NovelToon NovelToon
The CEO'S Secret Architect

The CEO'S Secret Architect

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Blaze Onyx

Aureline Vance mengira pernikahan kontrak dua tahun dengan Zayyan El-Ghazali—sang CEO berdarah dingin penguasa imperium bisnis terbesar—hanya sekadar transaksi demi keselamatan diri. Namun, yang tidak diketahui dunia adalah kehadiran Xavi, putra rahasia mereka yang berusia tujuh tahun dengan kecerdasan siber tingkat genius.
Saat ancaman dari kartel informasi global, *Valerius Syndicate*, dan intrik pengkhianatan dalam keluarga El-Ghazali mulai membidik Xavi sebagai target eliminasi, Zayyan dan Olin terpaksa meruntuhkan dinding pembatas di antara mereka. Di tengah desing peluru dan konspirasi tingkat tinggi, kertas kontrak dua tahun itu akhirnya dibakar menjadi abu. Kini, tidak ada lagi jalan mundur. Zayyan siap mengerahkan seluruh kekuatan imperiumnya demi melindungi takhta, wanita yang dicintainya, dan sang pewaris rahasia yang tak tersentuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blaze Onyx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10: Kebisingan yang Redam

Pintu tebal mobil SUV hitam itu menutup dengan dentum berat yang solid, seketika mengisolasi seluruh kebisingan dunia luar. Udara di dalam kabin terasa sejuk, membawa aroma samar kulit premium berpadu dengan wewangian aromaterapi maskulin yang khas. Olin duduk bersandar di jok baris tengah, merapatkan mantel rajutnya yang mendadak terasa kurang tebal untuk menghalau hawa dingin yang merayap dari balik jendela berembu.

Di sampingnya, Xavi langsung menyamankan diri. Bocah itu meletakkan ransel kecilnya di bawah kaki, lalu menempelkan hidung mungilnya ke kaca mobil yang gelap, mengamati deretan lampu jalanan yang perlahan bergerak mundur saat kendaraan mulai melaju membelah gerimis kota.

Zayyan mengambil tempat di kursi depan, di samping kemudi yang dikendalikan oleh Malikh dengan presisi tanpa guncangan. Dari posisi duduknya, Olin hanya bisa melihat siluet bahu tegap Zayyan dan pantulan sepasang mata elang pria itu dari kaca spion tengah. Mata itu sesekali melirik ke arah belakang, memastikan dua penumpang barunya tetap berada dalam jangkauan pengawasannya.

"Kecepatan konstan lima puluh kilometer per jam," cicit Xavi tiba-tiba, memecah keheningan kabin. Dia menurunkan pandangannya ke gawai portabel yang kini menyala redup di pangkuannya. "Malikh, suspensi hidrolik mobil ini sedikit condong ke kiri sekitar nol koma tiga derajat. Kurasa tangki cadangan di bagian belakang belum terisi seimbang."

Malikh yang sedang memegang kemudi sedikit tersenyum tipis, matanya melirik spion tengah sekilas. "Pengamatan yang sangat tajam, Tuan Muda. Kami baru saja mengganti tangki bahan bakar ganda sore ini."

"Jangan panggil dia Tuan Muda," sela Olin cepat. Suaranya serak, terdengar letih namun tetap menyiratkan batasan tegas yang tak ingin dia runtuhkan. Dia menggenggam bahu Xavi, menarik putranya agar duduk lebih tegak di atas jok kulit. "Namanya Xavi. Hanya Xavi."

Zayyan memutar sedikit tubuhnya ke belakang, menyandarkan siku pada sandaran kursi depan sehingga wajah tampannya yang tegas terlihat sebagian di bawah temaram lampu kabin. "Dia memegang hak waris sah El-Ghazali mulai besok pagi, Olin. Panggilan itu bukan sekadar formalitas, tapi sebuah pengakuan mutlak di hadapan orang-orangku."

"Aku tidak butuh pengakuan orang-orangmu untuk membesarkan anakku, Zayyan," balas Olin, matanya menantang tatapan pria itu dengan kilat pertahanan yang sengit. "Perjanjian kita hanya di atas kertas untuk melindunginya dari ancaman siber yang kau sebutkan tadi. Jangan melangkah lebih jauh dari itu."

Zayyan menyipitkan mata. Sudut bibirnya berkedut samar, mengamati bagaimana Olin masih bersikap seperti induk kucing yang siap mencakar siapa saja yang mendekati anaknya. "Kita lihat seberapa kuat kau bisa mempertahankan jarak itu di dalam rumahku, Aureline."

Mobil SUV terus melaju, meninggalkan kawasan luar kota dan mulai memasuki gerbang besi raksasa yang dijaga oleh beberapa pria bersetelan gelap. Kompleks Mansion El-Ghazali berdiri megah di atas bukit buatan, dikelilingi oleh jajaran pohon pinus yang bergerak gelisah ditiup angin malam. Lampu-lampu taman berpendar kekuningan, menyinari fasad bangunan bergaya eropa klasik modern yang tampak angkuh di kegelapan.

Saat kendaraan berhenti dengan sempurna di depan selasar utama, Malikh dengan cekatan turun dan membukakan pintu untuk baris tengah.

Olin melangkah keluar terlebih dahulu, membiarkan sepatu hak rendahnya mengetuk lantai granit teras yang basah. Hawa malam yang menusuk langsung menyambutnya, membuat Olin refleks mengeratkan pelukannya pada tubuh mungil Xavi yang baru saja turun di sampingnya.

Beberapa pelayan wanita dengan seragam rapi sudah berdiri berjejer di dekat pintu jati ganda yang terbuka lebar. Di tengah-tengah mereka, berdiri seorang wanita paruh baya dengan rambut yang disanggul rapi dan tatapan mata yang tajam namun teduh—Kepala Pelayan Mansion, Ibu Martha.

Zayyan berjalan di samping Olin, langkah kakinya yang berat dan berwibawa seolah mendikte ritme seluruh pergerakan di kediaman itu. Dia berhenti di depan Ibu Martha, lalu memberikan isyarat pendek dengan dagunya ke arah Olin dan Xavi.

"Siapkan paviliun barat untuk mereka. Pastikan seluruh sistem integrasi digital di area itu dialihkan ke jalur privat," perintah Zayyan dengan nada besi yang tak terbantahkan.

Xavi mendongak, melihat ke langit-langit teras yang dipenuhi oleh kamera pengawas tersembunyi berkedip merah. "Jalur privat itu termasuk pemblokiran akses untuk jaringan luar yang mencoba mengendus aktivitas transfer data malam ini, bukan, Tuan CEO?"

Zayyan menunduk, menatap putranya dengan kilat ketertarikan yang semakin pekat di manik mata hitamnya. "Tentu, Arsitek. Tempat itu sekarang menjadi wilayah ujimu."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!