Cerita di dalam novel ini, menceritakan tentang lanjutan dari "Cinta Di Dalam Perjodohan 2". Cerita tentang kisah cinta Reza dan Melda, juga tentang kebahagian keluarga Permana, dengan hadirnya buah hati Faris dan Aleta yang sudah di nanti-nantikan. Kebahagian keluarga Permana bertambah sempurna, dengan hadirnya malaikat kecil keturunan Faris.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riska, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30. Laki-laki Yang Salah.
Keahlian Faris dalam membaca ekspresi orang tidak bisa untuk di ragukan lagi. Selain itu dia juga tidak bisa tenang di saat sedang mencurigai sesuatu. Tanpa ada yang tahu, Faris menyuruh anak buahnya untuk mencari tahu keberadaan Farel. Faris merasa ada yang tidak dia ketahui mengenai Farel, dan dia tidak sabar untuk segera mengetahuinya.
Agar tidak ada yang curiga, Faris memilih untuk menunggu hasil kerja orang suruhannya itu di kantor. Dia tidak bisa langsung turun tangan dalam masalah itu, karena di luar sana masih ada banyak wartawan, yang selalu memburu anggota keluarga Permana untuk mendapatkan berita tentang kecelakaan Melda juga Aleta.
Selain menyuruh orang untuk mencari tahu keberadaan Farel, Faris juga menyuruh seseorang untuk mengambil hasil rekaman cctv di tempat kecelakaan Aleta dan Melda. Kecelakaan yang sering di rencanakan orang untuk keluarganya, membuat Faris jadi trauma dan ingin segera mengetahui penyebab kecelakaan itu. Apalagi dia sudah mendengar dari cerita Aleta, kalu di saat itu ada mobil yang hampir menabrak mobil mereka, sehingga membuat supir mereka jadi kaget dan hilang kendali.
Di dalam ruang kerjanya, Faris hanya duduk terdiam di meja kerjanya sambil menatap layar ponselnya. Dia sudah tidak sabar ingin mengetahui penyebab kecelakaan itu. Tapi dia sama sekali tidak berpikiran kalau kecelakan itu ada kaitannya dengan Farel.
Hampir setengah jam Faris berada di dalam ruang kerjanya, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu. Faris yang lagi fokus dengan ponsel di tangannya langsung menatap ke arah pintu dengan tampang penuh ketegangan. Dia berpikir yang mengetuk pintu itu salah satu dari anak buahnya yang dia tugaskan tadi.
"Masuk..!" Faris mempersilahkan orang yang ada di luar untuk masuk dengan tatapan tajam ke arah pintu.
Dengan seketika Raut wajah Faris langsung berubah kesal, di saat melihat Boy yang muncul dari balik pintu dengan pakaian yang serba ping, dan gaya yang sangat gemulai. Faris sangat tidak suka melihat gerakan Boy yang seperti perempuan, juga warna pakaian yang menyolok seperti itu. Tapi Boy yang memang sudah terlahir seperti itu, selalu percaya diri dengan apa yang dia miliki.
"Kamu ko tatap aku seperti itu sih Ris?" Ujar Boy sambil melangkah menghampiri Faris yang sudah tidak memperdulikannya.
"Baju aku bagus ngga?" Tanya Boy setelah berada di depan Faris.
"Bagus apaan? Kamu tu kaya ubur-ubur!" Ketus Faris tanpa melirik Boy yang sudah seperti cacing kepanasan, melihat penampilannya di dinding kaca dalam ruangan Faris.
"Mana ada ubur-ubur sebesar aku?" Protes Boy sambil terus berputar-putar melihat penampilannya di dinding kaca.
"He penari ronggeng, kamu tu kesini mau apa..?" Tanya Faris kesal, karena dia merasa sangat terganggu dengan Boy yang tidak bisa untuk tenang.
"Eh Ris,, aku tu bingung deh sama si Firal itu." Kata Boy yang membuat Faris jadi bingung dan semakin kesal.
"Siapa yang Firal?" Tanya Faris bingung dengan kening yang berkerut saking kebingungan dengan perkataan Boy.
"Itu.. Tunangannya Melda," jawab Boy.
"Farel,, bukan Firal! Memangnya ada apa sama dia?" Faris berkata-kata sambil terus fokus dengan ponsel di tangannya.
"Tadi aku tu lihat dia jalan sama cewek. Kayanya dia bukan laki-laki yang baik deh Ris," kata Boy yang membuat Faris langsung menatapnya tajam.
"Kamu lihat dia di mana..?" Tanya Faris dengan ekspresi kaget.
"Tadi aku kan ke apotik beli fitamin, ngga sengaja aku lihat dia sama cewek." Jelas Boy.
"Tapi dia ngga lihat aku." Tambah Boy.
Mendengar apa yang di katakan oleh Boy, membuat kecurigaan Faris terhadap Farel semakin kuat, kalau Farel bukan laki-laki yang baik buat Melda seperti apa yang tadi Boy katakan. Dan Boy si gamulai itu memang selalu bisa di andalkan. Setelah menyadari kalau itu Farel, Boy langsung memilih untuk mengambil gambar mereka dengan ponselnya untuk di jadikan bukti.
"Ini foto mereka yang sempat aku ambil." Kata Boy sambil menunjukan gambar Farel, bersama seorang wanita di ponselnya.
"Aku memang sudah curiga, karena dia sama sekali tidak menjenguk Melda di Rs. Dan kata orang tuanya, dia lagi ada urusan pekerjaan di luar kota.
"Berarti dia ngga benar-benar ingin menikahi Melda. Memangnya dia pikir dia tu siapa? Tampang aja pas-pasan." Ocehan Boy penuh kekesalan di hadapan Faris yang sedang memikirkan cara, untuk memberitahukan semua itu kepada orang tuanya.
Faris sudah bertekad untuk menggagalkan pernikahan Melda dan Farel, yang akan di laksanakan setelah Melda keluar dari Rs. Dia juga Boy yang sangat curiga dengan Farel, tidak ingin membiarkan adik perempuan mereka jatuh ke tangan laki-laki yang salah.
Walaupun memiliki sifat hampir sama dengan perempuan, tapi Boy adalah orang yang selalu bisa di andalkan oleh Faris. Selain itu, dia juga sangat menyayangi Melda apalagi setelah Melda di tinggalkan oleh kedua orang tuanya.