NovelToon NovelToon
Transmigrasi Santriwati Jago Silat Dalam Obsesi Sang Pengusaha Dunia

Transmigrasi Santriwati Jago Silat Dalam Obsesi Sang Pengusaha Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Romansa Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: namice

“Benciku adalah candu, dan obsesinya adalah penjara paling mematikan.”

Ceisya, seorang santriwati tengil sekaligus hacker cerdas, tiba-tiba terbangun dalam tubuh Ceisyra Valenor—tokoh antagonis yang seharusnya mati tragis.

Namun takdir berubah…
Kaelthas Virelion, penguasa dunia bawah yang dingin dan kejam, justru terobsesi padanya—bahkan menikahinya secara rahasia.

Di tengah fitnah licik sang adik, Clarisse, serta ancaman Axton—rival berbahaya yang mulai kehilangan kendali karena dirinya—Ceisya terjebak dalam permainan yang mematikan.

Haruskah ia melarikan diri dari sangkar emas itu…
atau bertahan dalam perlindungan berbahaya dari pria posesif yang siap menghancurkan dunia demi dirinya?

“Kamu adalah napasku, Ceisyra. Dan aku tidak akan membiarkan siapa pun merebutmu dariku.”

Takdir, obsesi, dan kekuasaan bertabrakan.

Mampukah Ceisya mengendalikan nasibnya sendiri… atau justru tenggelam dalam obsesi yang semakin dalam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bayang-Bayang di Kota Cahaya

​Setelah kehangatan yang menyesakkan sekaligus menenangkan di dalam jet pribadi menuju Paris, Kaelthas benar-benar membuktikan ucapannya bahwa ia tidak akan membiarkan Ceisyra lepas dari jangkauan matanya meski hanya satu detik. Begitu roda pesawat menyentuh landasan pacu di tanah Prancis, suasana protektif di sekitar Ceisya berubah menjadi benteng yang tak tertembus.

​Paris yang dikenal sebagai Kota Cahaya, bagi Ceisya kali ini terasa seperti labirin yang penuh dengan mata-mata tak kasat mata. Di dalam limusin baja antipeluru yang membawa mereka menuju kantor pusat Virelion di distrik La Défense, tangan Kaelthas tidak pernah lepas dari jemari Ceisya. Genggamannya begitu erat, jari-jarinya bertaut dengan jemari Ceisya seolah-olah jika ia melonggarkannya sedikit saja, dunia luar yang kejam akan segera menelan istrinya hidup-hidup. Kaelthas terus menciumi punggung tangan Ceisya secara berkala, sebuah gerakan obsesif yang menandakan bahwa ia sedang berusaha menenangkan kegelisahan di dalam dadanya sendiri.

​Kaelthas membimbing Ceisya memasuki gedung pencakar langit miliknya yang menjulang megah dengan langkah yang penuh otoritas seorang penguasa. Para karyawan yang membungkuk hormat di sepanjang lobi tidak ada yang menyadari bahwa di balik setelan jas custom senilai ribuan Euro itu, bahu Kaelthas masih terbebat perban tebal yang menutupi luka tembak yang belum kering. Bagi Kaelthas, rasa sakit yang menusuk-nusuk di otot bahunya tidak sebanding dengan rasa candu yang ia rasakan setiap kali menghirup aroma vanila yang menenangkan dari hijab Ceisya yang berjalan tepat di sampingnya.

​Bahkan, setiap kali ada karyawan pria yang menatap Ceisya sedikit terlalu lama, Kaelthas akan melemparkan pandangan dingin yang seolah bisa membekukan darah pria tersebut.

​Sesampainya di ruang kerja pribadinya yang sangat luas di lantai teratas, Kaelthas menunjuk sebuah meja kayu ek hitam yang diletakkan secara khusus tepat di sisi meja kebesarannya. Meja itu tidak ada di sana sebelumnya; Kaelthas memerintahkan Guntur untuk menyiapkannya hanya dalam hitungan jam. Ia tidak memberikan pilihan bagi Ceisya untuk menolak atau meminta meja di ruangan lain.

​"Duduk di sini, Sekretaris Ceisyra. Di bawah jangkauanku, di dalam wilayahku," ucap Kaelthas dengan nada rendah yang mutlak, suaranya bergema di ruangan yang kedap suara itu.

​Ceisya yang mulai terbiasa dengan kegilaan suaminya hanya bisa menghela napas pasrah, namun sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tengil yang menjadi ciri khasnya sebagai seorang santriwati yang tak mudah diintimidasi. Ia mulai membuka laptopnya, jemarinya yang lincah menari di atas papan ketik untuk memeriksa integritas sistem keamanan global perusahaan Virelion.

​Namun, baru beberapa menit ia fokus memecahkan kode-kode rumit, ia merasakan sebuah tarikan kuat pada kursinya. Kaelthas menarik kursi Ceisya dengan satu tangan hingga jarak di antara mereka benar-benar menghilang.

​Pria itu rupanya tidak tahan hanya dengan melihat. Kaelthas merengkuh wajah Ceisya dengan kedua tangannya, ibu jarinya mengelus rahang Ceisya dengan penuh pemujaan sebelum akhirnya ia menyesap bibir istrinya dengan penuh rasa lapar. Ciuman itu dalam, menuntut, dan penuh dengan gairah yang meluap-luap, seolah-olah mereka baru saja terpisah selama bertahun-tahun. Kaelthas menciumnya berkali-kali, memberikan kecupan-kecupan kecil di sudut bibir hingga ke leher, menandai wilayah kekuasaannya di tengah jam kantor yang sibuk.

​"Kael... katanya aku harus kerja sebagai sekretaris..." bisik Ceisya di sela napasnya yang mulai memburu karena serangan afeksi suaminya.

​"Kerja utamamu adalah menjadi canduku, Ceisyra. Sisanya adalah prioritas kedua," jawab Kaelthas parau, matanya yang gelap menatap Ceisya seolah ingin menelan wanita itu bulat-bulat sebelum kembali melumat bibir merah istrinya.

​Namun, momen manis yang menyesakkan itu terinterupsi oleh ketukan pintu yang teratur. Guntur masuk dengan wajah serius, membawa sebuah kotak hitam elegan yang diikat dengan pita sutra berwarna merah darah. Ia meletakkannya dengan hati-hati di atas meja Ceisya. Begitu Ceisya membuka kotak tersebut, aroma mawar yang menyengat dan sedikit busuk langsung memenuhi ruangan, membuat hidungnya berkerut mual.

​Di dalamnya terdapat setangkai mawar hitam yang kelopaknya mulai layu dan menghitam, melilit sebuah flashdisk perak berbentuk kunci.

​Ceisya segera melakukan protokol peretasan mandiri, menjalankan sandbox virtual untuk memastikan tidak ada virus yang bisa menembus sistemnya sebelum menghubungkan perangkat itu. Saat layar menyala, sebuah video dengan resolusi rendah dan gambar yang sedikit bergoyang muncul.

​Di sana terlihat Clarisse sedang berdiri di depan sebuah cermin antik, namun bayangan yang terpantul di cermin itu bukanlah dirinya, melainkan sosok Arkan. Pria itu mengenakan topeng perak yang menutupi separuh wajahnya, namun dari sela-sela topeng itu, terlihat jaringan parut yang mengerikan akibat ledakan, menutupi wajah yang dulunya tampan.

​"Paris sangat indah di musim ini, bukan? Sampai jumpa di pesta dansa malam ini, bidadariku. Mawar hitam ini sudah merindukan siraman darahmu yang suci," suara Arkan terdengar serak, pecah, dan penuh dengan kebencian yang mendalam melalui pengeras suara laptop.

​Wajah Ceisya memucat seketika. Tubuhnya mendadak dingin. Ia teringat akan alur novel aslinya yang kini sudah hancur lebur berkeping-keping. Di novel aslinya, harusnya tidak ada pesta dansa berdarah di Paris. Arkan seharusnya sudah mati! batin Ceisya gelisah. Ia mulai menyadari bahwa kehadirannya sebagai santriwati yang tahu bela diri di dunia ini benar-benar telah memicu Butterfly Effect yang sangat masif, mengubah musuh yang seharusnya sudah kalah menjadi monster yang jauh lebih berbahaya.

​Kaelthas yang melihat perubahan drastis pada ekspresi Ceisya langsung menarik istrinya ke dalam pelukan yang sangat protektif. Ia menciumi kening Ceisya dengan lama, seolah-olah sedang menyalurkan seluruh kekuatannya. "Jangan takut, Sayang. Aku ada di sini. Aku akan mengubah pesta dansa mereka menjadi pemakaman massal jika mereka berani menyentuh seujung kukumu."

​Malam itu, dengan perasaan yang berkecamuk antara takut dan tekad untuk melawan, mereka bersiap menuju Château de Versailles. Kaelthas sendiri yang membantu Ceisya mengenakan gaun malam hitam yang megah dengan aksen emas yang mewah. Namun, di balik keindahan kain sutra itu, Kaelthas memastikan sebuah pistol kecil kaliber 22 dan sebuah pisau lipat tersembunyi dengan aman di balik kain gaun Ceisya.

​Sebelum mereka melangkah keluar dari villa, Kaelthas kembali menyesap bibir Ceisya, sebuah ciuman yang terasa seperti sumpah mati-matian bahwa ia tidak akan membiarkan maut memisahkan mereka malam ini.

​Sesampainya di istana, kemegahan Versailles terasa mencekam. Lampu kristal yang berkilauan di ballroom tiba-tiba meredup perlahan saat Kaelthas dan Ceisya melangkah ke tengah lantai dansa, menjadi pusat perhatian ratusan tamu bertopeng. Alunan musik biola yang mendayu-dayu awalnya terasa normal, namun perlahan nadanya berubah menjadi sesuatu yang sangat familiar di telinga Ceisya.

​Itu adalah nada zikir yang sering ia dengar di pesantren tempatnya dibesarkan, namun kali ini dimainkan dengan nada minor yang melengking dan mengerikan, menciptakan harmoni yang merusak jiwa. Bulu kuduk Ceisya meremang.

​Dari balik kerumunan tamu yang mengenakan topeng hewan dan monster, muncul sesosok wanita dengan gaun putih yang ternoda darah di bagian dadanya. Ia berjalan perlahan, sangat tenang, memegang sebuah kipas bulu yang menutupi bagian bawah wajahnya. Gerakannya sangat anggun, persis seperti seseorang yang sangat Ceisya rindukan.

​"Ibu...?" gumam Ceisya, suaranya bergetar. Matanya mulai berkaca-kaca, penglihatannya sedikit kabur karena pengaruh gas halusinogen tipis yang mulai keluar dari ventilasi ruangan yang tersembunyi.

​Kaelthas merasakan tubuh Ceisya yang melemas dan langsung merapatkan pelukannya sekuat tenaga, tangannya sudah meraba senjata di balik jasnya. "Tutup matamu, Ceisyra! Tahan napasmu! Itu bukan ibumu! Itu jebakan!" teriak Kaelthas memperingatkan.

​Namun semuanya terlambat. Wanita itu menurunkan kipasnya tepat di depan mereka. Dan di balik kipas itu, yang terlihat bukanlah wajah Farida, melainkan wajah Ceisyra sendiri. Wajah yang identik dengan dirinya, namun tampak pucat pasi dengan luka sayatan berbentuk mawar yang menganga di pipinya, mengalirkan darah segar yang membasahi gaun putihnya.

​Sosok "Ceisya" itu tersenyum mengerikan dan membisikkan sesuatu yang membuat jantung Ceisya yang asli seolah berhenti berdetak.

​"Selamat datang di neraka pribadimu, diriku..."

1
Wahyuningsih
💪💪💪 dlm upnya yg busnyk n hrs tiap hri jgn lma2 up thor tk enak menunggu sehat sellu n jga keshtn
namice: terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan supportnya 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Atik R@hma
mantapp,double up dong🤣🤣
namice: 😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
vew
thor banyakin upnya ,, suka sama ceritanya .. semangat 💪💪
namice: 😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan support-nya 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
yang pasti harus ikut bertarung dong Cey
namice: 😁😁, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
lahh, ini sebenarnya ortu kandung gak sih
kok kejam amat
namice: 😁😁, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
tupai dong dia 🤣
namice: 🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
siap² aja kalian semua, nunggu emak singa yang cantik akan beraksi
namice: 🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
sippp Cey, banting aja mereka 1 per 1
namice: 🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Wahyuningsih
💪💪💪💪 thor dlm up yg buanhk n hrs tiap hri jgn lma upnya thor tk enak menunggu sehat sellu n jga keshtn
namice: terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan supportnya 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Wahyuningsih
💪💪💪💪💪💪💪💪 thor jgn ampe kendor kolor kli y thor 😁😁😁
namice: 🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan suporternya 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Intan Aprilia Rahmawati
next dong
namice: 😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Wahyuningsih
thor novel yg kmaren aja nggantung gk up2 eeeeh udah ada yg bru di tamatin dlu lah thor novel yg kmaren syg critanya bagus klau gk dterusin
namice: 😄, iya kak novel yang kemarin terkontrak tapi gak dapat reward kak, jadi cuma kontrak ga di gaji, karena pembacanya sedikit kak 😔😔.. terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
CaH KangKung,
lanjut
namice: terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku, aku akan update lagi satu 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 2 replies
CaH KangKung,
like...🥀🥀
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
CaH KangKung,
👣👣
namice: 😘😘 terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku, love you sekebon untukmu 😘😘😘🌹🌹🌹🩷🩷🩷
total 1 replies
azka aldric Pratama
hadir
namice: love you sekebon untukmu kak 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Yuni Alyssa
jangan buat gampang dapetin cwe nya tor... jangan lp ya bales dendam nya yg sadis ama keluarganya 🤣🤣🤣
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru ni novel 😁
menarik banget alurnya 😃
seperti biasa kutunggu cerita tamat dulu baru ku baca
namice: iya kak tidak apa-apa kak😘
total 1 replies
Yuni Alyssa
klo aku punya keluarga begitu... aku nikah sm cowo nya truz ku ancurin bapak emaknya apalagi si pick me... sebar dulu biar jadi bulan2an netizen 🤣🤣🤣....
namice: 🤣🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Wahyuningsih
mampus kau
namice: 😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca Novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!