NovelToon NovelToon
Penyihir X Regresi

Penyihir X Regresi

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Dunia Lain / Sihir
Popularitas:65
Nilai: 5
Nama Author: A Giraldin

Namanya Takeuchi Hideki. Dia hanyalah seorang pekerja kantoran biasa yang sudah bosan hidup.

Saking bosannya, apapun yang bakalan terjadi padanya takkan ia pedulikan. Hingga suatu hari, Hideki menemukan sebuah portal menuju dunia lain.

Yang dimasukinya adalah negara Inggris dan dirinya berada di dalam tubuh seorang bayi bernama James Darren.

Seorang anak terkutuk dan pria pekerja kantoran, benar-benar perpaduan yang sangat sempurna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A Giraldin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3.9: Kencan!?

Mukanya berseri-seri dan sepertinya perkataannya membuatnya sangat bahagia sampai-sampai nggak ngomong lagi serta pergi ke luar sana.

Sekarang hanya menyisakan James dan ayahnya lagi. Berdua... Hahaha. Para pria berkumpul, sebagai seorang keluarga, biasanya selalu membicarakan banyak hal penting.

Rapat negara selalu digelar harusnya atau mungkin konspirasi dunia. “Papa! Uangku mana?”

Senyumnya bagaikan sesosok iblis kecil. “Ck! A-aku mengerti. Ingat! Laporkan yang baik-baik tentangku oke!”

“Oke!”

Ini bisa dibilang sebagai salah satu rapat paling penting yang hanya mengatakan beberapa kata saja.

Efeknya begitu besar untuk masa depan mereka berdua. “Papa! Bahas sesuatu yang menarik yuk!”

“Apa yang mau kau bahas denganku hari ini, Mr. James?”

Wow! Suasananya tiba-tiba seperti di bar minum-minuman beralkohol rendah. “Papa... Kapan kita akan liburan?”

“Liburan ke mana nak? Pantai panas sekali untuk tahun ini. Mari coba ke padang pasir!”

“Bukankah semakin panas?”

“Semakin panas semakin baik bukan!”

“Kau benar sekali, hahaha.”

“Hahaha.”

...A-aku sama sekali tidak mengerti tentang apa yang sedang mereka bahas sebenarnya.

Level mereka berdua sepertinya menjadi ultra super jenius melebihi diriku. Ketika para jenius bersatu, julukannya takkan berubah.

Kalau yang ngomongnya adalah aku, hahaha. Menghasilkan sebuah pemikiran menakjubkan dan berguna bagi masa depan dunia, maka julukan tersebut akan ku katakan berkali-kali...

Jika niat, hahaha. “Padang pasir katanya ada wilayah yang sangat dingin. Entah benar atau tidak, mungkin di dekat situ bukit es berada.”

Wow! Memangnya ada hal seperti itu di dunia ini? Mendengar hal tersebut keluar dari mulut mereka membuatku kurang mempercayainya.

“Para monster batu sia*an pasti menjaganya dengan sangat baik. Bukankah menarik jika kita pergi ke sana berdua saja, Mr. James?”

“Ya, anda benar sekali papa.”

“Protor Ampli Prefert Ant. A.K.A papa, hahaha.”

Julukan macam apa itu? Aneh dan artinya kayaknya juga sama saja. “Menjadi ‘Clort’ tidak terlalu buruk bukan, papa?”

“Antara iya dan tidak sih, hehehe.”

“Benar sekali.”

‘Clort’? Apa lagi itu? Apakah dia pernah mengatakannya padaku? Coba tanya aja deh.

[‘Clort’ itu apa, James Darren?]

Tatapan kedua matanya tiba-tiba serius. Dingin, tetapi tidak kejam. “Papa... Apakah kau tahu sesuatu tentang dunia lain?”

“Apa lagi itu? Sesuatu yang menarik untuk dibahas kah? Menurutku iya dan... Kalau bertanya hal tersebut, jawabanku... Ya.”

[Wow! Coba tanya sebanyak mungkin, James Darren! Tanya seperti... Bagaimana cara kembali ke duniaku atau apa gitu.]

“Apakah kau tahu bagaimana semisal ada orang yang tersesat dari dunia lain tersebut ada di dunia ini agar bisa kembali ke tempat asalnya?”

“Tidak.”

[Wajar juga sih. Lagipula, menurutku hal tersebut agak mustahil. Sebenarnya aku pengen kembali, tapi... Masih ada beberapa hal yang harus ku urus. Pertama... Tahu sesuatu tentang ‘Bapak Agung’kah. Dirimu?]

Ekspresinya mendadak kesal. Sang ayah begitu melihatnya, membuatnya terlihat terpuruk.

“Tiba-tiba mengingat orang-orang breng**k itu bukan gayamu lho, Mr. James!”

“Tiba-tiba saja teringat, papa.”

Sepertinya ‘Bapak Agung’ dan lainnya yang mungkin dekat dengannya adalah orang jahat.

Benar juga. Dia membunuh keluargaku beserta diriku yang tinggal di ‘Bollorta’. Ekspresi yang sangat wajar.

Namun... Kira-kira... Di dunia ini masih sama atau sudah beda lagi? Kemungkinan besar...

Beda lagi sepertinya, jika aku benar memprediksinya. Oh iya! Aku baru ingat. ‘Clort’ pernah jadi bahasan kami sedikit.

Dia belum menjelaskannya dan semoga sekarang akan dijelaskan olehnya... Maksudku, James Darren.

Mungkin ayahnya sih, hehehe. “Dunia lain adalah tempat yang bukan berasal dari tempat kita berpijak. Pernah ada yang bilang bahwa mereka yang berada di sana takkan pernah bisa kembali lagi ke sini.”

[Lalu, kenapa aku bisa kembali lagi ke sini? Tanyakan itu pada ayahmu, James Darren!]

“Kalau bisa kembali, bagaimana?”

“Maka selamanya akan berada di sini, mungkin. Aku sendiri tidak terlalu tahu mengenai hal tersebut.”

Selamanya ya! Mungkin selama tidak mengalami yang namanya kematian, diriku akan baik-baik saja.

Hipotesis sangat dibutuhkan di saat-saat seperti ini. Kalau saja ada orang yang mengerti, pasti semua masalah akan cepat selesai.

“Oh iya! ‘Clort’ itu adalah mereka yang tidak dipilih oleh ‘Penyihir’ dan ‘Regresi’ kan!”

[Terimakasih atas informasinya, James Darren.]

Ia mengangguk dan ayahnya agak heran, namun dirinya tersenyum lebar. “Kau benar Mr. James. Mungkin... James. Ahaha, selesai sudah suasana lagi di bar minum-minum. Untuk sekarang, kau tidak mau ke Akademi kah? Mungkin bisa coba beberapa hal yang sangat menarik di sana lho!”

“Papa benar. Aku tidak mau ke sana. Hal yang menarik memang bagus, tapi saat ini sedang tidak mood. Agak siang kayaknya mood-ku akan kembali.”

[Sekarang saja, James Darren!]

Tiba-tiba suasana hatinya terasa menakutkan. “Begitu ya! Silakan kembali ke kamar tidurmu. Aku mau lanjut baca koran soalnya, hahaha.”

“Pertama-tama, biar ku selesaikan dulu makannya.”

Aku melirik ke arah meja makan dan dalam sekejap langsung habis semuanya. Melihat mulutnya, diriku tersadar bahwa makannya cepat sekali.

“Masih sama seperti biasa kau ya, James!”

“Hahaha, anakmu makannya memang selalu cepat. Tadi pemanasan aja agar tidak membuatmu terlalu terkejut, seperti biasa.”

“Kau benar sekali, James. Sana! Ke kamar tidurmu cepat!”

“Siap ayah!”

Ia beranjak dari kursinya dan langsung keluar dari ruang makan. Ruangan selanjutnya adalah kamar tidurnya.

Begitu berada di dalam, ia langsung meloncat ke atas kasurnya. Dalam kondisi tengkurap seperti berusaha menahan napas lama, ia berkata: “Kenapa harus cepat-cepat, Takeuchi Hideki?”

“Berpikir tenang itu adalah yang bisa dilakukan siapapun bagi mereka yang menginginkan sebuah kemenangan. Panik akan membuatmu kalah dan kalah akan membuatmu menjadi pecundang.”

[Kata-katamu ngena banget ya! Kau ini sepertinya adalah seekor iblis kecil beneran.]

“Oi oi, namanya juga James Darren lho! Kami adalah keluarga terkutuk. Mengerti maksudku atau tidak, orang dari dunia lain?”

[Aku mengerti. Tapi... Kenapa bisa disebut terkutuk?]

“Keluarga kami katanya bisa membangkitkan sosok paling mengerikan di dunia ini. Sosok tersebut bisa membuat dunia ini musnah katanya.”

[Menakutkan sekali. Berarti kalau aku salah ngomong padamu dan membuatmu marah lagi, dirimu akan memanggil sosok tersebut kah?]

“Hahaha, mana mungkin. Itu hanyalah rumor yang entah siapa yang menyebarkannya. Kalau spekulasiku benar, beberapa bangsawan yang membenci papa adalah pelakunya.”

[Kenapa bisa berpikir ke situ? Bagaimana jika itu adalah kelakuan orang-orang yang lebih tua darimu? Maksudku... Para leluhurmu.]

“Itu sangatlah mustahil. Kami semua dari zaman manapun adalah ‘Clort’. Yahh... Harusnya mati, namun... Bangsawan ini kayaknya pengen menyelamatkan keluargaku.”

1
Alia Chans
Satu like = satu bentuk apresiasi. Semangat thor ✍️👈😉




Saling support sabi kali ya😉
Ankani: 👍. Makasih udah mampir kak😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!