"Rain, ini aku Bintang suamimu, kamu boleh menghukumku dengan cara apapun tapi tolong jangan pura-pura melupakan aku, aku sudah sangat menyesali perbuatanku dulu sama kamu."
"Bukan aku yang pura-pura tidak mengenalmu tapi aku memang tak kenal siapa kamu bahkan bertemu kamu saja baru dua kali ini."
Penyesalan itu memang terkadang datang terlambat tapi apa jadinya jika sosoknya kembali datang setelah 4 bulan Bintang kehilangannya, akankah Bintang masih bisa menerima kenyataan jika orang didepannya ini bukan orang yang selama ini dia rindukan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amak Mpis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
LUNA
Senyum bahagia terpancar dari wajah Black setelah dia memasuki mobil Dirga.
“Bagus akting lo, Ga. Gue suka gaya lo tadi.” Black sangat bahagia, senyumnya sumringah.
“Gue gak akting kok.” Black terdiam mendengar jawaban Dirga, dia masih mencerna maksud dari ucapan Dirga barusan.
“Lo kemarin sudah di briefing sama Pin belum sih? Lo kenal masa lalu gue?” Banyak sekali pertanyaan di pikiran Black sekarang.
“Udah jangan dipaksa, lo akan faham apa yang gue ucapkan tadi setelah lo ingat gue siapa, intinya gue ini seperti Pin yang tahu seluk beluk lo, jadi jangan berharap lo bisa bohong sama gue.” Dirga masih fokus dengan jalanan, meskipun dia tahu kalau Black sekarang sedang memandangnya.
“Gue makin gak faham lagi, lo juga sahabat gue? Bukannya lo itu teman Pin?”
“Kayaknya yang belum di briefing sama Pin itu lo deh bukan gue, banyak hal yang harusnya sudah lo ketahui tapi malah lo seakan tak tahu sama sekali tentang gue orang yang sedang lo suruh akting sebagai kekasih lo.”
Nyatanya Black memang tidak tahu apapun tentang Dirga, dia hanya tahu jika Dirga ini teman Alvin dan dia dulu kenal sama Dirga juga, sudah hanya sebatas itu saja.
“Sudah gak usah dipikirin gue siapa, intinya gue tahu semua tentang lo dan kalau cuma buat bikin Bintang menjauhi lo itu mudah asal lo bisa menangkap setiap kode yang gue kasih.”
“Gampang itu mah, gue ini tanggap kalau soal bikin Bintang menjauh dan tersiksa.”
“Udah yuk turun!” Pinta Dirga setelah sampai di kedai ice cream kesukaan Black.
“Kayaknya lo emang tahu semua tentang gue ya, sudah tidak usah diragukan lagi.” Mata Black melotot saat Dirga mengulurkan tangannya untuk membantu Black keluar dari mobil, dia tak menyangka kekasih pura-puranya bisa tahu jika dia butuh bantuan.
“Terima kasih, tahu aja gue susah berdiri.”
“Perut lo itu sudah besar jadi sudah pasti lo akan butuh bantuan.”
Mereka berjalan masuk ke dalam kedai dan memesan satu ice cream strawberry dan satu ice cream coklat, setelah mendapatkan ice cream mereka duduk di salah satu kursi yang ada ditempat itu.
“Kira-kira apa yang bakal Bintang rencanakan lagi setelah ini?” Tanya Black sambil masih fokus dengan ice creamnya.
“Dia gak akan gegabah lagi buat deketin lo, mungkin dia akan melakukan dari hal kecil, misal melalui alasan kerja sama dengan AP CORP.”
“Maksud lo dia mau mengatasnamakan kerja sama antara perusahaan dia dengan perusahaan nenek biar bisa ketemu gue?”
“Iya betul sekali.”
“Dia tahu kalau gue hanya perwakilan kan?”
“Untuk kali ini dia tahu tapi dia lupa dan mengira lo pemiliknya, saking takutnya dia kalah saing sama gue jadi ya cara apapun yang disarankan sama orang lain akan dia lakukan.”
“Kalau gitu kita harus panas-panasin dia lagi.” Black melirik Dirga yang menatap Black bingung sambil meraih ponselnya dan memotret kebersamaan mereka lalu mengunggahnya di media sosialnya.
“Black, lo gak salah sama caption yang lo tulis itu? Makan ice cream with ayang.”
“Kita harus menyiramkan bensin ke api yang sudah menyala kalau kita mau kebakaran yang lebih besar lagi.”
Dirga mengerti maksud Black, dia kini juga membalas postingan Black dengan balasan “Aku akan memberikan semua yang kamu mau selama itu bisa membahagiakan kamu, sayang.”
Setelah Melihat balasan Dirga, Black tertawa bersama Dirga karena dia tahu sekarang Bintang pasti sudah sangat uring-uringan.
‘Ini baru permulaan, apa yang dulu lo sama Luna lakukan jauh lebih sakit dari pada ini,’ batin Black.
Luna adalah selingkuhan Bintang selain Astrea, dan Black sudah bisa mengingat tentang Luna dan tentang perilaku mereka berdua, dia hanya ingin Bintang merasakan rasa sakitnya dulu.
Ditempat Bintang dia memang sedang uring-uringan setelah melihat postingan Black.
“Belum juga gue beraksi sudah keduluan sama cowok itu, gak bisa dibiarkan kaya gini terus, gue harus cepat-cepat hubungi Gio biar atur pertemuan gue dengan AP CORP.
Tepat sekali tebakan Dirga, karena dia yakin dengan AP CORP dia akan bertemu Black tanpa bisa di tolak sama Black, tanpa dia ingat jika AP bukan milik Black.
“Gio, aturkan pertemuan gue sama pemilik AP, gue gak bisa terus menunggu, cowok itu sudah semakin di depan gue, gue gak mau kalah.” Pinta Bintang dalam teleponnya.
‘Apa hubungan AP sama usaha Bintang buat dapatin Black? Apa dari neneknya Black, Bintang mau mendekati neneknya dulu baru cucunya? Bintang tahu siapa nenek Ayu kan?’ batin Gio penuh tanya, tapi meskipun hatinya penuh tanya, dia tetap mengiyakan perintah bosnya itu, tanpa bertanya apapun lagi.
Telepon ditutup dan Bintang kembali melihat beberapa video yang Black pernah ambil dulu saat dia masih tinggal sama Bintang. Bintang memang memilih pulang setelah kejadian tadi di resto karena pikirannya yang sudah tidak akan mungkin jika harus bekerja lagi.
“Kamu sangat baik, kenapa aku malah terus menyakiti kamu bahkan aku tak pernah melihat kamu ada, yang ada dipikiranku hanya bagaimana cara biar bisa menyakiti kamu, maaf ya, sekarang aku akan berjuang biar kamu bisa balik sama aku lagi.”
Bintang merebahkan badannya sebelum ada teriakan yang mengagetkannya dan membuatnya bagun lalu berlari turun.
“Ada apa sih ma? Kenapa teriak panik gitu?” Tanya Bintang setelah sampai ditangga lantai satu sedangkan dia melihat mamanya baik-baik saja.
Melisa naik ke tangga dimana Bintang sekarang sedang berdiri lalu berhenti. “Urus pacar kamu! Bagaimana Black mau percaya sama kamu jika kamu masih menyimpannya di hati kamu, urus dia! Mama gak mau lihat dia lagi.” Melisa tampak sangat marah, Bintang tak menyadari maksud perkataan mamanya sampai dia melihat sosok perempuan di ruang tengah yang sedang duduk sendirian.
“Kenapa harus datang lagi sekarang sih? Kalau sampai Black lihat bisa ribet urusannya, bukannya dulu dia sudah pergi ke luar negeri dan mau menetap di sana, dia juga bilang gak mau balik kesini lagi, kenapa tiba-tiba di sini?”
Bintang masih berdiri di tangga meski Melisa sudah lebih dulu naik dengan suara yang sangat marah.
“Bintang sini, kenapa berdiri di tangga doang, aku kesini khusus buat kasih kejutan sama kamu loh,” Ucap cewek itu sambil berdiri dan berniat menghampiri Bintang.
“Stop jangan kesini lagi, lo diam disitu nanti gue yang kesitu,” Bintang sangat takut untuk ketemu cewek itu karena dia takut Black akan tahu meskipun dia tak ada di situ.
“Kenapa lo kaya jijik gitu sama gue, gue salah apa?”
“Lo salah karena lo mendekati suami orang bahkan lo menggodanya, ingat gue sudah punya istri.”
“Punya istri itu dulu, sekarang istri lo sudah mati, gak akan tahu kalau kita deket, dulu dia tahu aja diem doang apa lagi sekarang. Gak akan peduli.”
“LUNA DIAM!”
BERSAMBUNG.