NovelToon NovelToon
Ibu Pengganti Kesayangan Papa

Ibu Pengganti Kesayangan Papa

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mande Qita

Zeya diam terpaku ketika melihat suaminya sedang jalan bergandengan tangan dengan wanita yang tak Zeya kenal.
Ryan yang kebetulan juga melihat Zeya melengos tanpa mau menyapa istrinya tersebut, malah Ia bergegas meninggalkan Zeya.
Menikah dengan Ryan keputusan hidup yang Zeya sesali, manis di awal ternyata hanya kedok belaka, agar bisa menikah dengan mantan kekasihnya.
Zeya menerima perceraian itu dan melanjutkan hidupnya dengan pindah ke kota besar.
Akankan Zeya menemukan kebahagiaannya sendiri, atau Zeya terus di bayang bayangi oleh masa lalunya.
Dan bagaimana kehidupan rumah tangga Ryan setelah menikah dengan mantan kekasihnya itu?, Kenapa dia kembali mengejar cinta nya Zeya?
Pergulatan batin Zeya dimulai di saat tuan Gatra ingin menikahinya sedangkan mantan istri Gatra ingin kembali rujuk dengan Gatra, ditambah lagi dengan Ryan yang kembali membayangi hidupnya…
Akankan keputusan Zeya akan merubah semuanya..?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mande Qita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 30 Kencan tak terduga

Zea tersenyum tipis mendengar Gatra memanggilnya, jantungnya berdetak kencang ada rasa kaget, senang dan juga rendah diri ketiga berhadapan dengan Gatra papanya Arsen.

“Senang bertemu dengan anda lagi tuan Gatra” sapa Zea, Ia mengulurkan tangannya ke Gatra

“Apa kabar Zea..?” Gatra menyambut uluran tangannya Zea sambil tersenyum tipis, Barra dan Tari memperhatikan kedua orang anak manusia yang sedang saling menyapa dengan sedikit canggung.

“Baik tuan Gatra..” balas Zea, Tari masih diam terpaku melihat interaksi Gara dan Zea, Ia seperti sedang bermimpi melihat semua ini, diluar prediksinya sama sekali, ternyata Gatra bisa bersikap ramah pada orang lain apalagi seorang wanita.

“Apa kabar Miss Zea…” sapa Barra dengan ramah

“Baik tuan Barra…” sahut Zea

“Kalian hanya pergi berdua?” tanya Gatra sambil menoleh ke arah Tari yang masih terdiam.

“Oh iya, kenalkan ini sahabat saya..” Zea memperkenalkan Tari pada Gatra dan Barra.

“Tari…” Ia memperkenalkan dirinya pada Gatra dan Barra.

“Gatra..” menyambut uluran tangan Tari

“Kenalkan nama saya Barra, senang berkenalan dengan anda nona Tari..” sapa Barra, memperkenalkan dirinya pada Tari.

“Tari..nice too meet you tuan Barra…” balas Tari sambil mengulas senyum manisnya.

“Kalian sedang makan?” Barra menunjuk makanan yang sudah tersaji di atas meja yang ada di depan Zea dan Tari.

“Iya tuan Barra, kami sedang makan, ayo duduk tuan Barra, tuan Gatra! ikut makan siang bersama kami” ajak Tari dengan ramah.

“Kami…” belum selesai Barra bicara Gatra sudah duduk di kursi yang ada di depan Zea, Barra melirik sahabatnya dan setelah itu Ia pun langsung duduk di samping Gatra.

Melihat hal itu Zea dan Tari kembali duduk, mereka berdua sedikit canggung karena ada Gatra dan Barra, kenalan yang tidak pernah disangka oleh Zea akan menemani mereka makan siang.

“Tuan Gatra, tuan Barra…” Gatra memotong Zea yang sedang bicara.

“Kami berdua baru selesai makan siang, kami nggak ikut makan bareng kalian berdua, tapi kami akan pesan kopi untuk menemani kalian berdua makan siang”

Gatra langsung memanggil pelayan restoran tersebut lalu memesan dua gelas kopi untuk dirinya dan Barra.

“Ayo makan Zea, tari…” Gatra mempersilahkan Zea dan Tari untuk menghabiskan makanannya segera.

“Oh iya tuan Gatra…” Zea menoleh ke arah Tari dan setelah itu mereka pun memakan makanan yang telah di pesan oleh Tari tadi.

“Kami makan dulu tuan Gatra, tuan Barra…” ucap Tari, Ia agak kikuk menghadapi situasi seperti ini.

Ada beberapa pengunjung yang melihat ke arah mereka terutama beberapa orang wanita yang mengenal Gatra dan Barra.

Tapi Tari dan Zea tidak begitu memperdulikan tatapan mata dari beberapa orang wanita pada mereka berdua, Zea dan Tari sadar kalau mereka bersama dua orang pria yang sangat terkenal jadi wajar kalau ada beberapa tatapan iri dan sinis yang ditujukan pada mereka berdua.

“Zea sepertinya setelah ini kita akan mempunyai beberapa musuh” bisik Tari

“Hhmmm….” Zea hanya berdehem menanggapi bisikan Tari.

Gatra dan Barra dengan santai menyesap kopi yang ada di depan mereka, Gatra dan Barra juga mengetahui ada beberapa wanita yang menatap tajam ke arah mereka berempat terutama Zea dan Tari.

***

“Jadi kalian berdua setelah ini mau kemana?” tanya Gatra, ketika mereka sudah keluar dari restoran tadi.

“Rencananya kita mau keliling tuan Gatra, mau cari barang barang yang sedang ada diskon nya ha ha ha”

sahut Tari, Ia memang supel dalam bergaul hanya sesaat Tari merasa canggung setelah melihat kalau Gatra dan Barra bersikap baik, Tari bisa akrab dengan mereka berdua.

“Ayo kami akan temani kalian berdua” ajak Barra tanpa meminta persetujuan dari Gatra.

“Jangan tuan Barra, kami kalau keliling di pusat perbelanjaan bisa pulang malam hari, sampai mall nya tutup” seloroh Tari

“Iya nggak apa apa, kebetulan kami juga senang olah raga” balas Barra sambil tertawa kecil.

“kita mau menjelajahi pusat perbelanjaan ini tuan Barra, dan saya percaya pasti anda berdua nggak akan kuat mengikuti kami berdua” imbuh Tari.

“Boleh kita buktikan kalau begitu” Barra menantang Tari untuk berjalan mengelilingi pusat perbelanjaan ini.

“Kalian pergi jalan berdua saja, saya dan Zea mau belanja ke supermarket” ucap Gatra

“Lo mau belanja apa?” tanya Barra penasaran

“Mumpung ada Zea dan Tari, gue mau belanja untuk keperluan Arsen, anda berdua mau kan membantu saya” Jawab Gatra sambil meminta tolong pada Zea dan Tari.

“oke….” sahut Barra dia mengerti apa yang direncanakan Gatra

“Ayo…” ajak Zea, dia menyetujui untuk membantu Gatra belanja untuk keperluan Arsen.

Lagian Zea juga bingung kalau Gatra dan Barra mengikuti mereka berdua belanja barang barang wanita, lebih baik Zea menemani belanja tuan Gatra, sekaligus belanja untuk keperluan mereka berdua.

***

Dan sekarang mereka berada di sebuah cafe yang kebetulan ada konser penyanyi dari luar, tadi Barra menawarkan pada Zea dan Tari untuk menghabiskan akhir pekan dengan menonton konser mini di cafe.

“Terima kasih tuan Barra, sudah mengajak kami berdua melihat konser mini penyanyi dari luar negeri yang sangat terkenal” ungkap Tari

“Sama sama Tari” sahut Barra mereka berdua berbicara cukup akrab sedangkan Zea dan Gatra juga terlibat pembicaraan walau nggak seakrab Barra dan Tari.

Barra benar benar pria yang tahu caranya mengajak wanita untuk berkencan, tadi Barra menyuruh Edo mencari cafe yang ada mini konser dari penyanyi yang terkenal, karena Barra punya rencana tersendiri agar Gatra dan Zea bisa lebih mengakrabkan diri satu sama lainnya.

“Ayo kita kesana” ajak Barra pada Tari memberikan kesempatan pada Gatra dan Zea untuk bicara lebih leluasa.

“Dengan senang hati tuan Barra” sahut Tari dengan riang.

Barra hanya melirik Gatra sesaat lalu berjalan dengan Tari ke arah depan panggung, Gatra tersenyum tipis, Ia tahu maksud dari sikap Barra yang mengajak Tari menjauh dari Zea dan dirinya.

“Kamu nggak mau ikut kesana Ze?” tanya Gatra

“Nggak tuan Gatra, saya di sini saja” jawab Zea sambil mengulas senyum manisnya.

“Oh gitu ya, kamu sudah lama di Jakarta..” Gatra bertanya lagi agar suasana diantara mereka tidak kaku dan membosankan.

“Saya baru datang ke kota ini tuan Gatra, ada hal yang mengharuskan saya datang ke kota ini” ungkap Zea, Gatra yang sudah tahu masalah yang sekarang dihadapi Zea, melanjutkan dengan pembicaraan yang lain.

“tapi kamu betah di kota ini Ze, menjadi pengajar bagi anak anak balita di sekolah” tanya Gatra lagi.

“He he he iya tuan Gatra saya mulai betah tinggal di kota ini, dan saya sangat senang mengajar di sekolah Arsen, anak anak itu sangat lucu dan pinter…” ungkap Zea

“Apa kamu sulit mendekati Arsen untuk pertama kalinya Ze?”

“Hhmmm Arsen sedikit sulit untuk didekati saat pertama kali kami bertemu, tapi dengan kesabaran dan jadi pendengar yang baik untuk Arsen, akhirnya Arsen luluh juga, putra anda itu sangat menggemaskan tuan Gatra”

Ungkap Zea, dan benar itu yang Zea rasakan, Arsen jadi obat bagi Zea untuk melupakan kesedihannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!