Sebuah kejadian membuat Haris yang merupakan seorang pemimpi perusahaan besar langsung hancur.
Dia kehilangan segalanya dalam satu hari dan memilih untuk mengakhiri hidupnya tapi setelah mati, dia justru menemukan kenyataan kalau orang yang selama ini dia sembunyikan mengandung anaknya.
Hamka Haris Stuart, seorang anak buta warna yang lahir dari rahim adik angkat Haris yang terus di sakiti karena hanya seorang anak dari istri kedua.
Bagaimanakah Hamka bisa menemukan warna dalam hidupnya setelah dia tahu kalau ayah yang selama ini dia panggil Daddy bukanlah ayah kandungnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kalung Ivanka
"Benda itu akan ada disini dalam dua jam, kalau perlu dukun itu juga akan tutup praktek saat ini juga" ucap Zaki
"Ilmu hitam hanya bisa kalah oleh ilmu putih, kekuatan manusia kadang tidak bisa melawannya, jadi cukup bawa cincin itu saja, biar dukun itu sadar sendiri" ucap Sagara yang tidak mau kalau sampai anak buah Zaki mengalami kejadian mistis akibat dukun itu.
"Baiklah, akan Zaki minta mereka bawa benda milik Om Haris saja" jawab Zaki
"Zaki Harus ke kampus lagi, Hamka kamu mau ikut? Masih bisa masuk meski kamu bolos satu mata kuliah hari ini" ucap Zaki
"Kamu ikut Om Zaki saja, Opa akan jaga papa kamu disini, kamu jangan khawatir" bujuk Sagara
"Iya, Hamka akan kuliah" jawab Hamka berdiri dan ikut bersama Zaki.
Zaki merangkul Hamka yang saat ini terlihat sembab, wajah datarnya sekarang di hiasi dengan buliran air mata yang masih turun meski dia sudah menghapusnya berkali kali.
Hamka benar benar takut ayahnya itu pergi karena Haris selalu mengatakan kalau dia akan pergi setelah Hamka bahagia dan bisa melihat banyak warna.
"Kamu mau duduk saja di ruangan Om, Om panggil Lyra ke Smith internasional school ya," bujuk Zaki saat mereka telah sampai di area parkir Smith university yang berada di seberang Smith internasional school.
"Iya, begitu saja, Hamka mau Lyra" jawab Hamka lalu ikut keluar bersama Zaki menuju ke ruangannya.
Di kantin gedung fakultas manajemen bisnis.
"Gue lihat Hamka bareng Om Zaki, tapi dia masuk ke ruangan Om Zaki" ucap Izhar yang baru sampai di kantin.
"Mungkin Om Zaki akan panggil Lyra kesana untuk menenangkan Hamka" ucap Liam
"Om Icang belum kembali?" Tanya Lintang
"Belum, kata Om Peter, Om Icang langsung ke titik pusat energi Om Haris berada" jawab Liam
"Tega banget orang yang melakukan itu, padahal Hamka meski punya mommy dan Daddy nya, dia Sudah terbiasa di asuh oleh Om Haris juga sejak bayi, jadi pasti akan sangat sedih saat Om Haris tidak ada atau tidak muncul saat dia panggil" ungkap Esmeralda
"Gue yakin Hamka sedih banget pasti karena dia belum siap di tinggal Om Haris" ucap Zaheer
"Apa Lo lihat apa yang gue lihat?" Tanya Lintang sedikit berbisik pada Liam.
Lintang tiba tiba saja mendapatkan penglihatan tentang kalung Ivanka yang di perebutkan banyak orang, bahkan Lintang juga melihat banyak darah dalam penglihatannya itu.
"Iya, kalung yang di pakai Tante Ivanka, harus di amankan, tapi bukankah kalung itu sudah di berikan pada Hamka" jawab Liam
"Dalam kalung itu selain ada foto Om Haris dan Tante Ivanka, ada juga kunci brangkas milik Om Haris" bisik Liam
"Kalau begitu kita beri tahu Hamka segera" ucap Lintang dan Liam setuju.
"Guys.. gue ke tempat Hamka dulu ya, ada yang penting" ucap Liam
"Iya, sampaikan dukungan kita" ucap Malik
Liam dan Lintang tanpa menunggu lagi langsung pergi ke arah ruangan Zaki yang merupakan pemilik dari Smith internasional school dan juga Smith university, karena dua tempat itu sudah di serahkan secara langsung oleh sang kakek pada Zaki.
######
Di ruangan Zaki
"Kak Hamka jangan nangis lagi, nanti papa Haris akan semakin kepikiran" bujuk Lyra yang saat ini sedang menenangkan Hamka yang kembali menangis di sambil memeluk Lyra.
Tubuhnya yang kecil di peluk Hamka yang bertubuh besar sampai Lyra tak terlihat sama sekali di sofa milik Zaki itu, tapi Lyra tidak merasa risih ataupun keberatan karena Hamka juga memeluknya dengan lembut.
"Bagaimana kalau papa pergi, aku tidak akan biarkan orang yang sudah buat papa pergi hidup" ucap Hamka
"Tidak, tidak akan pergi, papa Haris akan kembali" ucap Lyra
Zaki cukup terkejut dengan Hamka yang bahkan tidak segan mengatakan akan menghabisi orang yang melakukan itu pada Haris, melihat itu, Zaki yakin sifat Haris yang tanpa ampun menurun sepenuhnya pada Hamka, mirip dengan sifatnya sekarang.
"Sekarang kak Hamka makan ya, katanya kak Hamka tidak makan sejak kemarin" bujuk Lyra
"Aku tidak lapar" jawab Hamka
"Tapi Lyra juga belum makan loh dari kemarin siang, biasanya di suapi kak Hamka" bujuk Lyra dan akhirnya Hamka mau makan.
"Kamu tidak boleh sakit, nanti kalau papa kembali dia pasti marah karena calon menantunya sakit" ucap Hamka
"Akan lebih marah lagi kalau kak Hamka yang sakit" ucap Lyra menghapus air mata Hamka dan mereka makan berdua dengan di temani Zaki yang sedang menunggu kabar dari para anggotanya.
Tok. Tok. Tok.
"Masuk saja" ucap Zaki
Ceklek.
"Pak, ada yang mau kami bicarakan dengan Hamka" ucap Liam dan Lintang begitu mereka masuk
"Duduklah, sejak sampai dia terus menangis" jawab Zaki
"Hamka, Lo harus amankan kalung milik mommy Lo, kalung itu adalah kunci dari brangkas khusus milik Om Haris, Lo tahu juga kan?" Tanya Liam dan Haris mengangguk lalu mengurai pelukannya dari Lyra.
"Apa itu yang di incar orang itu?" Tanya Hamka
"Iya, kalung itu adalah barang yang mereka cari" jawab Lintang
"Ada pada gue dan nggak akan gue biarkan jatuh ke tangan orang orang jahat itu" ucap Hamka menunjukkan kalung Ivanka yang sekarang sudah ada padanya.
"Kak Hamka mengambil itu?" Tanya Lyra
"Tidak, mommy sudah ingat semuanya dan mommy memberikan ini padaku, dia bilang ini milikku sekarang" jawab Hamka
"Alhamdulillah.. hanya tinggal menunggu Om Haris kembali" ungkap Liam
"Om Haris harus kembali karena perusahaan yang dia pegang juga dalam masalah sengketa, orang kepercayaan Om Haris di gugat Tante Jessi" ucap Zaki yang juga di beritahu pihak asisten pribadi Haris yang selama ini dia bantu untuk mengawasi perusahaan Haris yang bergerak di bidang konstruksi.
"Perusahaan papa di gugat?" tanya Hamka
"Iya, Jessy bilang kalau perusahaan itu seharusnya jadi milik Jessy sebagai ibu dari kak Haris yang sudah meninggal, tapi orang kepercayaan kak Haris tetap tidak menyerahkan perusahan itu makanya Jessy menggugat ke pengadilan" jawab Zaki
"Tapi papa masih hidup dan seharunya dia juga sudah tahu, dia yang sudah mengurung papa di suatu tempat yang membuat papa tidak bisa keluar, harusnya dia tahu kalau dia tidak punya hak itu" ungkap Hamka
"Tapi publik hanya tahu kalau putra tertua keluarga Jhonson itu sudah meninggal" jawab Liam
"Tapi papa bukan keturunan Jhonson, dia Stuart! putra dari Patrick Stuart dan aku adalah cucunya Opa Patrick!" jawab Hamka tegas