NovelToon NovelToon
Sigma Love Story : The Boy

Sigma Love Story : The Boy

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Identitas Tersembunyi / Preman
Popularitas:59.3k
Nilai: 5
Nama Author: Septira Wihartanti

Axel Rio terjebak bertahun-tahun dalam kesalahan masa lalunya. Ia terlibat dalam penghilangan nyawa sekeluarga. Fatal! Mau-maunya dia diajak bertindak kriminal atas iming-iming uang.
Karena merasa bersalah akhirnya ia membesarkan anak perempuan si korban, yang ia akui sebagai 'adiknya', bernama Hani. Tapi bayangan akan wajah si ibu Hani terus menghantuinya. Sampai beranjak dewasa ia menghindari wanita yang kira-kira mirip dengan ibu Hani. Semakin Hani dewasa, semakin mirip dengan ibunya, semakin besar rasa bersalah Axel.
Axel merasa sakit hati saat Hani dilamar oleh pria mapan yang lebih bertanggung jawab daripada dirinya. Tapi ia harus move on.
Namun sial sekali... Axel bertemu dengan seorang wanita, bernama Himawari. Hima bahkan lebih mirip dengan ibu Hani, yang mana ternyata adalah kakak perempuannya. Hima sengaja datang menemui Axel untuk menuntut balas kematian kakaknya. Di lain pihak, Axel malah merasakan gejolak berbeda saat melihat Hima.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septira Wihartanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

The Fight

POV : Author

Jackson cukup percaya diri karena ia tahu gerakannya lebih cepat dari Devon yang bertubuh besar dengan otot fantastis menghiasi setiap sudut tubuhnya.

Namun pria di depannya itu… terlihat cukup percaya diri dengan seringainya yang angkuh.

Devon memulai lebih dulu, ia menerjang Jackson ke depan. Hal yang menurut Jackson merupakan hal yang menguntungkan karena ia bisa mengambil ancang-ancang.

Ia pun bersiap dengan kuda-kudanya.

Tapi Jackson salah.

Devon memutar ke belakang, dan dalam sekejap pria itu sudah berada di belakang Jackson. Jackson bahkan sampai ternganga.

cepat Jackson menoleh ke belakang, Devon langsung menghantam wajah Jackson dengan sikutnya.

BRUAGH!!

Jackson jatuh ke lantai dengan telak.

Belum sampai Jackson mengambil nafas, sebuah tendangan mendarat di perutnya.

kencang sekali sampai jatuh, ia langsung batuk berdarah.

Jackson bahkan belum bisa merasakan nyerinya, berikutnya ia merasa rambutnya ditarik ke atas, lalu kepalanya dihantamkan ke lantai dengan keras.

BRAKK!!

Astaga.

bagaikan melayang di awang-awang.

Sepersekian detik, sepertinya Jackson sempat pingsan tapi entah bagaimana ia tiba-tiba sadar kembali.

Devon menyerang titik vitalnya, yaitu kepala.

Jackson menyadari kesalahannya.

ingatannya runut ke belakang.

Sampailah pada suatu keanehan, mengenai cara Devon bergaul dengan para Algojo Prabasampurna.

Seakan kawan baik, yang sudah lama berkumpul.

Devon… adalah bagian dari mereka.

Dan bisa jadi, ia ditempatkan sebagai pegawai kantoran karena… mungkin saja ia terlalu berbahaya jika ditugaskan sebagai eksekutor.

Jackson tidak ingin menyerah dengan cepat, ia menghentikan tendangan Devon, memuntir kakinya lalu berkelit dan dengan berpegangan ke paha Devon ia pun melakukan manuver berputar dan berhasil menjatuhkan Devon ke lantai dengan teknik Judo.

“Wah, khehehe… hebat juga lu masih bisa ngerjain gue di saat nyawa lo tinggal setengah.” desis Devon, ia tidak tampak luka sedikit pun.

Jackson mulai ketakutan.

Ia melayangkan tinjunya di saat Devon berusaha berdiri.

Genggaman tangannya ditahan Devon.

Tinju ke pinggang Devon dengan tangan kirinya yang bebas.

Ditahan juga!

Tendangan, ditangkis juga.

Di saat Jackson tertahan dengan salah satu tangannya yang digenggam Devon dengan erat… Jackson tahu, ia sudah kalah.

Devon memuntir tangannya, lalu mencengkeram leher Jackson.

Dan lagi-lagi…

Jackson jatuh terbanting ke lantai.

terus menerus begitu.

Jackson menonjok, Devon menangkis, membalas sampai telak, di pukul lagi oleh Jackson, ditangkis lagi dan pukulan balasan malah lebih keras dari pukulan Jackson.

Pemuda itu benar-benar hilang akal.

Devon bagaikan sedang mengerjainya.

Satu lawan satu dengan si Devon yang selama ini kemampuan berkelahinya hanya bisa dikalahkan oleh sang owner, dan Jackson masih bisa menegakkan tubuhnya.

Karena itu Damaskus Prabasampurna menempatkan Devon di Divisi Akunting. Untuk meredakan amarahnya. Bayangkan kalau ia ditempatkan di operasional seperti Zaki yang menangani urusan tambang, atau di bagian supervisor yang berhadapan langsung dengan pencuri-pencuri kurang ajar seperti Artemis. Berapa banyak yang akan tewas di tangannya? Membuat Devon sibuk dengan hitung-hitungan dan administrasi akan meredakan emosinya yang mudah tersulut.

Dan saat terpancing, ia tak akan pandang bulu, ia akan menganggap lawannya seekor badak yang harus dijatuhkan.

Jackson mungkin merasa ia bisa menang karena bisa bergerak lebih cepat. Tubuh ramping dan gesitnya bisa melilit Devon secepat kilat mengancam titik vital Devon.

Namun ia lupa, kalau Devon lebih berpengalaman menangani pemuda-pemuda seperti dirinya, bahkan yang lebih parah dari Jackson pun banyak.

Selama ini ia menyerahkan urusan kekerasan kepada  Zaki, Artemis dan kawan-kawannya karena ia tidak ingin muncul korban tewas seandainya ia yang langsung turun tangan. Semua orang membiarkan aktivitasnya untuk berseng gama dengan banyak wanita, itu juga dengan tujuan meredam kekuatan Devon yang masif.

Secepat apa pun Jackson bergerak, saat berhasil melilit Devon, selanjutnya apa?

Itu malah dijadikan kesempatan bagi Devon untuk bisa menangkap Jackson, lalu mencengkeramnya dan menyiksanya dengan tinju yang bertubi-tubi. Bagaikan laron yang bergerak cepat, cicak yang diam saja bisa dengan mudah menangkap dan memakannya. Begitulah posisi mereka berdua.

Seketika Devon menghentikan laju tinju mematikannya tepat di depan pelipis Jackson.

"Gimana? Nyerah?" dengan kekehan menyebalkan Devon menantang Jackson.

Kondisi Jackson yang penuh luka dan dalam keadaan berlutut di lantai membuatnya miris. Setengah wajah Jackson penuh darah.

Damaskus yang melihat aksi dua orang itu dari sofanya, teringat masa lalu Devon.

Bahwa pencuri di rumah Devon kala itu mati mengenaskan termuti lasi diserang oleh Devon yang marah tak terkendali. Dan tidak ditemukan benda tajam di sana, itu berarti Devon memisah-misahkan tubuh si perampok dengan tangan dan giginya sendiri. Devon tidak ingat, dan menjerit-jerit frustasi setelah semuanya terjadi. Berhari-hari ia menjerit marah, obat bius tidak bereaksi, akhirnya anak sekecil itu harus di setrum dengan stunt gun agar pingsan.

Saat Devon kecil bertanya kemana perampoknya, Damaskus bilang kalau perampoknya sudah dihukum seumur hidup tidak bisa bebas, demi ketenangan batin anak di depannya ini. Ya betul... dengan kata lain dihukum selamanya di neraka.

Jadi feeling Hani di awal yang ia yakin Devon sudah pernah membunuh orang, adalah benar. Karena aura Devon yang kelam terpancar jelas di pandangan matanya.

Jackson terbatuk… sulit bicara karena mulutnya perih sekali.

Ia juga sesak nafas karena dadanya dihantam berkali-kali.

Jadi Jackson hanya bisa mengerang kesakitan, serasa kulit kepalanya terkelupas saat ditarik oleh Devon.

Jackson langsung berlutut dan menopang tubuhnya dengan telapak tangannya.

Ia lemas sekali.

Rasanya kesadarannya mulai habis.

Tapi ia lega kali ini tidak jadi mati konyol dipukuli Devon.

Jackson kali ini hanya ingin pulang.

Kasur yang empuk dan kopi panas, hanya itu yang ada di benaknya.

“Sudah cukup…” suara serak dan parau yang tegas. Himawari.

Atau dalam novel ini,mari kita sebut dia dengan nama panggilannya.

Mawar.

“Axel, kamu kalah. Berikutnya, silahkan terima hukumanmu.”

Dalam kondisi tak berdaya, Jackson bahkan tidak mampu lagi memikirkan apa rencana selanjutnya. Ia bahkan tak memikirkan hukuman apa yang harus ditanggungnya.

Jackson pun memejamkan matanya, dan tak sadarkan diri.

"Bagaimana Devon? Puas?" Damaskus bertanya ke anak emasnya.

Devon menyibakkan rambut yang menutupi dahi Jackson. Pemuda itu dalam kondisi pingsan.

Ia juga memeriksa luka yang diderita Jackson, memastikan kalau pemuda itu baik-baik saja.

Pria itu tersenyum dan menatap Damaskus.

"Saya mau dia di tempat saya." ia pun menatap Damaskus dengan puas.

"Menggantikan Kayla?" kata Damaskus.

"Ya." jawab Devon mantap. "Dia cepat belajar, cekatan, sensitif terhadap kondisi, dan dia memiliki satu hal yang tidak dimiliki Kayla."

"Kekuatan fisik." tambah Damaskus.

Devon mengangguk. Lalu menatap Mawar

Wajah wanita itu muram.

Ia menatap Jackson dengan memicingkan mata, seakan sedang berpikir hal-hal apa yang akan ia lakukan ke Jackson.

"Dia harus dipenjara." geram Mawar.

"Dia akan dipenjara setelah Irvin dan Erick dapat diproses. Sesuai kesepakatan awal. Sampai saat itu datang, kita akan melatihnya supaya pas dengan lingkungan Prabasampurna." kata Devon.

"Terserah Pak Devon saja. Saya akan membawanya. Dia akan jadi budak saya." kata Mawar sambil menunduk untuk mencium tangan Damaskus, lalu meninggalkan ruangan itu.

Devon pun terkekeh, "Budak katanya Pak... Belum tau tuh cewek kalau kucing bengal yang ini bisa memanipulasi keadaan."

"Yah, kita lihat saja." Damaskus mengisap cerutunya. "Si Mawar nggak mau masuk Praba Grup?"

"Idris Beaufort nggak mau melepaskannya Pak, dia salah satu Sekretaris Direksi yang kompeten."

"Saya akan melatihnya supaya

1
Hesty Mamiena Hg
kog kalimatnya terputus Madam? 🤔
Hesty Mamiena Hg
hahh! ternyata Mawar yg itu?
tapi aku lupa dmn bacanya Madam.. kekehkehh 🤭
Hesty Mamiena Hg
Gimana bisa baik-baik aja? Udah babak belur gitu, mana dada sm kepala dihantam berkali-kali.. Kepala sm dada itu kan vital banget! Bisa mati babang Jackson ituu..
Paling ringan ya lumpuh ☹️😭😭🤧🤧
S𝟎➜ѵїёяяа
dipikiranku setelah tau kekuatan Devon hanya gini😳😳😳😳😳😳😳😳
hah, kekuatan nya... bahkan Lily aja mengakui klo Devon itu kuat di r4nj4ng.. Layla aja nyerah sama kelakuan Devon yg selalu tau titik s3nsitifnya, cuma yg aman dari jerat Devon Kayla istri Zaki tapi tetep bisa grepe² si Devon nya.
kamu gk salah kah Devon pilih istri Hani... bisa ngimbangi gk dia , aduh kog kasian sama Hani 😬
𝐙⃝🦜尺o
ternyata Devon sangat mengerikan
Anonymous
kalah siy...to enakan...jd budaknya mawarrrr/Smile/
Emi Wash
duh ngeri kali kamu von
Emi Wash
sama mbk mawar aja dah berdarah2 luh jack.... gimana lawan davon nih....
D_wiwied
kan kaaan kalah kaan si Jack, lawan yg ga seimbang ibarat liliput lawan raksasa kejam.. yowes terima aja nasibmu jd budak mbak rose, ntar kan lama-lama bs jd budak cinta eeaaaaa
Gibrany
Tolong POV Hani di munculin, pengen lihat ke bucinan nya mereka
Wiwit Duank
oh my God Jackson 😱😭
Ruliyah Yu Yah
thor gak gae opor a,aq tak dolen nek omahmu
Angspoer: pulkam aku jeng wekekeke ke pangkal pinang
total 1 replies
Nania
hmmmm jiwa psikopet Devon muncul
mbog ma
ya ampunn, masa lalu macam apa sampai devon kaya gituu
lailitq
hani klu tahu jakson begitu karena devon gmn perasaannya ya??
🙃😉
ciannnn..
Indah
Lawan yg gak seimbang kalah jauh dr segi kekuatan n pengalanman.
Gimn kabar Hani thor?
𝕭𝖚𝖊 𝕭𝖎𝖒𝖆 💱
Biasanya klo yg menjabarkan madam ...cara bertarungnya lbh dr sekedar gedebag gedebug ....😂😂😂😂

Selamat hari rays idul fitri madaaammm 😍😍😍🙏🏼🙏🏼🙏🏼
Safin Algasiah
bagus, suka bahasa penulisannya
🔥🔥🔥
laaahh baru maubaca pov nya author udah keburu habis 😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!