Rayya kemala putri, Wanita yang selama ini selalu di anggap menjadi beban suaminya. Menjelma sebagai wanita karir yang sukses setelah mengetahui perselingkuhan sang suami, apalagi kenyataan yang ia terima bahwa ternyata kakak iparnya sendiri mendukung perselingkuhan itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rana putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26
“Rayyaaa rayyaaaa!!” Keesokan hari nya reino kembali kerumah itu bersama raisa dan Maira, Rumah mereka sudah laku terjual. Rayya yang sedang memasak di dapur buru buru mematikan kompornya dan berlalu ke depan.
Kening nya mengernyit ketika melihat suami dan kakak iparnya datang membawa koper, dan beberapa tas jinjing. Rayya memang gak terkejut lagi ketika tau raisa bebas, karna rumah yang dijual reino memang sudah laku terjual. Tapi rayya gak nyangka, mereka semua punya pikiran untuk menumpang hidup disini.
“Ngapain kalian kesini?” Tanya rayya sinis
“Mulai hari ini aku sama mbak raisa tinggal disini.”
“Ngapain? Bukan nya kamu lebih betah di rumah mbak raisa daripada dirumah sendiri?”
“Ini semua tuh gara gara kamu! Kamu harus ganti rugi karna udah jeblosin aku ke penjara!” Ucap raisa membuat rayya geleng geleng kepala
“Sudah sepatutnya kan pencuri itu di penjara?” Jawaban rayya tentu saja membuat raisa naik pitam, Ia kembali hendak menjwab. Tapi reino menahan tangan raisa..
“Rayya, bisa gak sih kamu sehari aja gak usah cari masalah sama mbak raisa. Mulai hari ini kalian bakal serumah, mau sampai kapan ribut terus.”
Rayya hanya memutar bola mata malas, Lalu ia kembali meninggalkan mereka ke dapur karna ia harus menyelesaikan masakan nya. Jujur, ia sangat keberatan tinggal bersama kakak iparnya yang selalu membuat ulah itu. Tapi ia tak bisa menolak, karna bagaimanapun saat ini reino masih suaminya.
***
“Akkhh sakitt.” Rayya terkejut ketika mendengar teriakan arra, ia lansung buru buru berlari ke kamar anaknya. Disana matanya membulat melihat arra tengah duduk di bawah sedangkan maira sedang rebahan di atas kasur arra.
“Arra, kamu kenapa nak?” Rayya lansung menghampiri anak nya yang menangis. Lalu memeluknya..
“Arra lagi tidur ma, trus tante raisa narik arra dan dorong arra katanya kamar ini sekarang punya maira.” Ucapan arra membuat darah rayya mendidih. Ia menatap tajam ke arah raisa.
“Belum sehari kamu dirumahku, tapi kamu udah membuat ulah mbak! Sekarang keluar dari kamar anakku!” Sentak rayya
“Gak! Kamar ini akan menjadi kamarku dan maira, lebih baik arra saja pindah ke kamar mu. Sok sok an masih kecil aja udah dikasih kamae pribadi..” Ucap raisa
“Ini rumahku! Aku berhak menentukan apapun di rumahku, kamu disini hanya menumpang. Jadi sadar diri, Jangan berlaku seenaknya dirumahku kalau gak mau aku usir dari sini!”
“Heh rayya! Rumah ini rumah adikku! Kamu gak berhak ngusir kita!!” Raisa berkacak pinggang, membalas tatapan tajam rayya padanya.
“Ohya? Bahkan adikmu saja gak bisa ngusir aku dari sini, sedangkan aku bisa kapan saja mendepak kalian keluar dari rumahku!”
“Jangan lancang kamu ya rayya!!!”
“Mau keluar sendiri atau mau aku seret?”
“Rayya!! Kamu!!!”
“Sebelum kesabaranku abis, lebih baik sekarang kamu keluar dari sini. Aku ga pernah ngasih kesempatan kedua buat orang yang ganggu kehidupanku!”
Raisa menghentakkan kakinya, Lalu menggendong maira yang enggan beranjak dari pembaringan nya. “Awas kamu, aku aduin reino!!” Ancam raisa
“Aduin aja, kamu fikir aku takut sama adikmu yang pecundang itu.”
Raisa pun keluar dari kamar arra, membuat rayya menghela nafas panjang. Lalu ia mendudukkan arra di ranjang “Sayang, Kamu mandi gih. Sebentar lagi kita pergi, Hari ini kan arra mau beli perlengkapan sekolah. Arra mau kan?”
Mata arra berbinar , ia mengangguk “Mau ma. Tapi… Gimana kalau tante raisa ngrebut kamar ku lagi, Pas kita keluar.” Tanya arra, ketakutan itu masih ada. Rayya menggeleng, Berusaha meyakinkan anaknya.
“Nanti kita kunci kamar nya, Jadi tante raisa ga akan bisa masuk ke kamar arra lagi.”
Arra pun mengangguk “Yaudah, sekarang arra mandi. Trus sarapan, Habis itu kita ke mall.”
ngusir cm kluar kluar Tok ntar anakmu di siksa barang barang mu di curi tau rasa.