NovelToon NovelToon
TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: ursula maria

Sekuel dari mendadak ustadzah.

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya.
Peribahasa itu sepertinya cocok disematkan pada anak kembar tiga Desta dan Aqeela.

keisengan apa saja yang mereka perbuat dan apa yang dilakukan Umma dan Buya mereka menghadapi buah hatinya yang super.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ursula maria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketiduran

Si Triple sudah kembali ke sekolah.

Berkali-kali mereka menceritakan tentang Mekkah kepada teman-temannya tanpa bosan.

"Aku juga ingin ke sana deh." Komen Malik dengan polosnya.

Kelas Ustadzah Rika sedang kegiatan pagi. Posisi mereka membentuk lingkaran. Harapannya supaya percakapan yang mereka lakukan bisa membangun motivasi belajar.

"Wanda juga pengen deh Fir..." Ucap Wanda.

"Ustadzah juga ingin melihat ka'bah seperti Zafran, Zafir dan Zafira tapi Ustadzah masih menabung." Ucap Ustadzah Rika.

"Kok menabung?" Zafir jadi mikir.

Anak Sultan mana mikir duit, dia tahunya berangkat tidak tahu kalau mau ke Mekkah tuh pake duit.

"Iyaa, kan kalo mau ke Mekkah harus bayar. Untuk naik pesawatnya, bayar hotelnya. Ngurus paspornya." Jawab Ustadzah Rika.

"Berarti tabungannya Buya kita banyak ya, Ust?" Celetuk Zafir.

"Iya, makanya kita harus sealu bersyukur sudah diberi banyak nikmat oleh Allah." Kata Ustadzah Rika dengan lembut.

"Bersyukur itu seperti apa, Ust?" Celetuk Malik.

"Bersyukur itu, sama kayak berterima kasih kepada Allah. Caranya bagaimana?" Ustadzah Rika berhenti sejenak.

"Caranya dengan bersedekah, menabung, dan membeli barang sesuai kebutuhan kita." Ucap Ustdzah Rika dengan lembut.

Anak-anak hanya mengangguk. Entah paham atau tidak.

"Karena itu setiap hari kita harus mengisi kotak ini." Ustadzah Rika menunjukan sebuah kotak bertuliskan infaq.

"Ini adalah sedekah kalian. Tabungan kita kelak di akhirat." Sambung Ustadzah Rika.

"Karena jika kita sudah meninggal yang menemani kita hanya amal kita. Sedekah kita. Al-qur'an yang kita baca." Ustadzah Rika kembali melanjutkan.

"Makanya kita harus rajin sedekah mulai sekarang. Siapa yang hari ini dibawakan uang orang tuanya?"

Hmm, pandai-pandainya Bu Guru nii, menggiring percakapan sampai ke infaq.

00lp

Mana ada selain Bu Guru yang kayak gini, apalagi guru Kelompok Bermain. Wuiih, super sabar daah mereka. Menanggapi omongan balita yang terkadang kayak bahasa planet. Karena cadel atau belum benar susunannya.

"Saya Ustadzah!" Seru anak-anak di dalam ruangan tersebut dengan riangnya.

"Yang dibawakan uang yuuk, ditabung di kotak infaq." Ucap Ustadzah Rika sambil meletakkan kotak infak di depannya.

Dan anak-anak kecil itupun mulai berlomba memasukkan uangnya ke dalam kotak infaq.

💗💗💗💗💗💗

Di ruang lain, Tepatnya di Aula sekolah.

Sudah berkumpul beberapa ibu dan baby sitter.

Mereka sengaja hadir, karena hari ini jadwal pengajian rutin mingguan orang tua murid.

"Bagaimana kita mulai saja ya?" Ucap Aqeela karena waktu sudah menunjukkan pukul 8 tepat.

"Iya.."

"Siap.."

Jawaban serempak yang berbeda.

"Baiklah, Saya awali Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh."

"Wa'alaikum salam warohmatullohi wabarokatuh."

"Terima kasih sudah berkenan hadir, di program mingguan perwakilan wali murid. Untuk hari ini tema kita tentang mengasuh anak usia dini."

"Wah, pas dong sama profesi kita."

"Ibu rumah tangga sejati."

"Baby sitter, haa haaa.."

Celetukan terdengar di ruangan tersebut.

"Sengaja memang." Aqeela malah bercanda.

"Karena kita seiya dan sekata. Sama-sama punya balita. Padsla tahu kan proses perkembangan anak usia dini? Mulai usia 1 tahun sampai 5 tahun deh." Aqeela memancing dengan pertanyaan.

"Perkembangannya aneh-aneh."

"Suka niru."

"Nyebelin."

"Cerewet."

"Lucu."

"Manja."

Ternyata jawabannya macam-macam. Aqeela sampai tidak menduganya.

"Uwah banyak kalee perkembangan anak-anak kita yaa..." Sahut Aqeela.

"Yang pasti secara fisik semakin bertambah besar." Sambung Aqeela.

"Mulai bisa berjalan, berlari, berteman dan masih banyak lagi. Mau intip gak perkembangan mereka menurut teori psikologi?"

"Dan saya jugaa merasakan, betapa repotnya menjadi seorang ibu." Aqeela mengingat kembali masa-masa awal memiliki si kembar tiga.

"Saya coba kutip dari salah satu media tumbuh kembang. yaa..."

Wuih, Aqeela mengawali secara teoritis psikologi.

"Usia sebelum 1 tahun adalah usia perkembangan paling cepat bagi anak. Anak belajar memeluk, menggigit, tengkurap, duduk, berdiri sampai mengucapak suku kata pertamanya."

"Usia 1-2 tahun, perkembangan motorik kasar dan halusnya mulai berkembang. Anak mulai suka mencoret, menyebut bagian tubuh, bermain dan berjalan di tangga. Jadi, kalo ada anak coret coret jangan dimarahi ya Say. Kasi kertas. Bila perlu sediakan kertas 1 rim khusus buat anak kita. Di simpan hasilnya juga bagus tuuh."

"Usia 2-3 tahun. Ini adalah masa meniru dan ma diri. Meniru semua yang dilakukan orang tuanya. Jadi kalo ada anaknya yang pengen mandi sendiri, makan sendiri, pakai baju mamanya pake sepatu mama jangan dimarahin ya Mom. Karena memang masanya meniru."

"Usia 3-4 tahun, masa ini adalah masa ujian. Kita di uji dengan sikap penolakan. Membantah. Mereka mulai memiliki emosi."

"Terus kalo udah begini marah? Bukan solusi, sebaiknya ajak anak bicara baik-baik."

"Kemudian usia 4-5 tahun. Perkembangan anak semakin komplek. Motorik, kognitig, bahasanya semakin komplek. "

"Masa ini, adalah masa mengajak anak berbicara. Bercerita. Dengarkan semua keluh kesah mereka."

"Terus kita harus bagaimana, ya? supaya anak kita jadi the best?" Aqeela kembali melontarkan pertanyaan.

"Di stimulus."

"Dirangsang."

"Distimulus dan dirangsang pakai apa?"

"Makanan."

"Vitamin."

"Susu."

Jawaban yang beragam.

"Hmm iya, semuanya bisa diterima. Tapi kalo seandainya saya tambahkan dengan stimulus secara religi bagaimana?"

"Caranya?"

"Mendo'akan anak dan mengenalkan Allah sejak dini."

"Kok bisa?"

Aqeela tersenyum.

"Bisa."

"Dengan mengenalkan Allah, kita mengajarkan kepada anak tentang adab. Disiplin. Kasih sayang."

"Dan dengan mendo'akan, kita memberi siraman rohani untuk anak-anak kita."

"Sudah tahu bagaimana mendo'akan anak?" Aqeela kembali menggali pengetahuan rekan-rekannya.

"Ya dido'akan saja. Minta saja ke Allah ingin jadi apa anak kita."

"Di fatihahi."

"Di do'akan setelah sholat."

Aqeela menampung semua jawaban, tanpa pernah menyalakan.

"Iya, mendo'akan, dikirim Fatihah. Kapan saja dimana saja. Minimal sehabis sholat. Satu anak satu fatihah."

"Sebut namanya, baru Fatihah."

"Waduh kalo anaknya satu sih gak pa_pa. Kalo anaknya sepuluh bengkak nee bibir."

Pecah tawa di ruangan tersebut.

"Terus caranya supaya anak kita jadi anak solih solihah bagaimana ya?" Seseorang bertanya kepads Aqeela.

"Ya harus dipersiapkan semenjak kita memulai prosesnya."

"Pake do'a?"

"Gak hanya itu saja. Sebaiknya suami istri tersebut wudhu terlebih dahulu kemudian sholat. Dan pada saat terjadi penetrasi berdo'a."

"Kalo udah jadi, sering-sering berdzikir. Membaca Al-qur'an. Menjaga amar ma'ruf nahi munkar."

"Terus kalo udah terlanjur gimana?" Celetuk seseorang.

"Nambah lagi aja." Sahut suara yang lain.

Suara tawa kembali bergema.

"Jangan lupa minggu depan bawa Al-qur'an."

Aqeela mengingatkan sebelum mengkahirinya.

💗💗💗💗💗💗

"Mbak Yun, aku ngantuk banget." Keluh Aqeela sambil merebahkan diri ke karpet aula.

Setelah mengisi kajian tadi.

Yuna yang ada di dekatnya langsung menoleh. Dan terperangah melihat Aqeela langsung merem dengan nyamanya.

"Nin, besan kamu kenapa tuh? Kok tumben?" Yuna memanggil Hanin.

"Ha.. Mbak Aqeela. Kok bisa-bisanya." Hanin ikut terkejut

"Cha, nanti kalo anak-anak pulang kabari aku ya.. Biar ak tungguin nee orang. Kok ya bisa tidur sembarangan kayak gini." Ocehnya.

"Okay.. ya udah. Aku ke depan dulu ya.." Pamit Oca.

"Aku ajak anak-anak ke sini nanti." Ucap Yuna.

Mereka berduapun keluar meninggalkan Aqeela dan Hanin.

💗💗💗💗💗💗💗💗

1
Sativa Kyu
👍👍👍
Randa kencana
ceritanya sangat menarik
⇆◁❚❚▷↻ 𝖒𝖆𝖘𝖘𝖊
Kemana Kemana Kemana...
ceritanya sangat menarik
Diah
tidak adakah kelanjutannya....
⇆◁❚❚▷↻ 𝖒𝖆𝖘𝖘𝖊
Permisi...

Update...
¢ᖱ'D⃤ ̐Sri Wahyuni
makasih Thor udah up lagi, lanjut n semangat Thor
Narsi Laras
jauh amat thor
Tarisa Fatimah
Alhamdulillah akhirnya up lg mbk thoor... terimakasih...
lanjuuut trus mbk...
Nur Lizza
lanjut
Tarina fadila
kangen banget sm zafir bund
Rindi Almeera Hastu
akhirnya ada klanjutan zafir
Asri
3bulan menunggu kabar zafir, akhirnya muncul jg. lanjut kak author
Mami
lanjut thor kangen aq ni
⇆◁❚❚▷↻ 𝖒𝖆𝖘𝖘𝖊
Masya Allah, gimana bunda kabarnya...
lama loh bund...
Ruby Talabiu
Thor Baru up ya kemana jja,tapi sehat kan??
Anissa Magfirah
calonnya zafir ya thor
Nur Fina
aku juga ikutan mewek 😢😢😭
Nur Fina
mantap👍👍👍
Nur Fina
mungkin destax yg lagi ngidam, kayak zaujun ku klau saya lagi hamil he.. he.. 😁😁🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!