NovelToon NovelToon
Aluna : Bayang - Bayang Luka

Aluna : Bayang - Bayang Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Pelakor / Penyesalan Suami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Naik ranjang/turun ranjang / Cintapertama
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: tanty rahayu bahari

Aluna terjebak dalam pernikahan neraka. Di mata dunia, dia adalah istri Arvino Hardinata. Namun di balik pintu tertutup, dia dianggap sebagai "pembunuh" oleh suaminya sendiri. Aluna bertahan demi Lili, satu-satunya sumber kekuatannya, sambil berharap suatu hari Arvino melihat ketulusan cintanya—sebelum penyakit dan kelelahan batin menggerogoti Aluna sepenuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanty rahayu bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30: Penolakan dan Perjuangan

​Pagi hari berikutnya terasa begitu tenang, terlalu tenang untuk sepasang suami istri yang akan menandatangani surat perpisahan.

​Aku membawa surat gugatan cerai yang sudah kusut itu ke kamar Arvino di lantai bawah. Arvino sedang duduk di kursi rodanya, memandangi taman. Dia terlihat lelah, tetapi matanya memancarkan ketenangan yang aneh.

​Aku meletakkan surat itu di meja sampingnya, bersama dengan pulpen.

​"Aku sudah menunggumu, Kak. Besok pagi aku akan membawa ini ke Pengadilan Agama," kataku, suaraku profesional, tanpa emosi. "Tanda tangani saja di kolom persetujuan, dan kita bisa menyelesaikan ini secara baik-baik, tanpa mempublikasikan aib keluarga."

​Arvino mengambil pulpen itu. Tanganku menegang, bersiap menerima kebebasan yang menyakitkan itu.

​Namun, Arvino tidak menandatangani.

​Dia mengambil surat itu, lalu merobeknya menjadi dua bagian dengan gerakan lambat dan disengaja. Setelah itu, dia merobeknya lagi hingga kertas itu menjadi serpihan kecil yang bertebaran di lantai.

​Aku terkejut. "Apa yang Kakak lakukan?!"

​"Aku tidak akan menceraikanmu, Aluna," jawab Arvino, nadanya tenang, tanpa amarah. Ini bukan ancaman, tapi sebuah keputusan.

​"Kenapa? Karena takut Papa mengambil Lili?" tanyaku, mencoba menembus pertahanannya.

​"Bukan hanya itu," Arvino menatapku, tatapannya kini dipenuhi dengan kebenaran yang tak terhindarkan. "Aku memang takut kehilangan Lili. Tapi aku lebih takut hidup dengan fakta bahwa aku menghancurkan satu-satunya orang yang tulus mencintaiku, hanya untuk memeluk bayangan kebohongan. Aku tidak bisa membiarkanmu pergi, Aluna. Aku tidak bisa hidup dengan rasa bersalah ini."

​Dia mencoba meraih tanganku. "Aku salah. Aku akui aku adalah monster. Tapi tolong, beri aku kesempatan. Izinkan aku membuktikan bahwa aku bisa menyembuhkan lukamu. Izinkan aku menebus dosa-dosaku."

​"Penebusan tidak akan mengembalikan satu tahun yang hilang, Kak," kataku, air mataku mulai menggenang. "Kau sudah mencabut akar kebahagiaanku. Dan aku tidak percaya padamu."

​"Kalau begitu, aku akan membuat akar itu tumbuh lagi," Arvino bersikeras. "Aku akan melakukan apa pun yang kau minta. Apa pun. Bahkan jika kau memintaku berlutut di depan umum, aku akan melakukannya."

​Aku menatapnya. Aku tahu dia tulus. Tetapi kesulitanku bukan lagi memaafkannya, melainkan mempercayai bahwa dia tidak akan kembali menjadi pria yang jahat saat ia merasa terancam.

​Aku teringat akan malam-malamku yang penuh teror. Nyctophobia-ku.

​"Baik," kataku. "Aku akan memberimu kesempatan. Tapi Kakak harus membuktikan kalau Kakak sudah benar-benar meninggalkan rasa bersalah itu. Buktikan kalau Kakak tidak lagi memproyeksikan Sarah pada diriku."

​"Apa pun, Aluna. Katakan."

​"Malam ini, Kakak naik ke atas, ke kamar utama," perintahku. "Dan Kakak harus tidur di ranjang itu. Dan... Kakak harus mematikan semua lampu. Semua lampu di kamar itu harus mati total. Termasuk lampu tidur Lili."

​Arvino tertegun. Permintaanku ini adalah pedang bermata dua. Mematikan semua lampu adalah puncak dari nyctophobia-ku, dan hal yang paling ia paksakan padaku selama ini. Tapi mematikan lampu juga berarti ia harus sendirian di kamar itu, tanpa cahaya, tanpa bisa melihat bayangan Sarah—menghadapi kegelapan dan traumanya sendiri.

​"Aku takut gelap, Aluna," bisik Arvino jujur, suaranya sedikit bergetar. Dia takut akan memori, takut akan keheningan yang ia rasakan sejak Sarah meninggal.

​"Aku tahu. Sama seperti aku. Tapi aku adalah dokter, Kak. Aku bisa mengatasi ketakutan fisiku. Kakak harus mengatasi ketakutan emosional Kakak. Jika Kakak bisa tidur di kamar itu dalam kegelapan, maka Kakak telah membuang bayangan Sarah. Dan Kakak telah menghapus trauma yang Kakak tanamkan padaku."

​Aku menatapnya dengan dingin. "Itu syaratku. Aku akan tidur di kamar Lili malam ini, untuk berjaga. Jika Kakak berhasil, kita akan bicara tentang masa depan kita. Jika Kakak menyerah dan menyalakan lampu, besok pagi aku akan membawa gugatan baru ke pengadilan, dan Kakak akan kehilangan aku selamanya."

​Aku berbalik dan pergi. Aku tahu bahwa persyaratan yang kuberikan adalah penyiksaan psikologis. Tetapi hanya dengan cara itulah Arvino bisa membuktikan bahwa penebusannya nyata, bukan hanya didorong oleh ketakutan kehilangan Lili. Dia harus menghadapi kegelapan di dalam dirinya sendiri.

...****************...

Bersambung....

Terima kasih telah membaca💞

Jangan lupa bantu like komen dan share❣️

1
leahlaurance
kabur aja menjau sana aluna.hatinya tetap untuk sarah istrinya
leahlaurance
tungu aja istri mu mati ,mungkin rasa bersalamu sampai masuk kubur
leahlaurance
kenapa si kamu bodoh amat wajai perempuan tingalin aja dia
اختی وحی
trllu bertele² ceritanya, sampe bab ini msih bgitu² aja,kejadian berulang
leahlaurance
kan ada pengasuh
leahlaurance
makanya jangan bodoh,masa enga ada kamar lain
اختی وحی
ada bab yg seolah² mrk ini tinggal bareng sma mertua,tp ad bab yg menjelaskan klw mrk tdk serumah dngn orang tuanya, bingung jg
leahlaurance
perempuan bodoh,kau pantas dapat perlekuan seperti itu.
leahlaurance
bagus bangat ceritanya,jiwa ku ikut terseksa tambah beben fikiran😂🤭
leahlaurance
menurut ku aluna juga punya hak menolok.tapi demi cinta butanya kali ya.
leahlaurance
bertepuk sebelah tangan ya aluna
shabiru Al
sebaiknya jika ingin memulai lagi,, carilah rumah baru agar suasana nya pun baru tanpa ada kenangan menyakitkan dan bayangan sarah
leahlaurance: enga dapak ku bayangkan kalau aku menikah dgn ipar ,walau itu wasiatnya
total 1 replies
shabiru Al
entah dengan cara apa arvino bisa meluluhkan hati aluna
shabiru Al
hukuman yang terberat adalah pengabaian dan rasa yang sudah hilang sepenuhnya
shabiru Al
benar maaf saja tdk cukup untuk satu tahun penyiksaan yang kejam dan tdk berdasar.. enak aja
shabiru Al
aluna yang malang tpi hebat mau bangkit dan ttp maju kedepan💪
shabiru Al
bodoh kalau aluna ttp bertahan demi lili
shabiru Al
ya kirain bakalan berubah fikiran aluna nya,, good aluna setidaknya tdk terlalu tercekik berada dlm atap yang sama
shabiru Al
aku kira aluna tdk akan berani memperjuangkan kebahagiaan nya sendiri kebebasan nya sendiri,, good job aluna... 👍
Yulianti Yulianti
ini udah tamat sampai sini bukan kak
tanty rahayu: belum ka 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!