NovelToon NovelToon
Pembalasan Istri Yang Terbuang

Pembalasan Istri Yang Terbuang

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Anjay22

Alana tidak menyangka pernikahannya dengan Rendi harus berahir di tengah derasnya air sungai,Rendi dan Lisa selingkuhannya,dengan teganya membuang Alana kesungai untuk menghabisinya dan menguasai harta peninggalan orang tua Alana .Untung saja ada Arka yang menolongnya,dengan di bantu Arka,Alana kembali bangkit membalas penghianatan Suaminya dan mengambil hartanya yang sudah dirampas Rendi dan Lisa
Bagaimana selanjutnya kehidupan Alana Dan Arka ??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjay22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fajar Baru Elena

Tiga minggu sejak malam penangkapan Rendy Pratama, halaman depan surat kabar nasional dan portal berita daring masih dipenuhi oleh tajuk utama tentang skandal korporasi terbesar tahun ini. Judul-judul seperti( "Kebobrokan dan runtuhnya Adiguna grup di tangan Rendi Pratama "), ("Misteri Pewaris Van Doren dan Konspirasi Pembunuhan Berencana"), hingga ("Drama Saling Cakar Dua Pengkhianat di Ruang Sidang") menjadi konsumsi publik setiap hari.

Namun, di dalam ruang rapat utama lantai tiga puluh dua Tamara Tower, atmosfernya sangat berbeda. Tempat ini telah bersih dari aura keputusasaan masa lalu, digantikan oleh kesibukan para profesional yang dinamis

Hari ini adalah hari pertama rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) Adiguna Group di bawah kepemilikan baru.

Elena Van Doren duduk di kursi kepemimpinan tertinggi di ujung meja elips panjang. Ia mengenakan setelan jas potongan double-breasted berwarna biru navy yang dipadukan dengan kemeja sutra putih bersih.

Di pergelangan tangan kirinya, melingkar sebuah jam tangan kronograf platinum yang simpel namun memancarkan kemewahan yang tenang.

Tidak ada lagi keraguan atau sisa-sisa kerapuhan Alana di wajahnya. Melalui pengajuan hukum yang dieksekusi dengan presisi oleh tim Arka, enam puluh persen saham mayoritas perusahaan kini resmi berpindah tangan ke dalam portofolio Van Doren Group.

"Seperti yang Anda lihat pada laporan keuangan kuartal kedua di layar," ucap Januar, kepala tim legal yang kini telah diangkat oleh Elena menjadi Direktur Kepatuhan Hukum yang baru. Ia menunjuk ke arah grafik proyeksi di dinding digital. "Setelah restrukturisasi utang secara menyeluruh dan pembersihan akun-akun palsu yang ditinggalkan oleh manajemen lama, arus kas kita telah kembali ke zona hijau. Kepercayaan para vendor di lapangan juga telah pulih seratus persen setelah kita mencairkan dana talangan termin pertama secara transparan.

Elena mengangguk kecil, tatapannya yang tajam memindai barisan laporan di depannya. "Bagus, Januar. Bagaimana dengan perkembangan di lapangan Adiguna City?"

Joko, yang kini dipromosikan menjadi Direktur Operasional Lapangan, langsung menegakkan posisi duduknya.

"Pengecoran fondasi menara utama telah selesai subuh tadi, Bu Elena. Pasokan semen dan baja dari jalur distribusi baru mengalir tanpa hambatan. Para pekerja bekerja dalam tiga sif penuh untuk mengejar ketertinggalan jadwal tiga minggu lalu. Kami optimis proyek ini akan selesai tepat waktu."

"Pastikan standar keselamatan kerja internasional diterapkan tanpa kompromi," sahut Elena, suaranya terdengar merdu namun memiliki ketegasan seorang penguasa absolut. "Aku tidak ingin melihat ada anggaran keselamatan yang dipotong demi keuntungan instan, seperti yang dilakukan oleh manajemen sebelumnya. Pertemuan hari ini selesai. Terima kasih atas kerja keras Anda semua."

Para jajaran direksi baru berdiri, memberikan penghormatan yang tulus kepada Elena sebelum melangkah keluar dari ruang rapat satu per satu dengan berkas-berkas mereka. Begitu pintu ganda ruangan itu tertutup rapat, menyisakan keheningan yang menenangkan, pintu rahasia di sudut ruangan bergeser terbuka tanpa suara.

Arka melangkah masuk dengan kemeja abu-abu gelap yang lengannya digulung hingga ke siku. Di tangannya, ia membawa sebuah draf berkas tipis bersampul kulit buaya berwarna cokelat tua. Ia berjalan mendekati Elena, lalu bersandar di tepi meja rapat tepat di samping kursi wanita itu.

"Kau memimpin ruang rapat itu seperti seorang ratu yang telah memegang takhtanya selama puluhan tahun, Elena," ucap Arka, suara baritonnya yang berat memberikan efek rileks yang instan bagi saraf-saraf Elena yang tegang setelah dua jam memimpin rapat.

Elena menyandarkan punggungnya ke kursi kulit, menarik sudut bibirnya membentuk senyuman tulus yang hanya ia tunjukkan kepada Arka. "Aku hanya meneruskan apa yang seharusnya dibangun oleh ayahku, Arka. Tanpa struktur daftar keuangan yang kau rancang untuk membersihkan sisa-sisa korupsi Rendy, aku tidak akan bisa berdiri di depan mereka dengan kewibawaan seperti tadi."

Arka meletakkan berkas cokelat itu di depan Elena. "Ini adalah berkas perkembangan terakhir dari Kejaksaan Tinggi, Elena. Aku rasa kau perlu membacanya sebelum tuntutan resmi dibacakan di pengadilan minggu depan."

Elena membuka berkas tersebut perlahan.

Di halaman pertama, terpampang foto identitas tahanan milik Rendy Pratama dan Lisa. Penampilan Rendy di dalam foto kejaksaan itu sangat mengenaskan; rambutnya dipotong cepak khas tahanan, wajahnya yang dulu selalu klimis kini ditumbuhi janggut kasar yang tidak terawat, dan matanya memancarkan kekosongan seorang pria yang telah kehilangan seluruh dunianya.

Sementara Lisa tampak kurus kering dengan baju tahanan berwarna oranye yang terlalu besar untuk tubuhnya, wajahnya yang tanpa riasan memperlihatkan gurat kecemasan dan penuaan dini yang ekstrem.

"Rendy mencoba mengajukan pengalihan status tahanan menjadi tahanan kota dengan alasan kesehatan mental yang tidak stabil," Arka menjelaskan, matanya menyipit dingin.

"Namun, tim psikolog forensik yang aku sewa di balik layar telah mengirimkan penilaian independen kepada hakim. Kami memastikan bahwa penolakannya keluar dalam waktu dua puluh empat jam. Dia akan tetap mendekam di sel isolasi Rutan Salemba hingga vonis dijatuhkan."

Alana menatap draf foto Rendy dengan pandangan yang benar-benar hambar.

Rasa benci yang dulu membakar dadanya kini telah padam, digantikan oleh rasa antipati yang dingin. "Berapa lama hukuman yang akan dihadapi mereka, Arka?"

"Jaksa penuntut umum menggunakan dakwaan berlapis," Arka mengambil pulpen di atas meja, memutarnya perlahan di antara jemarinya. "Untuk percobaan pembunuhan berencana, hukumannya adalah lima belas tahun penjara. Ditambah dengan penipuan klaim asuransi korporasi dan pencucian uang bursa, Rendy menghadapi akumulasi hukuman maksimal dua puluh tahun penjara. Mengingat semua bukti siber dan kesaksian Lisa mutlak berpihak pada kita, tidak ada celah bagi pengacaranya untuk melakukan banding."

Arka mengetuk berkas itu dengan ujung jarinya. "Sedangkan untuk Lisa, karena dia berstatus sebagai saksi pelaku yang bekerja sama (justice collaborator), dia kemungkinan akan mendapatkan hukuman yang lebih ringan, sekitar delapan hingga sepuluh tahun penjara. Tapi di dalam sana ... tanpa uang, tanpa perlindungan sosial, dan dengan nama baik yang hancur total, hidupnya tidak akan lebih baik dari neraka."

Elena menutup berkas cokelat itu dengan gerakan yang pelan namun tegas. Ia menghela napas panjang, menatap keluar jendela kaca besar ke arah pemandangan langit Jakarta yang cerah pasca-hujan subuh tadi. "Semuanya telah selesai, Arka. Keadilan untuk ayahku, untuk Alana yang dulu ... semuanya telah terbayar lunas."

Arka berdiri dari tepi meja, melangkah ke belakang kursi Elena dan meletakkan kedua tangannya di atas pundak wanita itu, memberikan pijatan lembut yang hangat. "Lalu, apa rencana selanjutnya untuk seorang Elena Van Doren? Kau telah menguasai perusahaan ini, kau telah membersihkan namamu di balik layar. Apakah kau akan kembali ke Eropa?"

Elena menengadahkan kepalanya sedikit, menatap langsung ke dalam manik mata hitam Arka yang selalu menjadi pelindung setianya selama masa-masa tersulit hidupnya. "Eropa adalah tempat di mana Elena Van Doren dilahirkan kembali, Arka. Tapi di sini ... di kota ini, adalah tempat di mana takdirku yang sesungguhnya berada. Aku memiliki perusahaan yang harus kujaga, dan yang paling penting ..."

Elena meraih salah satu tangan Arka di pundaknya, menggenggam jemari pria itu dengan kehangatan yang tulus. "...aku memiliki seorang pria di sampingku yang tidak akan pernah kubiarkan berjalan sendirian lagi di bawah bayangan."

Arka terdiam sejenak, intensitas tatapan matanya melembut, memancarkan emosi yang sangat kuat yang jarang ia perlihatkan kepada dunia luar. Ia membungkuk, mendaratkan sebuah kecupan lembut yang hangat di kening Elena,sebuah simbol dari berakhirnya masa lalu yang berdarah dan dimulainya sebuah lembaran hidup baru yang penuh dengan kejujuran dan kekuatan bersama.

"Aku akan selalu ada di sini, Elena," bisik Arka di dekat telinga wanita itu. "Menjagamu dari balik angka-angka bursa saham, memastikan tidak akan ada satu pun badai yang bisa mengguncang istana yang kita bangun bersama."

Matahari siang merangkak naik ke puncak langit, menyinari seluruh ruangan kantor dengan cahaya keemasan yang terang benderang.

Di bawah sinarnya, bayangan masa lalu Alana yang penuh dengan tangisan dan pengkhianatan perlahan-lahan menguap tanpa sisa, menyisakan sosok Elena Van Doren yang berdiri tegap menatap masa depan yang megah di atas reruntuhan yang telah ia bersihkan dengan tangannya sendiri.

Permainan catur yang melelahkan itu telah resmi berakhir dengan kemenangan mutlak sang ratu yang bangkit dari kematian.

1
Lasa Hardianti
Suka sma karakter Alana yang nggak menye-menye😌😘
MayAyunda: terimkasih kak
total 1 replies
Mega Siregar
mampir yuk 😁
arsyila putri
kaka semangat nulisnya ya, aku mampir🙏🙏
MayAyunda: terimkasih
total 1 replies
Mutia Kim🍑
Apakah Alana akan kembali ke masa lalunya?
MayAyunda: nggk kak ,masa depan lebih menjanjikan 😄😄
total 1 replies
MayAyunda
ini pengecualian kak 😄😄
Mega Siregar
wow, jarang sih ada orang kaya rendah hati 🤔
Mega Siregar
semangat ya 😄👍
MayAyunda: terimkasih
total 1 replies
sunaryati jarum
Emak ingin tahu hasilnya
MayAyunda: ditunggu 😁
total 1 replies
sunaryati jarum
Sudah dah dig dug Rendy.Kau sebenarnya belum pandai berbisnis dan memimpin perusahaan,tapi sifat tamakmu membawamu sampai tahap ini Kamu belum menikmati harta yang kau rampas, sudah masuk penjara.
MayAyunda: He he
total 1 replies
MayAyunda
siap kak ,ditunggu kak 😍🙏
sunaryati jarum
Ayo lekas beraksi ,Elena
MayAyunda: ok siap beraksi kak
total 1 replies
sunaryati jarum
Kutunggu langkah pembalasan kamu,Elena
MayAyunda
terimkasih kak
sunaryati jarum
Nah jangan nangis bangkit dan atur strategi untuk membalas mereka serta merebut kembali semua harta milikmu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!