NovelToon NovelToon
AIRLANGGA Kisah Seorang Yang Terpilih

AIRLANGGA Kisah Seorang Yang Terpilih

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Dikelilingi wanita cantik / Epik Petualangan / Mengubah sejarah / Romansa / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:485.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ebez

Seorang putra mahkota yang terusir dari istana Medang Kamulan setelah pemberontakan besar-besaran oleh raja bawahan ayah mertua nya saat upacara pernikahan nya dengan Nararya Galuh Sekar putri pertama Prabu Dharmawangsa, harus memikul tanggung jawab besar untuk menyatukan kembali kerajaan peninggalan dari ayah mertua nya yang terpecah belah setelah peristiwa Mahapralaya itu. Dukungan dari masyarakat terutama dari agamawan Hindu, Budha dan Mahabrahmana yang mengangkat nya menjadi raja Medang selanjutnya, menjadi kekuatan tersendiri bagi Airlangga untuk membangkitkan kembali kerajaan Medang usai 3 tahun masa kekosongan pemerintahan pusat di Jawadwipa.



Mampukah Airlangga memikul tanggung jawab besar ini dan menyatukan negeri yang sedang dalam kekacauan? Apakah dia akan menjadi anak yang diramalkan dalam legenda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ebez, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sepasang Dewa Pedang dari Gunung Bromo

"Alas Kabuh??!

Bukankah itu hutan yang menjadi sarang para perampok dan penyamun? Mengapa bisa menyimpan benda pusaka di tempat seperti itu?", tanya Airlangga sembari mengernyit heran.

"Tempat yang paling berbahaya adalah tempat paling aman untuk bersembunyi. Aku yakin kau bisa melakukannya.

Aku mohon ambillah pedang itu. Tapi satu pesan ku, jangan coba-coba untuk mencabut pedang itu dari sarungnya", peringat Ki Randuseta segera.

"Memangnya kenapa? Apa ada sebuah rahasia yang tersembunyi di balik bilah Pedang Naga Api?", tanya Galuh Sekar yang juga penasaran dengan apa yang baru saja di katakan oleh lelaki paruh baya bertubuh kekar dengan wajah pucat itu.

"Dalam Pedang Naga Api tersimpan satu roh yang sangat mengerikan. Itu adalah Roh Naga Api, naga yang terbunuh oleh manusia dan rohnya di masukkan ke dalam Pedang Naga Api oleh Sri Lokapala, menantu dari Gusti Prabu Sri Isyana Wikramadharmottunggadewa. Asal kalian tahu, Sri Lokapala merupakan seorang pendekar sakti mandraguna yang memiliki kemampuan beladiri sempurna hingga bukan hanya manusia, bahkan para siluman pun mengakui kehebatannya.

Uhukkk uhukkk uhukkk...

Oleh karena itu, Sri Lokapala menyegel sebuah kemampuan yang bisa mengendalikan kekuatan Roh Naga Api di dalam darah nya. Sehingga setiap keturunannya akan bisa mengendalikan kekuatan Pedang Naga Api", Ki Randuseta tampak menghela nafas berat sebelum kembali melanjutkan omongan nya.

"Begawan Bagaspati masih keturunan dari Sri Lokapala karena dia adalah saudara tiri dari Prabu Makutawangsawardhana. Jadi cuma dia yang paling bisa mengendalikan kekuatan Roh Naga Api.

Jangan sampai pedang sakti itu jatuh ke tangan pendekar berwatak jahat. Karena ia akan menimbulkan kerusakan di muka bumi ini ", ucap Ki Randuseta mengakhiri ceritanya.

"Baiklah Ki Randuseta..

Aku berjanji padamu untuk melakukan apa yang kau inginkan. Aku dan kawan-kawan ku tak bisa berlama-lama di tempat ini, jadi esok pagi kami harus segera meninggalkan tempat ini", mendengar jawaban itu Ki Randuseta tersenyum lega. Setidaknya ada harapan untuk nya agar amanat dari Ki Bagaspati kawan baiknya bisa di lakukan dengan baik. Ia percaya sepenuhnya kepada Airlangga.

Malam terus berlari seperti hendak memburu pagi. Terasa waktu malam itu berjalan sangat cepat karena pagi hari telah menampakkan tanda-tanda kehadiran nya di langit timur. Perlahan, cahaya kuning kemerahan mulai mengusir gelap sang malam yang disambut dengan suara kokok ayam jantan yang terdengar bersahutan.

Pagi itu juga, Airlangga dan kawan-kawan meninggalkan kediaman keluarga Resi Pranata. Mereka meninggalkan sejumlah uang untuk perawatan Ki Randuseta juga membeli tiga ekor kuda milik lelaki tua itu. Setelah berpamitan pada Ki Randuseta dan Resi Pranata, mereka pun bergegas pergi memacu kuda ke arah timur.

Setelah meninggalkan Wanua Sembung, di tepi hutan kecil yang ada di timur wilayah Pakuwon Bojonegoro itu mereka berganti pakaian. Mereka semua telah sepakat untuk menggunakan pakaian pertapa agar semakin mengurangi rasa curiga terhadap mereka.

Usai berganti pakaian, Airlangga dan para pengikutnya pun kembali meneruskan perjalanan ke arah timur. Menyusuri jalan raya di sepanjang aliran Sungai Wulayu, mereka melewati beberapa pemukiman penduduk seperti Tejo, Sroyo dan Baureno sebelum akhirnya di tepi Alas Gajah.

Renggos yang sudah rewel karena merasa kelaparan karena matahari hari memang sudah mulai di atas kepala, langsung melompat turun dari kudanya setelah mereka berhenti di tepian hutan ini. Sebuah sungai kecil berair jernih dengan beberapa pohon pisang yang sudah menguning, langsung membuat lelaki bertubuh gempal itu berlari ke arahnya. Tanpa menunggu lama, ia segera meraup air jernih itu untuk melepaskan dahaga nya. Setelah itu, ia segera mengambil buah pisang matang yang ada di dekat nya.

"Hemmmmmmm enak sekali rasanya..

Pisang ini tak kalah dengan yang dijual orang di pasar besar Kotaraja Wuwatan. Mantap...", gumam Renggos sambil terus mengambil pisang raja itu. Tak sengaja, saat ia melihat ke balik batu kali besar yang ada di pinggiran sungai kecil, matanya melihat dua orang perempuan yang sedang mandi. Saat yang bersamaan, dua perempuan muda itu juga melihat ke arah nya dan keduanya langsung berteriak lantang.

Aaaaaahhhhhhhhhhh...

"Tukang ngintip perempuan mandi! Ada orang cabul disini...!!!", teriak dua perempuan muda itu bersamaan.

Sontak saja, Renggopati alias Renggos kaget setengah mati mendengar nya.

"Hei hei hei, apa yang kau katakan heh? Siapa yang sedang mengintip kalian? Aku sedang mengambil buah pisang ini. Jangan salah paham..", ucap Renggos membela diri.

Salah seorang diantara dua orang perempuan muda itu langsung meraih jarit nya, memakai pakaian sekenanya dan segera meraih sebuah pedang yang tergeletak tak jauh dari tempat nya mandi. Tanpa ba-bi-bu lagi, dia langsung menghunus pedang.

"Pertapa cabul!!

Akan ku congkel biji mata mu itu karena sudah mengintip kami mandi. Chhiyyyyyyyyyyyyyaaaaaaaatt...!"

Perempuan muda itu langsung melompat maju ke arah Renggos dan segera menusukkan pedangnya kearah kepala sang bekas perwira prajurit Medang. Renggos pun segera menghindar dan pertarungan pun segera terjadi antara mereka.

Sementara itu, seorang perempuan muda lainnya cepat mengenakan pakaian nya. Begitu rampung, ia mengambil pedang miliknya dan ikut menerjang maju ke arah Renggos. Keduanya mengeroyok Renggos dengan menggunakan ilmu beladiri berpedang yang sangat mematikan.

Teriakan keras dua orang perempuan muda tadi sontak memantik perhatian dari Airlangga dan kawan-kawan. Mereka yang sedang beristirahat di bawah pohon rindang di tepian Alas Gajah langsung bergegas menuju ke arah sumber suara. Begitu mereka sampai, mereka melihat Renggos sedang bertarung melawan dua perempuan muda itu.

Selain Airlangga dan kawan-kawan, nampak sepasang kakek nenek yang ikut datang ke tempat itu. Bisa dipastikan bahwa kedua orang tua itu masih ada hubungannya dengan dua perempuan muda ini.

"Ratih, Ratri..!!

Apa yang sedang kalian lakukan? Cepat hentikan pertarungan kalian!", teriak si nenek tua itu segera.

"Bajingan cabul ini sudah mengintip kami mandi, Nini..

Aku harus memberinya pelajaran agar dia tidak mengulangi perbuatannya lagi", ucap si gadis muda yang berpakaian sekenanya itu sambil terus mengayunkan pedangnya ke arah Renggos.

"Siapa juga yang mau mengintip mu, perempuan desa? Kau ini tidak cantik-cantik amat, jangan terlalu tinggi rasa percaya diri mu", balas Renggos yang semakin membuat dua gadis muda yang bernama Ratih dan Ratri ini marah besar.

"Pertapa mesum!!

Akan ku robek mulut beracun mu itu bajingan!!", ucap Ratih si perempuan yang berpakaian sekenanya itu sambil menyalurkan tenaga dalam nya pada pedang di tangan kanannya. Cahaya hijau kemerahan berpendar cepat di bilah pedang tipis itu.

Mata nenek tua itu melebar melihat apa yang dilakukan oleh Ratih. Perempuan tua itu segera menjejak tanah dengan keras lalu menghantam tapak tangan kanan nya yang berwarna hijau kemerahan ke tengah arena pertarungan antara Renggos dan kedua perempuan muda itu segera.

Whhhuuummmmm...

Blllaaammmmmmmm!!!

Ledakan dahsyat itu segera menciptakan sebuah gelombang kejut besar yang menyapu ke segala arah. Ratih dan Ratri langsung terpental. Saat itulah, si kakek tua yang sedari tadi hanya diam saja, berkelebat cepat menyambar tubuh kedua perempuan muda ini.

Di lain sisi, Narotama segera melesat cepat kearah terlemparnya Renggos. Hampir saja Renggopati alias Renggos celaka andaikata Narotama tidak segera bertindak. Di belakangnya, sebuah potongan bambu yang lancip di tepi sungai nampak menganga lebar.

"Matur nuwun, Nar...", ucap Renggos sembari mengatur nafasnya yang memburu.

"Matur nuwun matur nuwun ndas mu itu...

Kau harus lebih waspada terhadap keadaan di sekitar mu kalau berkelahi. Jangan main hantam saja sembarangan", omel Narotama segera.

"Iya iya hehehehe maaf..

Tapi aku sungguh tidak mengintip mereka Nar. Aku sedang asyik memetik buah pisang raja itu. Lah saat aku menoleh ke arah balik batu, ternyata dua gadis itu sedang mandi. Aku sudah berusaha untuk menjelaskan eh mereka malah ngeyel mengajak bertarung. Terpaksa aku membela diri ", ucap Renggos sembari menggaruk-garuk kepalanya yang terasa gatal.

"Dusta! Dia bohong, Kek...

Jelas jelas ia sudah mengintip kami mandi, masih juga tidak mau mengaku. Biar ku hajar saja dia", ucap Ratih yang terlihat paling emosi dari kedua gadis muda ini.

"Tutup mulut mu, Ratih! Sudah cukup!!

Aku tahu kau paling bisa membesar-besarkan masalah. Pertapa itu sudah berkata dengan sejujurnya. Dia tidak sengaja melihat kalian mandi. Jadi kesalahpahaman antara kalian cukup sampai disini saja. Mengerti kau?!", bentak kakek tua berpakaian serba biru tua itu . Hal ini langsung membuat Ratih langsung terdiam seketika. Dia tidak berani untuk kembali bersuara keras lagi setelah melihat nenek tua yang tadi memisahkan pertarungan melotot kereng pada nya.

Airlangga pun segera berjalan mendekati mereka.

"Kami meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada kalian, Aki Nini..

Teman kami ini memang sedang kehausan tadi hingga dia langsung turun ke sungai dan terjadilah kesalahpahaman ini. Saya mewakili nya mohon maaf jika ada kesalahan nya yang tidak disengaja ini", ucap Airlangga dengan sopan.

Mendekati tutur kata Airlangga yang lembut dan penuh kesopanan, sepasang kakek nenek itu manggut-manggut senang.

"Tidak apa-apa tidak apa-apa..

Cucu kami memang pemarah. Jadi kalian tidak perlu bersikap seperti itu. Sepertinya kalian semua adalah pertapa. Kalian darimana?", tanya lelaki tua itu segera.

"Saya Angga, ini istri saya Sekar. Kalau ini adalah Wirot dan Gareng. Kami sedang dalam perjalanan pulang ke Hantang.

Kalau boleh saya tahu, siapa Aki dan Nini ini?", mendekati pertanyaan itu, dua orang tua itu tersenyum tipis.

"Aku Mpu Hanggapraja dan ini istri ku Nyai Parwati. Orang dunia persilatan Tanah Jawadwipa mengenal kami sebagai Sepasang Dewa Pedang dari Gunung Bromo", ucap si lelaki tua itu dengan santainya. Narotama dan Renggos yang mendengar jawaban itu, kaget bukan main mendengar nya.

HAAAAAHHHHHHHHH??!!

1
Sint Uriel
nyi Rondo Kuning di Pendekar tanpa kawan🤣🤣🤣🤣🤣
Oezank Sbi
hatur nuhun kang ebez critaY
Ardan
kisah yg luarbiasa
Siti Puji R
jadi flash back ke pedang naga api kang Ebez... 👍👍👍
Siti Puji R
mantap kang Ebez..
Thomas Andreas
selanjutnya
Eda Eda
👍
Le Akasha
mantap
Lalu agus hartadi
Luar biasa
Lalu agus hartadi
Lumayan
Toto Priyantoro
Luar biasa
Toto Priyantoro
Lumayan
Ell Shalim
Luar biasa
SENJA
narotama yang nantinya jadi patih bukannya sudah ikut airlangga dari Bali yah?
SENJA
anjuk ladang itu sekarang nganjuk?
SENJA
sekarang apa mau timbul lagi itu selat? 😳
Uji Mughni
Luar biasa
Wan Trado
tidak lazim seorang selir dipanggil dgn sebutan gusti.. karena selir tidak punya kewenangan didalam istana
Elmo noor
siap mendukung Prabu Airlangga.. .
Elmo noor
OTW ketemu Malaikat..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!