Demi mendapatkan Alih Perusahaan yang bersaing dengan sepupunya. Alvano Yang rela membayar rahim gadis yang tidak di kenalnya untuk memberikannya keturunan. Alvano yang seharusnya menikahi kekasihnya Diandra dan Diandra menolak dengan alasan karir. Namun sang kekasih turut membantu untuk mencarikan rahim wanita yang bisa memberikan keturunan kepada Alvano.
Kyarra gadis Muda yang menjadi tulang punggung keluarga dan dalam keadaan ekonomi yang sangat sulit. Kyarra yang yang akhirnya mendapat pekerjaan di Perusahaan ternama. Namun siapa sangka Kyarra mendapatkan tawaran kontrak dengan bayaran fantastis.
Dia sangat bahagia mendapatkan kontrak dengan bayaran tersebut. Tetapi siapa sangka kontrak tersebut untuk membayar rahimnya. Kyarra yang awalnya tidak setuju akhirnya menyetujui kontrak tersebut karena membutuhkan uang untuk biaya pengobatan ibunya.
Bagaimana perjalanan rumah tangga Alvano dan Kyarra kontrak pernikahan sampai Kyarra memiliki anak?
Silahkan tinggalkan komen!!!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30 Perjuangan Kyarra.
Kembali di dalam Hotel dengan suasana ketegangan. Alvano yang terus melihat ke pintu lobby dan tidak melihat kedatangan siapapun di sana yang dibutuhkannya yang membuat Alvano semakin merasa harapannya benar-benar sudah tidak ada lagi.
"Alvano, Alvano aku baru melihatmu ceroboh dalam pekerjaan. Apa sudah bosan dengan proyek dan ingin memberiku kesempatan. Kesempatan yang kau berikan akan membuatmu perlahan mundur dari Perusahaan dan mau pelan-pelan akan tergeser dari Perusahaan Alvano dan aku akan menggantikan posisi itu. Jadi ini bukan salahku. Tetapi kamu yang terlalu menganggap semuanya remeh," batin Darren menikmati situasi tersebut dengan kepanikan wajah Alvano.
"Kenapa juga teleponku tidak diangkat. Apa-apaan semua ini. Kenapa semua bisa seperti ini. Sial Darren akan menggunakan kesempatan besar ini dan Eyang pasti akan mempertimbangkan posisi yang lebih tinggi lagi untuknya dan mungkin akan mempertimbangkan posisiku," batin Alvano yang terus gelisah dan dengan rasa khawatir yang semakin besar.
Kolega bisnis Alvano berbisik pada penerjemahnya dan penerjemah tersebut mengangguk-anggukkan kepalanya yang akan menyampaikan sesuatu.
"Maaf tuan Alvano kita sudah menunggu terlalu lama dan kami tidak bisa menunggu perencanaan tuan lagi. Jadi kami meminta rancangan yang sudah disiapkan oleh tuan Darren. Agar waktu tidak terbuang sia-sia," ucap penerjemah tersebut yang pasti menyampaikan apa yang dikatakan bosnya.
"Sial!" Alvano hanya hanya bisa mengumpat di dalam hatinya.
"Baiklah kalau begitu terima kasih untuk kesempatannya saya kapan mulai untuk menjelaskan perancangan yang sudah saya siapkan," sahut Darren dengan tersenyum yang menegakkan duduknya dan langsung memberikan map berwarna merah kepada kolega bisnisnya yang sejak tadi menunggu.
"Wait!" tiba-tiba terdengar suara menghentikan semuanya yang membuat arah pandang mereka melihat ke arah pintu lobi.
Kyarra dengan penampilannya yang basah kuyup dari bawah sampai atas.
"Kyarra!" lirih Alvano. Kyarra mengatur nafasnya sebentar lalu menghampiri meja tersebut
"IM sorry!" sahut Kyarra yang memohon maaf dengan menundukkan kepalanya kepada kolega bisnis tersebut.
"Kyarra langsung berbicara menggunakan bahasa Inggris dengan permohonan maafnya dan jelaskan siapa dirinya dan juga menjelaskan atas keterlambatannya ke tempat lokasi. Sementara Alvano hanya melihat Kyarra saja yang berbicara dengan bibir bergetar yang pasti menahan rasa dingin di tubuhnya.
"Baiklah kalau begitu," sahut penerjemah tersebut setelah mendapatkan tanggapan dari atasannya yang memberi kesempatan kepada Alvano dan Kyarra.
Hal itu membuat Kyarra merasa lega dan Alvano juga
Alvano langsung berdiri dari tempat duduknya dengan membuka jasnya dan menutupkan kepada tubuh Kyarra. Kyarra menoleh ke arah Alvano dengan keduanya sama-sama melihat sebentar.
"Ayo duduk!" titah Alvano!" Kyarra menganggukkan kepalanya dan duduk di samping Alvano.
Kyarra juga tidak menunggu waktu lama yang membuat rekan bisnis suaminya menjadi bosan. Kyarra dengan keadaan yang seperti itu langsung memberi rancangan tersebut dan juga tidak lupa memberikan penjelasan yang sangat mudah dimengerti. Kyarra juga bahkan sekali-sekali memasukkan kalimat bahasa Inggris dan kalimat Itali yang membuat kolega bisnis suaminya mengangguk-angguk dan sepertinya sangat mengerti dan paham dengan penyampaian jelas dari Kyarra.
Sepanjang Kyarra berbicara Alvano hanya terus melihat saja bagaimana Kyarra dengan lancar berbicara dengan bibirnya bergetar.
"Siapa sebenarnya gadis yang dinikahinya. Dia seperti bukan orang sembarangan. Apa memang mereka berpacaran begitu lama dan seperti saling memahami. Tetapi Kyarra baru saja bergabung di Perusahan," batin Darren yang jujur juga kagum dan kaget dengan cara penyampaian Kyarra seperti seseorang yang sudah profesional dalam bisnis dan Darren tidak bisa menganggap enteng Kyarra.
"Oke good," tanggapan dari rekan bisnis Alvano sangat baik. Pria berkebangsaan italy itu berbicara kembali kepada penerjemahnya.
"Tuan mengatakan. Jika dia sangat menyukai nona Kyarra. Sangat pintar dan sangat cerdik. Dia ingin cepat-cepat melakukan tanda tangan kontrak dengan rancangan yang sudah disiapkan tuan Alvano," ucapan terjemah tersebut menyampaikan persetujuan dari atasannya yang membuat Alvano mendengus yang merasa lega dan Kyarra juga lega.
Penerjemah tersebut kembali mendapatkan pembicara dari atasannya.
"Jika begini saya tidak dibutuhkan untuk menjadi penerjemah dalam meeting kali ini. Karena tanpa tuan sudah bisa menyampaikannya kepada atasan saya dan dia sangat mudah mengerti," sahut penerjemah itu dengan seloroh mengundang tawa kecil.
"Tuan berlebihan. Saya hanya melakukan apa yang terbaik dan yang bisa saya lakukan," sahut Kyarra merendah diri.
Mereka berbincang-bincang kecil dan tidak luput dari memuji Kyarra. Sementara Darren hanya diam saja yang seperti tidak dianggap di tempat itu dan pasti juga kesal karena dirinya kembali tidak mendapatkan kesempatan apa-apa.
Akhirnya acara meeting itu selesai dan semuanya berjalan dengan baik. Kyarra dan Alvano yang sama-sama keluar dari hotel tersebut dengan Kyarra yang masih memakai jas dari Alvano dengan Alvano merangkul tubuhnya dan membukakan pintu mobil untuk mobil untuknya. Kyarra pun memasuki mobil dan Alvano menyusul yang duduk di kursi pengemudi dan melajukan mobilnya.
Dari kejauhan 25 meter Diandra yang akhirnya sampai hotel tersebut dan melihat kedekatan pasangan suami istri itu.
"Alvano memperlakukannya begitu khusus. Apa karena dia akan mengandung anaknya dan akan memberikan keturunan kepada Alvano? Lalu apa aku cemburu?" tanyanya dengan kedua tangannya yang dilipat di dadanya.
"Aku adalah kekasihnya dan aku sangat wajar jika harus cemburu dan justru aneh jika aku tidak cemburu melihat kekasihku bersama wanita lain dengan romantis seperti itu. Apalagi aku merasa tidak pernah diperlakukan seperti itu oleh Alvano," Diandra menjawab sendiri pertanyaannya.
"Ya aku memang cemburu dan mungkin saja sedikit berlebihan menurutku," gumamnya menghela nafas.
"Sudahlah semua ini hanya kontrak saja dan aku rasa kehadiran Kyarra bukan hanya untuk membantu untuk memberikan keturunan. Tetapi dia juga berguna untuk Perusahaan dan apa yang dilakukannya hari ini sudah membantu Alvano," batin Diandra mengangkat kedua bahunya yang berusaha untuk tenang dan tidak berpikiran negatif kepada kekasihnya.
"Tapi tenggorokanku menjadi kering dan sepertinya aku butuh refreshing. Aku butuh hal yang dingin untuk meredakan diriku. Alkohol!" ucapnya tersenyum miring lalu meninggalkan tempat tersebut yang tidak tahu ingin ke mana dirinya.
Dia sudah mengetahui jika semuanya sudah beres dan menurutnya dia tidak perlu menemui Alvano dulu. Karena dia memerlukan dirinya untuk menenangkan dirinya yang sedang dilanda rasa cemburu kepada kekasihnya.
***********
Alvano dan Kyarra memasuki salah satu kamar hotel yang berbeda dari tempat Alvano dengan kliennya tadi. Keduanya memasuki kamar hotel yang mewah tersebut. Dengan kepala Kyarra yang berkeliling melihat setiap sudut dari ruangan tersebut.
"Kamu mandilah dan pakai air hangat. Kamu bisa sakit karena terkena air hujan," titah Alvano yang membukakan pintu kamar mandi untuk Kyarra.
"Baiklah!" sahut Kyarra yang menurut saja lalu memasuki kamar mandi.
Bersambung
padahal lagi seru serunya loh...
dilanjut aja kak,,, season 2 nya cerita nya pertemuan kayyra dan alvano beberapa tahun kemudian disaat anaknya mereka udah balita... pertemuan tidak terduga gitu kak... kaya di drama Korea gitu loh kak 😁😁😁
Semoga kyarra baik2 saja....
dan diandra bisa terima keputusan alvaro....