Warning......
Segala hujatan dan cibiran yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja bebas untuk di lontarkan. Itu akan kami terima sebagai saran untuk karya saya ini.
Jika kalian pernah mendengar kata IBLIS, itu pasti ada kaitannya dengan pembunuhan dan memakan manusia dengan banyak cara. Namun bagaimana jika ada seseorang yang menolong iblis? Dan bersahabat dengannya? Apa itu mungkin? Ini adalah karya saya yang berjudul "Tetangga Iblis" By : Novianingsih Juliani
Veby adalah seorang gadis SMA yang harus berpisah dengan keluarga nya. Karena ia harus bersekolah di sekolah baru dikarenakan adanya sebuah pertukaran pelajar antar kota.
Ia juga harus tinggal di sebuah apartemen dekat sekolah nya yang baru dan hanya bisa pulang saat libur sekolah atau hari raya karena jarak antara kedua kota tersebut sangat jauh
Hal aneh mulai terjadi saat ia baru saja pindah ke apartemen tersebut, yaitu di sebelah apartemen miliknya, yang ditinggali oleh seorang pria tampan yang kira-kira Satu tahun lebih tua darinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novianingsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 30
(Bisa gak di rayain ini episode ke 30? )
Ting..Dong..Ting..Dong..Ting..Dong..Ting..
Suara bell di rumah Bu Vera dan Pak ji-juu.
"Aduhh siapa sih? Kalo cowok gue pukul nih sekarang." Kata Mark Kakaknya Veby.
(Author : Tuh kan ribet, lu ngapain nyuruh gue pakek nama yang sama.
Mark Iblis : Salah lu juga, ngapain mempertemukan gue sama abangnya Veby.)
Membuka pintu.....
"Kakak........." Teriak Veby sambil melompat dan memeluk kakaknya itu.
"Veby..... Aduhh, Ngapain pulang lu?" Canda Mark.
"Ohh gak boleh pulang nih? Yuk Ju kita balik." Sambil membalikkan tubuhnya.
"Ju? Lu ngajak sahabat? Ihh Maaaaaaa Ini Veby datang sama Sahabatnya..... Paaaa Ini lo sahabat Veby namanya Juuuu....." Teriak Mark pada orang tuanya.
"Kak...." Sambil memukul lengan kakaknya beberapa kali.
"Apa? Yuk sini masuk, lo kan calon adek ipar gue, duduk! Duduk." Sambil menarik tangan Jung-dae untuk duduk di sofanya.
"Rumah lu gede banget." Kata Jung-dae sambil menatap sekeliling rumah itu. Ketika kakaknya pergi ke atas untuk memanggil orang tuanya.
"Apaan sih lu jan deket-deket. Gelang lu nyakitin temen gue." Kata Veby karena Mark merasa bergairah ketika dekat dengan Jung-dae. Dengan cepat Jung-dae menjauhi Veby hingga ke ujung sofa tersebut.
"Ni lo ma, pa." Kata Kak Mark Sambil memperlihatkan Jung-dae.
"Gak kok tante, om. Kita ini cuma temenan..... Bla..Bla..Bla.." Jung-dae menceritakan semuanya tentang pertemanannya dengan Veby. (Hanya saat bertemu dan berpisah aja. Kalo masalahnya enggak.)
"Oh ia, Jiso mana?" Tanya Veby.
"Adik kamu pagi les, semenjak kamu pergi dia sering nangis. Jadi mama sama papa nyuruh dia les agar ada kegiatan." Kata Bu Vera.
"Kak taruhin tas aku doong." Pinta Veby pada Kak Mark (Gue udah tau jalan keluarnya )
Mark hanya menyimak obrolan keluarga itu.
"Apa aku kyk gini saat hidup? Atau malah sebaliknya, Dan kenapa aku bisa mati, tapi tidak istirahat di alamku?" Batin Mark bertanya-tanya.
"Oh ia, besok aku mau reonian sama temen lama, gak papa kan pa?" Ijin Veby.
"Boleh, papa sama mama besok harus keja juga, dua hari lagi baru libur musim dinginnya." Kata pak Ji-juu.
"Trus kakak mau kemana?" Tanya Veby pada Kak Mark.
"Besok kak mau lomba game." Sahut Kak Mark.
"Seriusan? Kakak ini Mark Xineju?" Tanya Jung-dae lalu Kak Mark menganggukkan kepalanya.
"Wah aku sering nonton vlog kakak loh aku tu Bla..Bla..Bla..Bla......"
"Mark Xineju? Kenapa nama itu seperti tidak asing?" Batin Mark. Veby yang melihat Mark melengkungkan alisnya mulai mencubit lengannya.
"Kenapa?" Tanya Mark.
"Kamu yang kenapa?" Balas Veby dengan suara pelan. Tetapi Jung-dae dan Kak Mark menyadari itu, mereka saling bertatapan lalu menatap aneh tingkah aneh Veby yang berbicara sendiri.
"Dia kenapa?" Kata Kak Mark. Dengan cepat, Jung-dae mengalihkan pandangannya.
"Ehh Kak, itu kerang asli? Yang di pajang di sana tu?" Tanya Jung-dae setelah memutuskan untuk bertanya soal kerang yang ada di ujung ruang tamu tersebut.
"Ia itu kerang asli." Jawab kak Mark, lalu hendak kembali memang Veby. Namun Veby sudah di berikan kode oleh Jung-dae.
"Kamu tadi ngomong ya?" Tanya Kak Mark.
"Ngomong? Enggak, aku hanya baca chat dari Claura, tentang lokasi besok." Kata Veby sambil menggaruk kepalanya.
"Oh ia, Jiso pulang jam berapa?" Tanya Veby lagi.
"Nanti, sekitar jam enam sore." Sahut Bu Vera.
sejauh ini aku masih suka alurnya