NovelToon NovelToon
Petualangan Dua Bersaudara

Petualangan Dua Bersaudara

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:257
Nilai: 5
Nama Author: LanLan.CNL

membalas dendam atas kematian keluarga dari seorang penghianat.

bercerita tentang Kenzie Laurent dan Reinzie Laurent yang telah menjadi yatim piatu, dua sosok saudara yang memiliki sifat yang berbanding terbalik Kenzie memiliki selera humor yang teramat konyol dan santai sedangkan Reinzie memiliki sifat normal dan sangat serius.

mereka berdua melakukan petualangan di dunia. Kaka beradik ini ingin membalas nyawa pada seorang penghianat yang telah membunuh orang tua mereka.

dan keduanya diseguhkan oleh petualangan yang mengubah takdir dari yang konyol menjadi sosok yang sangat di hargai serta di agungkan dan yang satunya akan menjadi seorang pendekar hebat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanLan.CNL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 30

BAB 30: LATIHAN BERAT ALA KENZIE

...****************...

Raut wajah Rava dan Ryujin tampak sangat usang menahan berat pedang mainan yang terbuat dari bahan kayu tersebut. Di dalam hati, mereka merasa sangat dongkol dan ingin sekali memukuli Kenzie yang sedang duduk bersantai dengan angkuh di atas kursi malasnya itu.

Dalam beberapa saat tak melihat pergerakan dari teman-temannya, Kenzie pun berdiri dari kursi santainya. Sambil berjalan dengan langkah malas, ia datang mendekat untuk memberikan bantuan agar waktu latihan sore tersebut tidak terbuang sia-sia. Dengan satu gerakan tangan yang teramat lihai, Kenzie langsung mengambil kelima pedang kayu yang beratnya begitu luar biasa sekaligus dari tangan kelima temannya itu.

"Hais... dasar kalian ini. Katanya kalian adalah bagian dari ribuan orang berbakat dan jenius, masa memegang kayu seperti ini saja kesusahan?.." oceh Kenzie, meremehkan kemampuan kelima temannya tanpa beban.

Ryujin yang sedari tadi menahan bibirnya untuk memberontak, kini tidak bisa lagi menahan mulutnya untuk mengeluh. "Apanya yang kayu?...." keluh Ryujin dengan dramatis, lalu, "Sungguh, aku tertipu oleh tipu muslihatmu, Kak Kenzie! Aku tidak menyangka kamu akan menyiksa kami dengan barang sehebat itu!." kata Ryujin sambil memasang wajah dramatisnya.

Rava pun ikut menimpali dengan keresahan yang mendalam. "Aku berpikir bahwa pedang kayu itu hanya sekadar mainan biasa. Ternyata itu adalah alat latihan tingkat tinggi, aku telah benar-benar meremehkannya," sahut Rava sembari memijat pergelangan tangannya yang memerah.

Sementara itu, ketiga wanita di dekat mereka hanya bisa diam sambil menahan rasa malu yang teramat sangat. Wulan yang telah berstatus sebagai seorang Murid Suci hanya bisa menahan keluhannya demi menyembunyikan rasa gengsi dan malunya. Di sebelahnya, Liera dan Snowy hanya bisa meratapi kelemahan tersembunyi yang berada di dalam diri mereka sendiri.

Kenzie sebenarnya tidak bisa berbuat banyak karena ia sangat tahu bahwa fisik teman-temannya itu sangat-sangatlah lemah, sungguh berbanding terbalik dengan kedalaman energi kekuatan kultivasi yang mereka miliki.

Pada dasarnya, jika seseorang hanya berfokus pada kultivasi energi untuk mencapai hasil yang instan saja, itu ibarat memakan makanan yang mentah tanpa pernah merasakan bagaimana nikmatnya makanan yang matang.

Berbeda jauh dengan Kenzie sendiri, di mana kekuatannya bukan hanya sekedar hasil dari duduk bermeditasi kultivasi saja. Ia telah berlatih menempa kekuatan fisiknya hingga ke puncak ekstrem, melatih ketajaman pikiran serta jiwanya, dan membangun fondasi kultivasi dari titik paling dasar. Alhasil, ia mampu memanen hasil yang jauh lebih banyak. Bukan hanya itu, Kenzie telah menikmati analogi "makanan matang" yang rasanya begitu nikmat tiada tara. Seperti itulah kekuatan sejati; ia terbentuk bukan hanya sekedar mengembangkan tingkat kekuatan lewat kultivasi, tetapi harus melewati sesi latihan fisik yang berat dan dedikasi yang tinggi.

Setelah Kenzie melihat letak kelemahan fatal pada fisik teman-temannya, ia pun mengubah pengaturan berat pada pedang kayu tersebut. Kenzie menurunkan berat dasarnya hingga menyentuh angka 30 kilogram. Ia membuat pengaturan agar *crystal magic* gravitasi tersebut akan berkembang dan bertambah berat secara otomatis seiring dengan terbiasanya kelima temannya dengan berat pedang kayu tersebut—mirip seperti metode latihan Kenzie dulu di bawah asuhan Arvendel yang di mana ia memulainya dari beban 15 kilogram sampai seterusnya.

*Wush.* Kemudian, kelima pedang kayu yang berada di genggaman tangan Kenzie perlahan memancarkan seberkas cahaya ungu tipis, menandakan berat massanya telah sepenuhnya turun dan mengunci di angka 30 kilogram.

Wulan, Rava, Liera, Ryujin, dan Snowy pada awalnya diam-diam terpukau oleh kehebatan fisik Kenzie. Bagaimana tidak? Pemuda berambut perak itu mampu mengangkat kelima pedang kayu tersebut sekaligus secara santai dan terlihat biasa saja di tangannya seperti sedang menggenggam ranting kayu kering, padahal beberapa detik lalu berat gabungannya sudah menyentuh angka ratusan kilogram murni.

Sekarang, setelah pedang kayu di tangan Kenzie telah sepenuhnya disesuaikan, Kenzie pun mulai memberikan titah pertamanya.

"Mulailah ayunkan pedang kayu ini sampai seribu ayunan tanpa henti. Ingat untuk mempertahankan posisi kuda-kuda kalian sekokoh mungkin. Jika ada yang berani mengubah posisi kuda-kudanya atau berhenti mengayun, maka!.." ucap Kenzie memberi perintah tegas, lalu, "Kalian semua akan mendapatkan hukuman tambahan jumlah untuk mengayunkan pedang kayu ini. Ingat, satu orang saja yang melakukan kesalahan, maka semuanya akan mendapatkan tambahan secara adil!.." peringat Kenzie pada teman-temannya sembari tersenyum licik.

Kelima orang tersebut sontak memasang wajah yang sangat usang dan pucat ketika mendengar perkataan Kenzie yang begitu semenjana memberikan hukuman kelompok. Di dalam hati, mereka belum begitu yakin apakah mereka mampu menyelesaikan angka seribu tersebut dengan fisik mereka yang sekarang atau tidak. Jika dipikirkan secara jernih, metode ini seperti penyiksaan gila yang di mana akan membunuh stamina mereka secara bertahap melalui pelatihan yang begitu brutal.

*Sial!.. Latihan ala Kenzie ini begitu menyiksa.. Apakah dia beneran pernah berlatih gila seperti ini dulu?..* keluh Rava meratapi nasib di dalam pikirannya.

*Pria ini sungguh berada di luar dugaanku. Kupikir dia hanya mencari-cari alasan saja untuk melatih kami agar dapat menunda jadwal latihannya sendiri dari Master Helena. Ternyata... latihan yang diberikannya begitu sangat ekstrem dan benar-benar gila!* batin Wulan Tsuyoki berkecamuk, menatap tidak percaya ke arah Kenzie.

"Baik, sekarang lakukanlah sampai selesai. Seribu ayunan tanpa henti, tanpa bergerak sedikit pun mengubah kuda-kuda kalian!" utas Kenzie dengan wajah malas yang memperlihatkan tanda-tanda menyebalkan.

"Yang benar saja... Aiss... bukannya itu namanya murni menyiksa?! Tanpa mengubah posisi tubuh sama sekali, bukankah tubuh kami akan mati rasa menahan posisi yang sama selama kami terus mengayunkan pedang sialan yang beratnya begitu menyiksa ini?!" ujar Ryujin berteriak, mengeluhkan penderitaan yang baru saja dijatuhkan oleh Kenzie.

"Jangan banyak mengeluh. Ini, tangkap!" ucap Kenzie dengan santai sambil melempar pedang pertama tepat ke arah Ryujin, lalu, "Pegang pedang kalian masing-masing dan mulailah!.." ujar Kenzie sembari melemparkan sisa pedang kayu tersebut satu per satu kepada setiap temannya.

*Set! Wush!*

Sontak Ryujin langsung bergerak menghindar demi menolak menangkap pedang kayu yang dilempari oleh Kenzie. Bukan hanya Ryujin, tetapi Wulan, Rava, Liera, dan Snowy secara serentak ikut melompat mundur menghindar untuk menangkap pedang tersebut karena mereka masih terbayang-bayang dengan seberapa mengerikan dan beratnya pedang itu sebelumnya jika menghantam tubuh mereka.

Melihat reaksi berlebihan tersebut, Kenzie hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menghela napas panjang. "Ambil pedang itu di tanah. Pedang itu tidak lagi seberat sebelumnya karena aku telah menurunkan bebannya. Cepat pungut dan mulai latihan kalian sekarang!" utas Kenzie dengan nada tegas layaknya seorang guru sejati.

Setelah melempar instruksi terakhir, Kenzie kemudian berbalik arah dan kembali ke kursi santainya, melanjutkan aktivitas mengunyah buah spiritual yang ia simpan dengan rapi di dalam cincin dimensi penyimpanan miliknya.

Dengan serempak, kelima orang tersebut saling memandang satu sama lain. Kemudian, didorong oleh rasa penasaran yang besar atas perkataan Kenzie yang menyebutkan beban pedang telah dikurangi dan tidak lagi seberat sebelumnya, mereka perlahan melangkah maju dan mencoba mengangkat kembali pedang kayu tersebut dari atas tanah.

*Wush! Wush! Wush!*

"Benar ini terasa jauh lebih ringan tapi tetap saja menyiksa lengan, apalagi harus seribu ayunan" keluh ryujin tidak ada habisnya.

"Mau bagaimana lagi, master helena telah setuju menyuruh Kenzie melatih kita jadi mau tidak maunya kita, kita harus menuruti perintah tersebut." kata wulan yang terpaksa, karena ia adalah seorang senior jadi ia harus memberikan sebuah semangat pada juniornya. "ayok mulai latihan" ujar wulan dengan wajah serius.

...----------------...

Sesi latihan neraka itu akhirnya benar-benar dimulai di bawah gemuruh air terjun. Meskipun beratnya telah diturunkan menjadi tiga puluh kilogram, mengayunkan bilah kayu padat tersebut dengan satu posisi kuda-kuda kokoh yang konstan ternyata menjadi sebuah petaka baru yang tidak pernah mereka bayangkan seumur hidup.

Satu jam... dua jam... hingga waktu sore perlahan berotasi digantikan oleh kegelapan malam yang dingin. Ayunan pedang kayu tersebut berlangsung terus-menerus tanpa ada jeda sedetik pun. Gemuruh air terjun kini berpadu dengan deru napas yang terengah-engah dan rintihan tertahan dari kelima murid tersebut.

Bayangkan saja, mengayunkan pedang dengan beban seberat 30 kilogram murni hingga mencapai seribu kali ayunan, apakah tubuh manusia biasa mampu menahannya? Apakah lengan tangan mereka akan kuat menanggung tekanan konstan tersebut tanpa patah?

Ketika angka ayunan mulai merangkak mendekati hitungan kesembilan ratus, tubuh mereka berlima benar-benar telah mencapai batas mutlak. Lengan tangan mereka bergetar hebat, otot-otot mereka terasa terbakar bagaikan dialiri oleh cairan besi panas. Dan yang paling mengerikan adalah bagian tubuh bawah mereka; akibat mempertahankan posisi kuda-kuda yang sama selama berjam-jam tanpa boleh bergeser satu senti pun, tubuh mereka berlima kini benar-benar tidak memiliki rasa lagi alias mengalami mati rasa total dari pinggang hingga ujung kaki!

Mereka seperti tidak lagi merasakan keberadaan kaki mereka sendiri, hanya kemauan keras dan ketakutan akan hukuman kelompok dari Kenzie yang membuat mereka tetap bertahan mengayun di bawah sinar bulan malam.

*Wush... Sreeet...*

Tepat saat jarum malam semakin larut menuju tengah malam, ayunan keseribu yang teramat berat akhirnya berhasil diselesaikan.

*Brakkk! Gedebuk!*

Secara serempak, kelima orang tersebut langsung tumbang dan ambruk ke atas tanah tanah halaman. Jangankan untuk berdiri tegak, untuk sekadar menggerakkan satu jari kelingking saja mereka sudah tidak memiliki sisa tenaga lagi. Tubuh mereka benar-benar lumpuh, kaku, dan mati rasa secara total di atas rumput yang basah oleh embun malam.

Melihat mangsanya sudah tidak berdaya, Kenzie yang sejak tadi memejamkan mata di kursi santainya mendadak membuka sepasang mata merah padamnya. Ia bangkit berdiri dengan senyuman yang teramat cerah, melangkah mendekati kelima temannya yang tengah terkapar tak berdaya bak mayat hidup.

"Luar biasa! Kalian benar-benar berhasil menyelesaikannya tepat waktu," ucap Kenzie sembari bertepuk tangan kecil dengan ekspresi narsistiknya yang menyebalkan. "Nah, karena kalian sudah menyelesaikan tugas mengayun dengan sangat baik, sekarang sudah saatnya aku memberikan kalian hadiah yang sudah kupersiapkan sejak siang tadi!"

Mendengar kata "hadiah", Rava dan Ryujin yang wajahnya menghadap ke tanah hanya bisa mendelikkan mata mereka dengan curiga, tidak memiliki energi bahkan untuk berbicara.

Kenzie menunjuk ke arah barisan batu besar yang terletak tepat di pinggir aliran sungai air terjun yang deras. "Hadiah ini akan diberikan secara adil, satu per satu kepada setiap orang. Jadi, aku minta kalian duduk di atas batu di pinggir sungai itu secara bergantian."

Kenzie kemudian merogoh cincin dimensinya, dan dari dalam ruang spasial tersebut, keluarlah sebuah tongkat pendek kuno yang memancarkan tekanan visual yang teramat berat, seolah-olah sanggup meremukkan fondasi tanah di sekitarnya. Itu adalah tongkat Naga Gajah dengan esensi kura-kura, pusaka penempa fisik milik pak tua Arvendel.

Sambil memutar-mutar tongkat tersebut di tangannya dengan senyuman iblis yang teramat sadis, Kenzie melanjutkan kalimatnya, "Di tempat ini, aku sendiri yang akan mulai menempa fondasi fisik tubuh kalian secara langsung menggunakan tongkat Naga Gajah esensi kura-kura ini. Aku akan memukuli seluruh tubuh kalian hingga ke titik terdalam, persis seperti diriku dulu dipukuli habis-habisan oleh Masterku selama delapan tahun penuh penderitaan!. Bersiaplah, disini siapa yang ingin menjadi orang pertama yang menerima hadiah tempaan tubuh dariku?"

Melihat tongkat mengerikan itu berada di tangan Kenzie yang sudah bersiap mengambil ancang-ancang untuk memukuli mereka secara brutal satu persatu, mental kelima orang tersebut seketika runtuh ke titik rendah.

Hadiah yang dikatakan Kenzie ternyata tidak lain adalah sebuah eksekusi fisik gelombang kedua yang jauh lebih mengerikan dari sebelumnya!.

...****************...

1
LanLan.CNL
Tolong dong setelah membaca novelnya berikan tanggapan kalian agar aku sebagai author bisa menjadi lebih semangat lagi updatenya🙏🙏

setiap bab yang kalian baca berikan tanggapan kalian agar author tau apa yang kurang dari novelnya /Grievance//Whimper//Whimper/
Ibar, {iba'rat Askar}
Dari sini kita tahu bahwa kebaikan seseorang bisa jadi adalah?...
Ibar, {iba'rat Askar}: @Abdul Halim @💕NEKO DES!🐈 @Mystorios _ Writer @Yedija Agung@أسوين سي @knovitriana @Yedija Agung @nia♡ @zichani @Gaizra
total 1 replies
LanLan.CNL
berbagi pengalaman itu adalah kebaikan.. jadi sering seringlah menerima kebaikan Kenzie ya🤣🤣
Ibar, {iba'rat Askar}
gue komentar pertama disini..
jadi ingat untuk memberi like yaa😄..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!