NovelToon NovelToon
Sistem: Peluang 100%

Sistem: Peluang 100%

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Action / Naik Kelas
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: UrLeonard

Dihina mandor, ditagih hutang, dan ditinggalkan pacar membuat hidup Fais berada di titik terendah.
Sampai sebuah sistem misterius muncul di hadapannya.

[Peluang keberhasilan pengguna meningkat menjadi 100%]

Dari taruhan, bisnis, hingga misi berbahaya; semua yang dilakukan Fais selalu berhasil. Hidupnya berubah drastis dari kuli miskin menjadi sosok yang membuat banyak orang iri dan takut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UrLeonard, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30: Permukaan Dunia Elit

Nama itu merembes keluar. Mengalir dari mulut ke telinga. Merayap lewat layar ponsel dan bisikan di lorong-lorong kantor.

Fais.

CEO Cakrawala mungkin adalah Fais.

Awalnya itu cuma obrolan receh sisa reuni. Gosip pinggiran yang dilempar bersama ampas kopi. Tapi Muara Tenang adalah kota yang sempit. Beberapa alumni itu bekerja untuk orang-orang elit. Dan orang elit selalu lapar akan informasi.

***

Rumor itu menyebar. Menyebar perlahan. Seperti noda darah di atas kain putih basah. Nama Fais mulai memanjat rantai makanan, masuk ke telinga orang-orang yang tidak seharusnya mendengar.

Tapi di sudut distrik Barat, Fais mengabaikan dunia yang sedang kasak-kusuk membicarakannya, ia lebih memilih memerhatikan apa yang ada di hadapannya sekarang.

Teks biru berpendar di retinanya. Menyapu pandangannya dengan cahaya dingin yang tidak punya emosi.

[Pertumbuhan Probabilitas: 35,3%]

[Anda mendapatkan: Weapon Mastery. Dengan ini, senjata apa pun yang berada di tangan Anda akan bisa Anda gunakan layaknya ahli.]

Fais berdiri di tengah barak latihan tertutup. Lampu sorot di atasnya berdengung pelan.

Ia mengangkat sebuah pistol kaliber sembilan milimeter. Gagang besi itu terasa dingin menempel di telapak tangannya. Tapi tangan Fais lebih dingin. Tidak ada ragu. Tidak ada canggung. Jari telunjuknya menemukan pelatuk seolah ia sudah dilahirkan dengan senjata itu di tangannya.

DOR. DOR. DOR.

Tiga letusan membelah udara. Tiga lubang mendarat sempurna di tengah kepala boneka target.

Fais membuang pistol itu ke meja. Ia memungut baton baja. Memutarnya sekali. Dua kali. Suara logam membelah udara terdengar tajam.

Lalu ia bergerak. Bayangannya berkelebat. Pukulan, tangkisan, bantingan maya. Pergelangan tangannya mengalirkan memori otot yang absurd. Sempurna.

Beberapa orang di ujung barak menatapnya. Raut wajah mereka menganga. Kemampuan Fais jauh melampaui hadiah pengalaman lima tahun yang dijanjikan. Senjata itu menjadi perpanjangan tulangnya sendiri. Ia sebuah mesin tempur.

Fais berhenti. Menghela napas pelan.

Ia kembali ke ruangannya. Duduk bersila di atas lantai kayu. Ia bermeditasi. Hatinya mulai sangat tenang. Terlalu tenang hingga menekan batas kewarasan manusia biasa.

Lalu ia membaca buku. Halaman demi halaman dibalik cepat. Matanya menyapu deretan kata seperti mesin pemindai. Dua buku tebal habis tertelan otaknya dalam hitungan jam. Cepat. Tepat. Kosong.

Malam harinya, aspal jalanan Muara Tenang menjadi saksi bisu.

Fais berlari menembus kabut tipis. Ritme sepatunya konstan. Satu langkah. Dua langkah. Lima puluh kilometer seperti biasa. Keringat menguap dari lehernya.

Misi harian ini sering terasa seperti rutinitas sinting. Mengganggunya tanpa henti.

'Setidaknya ini bermanfaat untukku,' batin Fais datar.

Retinanya kembali berkedip biru di tengah kegelapan jalan.

[Probabilitas perhatian eksternal terhadap Cakrawala meningkat.]

Fais tidak menghentikan larinya. Ia tidak menoleh. Ia tidak tahu dari mana datangnya probabilitas itu, tapi instingnya mengendus bahaya. Satu hal yang pasti. Misi sistem akan datang menjemputnya. Cepat atau lambat. Ia hanya perlu bersiap.

***

Jauh dari aspal basah distrik Barat, sebuah menara kaca berdiri angkuh membelah langit pusat Muara Tenang.

Ruangan di lantai teratas itu berlapis marmer hitam. Bersih. Mewah. Elegan.

Seorang pria muda berdiri membelakangi jendela kaca raksasa. Jas abu-abunya dijahit tanpa cela. Rambutnya tersisir rapi.

Publik mengenalnya sebagai sang pewaris. Putra mahkota dari konglomerat raksasa yang memonopoli teknologi dan medis di kota ini. Seorang filantropis muda. Investor proyek kota. Pria dengan senyum ramah yang selalu menghiasi halaman depan majalah ekonomi.

Tapi senyum itu hanya topeng kosmetik.

Di balik layar, pria elegan ini mengendalikan urat nadi kegelapan yang sesungguhnya. Proyek rahasia bernapas di bawah kakinya. Jaringan ilegal. Perdagangan daging manusia. Eksperimen sinting yang merobek batas anatomi pada individu-individu abnormal.

Suara ketukan pintu memecah sepi ruangan elit itu.

Seorang bawahan berjas hitam melangkah masuk. Kepalanya menunduk kaku. Ia meletakkan sebuah map kulit di atas meja kaca.

Laporan.

Laporan tentang distrik Barat. Tentang kebangkitan Grup Cakrawala yang meremukkan kartel lokal dalam semalam. Tentang anjing gila bernama Wawan. Dan tentang rumor CEO misterius di balik layar.

Awalnya pria muda itu tidak tertarik. Matanya setengah bosan melihat tumpukan kertas itu. Bisnis preman distrik pinggiran biasanya hanya urusan sampah yang saling memakan.

Tapi jari lentiknya tetap membuka map itu. Membuka lembar demi lembar. Hingga ia tiba di satu halaman khusus.

Profil seorang pria bernama Fais.

Persepsi waktu di dalam ruangan itu mendadak melambat.

Jarum jam di dinding terasa nyangkut di udara. Bunyi detiknya memanjang menjadi dengung rendah. Pria muda itu menatap foto buram di sudut kertas.

Tatapan matanya berubah. Dari bosan menjadi tajam. Sangat tajam.

Ada yang aneh. Sangat aneh.

Ia membalik halaman laporan. Membacanya lekat-lekat. Data masa lalu pria bernama Fais ini terlalu kabur. Dihapus paksa. Perkembangan finansialnya meledak secara abnormal tanpa jejak transaksi yang masuk akal.

Dan catatan lapangan dari informannya menulis sesuatu yang lebih gila. Fisik Fais berada jauh di atas kapasitas maksimal manusia biasa. Mentalnya terlapisi baja. Tidak ada ketakutan. Tidak ada fluktuasi emosi.

Dan Wawan. Mantan tentara bayaran sinting yang tidak pernah tunduk pada siapa pun, mendadak menjadi anjing patuh di bawah kaki pemuda ini.

Semuanya tidak masuk akal. Sama sekali tidak masuk akal.

Bukan perhitungan bisnis yang membuat pria muda itu tertarik. Insting predatornya yang mengambil alih. Urat nadinya berdesir. Instingnya meneriakkan satu kesimpulan mutlak.

Fais bukan manusia biasa.

Di saat yang bersamaan, di bawah guyuran lampu jalan distrik pinggiran, sepatu Fais terus menghantam aspal. Berlari. Napasnya stabil. Pikirannya tenang. Tubuhnya bergerak mekanis persis seperti mesin yang tidak tahu caranya kelelahan.

Lalu jauh di bawah gedung sang pewaris, jauh di ruang bawah tanah rahasia yang tidak tersentuh hukum, udara berbau anyir logam.

Ruangan putih steril yang luas. Tabung-tabung kaca berderet dalam remang. Manusia-manusia ditahan di dalamnya. Dibelenggu. Beberapa dari mereka mengerang parau. Kulit mereka memar, menampilkan urat-urat hitam tebal hasil eksperimen paksa. Individu-individu abnormal yang gagal diubah menjadi senjata.

Dunia Muara Tenang meronta dalam gelap. Jauh lebih busuk dan lebih dalam dari yang bisa dibayangkan siapa pun.

Di ruangan atasnya, sang pewaris menutup map kulit itu perlahan. Suara tepukan kertasnya terdengar nyaring.

Ia memutar tubuhnya menghadap bawahannya. Wajahnya tenang. Sepi. Tapi ada ambisi gelap yang mengiris dari balik bola matanya.

"Aku ingin bertemu pria bernama Fais itu."

Suaranya mengalun datar tapi berat. Ia membiarkan jeda sesaat menggantung di udara. Mengunci pandangan bawahannya.

"Dan cari tahu... apakah ia salah satu dari mereka."

1
ghost
novel ga jelas...ga usah di baca
Ironside: Terima kasih /Joyful/, kalau boleh tahu. Apa yang perlu aku perbaiki?
total 1 replies
ghost
novel tolol
Ironside: Oke /Smile/
total 1 replies
Cecilia
up heii, udh nunggu agak lama masih 25 chapter. 200 chapter lah kakk
Ironside: Apa-apaan kamu Kak /Curse/. Aku sedang revisi /Scream/
total 2 replies
Gege
kan bisa turun di ruangan fitness apartemen, lari diatas tritmil Thor...🤣🤣
Ironside: Iya sih /Facepalm/
total 1 replies
Gege
pelit bener systemnya Thor...dimana mana ada system buat memudahkan, dan banyak cheat..hiburan harapan dalam bentuk tulisan yang mengalir ringan..🤣
Ironside: Untuk perkembangan sifat MC juga, karena pengalamannya sebatas tukang bangunan aja 😆.
total 1 replies
Cecilia
mana Insectnya kak
Ironside: Tidak ada /Scream/
total 1 replies
Yui
Akhirnya setelah 3x bulan purnama, author ini bikin nopel yang ada insectnya /Proud//Proud/
Ironside: Sembarangan /Curse//Curse//Curse/, tidak ada insect di sini /Grievance/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!