"Aduh!!" Lia mengaduh karena ada seseorang yang menabraknya, saat ia menoleh ke belakang ternyata ada anak laki-laki yang terlihat menunduk kemudian Lia mensejajarkan tingginya dengan anak itu
"Hai, apa kamu yang tabrak aku tadi?" Anak kecil itu mengangguk,
"Siapa namamu?" Anak kecil itu mendongak
"Nama aku... " Ucapan anak kecil itu terpotong karena ada yang memanggilnya,
"Kevin!" Lia menoleh ke sumber suara
Deg!
"Kevan?"
"Lia?"
________________________________________
Liana Putri Leonard, gadis yang memiliki senyum manis dan pesona yang dapat mengikat kaum pria. Dia di tinggal menikah oleh kekasihnya, tapi suatu saat setelah sekian tahun dia kembali di pertemukan dengan mantan kekasihnya itu.
Akankah Lia kembali pada mantan kekasihnya?
Penasaran bukan? Yuk baca dan tunggu kelanjutan ceritanya.
Jangan lupa like, komen, vote dan rating 5-nya ya teman-teman. Mohon dukungannya🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marselia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 29
Hai, aku kembali lagi. Maaf ya updatenya telat dan terimakasih yang sudah setia menunggu kelanjutan cerita ini. Semoga sehat terus ya,
Selamat membaca
...****************...
Pagi hari pun tiba, sinar matahari mulai masuk ke dalam kamar inap itu. Pintu ruangan terbuka, ternyata itu Ayah dan Bunda. Mereka terkejut melihat apa yang terjadi di tempat tidur itu, terlihat Lia dan Adrian masih tertidur dengan posisi saling berpelukan. Hal itu tentu saja membuat Alfa dan Oliv yang baru saja datang membulatkan matanya hingga saat dia hendak membangunkan keduanya di tahan Bunda.
"Jangan di bangunin, biarin aja. Kasihan adik kamu, lihat tuh nyaman banget dia kayanya." Ucap Bunda dengan berbisik
Bunda lalu mengeluarkan ponselnya dan memotret keduanya kemudian terkikik geli. Hal itu mengundang perhatian orang disekitarnya
"Kenapa sih Bun, kok kaya seru gitu?" Tanya Ayah berbisik
"Ini, Yah. Fotonya Bunda kirim ke Veli dan Veli bilang kita kayanya bakal jadi besan." Ayah mengangguk
"Ini engga bakal di bangunin?" Bunda menggeleng
"Biarin aja, Yah. Sekarang kita sarapan aja, Alfa kamu beli makanan ya sekalian buat mereka berdua nanti." Tunjuk Bunda ke arah ranjang Alfa mengangguk lalu berjalan keluar diikuti Oliv
Sedangkan Bunda dan Ayah duduk di sofa yang tersedia disana. Bunda terus memperhatikan mereka yang sedang tertidur, lalu tersenyum kecil.
"Ayah,"
Ayah menoleh, "Kenapa Bun?"
"Kalau seandainya mereka saling mencintai apa Ayah akan merestuinya?"
"Kalau hal itu termasuk kebahagiaan Lia, Ayah akan selalu mendukung. Bagaimana pun bagi seorang Ayah kebahagiaan putrinya itu hal utama." Bunda mengangguk
"Bunda juga berharap begitu tapi..."
Ayah menempelkan jari telunjuk ke bibir Bunda, "Ssttt, kita berdoa yang terbaik untuk anak kita Bunda."
Mereka duduk tenang dan terus menatap kedua insan itu yang masih belum bangun. Pintu terbuka dengan pelan, terlihat disana ada Alfa, Oliv, Mama Veli dan Nesia. Melihat kedatangan mereka Bunda meletakkan jari telunjuknya di bibir memberi tahu agar jangan berisik.
Mereka semua duduk di sofa lalu mulai makan sesekali melihat ke arah dua orang yang masih tertidur.
Mereka telah selesai sarapan tetapi dua orang itu masih belum bangun, lalu saat Alfa akan membangunkan mereka tiba-tiba Adrian terbangun sendiri hal itu membuat langkah Alfa terhenti.
Terlihat disana Adrian tersenyum sambil mengusap kepala Lia, lalu mengecup keningnya. Kemudian pandangannya terpaku pada bibir mungil Lia yang terlihat merah alami. Hal itu membuat Alfa gemas ingin mencium bibir itu. Dia kemudian mendekatkan bibirnya ke bibir Lia tinggal beberapa centi lagi tetapi ...
"Ekheemm" Ayah berdeham
Hal itu membuat Adrian terperanjat, lalu menatap sekitar terlihat disana keluarganya dan keluarga Lia sedang terkikik geli hal itu membuat Adrian nyengir kuda. Adrian pun turun dari ranjang, lalu menghampiri mereka.
Alfa menunjuk Adrian, "Lo!! Kurang ajar ya, untung ada kita kalau engga abis Adek gue sama lo!"
Adrian nyengir kuda, "Hehe, khilaf tadi gue bang. Ampun," jawaban Adrian membuat semua orang tertawa dan Lia terbangun karena terganggu suara tawa itu.
"Enghhh" Lia mengerjapkan matanya beberapa kali lalu menguap
Bunda menghampiri Lia, "Anak Bunda sudah bangun. Gimana sayang merasa lebih baik?" Lia mengangguk lucu
Ayah berjalan menghampiri Lia lalu memeluknya, secuil ide usil muncul di pikiran Ayah. Ayah pun melepas pelukannya lalu berkata, "Uhh putri Ayah ko bau ya, belum mandi nih pasti. Iii bau iii,"
Lia membelalakkan matanya dan langsung mengendus bau tubuhnya sendiri tetapi tidak mencium bau tak sedap. Lalu ia sadar ayahnya hanya mengerjainya saja
"Ayah aku masih wangi tau, Ayah nih" Lia menggembungkan pipinya kesal. Hal itu membuat semua tertawa
"Putri Bunda selalu wangi kapan pun itu," Lia tersenyum, lalu menatap sekeliling
"Kalian ko ada disini? Engga kerja?" Mereka menggeleng
"Kamu lebih penting, kesehatan putri Ayah itu lebih penting." Perkataan Ayah membuat Lia terharu lalu memeluk Ayah,
"Makasih ya buat semuanya. Maaf sudah buat kalian khawatir dan maaf juga jadi merepotkan kalian."
"Engga sayang, itu kewajiban kita untuk jaga kamu." Bunda mengusap kepala Lia
"Aku pengen mandi Bunda," Bunda menggeleng
"Luka kamu belum kering sayang,"
"Tapi Bunda yang luka kan tangan aku, tangannya bisa ko ke atasin pas aku mandi. Aku kan belum mandi 3 hari, Bun."
"Lho kan tadi kamu yang bilang kalau kamu masih wangi walau pun belum mandi."
Lia hanya nyengir kuda, "Iya juga sih, tapi tetep aja rasanya engga enak."
"Kamu masih wangi ko, dek. Buktinya ada yang betah banget peluk kamu," timpal Alfa sambil melirik jahil ke Adrian membuat yang dilirik menahan malu yang luar biasa, sedangkan yang lain terkekeh kecuali Lia yang bingung sendiri
"Lho siapa?" tanya Lia bingung
"Itu Adri... Adawww, sakit cuy" Alfa merintih sakit saat Adrian menginjak kakinya.
Bunda yang melihat hal itu hanya menggeleng, "Ya udah, ayo Bunda bantu." Lia segera pergi mandi di bantu Bunda
"Yah, Adrian pamit dulu ya mau pulang mau bersih-bersih juga." Ayah pun mengangguk
"Alfa, kamu pergi ke kantor ya biar Ayah, Bunda dan Oliv yang jagain Lia."
Alfa yang di perintah seperti itu menunduk lesu, "Ayah, Alfa kan pengen berduaan sama Oliv."
Ayah menggeleng, "Engga ada berduaan belum nikah kamu itu, udah sana pergi!" usir Ayah
"Huh, giliran Lia sama Adrian boleh berduaan" gerutunya
"Ayah dengar Alfa!" Alfa menyengir
"Ya sudah Ayah Alfa pamit ya bilangin juga sama Bunda, sayang aku pamit ya kamu disini dulu aja nanti aku jemput." Oliv mengangguk sedangkan Adrian menampilkan raut jijik
"Apa lo?!" Alfa menatap Adrian sengit
"Udah sana jangan ribut terus nanti kamu telat lo," Alfa mengangguk
"Aku berangkat ya," dengan cepat Alfa mencium pipi Oliv dan langsung pergi disusul Adrian
"Haishh, anak itu. Harus cepat aku nikahkan." Semua yang di sana tertawa sedangkan Oliv hanya menunduk malu,
Cklek,
Pintu kamar mandi terbuka, "Tadi kenapa pada ketawa?" tanya Bunda
"Alfa tadi cium pipi Oliv di depan kita... "
Lia memotong perkataan Ayah, "Apa?! Kak Oliv di cium sama Abang?"
"Iya, kayanya mereka harus cepat nikah sebelum Alfa lebih berani ngelakuin hal jauh." Ucap Ayah
"Ya udah Yah, cepat nikahin aja nanti cepet juga aku punya keponakan." Lia menatap Oliv sambil menaik-turunkan kedua alisnya menggoda Oliv, sedangkan pipi Oliv semakin memerah
"Udah sayang kasian itu kak Oliv nya malu gitu," Lia hanya nyengir
"Ayo kamu sarapan," Lia mengangguk
Saat hendak duduk di brankar Lia menatap sekeliling, "Adrian kemana?" Mama Veli tersenyum
"Dia pulang dulu, mau mandi sama ganti baju, katanya dia malu kalau badannya bau nanti kamu engga mau di peluk sama dia." Mama Veli menggoda Lia, sontak pipi Lia memerah
"Kamu kangen ya? Padahal semalam kamu sama dia terus lho, masa ditinggal bentar udah kangen aja?" Lia semakin malu karena Mama Veli terus menggodanya
Mama Veli pun tertawa, "Hahaha, udah sayang nanti Adrian balik lagi ko, sekarang kamu sarapan dulu ya." Lia pun mengangguk dan langsung memakan sarapannya
...****************...
Jangan lupa ya klik like, tambah favorit, follow, vote dan rating 5 nya juga ya. Supaya aku makin semangat update tiap hari.😊
See you next episode
Apa karna masih diawal kisah????
Coba deh nanti smp setengah kisah, kalo masih ttep gl greget, gk tk lanjut mf ya