NovelToon NovelToon
Rekan Kerja, Mantan Pengantin

Rekan Kerja, Mantan Pengantin

Status: tamat
Genre:Action / Dark Romance / Tamat
Popularitas:23.9k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Evelyn Shen ditinggalkan Damian Lu di hari pernikahan mereka tanpa pesan, tanpa penjelasan. Sejak itu hidupnya runtuh, dihina, lalu diusir oleh keluarganya sendiri.

Lima tahun kemudian, Evelyn kembali sebagai detektif tangguh. Takdir mempertemukannya lagi dengan Damian, kini jaksa elit yang cerdas dan ahli bela diri, dalam sebuah kasus besar yang memaksa mereka bekerja sama.

Bagi Evelyn, Damian adalah pria yang menghancurkan hidupnya.

Bagi Damian, Evelyn masih wanita yang paling ia cintai.

Dan di antara luka, rahasia, serta kebenaran yang perlahan terungkap… apakah Evelyn akan memaafkan pria yang pernah meninggalkannya? Atau justru kebenaran di balik kepergian Damian akan menghancurkan mereka untuk kedua kalinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Beberapa saat kemudian.

Area parkiran rumah sakit.

Pria itu masih menyandera dokter sambil berjalan perlahan di antara deretan mobil.

"Mobil yang mana?" tanyanya.

Dokter itu menunjuk sebuah mobil sedan berwarna hitam yang terparkir tidak jauh dari mereka.

"Itu."

"Jangan macam-macam."

"Kalau aku ingin melawanmu, aku tidak akan mengajakmu ke sini," jawab dokter itu dengan tenang.

Pria tersebut tetap waspada.

"Buka pintunya."

Dokter itu mengeluarkan kunci mobil dari saku jasnya, lalu menekan tombol pembuka kunci.

Bip!

Lampu mobil berkedip dua kali.

"Masuk."

Dokter itu membuka pintu kursi pengemudi dan perlahan masuk ke dalam mobil, sementara pria tersebut masih menodongkan alat operasi ke lehernya.

Dari kejauhan, beberapa anggota Tim A diam-diam telah menempati posisi masing-masing, menunggu perintah Kapten Wong.

Damien sengaja mengikuti hingga ke parkiran

Beberapa saat kemudian.

Mobil itu meninggalkan area parkiran rumah sakit dengan kecepatan sedang.

"Mereka sudah keluar dari parkiran," lapor Damien melalui alat komunikasi.

"Tim Satu, ikuti mobil itu dari jarak aman. Jangan sampai dia menyadari sedang dibuntuti," perintah Kapten Wong.

"Siap!"

Sebuah mobil taksi segera melaju keluar dari parkiran, disusul dua kendaraan lain yang menjaga jarak.

"Jangan terlalu dekat," lanjut Kapten Wong. "Begitu dia curiga, nyawa sandera bisa terancam."

"Dimengerti."

Damien menatap mobil pelaku yang semakin menjauh.

"Kita tidak boleh kehilangan dia kali ini."

"Kapten, aku akan tetap di sini menjaga Evelyn. Dalang utama belum muncul. Lebih baik kita bagi menjadi dua tim," kata Damien sambil melangkah menuju tangga darurat.

"Baik. Wesley dan Andy tetap di rumah sakit untuk membantumu. Yang lain ikut denganku mengejar pelaku," jawab Kapten Wong dari seberang alat komunikasi.

"Dimengerti."

Damien mempercepat langkahnya kembali menuju lantai tempat Evelyn dirawat.

Di sisi lain.

Eve berjalan menyusuri koridor rumah sakit sambil sesekali menoleh ke kanan dan kiri.

"Papa bilang Evelyn dirawat di lantai ini," batinnya.

Tatapannya berhenti pada deretan ruang perawatan.

"Malam ini adalah kesempatan terbaik."

Ia tersenyum tipis.

"Selama dia belum sadar... semuanya akan jauh lebih mudah."

Eve perlahan membuka salah satu pintu kamar.

Ceklek.

Ia mengintip ke dalam, lalu kembali menutupnya.

"Bukan di sini."

Tanpa diketahui siapa pun, Eve melanjutkan langkahnya, memeriksa satu per satu kamar di koridor tersebut.

Salah seorang petugas kepolisian menghampiri Eve.

"Nona, sedang apa Anda di sini?" tanyanya.

"Saya ingin menjenguk kakak saya. Dia Detektif Evelyn Shen. Di mana ruang rawatnya?" tanya Eve.

Petugas itu menggeleng.

"Maaf, Detektif Shen belum boleh dijenguk siapa pun. Itu perintah dokter dan juga bagian dari prosedur penyelidikan."

"Tapi aku keluarganya. Masa aku tidak boleh melihatnya walau sebentar?" bantah Eve.

"Maaf, Nona. Kami hanya menjalankan tugas."

Eve mengepalkan tangannya.

"Sial... kesempatan ini malah gagal," gumamnya pelan.

Ia kembali memaksakan senyum.

"Kalau begitu, setidaknya beri tahu aku dia dirawat di ruangan mana. Aku tidak akan masuk, cukup melihat dari jauh."

Petugas itu kembali menggeleng.

"Maaf, kami juga tidak bisa memberikan informasi itu. Detektif Shen merupakan korban percobaan pembunuhan. Demi keselamatannya, lokasi ruang perawatannya dirahasiakan."

Raut wajah Eve langsung berubah.

"Apa sampai seperti itu? Aku ini adiknya."

"Kami paham. Namun perintahnya berlaku untuk semua orang, termasuk keluarga. Selama belum ada izin dari dokter dan penyidik yang menangani kasus ini, tidak seorang pun diperbolehkan mengetahui ataupun mendekati ruang perawatan Detektif Shen."

Eve menggigit bibirnya pelan.

"Baiklah..."

Meski berpura-pura menerima penjelasan itu, tatapannya tetap menyapu koridor rumah sakit, seolah masih mencari cara untuk menemukan keberadaan Evelyn.

Tengah malam.

Koridor di depan ruang ICU tampak lengang.

Seorang pria mengenakan jas dokter putih, masker, dan kacamata berjalan dengan tenang menuju ruang ICU tempat Evelyn dirawat.

Di dada kirinya terpasang kartu identitas bertuliskan Dr. Fan.

Dua petugas yang berjaga di depan pintu segera menghentikannya.

"Selamat malam, Dokter. Ada keperluan?" tanya salah seorang petugas.

"Saya Dr. Fan. Saya diminta datang untuk memantau kondisi pasien Detektif Evelyn Shen," jawabnya sambil menunjukkan kartu identitas rumah sakit.

Salah seorang petugas menerima kartu itu, lalu menghubungi ruang perawat melalui alat komunikasi.

"Ruang ICU, mohon konfirmasi. Apakah benar Dr. Fan mendapat jadwal memeriksa Detektif Evelyn Shen?"

Beberapa detik kemudian terdengar jawaban dari alat komunikasi.

"Benar. Silakan dipersilakan masuk."

Petugas itu mengembalikan kartu identitas.

"Silakan, Dokter."

Dr. Fan mengangguk pelan.

"Terima kasih."

Ia kemudian membuka pintu ICU dan melangkah masuk dengan tenang.

Dokter itu melangkah perlahan menghampiri ranjang tempat Evelyn terbaring.

Masker oksigen masih menutupi wajahnya, sementara cairan infus terus menetes melalui selang di lengan kirinya.

Dokter itu berdiri di samping ranjang, menatap wajah Evelyn beberapa detik.

Sudut bibirnya perlahan terangkat.

"Evelyn Shen... sehebat apa pun dirimu dan Tim A, kalian tetap terlambat menghentikanku," gumamnya pelan.

Ia mengeluarkan sebuah ampul kecil dari saku jasnya, lalu mengambil suntikan.

Dengan tenang, ia menarik cairan dari ampul tersebut ke dalam spuit.

Tatapannya kembali tertuju pada kantong infus Evelyn.

"Begitu obat ini masuk ke tubuhmu, semua orang akan mengira kondisimu memburuk dengan sendirinya."

Ia mengangkat spuit itu perlahan.

"Selamat tinggal, Detektif Shen."

Jarum suntik itu pun mulai diarahkan ke selang infus Evelyn.

1
Dian Fitriana
update
Mei TResna Rahmatika
cepet bangett kak udah end aja😭
Dame Manalu
maafkan lah Evelyn,balikan SM Damian+ketemu ayah kandung.dua kebahagiaan sekaligus
Kinara Widya
maafkanlah evelin
Kinara Widya
lanjut kak ...tambah seru..serasa LG nonton film kungfu Andy lah...😂
merry
trm ajj ksh Steven hdp sndri evelyn lgian kmu jdi ad ayahnya🙏🙏🙏🙏
merry
berati bpkmu Steven evelyn, dgrinn duluu pnjlsann x ya knp Steven tglin mmu
Dame Manalu
karna mungkin tuan ma mafia,tapi mafia yg memberantas org korupsi doank makanya BS kenal jaksa Damian..
Kinara Widya
yaaa d gantung...tambah up kak...makin penasaran
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
btw knp Steve ma nggak bertanggung jawab dlu waktu tau dya melakukan kesalahan
Mei TResna Rahmatika
nanggung kak, penasaran 🤭
merry
jgn jgn Steven papa y evelyn tu 🤔🤔🤔
Kinara Widya
terima Damien ya evelin
merry
Ohw ternyta Ronald nikh sm luci dh pyn ank dan,,, dgn Ronald gk pyn ank mlhnn Ronald selingkuh dgn cwe lain,,, dan pyn ank tp mrk gk tau malu y dh numpang mau morotin hartanya lg,, bhknn evlin lbh tgl di luar dr pd serumah dgn manusia gk tau diri cm syg ajj evlin selma in ngalah sm eve
merry
pantes Ronald gk syg eve lbh syg ank selingkuhan ya,, ternyta evlin bukn ank kandung ya,, berati disini lucy mm y evlin bodoh ya mau ajj ngerawat ank hsil perselingkuhan suaminya dgn cwe dalih luci cinta sm Ronald,,, dan lucy gk tau klo laki y ngegrotin harta bersama ank yan🤔🤔🤔
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
usir saja dan penjarakan mereka
Kinara Widya
bagus Evelin...hajar terus 2 orang tidak tau malu itu
Kinara Widya
siapa sebenarnya ayah Evelin...pantes saja Ronald tidak menyukai Evelin ...karena bukan darah dagingnya
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
jd bpk kandung Evelyn siapa, nah bener kan pantasan roland g suka Evelyn
merry
banjingan bgtt si Ronald dh selingkuh ank selingkuhan y yg rawat mm ya evelyn lg🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️ank selingkuhan gk tau dri lg mau bunuh ev sm mmy trs ajkinn mmy tgl drmh milik mmy evelyn lgg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!