NovelToon NovelToon
Nyai Arum (Pembalasan Di Kehidupan Kedua)

Nyai Arum (Pembalasan Di Kehidupan Kedua)

Status: tamat
Genre:Era Kolonial / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Nyai / Tamat
Popularitas:335.3k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Nilam Sari

Siapa yang menyangka permohonan yang berada di ujung nyawanya terkabulkan. Arum, gadis cantik yang merupakan salah satu gundik gubernur jenderal Belanda kembali ke masa lalu.

"Aku tidak mau mati dalam keadaan mengenaskan! Dicampakkan dan kehilangan anakku! Terlebih, kepada mereka!"

Mampukah Arum merubah masa depan nya? Apakah semuanya berjalan seperti yang diharapkan nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Menyukai Kegilaan ini

Pintu akhirnya tertutup rapat. Caroline dengan wajah angkuhnya menatap Arum yang sedang bersimpuh di hadapan nya. Wanita itu, wanita yang membuat hari-hari nya tidak tenang dan juga hatinya merasakan perasaan yang membuat nya tersiksa. Entah sampai kapan, suaminya selalu ingin dengan wanita ini.

Tapi dibalik itu, Caroline menepisnya sejenak. Tangannya sudah gatal untuk melayangkan cambuk pada Arum. Pada wanita dihadapannya ini, dia akan melihat wajah kesakitan dan juga suara rintihan karena rasa pedih akibat cambukan di tangannya.

"Kau harus tau Arum, dimana posisi mu. Hanya wanita yang menjadi p3muas suamiku. Kau harus tau diri! Rasanya aku tidak perlu lagi bicara, aku tidak tahan untuk mencambuk mu. Rasakan ini! Rasakan setiap cambukan yang akan kau ingat setiap saat, sehingga kau berpikir ulang untuk membuatku marah!" Caroline melayangkan cambuk itu, tapi dengan cepat Arum bergerak mengelak sehingga melesat.

"Kau!" Geram Caroline. Dia melakukannya lagi, tapi kembali melesat.

"Ayo nyonya, apa hanya itu kemampuan mu?" Arum tersenyum miring melihat nya.

"Kau! Hah! Hah! Hah! Hah!" Caroline seperti kes3tanan melayangkan cambuk agar mengenai tubuh Arum. Tapi nyatanya, tidak. Meksipun Arum tidak merubah posisinya, tapi dia mengelak, seolah tubuhnya lentur bukan main. Dan Caroline tidak suka dengan itu, dia semakin meradang.

"Arum! Rasakan ini! Aku akan membunuhmu!"

"Aku a-kan.... Me...."

"Akan apa nyonya?" Arum tersenyum tipis melihat Caroline yang kelelahan, napasnya tersengal-sengal dengan cambukan yang mulai meregang dari tangannya.

"Nyonya? Apa nyonya lelah? Aku sudah menghitung berapa cambukan yang melayang. Tapi, tampaknya tidak berhasil. Satupun melesat, aku tidak pindah tempat loh nyonya. Nyonya lihat kan?"

"Kau ..... Kau, kau ingin mempermainkan ku? Iya? Hah!" Caroline bangkit kembali seolah api yang ada dalam dirinya kembali membara.

"Kalau berani, dan tidak menggunakan cara licik dan permainan kata-kata mu itu! Maka jangan mengelak! Tetap disana!" Mata Carolina menyala memberikan ancaman pada Arum. Apakah itu berhasil?

"Baiklah nyonya. Aku lakukan." Caroline menyunggingkan senyumnya. Dia kembali mengumpulkan tenaga dan menyeret cambuk itu kembali.

"Ya, aku akan......"

"Tapi sayang sekali nyonya. Aku tidak mau, dan tidak merelakan kau menggores tubuh indah ku. Aku tidak suka. Nyonya terlihat sangat lelah, bagaimana kalau istirahat? Hmmmm?" Ujar Arum lembut.

Gigi Caroline sudah menggerutuk, tangannya bergetar, tangan kirinya mencoba membantu tangan kanannya yang menahan beban berat yang membuat cambuknya terhenti di tempat.

Arum menahan cambuk itu dengan tangannya. Pandangan keduanya bertemu dengan kilatan mata yang masing-masing memiliki makna yang menyiratkan hati mereka.

"Nyonya, kau sungguh lelah. Aku akan bantu nyonya beristirahat."

"Aggh!" Arum berhasil merebut cambuk itu dan membuat Caroline terjengkang. Dia bangkit dari posisinya dan mulai tersenyum jahat.

"Arum, kau.... Jangan berpikir untuk ....."

"Untuk mencambuk mu nyonya? Kenapa tidak? Sayang sekali, dia sudah dibawa kemari tapi tugasnya belum selesai. Nyonya sudah membuat kamarku berantakan, tapi tidak apa. Aku bisa bilang pada Tuan Frans. Dia akan mendengarkan ku, mendengarkan gundik nya ini."

"Arum..... Kau...." Caroline beringsut menjauh, dia melihat senyuman smirk Arum dengan cambuk di tangannya.

"Kenapa nyonya takut begitu? Aku hanya meniru yang nyonya lakukan tadi padaku saja. Apakah itu salah? Nyonya?"

"Aku peringatkan kau Arum! Kalau tubuhku tergores sedikit saja, Frans tidak akan memaafkan mu! Dia akan ..... Aghh!" Caroline berteriak saat layangan cambuk tepat disebelahnya.

"Arum, agghh!" Arum terus melayangkan cambuk dan itu tidak mengenai Caroline. Dia sengaja melakukan nya, dia hanya ingin melihat wajah ketakutan dari wanita itu.

"Lucy! Lucy! Lucy! Segera kemari! Pe-nja-ga.... Aghhh!"

"Ayo nyonya berteriak lebih keras lagi. Dari luar, tidak akan terdengar jelas. Karena mereka berpikir, aku yang berteriak."

"Kau gilaaaaaa!"

"Ya, dan aku menyukai nya. Menyukai kegilaan ini!"

"Arum! Tidakkk!"

Bersambung.....

Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak 🥰🥰🥰

1
XXAURORA
permisi maaf izin pm karyaku
judulnya : PLEASURE AND PUNISHMENT
atau klik profil aku, mampir yaaa. thanksss🤍
Karo Karo
bagus aku suka
Tinta Emas: terimakasih kakak
total 1 replies
Kustri
eh, zaman dulu apa udh ada kata 'ups'🤭🤔
Becce Ana'na Puank
Luar biasa
Erna Masliana
sudah cukup mendengar saja.. jangan lihat.. jangan dekati..jaga bayimu..kalo kau muncul sesuatu yang buruk mungkin akan terjadi
Erna Masliana
euweuh nu bener
Erna Masliana
dendam mu berjalan tanpa harus turun tangan.. tapi kau belum tahu
Erna Masliana
jangan jadi penghalang Kolonel.. jangan menghancurkan rencana Arum.. cinta jangan maksa
Erna Masliana
Arum itu pengen bales dendam..kau belum mengerti Van der.. tapi entahlah kedepannya tergantung keputusan Arum
Erna Masliana
sadar kamu bukan siapa siapa Arum.. hanya cinta sepihak
Erna Masliana
wadidaw tambah ngamok tuh Caroline
Erna Masliana
jeng jeng 🤣🤣
Erna Masliana
jangan jadi halangan kolonel biar Arum membalas dendam..kalo bisa jadi pendukung 😁✌️
Erna Masliana
Frans kena obat langsung tolil.. nafsunya terlalu mendominasi gak ada mikirnya sedikit pun ✌️
Erna Masliana
tahan Rum kendalikan perasaan bales dendam belum tuntas
Erna Masliana
oh tidak mau keturunan gundik.. kirain gpp
Erna Masliana
hah lama amat
Erna Masliana
Arum tidak mungkin dia masih baru kalau pun hamil jelas anaknya meneer
Meliandriyani Sumardi
salam kenal kak
Tinta Emas: terimakasih kakak
total 1 replies
Aifa 2 Jeddah
Misi Arum hampir berhasil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!