NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Tuan Presdir Cacat

Pengantin Pengganti Tuan Presdir Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Terpaksa Menikahi Suami Cacat
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ausilir Rahmi

Demi melunasi hutang sang ayah, Maureen terpaksa menggantikan kakak nya sebagai mempelai. la dinikahi oleh Alarick Carlson, pria yang digambarkan kejam dan buruk rupa, hingga keluarga nya enggan menyerahkan Maura putri kesayangan mereka.

Kini Maureen harus menghadapi pernikahan yang sarat misteri dan ketidakpastian dari suami nya. Mampukah ia menjalankan takdir yang dipaksakan kepada nya? Dan mampu kah Maureen bertahan dengan pernikahan yang dilandasi keterpaksaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ausilir Rahmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Seketika Maureen yang hampir saja menyentuh lukisan itu, membuat nya terhenyak kaget. Ketika mendengar suara sebuah benda yang jatuh dari arah kamar mandi membuat nya sedikit cemas dan khawatir.

Tanpa banyak berpikir lagi, Maureen mendekat dan mengetuk pintu nya. " Mas! Kamu kenapa? Apa yang terjadi?" Panggil Maureen lembut masih berdiri setia di balik daun pintu.

Arik yang masih berendam, dia mendelik tajam saat Maureen mengetuk-ngetuk pintu.

"Jangan masuk, pergi. Sebelum aku selesai berganti baju kau tidak boleh masuk kamar!" Bentak Arik.

Maureen yang masih mematung di sana, membuat hati nya sedih. Lagi dan lagi Arik menolak diri nya, padahal hati nya sangat cemas dan takut terjadi apa-apa di dalam.

Tapi Maureen tahu, sulit untuk seorang pria agar bisa menerima wanita yang sama sekali tidak di sukai untuk di jadikan seorang istri. Hingga membuat nya tidak punya pilihan untuk memaksa dan lebih memilih menghargai perintah suami nya.

"Baiklah, aku keluar sebentar ya mas." Kata Maureen lembut, lalu pergi dengan kedua bola mata yang berkaca-kaca. Tak lupa juga ia sudah menyiapkan piyama tidur Arik di atas ranjang.

Setelah menutup pintu dengan pelan, terlihat suasana di rumah mewah itu sudah sepi bahkan lampu di beberapa ruangan sudah padam.

Menandakan anggota keluarga lain nya sudah tertidur. Dan Maureen lebih memilih mencari angin sebentar di balkon ruangan tengah tak jauh dari kamar Arik.

Di kamar lain, setelah Jeevan di tegur oleh kedua orang tua nya. Kini dia mengeluarkan sebuah kotak rahasia di dalam brankas-nya yang sudah dia simpan selama empat tahun ini.

Melihat beberapa lembar foto Maureen yang sejenak kuliah telah dia ambil secara diam-diam, membuat dia terpaksa membuang nya ke dalam tong sampah kecil.

"Jangan bilang gadis yang kamu suka sejak kuliah itu Maureen? Jeevan jawab Mami? "Pertanyaan sang Mami masih mengingat di telinga nya saat beberapa jam lalu.

Jeevan tak berani menjawab, meskipun kenyataan nya seperti itu. Apa lagi setelah ibu nya mengintrogasi nya lebih dulu.

"Jika memang, lebih baik kamu lupakan. Sekarang Maureen sudah menjadi istri kakak mu, jangan membuat Maureen merasa tidak nyaman karena sikap mu tadi, hormati kakak mu!"

Setelah berpikir cukup lama, tanpa ragu Jeevan terpaksa membakar semua foto-foto Maureen. Meskipun dengan susah payah dia dapatkan sebagai pengagum rahasia.

Meski sangat berat, Jeevan pun akan berusaha sekuat tenaga untuk menghilangkan rasa suka dan kagum nya pada Maureen.

"Aku tidak boleh mengganggu kebahagiaan kak Arik," Tegas Jeevan penuh keyakinan.

Dua puluh menit sudah Maureen berdiri di atas balkon, kedua mata nya terpejam saat menarik nafas menghirup udara malam yang sejenak mampu mengusir rasa beban di dada-nya.

Cahaya bulan pun mampu membuat Maureen mengulas senyuman tipis. Hati nya sedikit tenang saat melihat pemandangan malam ini yang terlihat indah.

"Bulan kau sangat hebat, setiap malam cahaya mu selalu bersinar walaupun semua makhluk di bumi ini, tidak sadar akan kehadiran mu. Aku yakin aku juga akan bisa menerangi hati mas Arik," gumam Maureen seolah tengah menjadikan bulan itu sebagai teman bicara nya, meskipun itu terdengar naif.

Tapi dia berharap, jika harapan besar nya itu bisa menjadi kenyataan. Meskipun kemungkinan nya sangat kecil. Suara langkah kaki dari belakang tanpa Maureen sadari mulai mendekat ke arah nya.

"Maureen!" panggil seseorang.

Kedua bola mata Maureen melebar, saat mendengar suara yang berada di belakang nya perlahan dia memutar badan dan..

"O-oma," Pekik Maureen tergagap.

"Kenapa di luar sendirian, di mana Arik?" Pertanyaan Oma Eva, membuat Maureen seketika membeku. Bibir nya seolah terkunci rasa nya bingung untuk menjawab apa. Karena bagaimana mungkin ia mengatakan jika suami nya tadi menyuruh nya menunggu di luar.

"O-oma aku hanya..." Belum sempat Maureen menjawab.

Tiba-tiba saja Arik datang lalu berjalan menghampiri. "Sayang! Kamu ternyata di sini? Sudah aku bilang jangan lama-lama cari angin nya," tegur Arik sembari meraih dan memeluk pinggang Maureen dengan begitu erat.

Laura tercenggang saat mendengar panggilan sayang, membuat ia salah tingkah meski itu hanya sebuah sandiwara saja. Oma Nenna bernafas lega, saat melihat Arik yang begitu memperhatikan pada Maureen.

"Arik! Lain kali jangan biarkan istri mu di luar malam-malam sendirian, tidak bagus untuk kesehatan nya. Jangan sampai kondisi nya tidak fit. Sebelum kalian tidur jangan lupa minum jamu yang sudah Oma sengaja bawa dari luar negeri," Imbuh nya, lalu memanggil kepala pelayan yang sudah mengikuti nya dari tadi.

Kepala pelayan itu pun dengan penuh hormat menghampiri, sembari membawa sebuah nampan yang berisi dua gelas jamu penyubur.

Maureen menelan saliva, begitu juga dengan Arik menatap tajam ke arah sang pelayan. "Apa itu Oma?" Arik bertanya menatap penuh selidik.

"Ini ramuan khusus untuk kalian agar segera memberikan oma cicit. Ayo di minum." Jelas Oma Eva seraya mengambil satu-satu lalu memberikan nya pada Arik.

Kedua nya terkejut, saat mereka di wajibkan meminum ramuan itu. Yang pasti khasiat nya tentang bagaimana cara nya agar mudah mendapatkan bayi.

"Baiklah Oma, kita akan meminum nya nanti di kamar saja. Setelah Maureen mandi," Kata Arik menolak.

Tentu saja wanita tua itu tidak setuju dengan pendapat sang cucu kali ini, dia ingin melihat langsung kedua nya meminum sekarang.

"Apa yang di katakan mas Arik benar Oma, aku sangat gerah mau mandi dulu," Sambung Maureen membantu Arik.

"Kalian tidak boleh membantah, Oma mau melihat kalian minum sekarang cepat!" tegas Oma Eva. Arik yang tidak bisa membangkang dengan permintaan itu, meskipun dengan sangat berat hati.

"Ayo sayang, minum dulu jamu nya," bujuk Arik memberikan satu gelas jamu itu pada Maureen dengan sikap lembut.

Jantung Maureen berdegup sangat kencang, matan ya tidak sengaja memindai wajah dingin Arik yang bersembunyi di balik topeng.

Melihat Arik sedikit melotot, yang seolah memberi kode membuat Maureen, gadis itu pun berusaha untuk mengimbangi sandiwara suami nya.

"Ba-baiklah, mas," Maureen setuju dengan terpaksa memancarkan senyum tipis agar tidak membuat sang Oma curiga.

Dengan tangan gemetar, Maureen perlahan meraih dan meminum dengan pelan-pelan. Walaupun aroma jamu penyubur itu sangatlah menyengat.

Namun demi membuat Oma Eva senang, yang Maureen akhir nya menghabiskan dalam waktu sekejap.

"Nah sekarang Maureen sudah minum, giliran mu Arik cepat habiskan!" ucap Oma Eva.

Arik menghela nafas panjang, untuk pertama kali nya lelaki berwajah misterius dan bertubuh kekar mematuhi perintah nenek kesayangan nya.

Maureen yang masih berdiri di samping Arik, ia menatap kagum. Karena melihat Arik yang begitu berbakti pada oma nya.

"Tidak di sangka mas Arik begitu ingin Oma bahagia, sampai dia rela bersandiwara seperti ini," Batin Maureen yang merasa sangat bersalah karena dia juga ikut andil berbohong.

Setelah menyimpan gelas kosong, Arik pun ijin beristirahat karena besok masih banyak pekerjaan yang harus dia pantau apa lagi ada project besar yang akan membuat waktu nya sibuk sekali.

Oma Eva pun memberi ijin untuk mereka kembali ke kamar, namun satu perkataan pun kembali terlontar pada Arik.

"Arik! kamu harus bisa memberikan Oma cucu laki-laki," Perintah nya.

Arik terhenti, lalu dia berdehem dan kembali mengenggam erat tangan Maureen untuk kembali ke kamar nya.

Senyum sumringah pun terpancar di wajah keriput Oma Eva, setelah melihat dengan mata kepala nya sendiri saat Arik dan Maureen sudah minum ramuan khusus agar segera memiliki seorang bayi.

\*

Bersambung...................

1
Ariany Sudjana
ga kebayang gimana reaksi Oma Eva kalau tahu Arik dan Maureen hanya menikah pura-pura, dan status Maureen hanya pengganti Maura
Ariany Sudjana
Brian saja tahu kalau mereka nikah pura-pura, entah gimana reaksi Oma pas tahu kejadian yang sebenarnya
Ariany Sudjana
jangan-jangan nanti calon istrinya Brian tergoda sama Arik lagi 😂😂🤣🤣
Helen@Ellen@Len'z: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!