Kayla anak korban brokenhome, papa yang dulu jadi panutan dan paling dia hormati menghancurkan semua yang harapan dan membuat Kayla kehilangan mama tercinta dia. yang membuat Kayla semakin membenci mamanya itu saat dia membawa wanita lain beserta anak yang seusia Kayla kerumah yang penuh kenangan mamanya.
sehingga membuat Kayla tahu akan penghianatan papa pada mamanya yang membuat mamanya sakit dan pergi meninggalkan Kayla selamanya.
disitulah awal kebencian dan perubahan sikap Kayla pada papanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafma yuda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 30
Kayla pov...
Aku menatap ke depan kelas tatapan kaget saat melihat orang ada di hadapan aku sekarang.
Davin sekolah disini
Aku tidak habis pikir kenapa dia memilih sekolah disini kenapa tidak disekolah lain, makin banyak biang masalah di sekolah ini jadinya.
"Ini sekolah mau aja menerima anak bandel ini" pikirku menatap Davin yang terlihat good boy saat ini.
Iya lah, pertama sekolah maka davin akan membuat kesan baik pertama dia masuk sekolah ini.
"Tebar pesona kali" gumamku pelan menatap malas davin yang terlihat memasang wajah ramah membuat siswi teriak tertahan melihat senyum Davin.
"Baiklah sekarang kenalkan nama kamu?" kata ibu guru mempersilahkan Davin memperkenalkan dirinya.
"Hay perkenalkan nama aku Barnett Davin Prayoga biasa dipanggil davin! pindahan dari SMA XXX" davin perkenalkan darinya didepan kelas membuat para cewek berbisik membicarakan Davin.
"Cih pindahan" sindirku menatap Davin yang menatapku tersenyum miring membuatku muak.
Jika kalian tahu bagaimana kronologi bisa dia sekolah disini bahkan aku juga kaget kenapa bocah ini ikutan sekolah disini
.
.
.
*F**lashback*....
Aku Melangkahkan kakiku menuju kafe setelah motor aku parkirkan, aku menelusuri setiap sudut kafe dan menemukan orang yang aku cari. Aku melangkahkan kaki aku ke tempat cowok yang asyik memainkan hpnya menunggu seseorang.
"Davin" sapaku membuat Davin mengangkat wajahnya yang terlihat sangat mengerikan menurutku,terlihat ada luka disudut bibir nya dan beberapa lebam dipipi dan pelipisnya.
"Apa dia berkelahi lagi" pikirku menatap davin heran.
"Kamu mau mengadu jika kamu dikeroyok lagi" tanya aku menatap wajah Davin kasihan.
"Hmm! Lebih pasti aku memukul mereka lantaran membuat emosiku naik" ujar Davin malas.
"So" tanya ku singkat karena aku tahu inti masalahnya pasti masalah sama Barra dan Billy lagi.
"Aku dikeluarkan dari sekolah" jawab Davin sebal dan mengaduk minumannya kasar.
"Hmm! Jadi kamu mau bilang kamu diomelin sama mama dan papa kamu karena masalah ini" kataku menatap Davin yang menghela nafas panjang.
"Ya! Dan fasilitas aku ditarik semua, aku akan dimasukkan ke sekolah baru nantinya tidak bisa bawa mobil bahkan motor saja gak bisa" curhat Davin membuatku malas.
Jadi masalahnya buatku apa?
"Jadi intinya apa kamu ajak bertemu ini" tanya aku merasa sudah mulai paham arah pembicaraan dia.
"Aku mau pinjam motor aku taruhan dulu ya! Sampai fasilitas aku kembali" mohon Davin membuatku mengendus malas.
"Kenapa gak naik angkutan umum atau taksi saja" tanyaku heran melihat Davin memohon di pinjamkan motor.
"Aku hanya dikasih uang saku pas-pasan saja! nanti kita bayar makan sendiri-sendiri ya?!" ujar Davin buat aku memutar bola mata malas.
"ya! Sekalian bill kamu, aku saja yang bayar" ujarku buat davin memberikan aku dua jempol.
"Terimakasih kamu baik banget tambah baik lagi jika kamu meminjamkan aku motor ya" pinta Davin masih kekeh memohon padaku.
"Baiklah akan aku pinjamkan tapi harus dikembalikan lagi" ujarku membuat davin tersenyum bahagia.
"Kalo kamu bawa motor itu, gak disita juga sama mama kamu?" tanyaku bingung karena motor itu milik Davin juga otomatis mama juga tahu.
Davin menepuk jidatnya lupa jika jika masalah itu, dia lupa jika mamanya juga tahu motor itu masih miliknya jadi percuma jika pinjam motor akhirnya juga disita.
"Gimana jika motor kamu yang aku pinjam ya" mohon Davin membuat aku kesal lantaran motor aku itu tidak pernah dipinjamkan dengan yang lain.
"Gak jika motor itu yang kamu pinjam! Enak aja itu motor kesayangan aku tahu" tolak aku membuat davin sebal lantaran tidak bisa meminta pertolongan sama aku.
"Kalo gitu sepeda, motor buntut, mobil bahkan bajaj terserah dipinjamkan padaku" kata davin putus asa.
Aku menatap Davin yang terlihat frustasi begitu padahal dia tipe cowok royal dan suka mentraktir temannya sekarang fasilitas dia disita membuat dia merana.
"Baiklah aku pinjamkan mobil aku, tapi jangan sampai lecet karena itu baru dikasih" kataku membuat Davin tersenyum senang.
"Baiklah kamu memang penyelamat aku, aku minta tolong Kevin dan lainnya tidak bisa lantaran mereka hanya punya satu kendaraan saja" ujar Davin semangat.
"Baiklah kamu ikut aku ke apartemen aku untuk ambil mobil itu" ujarku sambil membayar makanan kami dan menuju parkiran tempat dimana motorku.
"Oh iya aku punya dua tiket bioskop kamu mau nonton bareng gak? Ucapan terimakasih bantuannya" tawar Davin membuatku menatapnya heran. "Aku membeli ini rencananya buat nonton bareng gebetan tapi dia tiba-tiba gak bisa karena acara" jelas Davin membuatku bingung.
"Emang film apa? Jika romantis aku gak mau" kataku membuat Davin tersenyum tipis.
"Film horor, kamu mau gak? Kasihan sudah beli tapi gak bisa dipakai padahal aku ingin menonton" desah Davin membuatku menatap tiket itu dengan seksama.
"ini film banyak diminati" Pikirku, aku tipe jarang nonton bioskop dan memang suka film horor juga.
"kenapa gak, lagian aku suka nonton film horor" ujarku sambil menaikki motorku tapi ditahan oleh davin.
"aku aja yang bawa" ujar davin membuatku sadar jika dia lagi dihukum.
aku memberikan kunci motor pada davin langsung disambut baik oleh davin, aku naik dijok belakang motor dengan memegang bahu davin.
"aku heran kenapa kamu bawa helm kesini" tanyaku heran sambil memasang helm menatap punggung davin.
"aku kesini naik ojek online dan membawa helm antisipasi untuk membujuk kamu mau ikutan nonton bioskop dan menuju apartemen kamu kan" ujar davin menatapku melalui kaca spion.
aku mengendus malas berasa dijebak oleh davin. "dasar licik" makiku membuat davin terkekeh pelan.
aku mengetok kepala davin. "aw! jangan asal getok kepala orang nanti jatuh gimana" maki davin membuatku memutar bola mata malas.
tidak lama kami tiba dibioskop kami masuk dalam bioskop menuju tempat film ini akan diputar, aku menatap davin yang menatap keliling mencari pintu masuk untuk film ini.
"disana Kayla" kata davin membuatku menatap arah yang ditunjuk davin, aku mengangguk paham. "aku beli popcorn dan minuman ya" kata davin namun aku menahannya.
"sama" ujarku malas menunggu sendirian ditmpat ini.
kami menuju tempat orang menjual popcorn dan minuman, terlihat banyak yang membeli sehingga kami harus mengantri.
"Kayla ayo" ajak davin yang sudah membeli satu popcorn dan dua minuman tentunya.
kami lalu masuk ruangan mencari bangku yang kosong dan mulai duduk disana menikmati film yang lagi diputar.
.
.
.
bersambung....
Tolong perhatikan tulisan dan kLimatnya,,Typo berterbangan,,,Tp aku coba utk paham,,