkan Sillentesius yang sedang di serang oleh para iblis-iblis.
Rxeonal memperlihatkannya kepada Methode. "Lihatlah dengan kedua matamu... Sillentesius sedang berada di nereka sekarang... Nereka untuk para penyihir Legenda!"
"KUBUNUH KAU!!!" Ucap Methode dengan sangat marah. Kedua matanya bersinar. "Hmph... Lakukanlah sesukamu, Methode. Tetapi... Ayahmu tidak sekuat yang kau harapkan." Rxeonal berjalan pergi untuk bersiap-siap.
"SIAAAALAAAAAAAAAAN!!!!" Teriak Methode dengan sangat amat keras.
***
Shira dan Homura sedang terbang dengan sangat cepat untuk pergi ke wilayah Sillentesius. "Homura, apakah kau tidak bisa melakukan sihir Gate menuju wilayah Sillentesius!?"
"Tidak bisa... Gate hanya bisa di pakai ketika suasana di Sillentesius membaik, tetapi sepertinya..." Homura sedang mencoba untuk mengeluarkan gatenya dengan seluruh energi sihirnya, tetapi gate itu tidak mau muncul.
"Sial..." Shira memegang gadget yang berada di telinga kirinya. "Masuklah, Naoki!"
"Ya, Naoki disini!" Jawab Naoki dengan ia menjawaban panggilan dari Shira selagi bertarung melawan para iblis.
Shira bisa mendengar bahwa Naoki terdengar seperti bertarung dengan seseorang, Shira mulai memiliki perasaan bahwa Sillentesius memang benar-benar di serang oleh para iblis.
"Suara itu...?"
"Ya... Sillentesius sekarang sudah seperti neraka saja...! Ternyata kau ada benarnya juga, Shira... Para iblis-iblis memang mengincar Sillentesius." Ucap Naoki yang sedang kesusahan karena ia terpojoki oleh jumlah iblis yang sangat banyak.
"Tahanlah sebentar! Kita akan kesana."
"Bukan itu yang harus kalian lakukan." Jawab Naoki dengan sangat serius.
"Apa maksudmu, Naoki?" Tanya Homura dengan ia menyalakan gadgetnya untuk menghubungi Naoki juga. "Methode dan Selvia menghilang. Rianna dan bahkan Ashura juga kehilangan seorang Saint Legenda juga"
Shira dan Homura langsung terkejut mendengar itu, kedua jantung mereka terasa putus karena mengetahui bahwa Selvia dan Methode menghilang. "Dimana mereka sekarang!?"
"Aku tidak tahu... Tapi... Tempat ini memang sudah seperti nereka saja!"
"Aku akan menghubungimu lagi nanti." Naoki mematikan gadgetnya, lalu ia menyerang iblis-iblis yang sedang mengepungnya. "Sialan..." Shira mulai merasa sangat muak dan kesal.
"Shira. Kau bilang bahwa mereka akan menyerang 5 hari kemudian... Tapi, kenapa harus sekarang!?"
"Entahlah..."
"Mereka sepertinya memiliki rencana yang sangat licik. Mereka juga bahkan menculik Methode dan Selvia..." Homura mengejamkan kedua matanya dengan sangat serius, ia berusaha untuk mencari energi sihir Methode dan Selvia.
***
Naoki dan Osamu mulai mundur hingga kedua punggung mereka tersentuh satu sama lain. "Osamu, jumlah mereka banyak sekali." Ucap Naoki yang sudah berkeringat cukup banyak.
"Ya... Situasi seperti ini... Dimana Shira dan Homura berada!?" Tanya Osamu dengan sangat kesal dan juga berkeringat banyak karena telah mengalahkan banyak iblis.
"Waktunya mengakhiri semua ini tanpa sebuah gangguan dan juga hambatan!"
"Hmm!?" Naoki dan Osamu mendengar suara itu dari arah barat dan mereka langsung melirik ke arah barat, mereka melihat seorang iblis yang dihalangi oleh kegelapan turun dari atas langit yang merah.
Iblis itu adalah Rxeonal, Rxeonal mendarat di atas tanah dimana ia bertatapan dengan Naoki dan Osamu.
"Aku sudah berjanji bahwa kalian semua tidak akan pernah bertahan hidup bahkan selamat dalam serangan semua ini."
"Jangan kebanyakan bacot, raja iblis. Kita Legenda tidak akan menyerang untuk mengalahkan para iblis." Ucap Naoki dengan wajah yang serius, ia masih bisa bertarung karena Legenda yang menyerah itu bukanlah Legenda yang layak.
"Walaupun kau ini raja, tetapi... Kita ras Legenda lebih dari raja, Kita adalah ras penguasa dari semesta Yuusuatouri..." Naoki berubah menjadi Saint of Hope.
"Ya... Aku setuju denganmu, Naoki." Osamu berubah menjadi Ultra Power Legenda dengan wajah yang sangat menyeramkan. "Bodoh." Rxeonal tiba-tiba mengeluarkan angin yang sangat kuat hingga Naoki dan Osamu harus bersiap dengan serangan pertama milik Rxeonal.
Rxeonal muncul di depan Naoki dengan sangat cepat, ia langsung memukul wajah Naoki hingga ia terpental mundur.
Osamu melompat menghindari Naoki, ia dengan cepat terbang menuju arah Rxeonal, lalu ia memukulnya dengan sangat cepat, Rxeonal hanya bisa menahan semua pukulan itu tanpa merasakan kesakitan dari tinju-tinju Osamu.
Naoki bangkit dari tanah dan ia mulai memutari Osamu dan Rxeonal. "Ya ampun... Mereka ini memang benar-benar kuat dan berada di level yang berbeda denganku."
BAAAAMM!!!
Lengan kanan Osamu tiba-tiba kena pegangan tangan Rxeonal dengan sangat, lalu ia memukul wajah Osamu tanpa ampun dan menahan diri.
"Kekuatan Ultra Power memang benar-benar hebat, Osamu! Tapi... Iblis sepertiku tidak akan pernah lengah oleh kekuatan sampah itu."
"RASAKAN INI!!!" Rxeonal siap menggunakan sebuah sihir. "Cih..." Osamu menggunakan sihir elemen daunnya untuk mengikat kedua kaki Rxeonal.
"Ahh---"
Osamu memukul perut Rxeonal dengan sangat keras hingga ia terdorong mundur, lalu Osamu mundur. "Jangan lengah terhadap sihir biasa... Raja lengah."
Naoki bergerak dengan sangat cepat menunu arah Rxeonal dan ia langsung memegang perut Rxeonal hingga mereka berdua terdorong mundur bersama.
"Despair of Dark Blast..." Naoki memegang punggung Rxeonal selagi menggunakan sihirnya, sepertinya Naoki mencoba untuk menanggung resiko.
"Apa!?"
"Ini pasti akan terasa menyakitkan..."
"KAU PIKIR ITU AKAN BERGUNA TERHADAPKU!?" Rxeonal berhenti terdorong dan ia mengayunkan tangan kanannya untuk memukul Naoki dan mencoba untuk menjauhi jarak Naoki dari dirinya.
Tiba-tiba Naoki dan Rxeonal terlindungi oleh daun-daun milik Osamu. "Itu pasti akan berguna..." Osamu tersenyum.
BAAMMMM!!!
"UAGGHHH!!!" Naoki terpental mundur dan ia langsung berbaring di atas tanah dengan kondisi lelah, daun-daun yang menghalangi mereka terbakar hangus karena sihir Naoki yang sangat mematikan.
Naoki telah menimbulkan asap-asap yang sangat besar karena sihirnya. Rxeonal mulai perlahan muncul di asap-asap itu. "GGUUUGGHHH!!!" Rxeonal memuntahkan darah cukup sedikit karena serangan tadi itu cukup efektif juga.
"SIALAN!!! KALIAN AKAN MEMBAYARNYA!!!" Rxeonal tiba-tiba menembakkan aura yang sangat besar menuju arah Naoki dan Osamu.
"AURA OF SOUL!!!" Rxeonal menembaknya. Aura itu berbentuk sangat besar sekali seperti planet yang akan meledak menjadi kepingan kecil.
Osamu dan Naoki muncul di depan aura itu dan mereka langsung menahan aura itu dengan sekuat tenaga. "DORONGLAH SEKUAT TENAGA!!!" Teriak Osamu dengan ia mencoba untuk menahan aura itu.
"AKU SUDAH BERADA DI KEKUATAN PENUH!!!" Teriak Naoki dengan sangat keras, tenaganya perlahan terkuras karena menahan aura yang sangat kuat itu.
"GAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!" Teriak Osamu dan Naoki yang masih mencoba untuk mendorong aura itu dengan sekuat tenaga.
"NAIKAN ENERGIMU!!!" Teriak Osamu, hingga wujud Ultra Power-nya habis.
"AKU SEDANG MENCOBANYA!!!" Teriak Naoki dengan ia berubah kembali menjadi wujud biasanya.
Wujud mereka mulai kembali seperti semula karena kehabisan energi sihir. Mereka mulai perlahan kelelahan karena telah menahan aura itu dengan semua tenaganya.
"Legenda bodoh..." Rxeonal merasa sangat kesal karena mereka masih bisa bertahan.
BAAAAAAAMMMMMMM!!!!
***
Methode tidak bisa melakukan apapun kecuali melihat Selvia tersiksa di depannya. "Gughgg... Selvia..."
BAAAAAAMMMM!!!
Test-tube itu tiba-tiba hancur dengan sebuah tebasan yang sangat kuat. "Hah...?" Methode langsung terkejut melihat test-tube itu meledak.
BAAAAAAMMMM!!!
Kedua rantai yang mengunci kedua lengan Methode hancur oleh tebasan pedang yang sangat tajam. "Ahh..." Methode melihat seorang Legenda yang sedang menggendong Selvia.
"M-Mama..." Ternyata yang menyelamatkan mereka bertiga adalah Homura.
"Bertahanlah, Methode." Ucap Homura dengan wajah yang tersenyum karena ia mencoba untuk menenangkan mereka.
owh ya aku juga buat novel, kembalinya legenda kuno, genre fantasy, kalo ada kesalahan maaf ya masih author baru
Ijin promosi juga untuk karya saya,
DELAPAN PUSAKA : AMARAH HARIMAU