NovelToon NovelToon
BERPINDAH KE TUBUH GADIS ANTAGONIS

BERPINDAH KE TUBUH GADIS ANTAGONIS

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Tamat
Popularitas:166.9k
Nilai: 4.6
Nama Author: Rosalyn.

Cerita sedang Hiatus, tidak diperkenankan untuk dibaca.


Bagaimana jadinya ketika Anak baik-baik yang begitu tahu akan adab tiba-tiba berpindah ke tubuh gadis Antagonis?

Yup! Alvina memasuki tubuh seorang gadis yang terkenal dengan nama Bad Gueen, pembully yang sangat jahat di sekolah Antareksa. Begitu memasuki tubuh sang gadis antagonis, hidup Alvina berubah 100 derajat dari kehidupannya sebagai Alvina, gadis sopan dan tahu adab.

Lalu, apa yang akan dilakukan oleh Alvina? Yuk saksikan kelanjutannya!

SELAGI LAGI CERITA INI HANYA UNTUK BERSENANG-SENANG UNTUK MELEPAS BOSAN AUTHOR, SEKIAN DARI ZEN. TERIMA KASIH 🥂

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosalyn., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HARI APES TIDAK ADA DI KALENDER

*Tak...suara cangkir yang diletakan di atas meja.

"Senang bisa menjamu keluarga Benson yang terhormat di gubuk reot saya ini," ujar pak Salim tersenyum ramah.

Semua orang lantas menanggapi dengan senyum mereka.

"Ah bapak ini ada-ada saja. Rumah sebagus ini kok dibilang gubuk reot," ucap Mega terkekeh.

"Benar pak Salim, rumah panggung yang terbuat dari kayu jati ini membuat saya terpana melihatnya," sahut Austin.

Pak Salim menyeruput kopinya "Ahh.." nikmatnya setelah menyeruput kopi hitam itu "Bisa saja Tuan Austin, Nyonya Mega. Rumah saya ini bahkan tidak sebanding dengan istana Tuan dan Nyonya. Tapi, saya sangat senang atas pujian itu," lanjutnya tersenyum ramah.

Mereka terus bercengkerama santai dan nyaman, sampai sebuah suara harus mengganggu pembicaraan mereka yang mengasikkan.

"Udah 1 jam Shopia gak datang kemari, apa ada masalah ya?" ujar Erlan.

Kelvin yang memang sudah memikirkan Shopia dari tadi pun langsung menyahut perkataan Erlan dengan cepat.

"Iya, apa kita samperin aja ya? Gue takut Shopia kenapa-napa," ucap Kelvin.

Pak salim menoleh nampak tertarik pada pembicaraan itu.

"Benar, sebaiknya non Shopia di samperin saja karena di perkebunan ini berdekatan dengan hutan, banyak ular yang berkeliaran" sahut pak Salim sehingga memancing kekagetan semua orang.

"Ular pak?" kejut Mega terbelalak

"Benar nyonya. Saya pun sebenarnya sudah berkali-kali mengusir ular-ular yang masuk ke perkebunan. Namun lagi-lagi ular itu datang" jelas pak Salim.

"Yasudah, sebaiknya non Shopia dan non Mila segera dijemput, takutnya mereka bertemu ular," lanjut pak Salim.

"I-iya pak. Pah, Mah, Kelvin pergi dulu," kata Kelvin "Yuk Lan," lanjutnya mengajak Erlan.

"Iya, hati-hati nak,"

Keduanya pun pergi dari sana untuk segera mencari keberadaan Shopia dan Mila. Sementara itu, sang empu yang sedang dicari malah sedang berjalan-jalan di kebun sambil memetik beberapa jeruk dengan senyum cerahnya.

"Enak banget siang-siang gini makan jeruk," celetuk Shopia tersenyum girang sambil menyuap jeruk ke mulutnya.

Namun di tengah-tengah kebahagiaan nya itu tiba-tiba ponselnya berdering sehingga kebahagiaan kecil itu tertunda.

"Siapa yang nelpon," gumam Shopia penasaran sembari merogoh HP miliknya di dalam tas selempang.

"Dokter Jacob?" heran Shopia "Ngapain dia nelpon," lanjutnya lalu mengangkat telpon tersebut.

"Halo pak, ada apa?"

🔊: Shopia, obat yang saya kasih sudah diminum atau belum?

"Tenang aja pak, saya udah minum 2 pil sesuai apa yang bapak suruh,"

🔊: Sempat merasa sakit tidak? Kalau merasa sakit yang parah, sebaiknya pulang saja. Kamu harus secepatnya menjalankan penyembuhan Audioterapi. Jika di tunda terus, ditakutkan Leukemia yang kamu idap bisa ditahap 2.

"......I-iya pak, saya paham kok. S-saya bakal usahain secepatnya. Tapi saya minta waktu buat jujur ke keluarga saya, bisa pak?"

🔊: Jika minta waktu terus bisa-bisa kamu yang tidak punya waktu, Shopia. Saya berkata seperti ini demi kamu, kesehatan kamu. Pokoknya secepatnya kamu harus jujur pada keluarga kamu, atau tidak saya yang akan turun tangan secara langsung!

"!"

"J-jangan pak, saya akan usahain kok. Saya janji, secepatnya akan jujur ke keluarga saya,"

🔊: Huft...baiklah, saya kasih kamu waktu. Tapi secepatnya ya!

"Iya pak, saya janji"

Shopia terus berbicara tanpa melihat keadaan sekitarnya. Bahkan tanpa sadar jika dari kejauhan ada seseorang yang memantau Shopia secara diam-diam.

Dengan pandangan tajam dan menusuk itu, Mila, sang adik angkat Shopia nampak tersenyum karena memikirkan siasat jahat di otaknya.

"Gue tahu harus apa" gumam Mila tersenyum sinis.

"Tapi, dari tadi Shopia ngomongin apa sih? Wahh apa jangan-jangan dia lagi ngomong sama om-om nya?" lanjut Mila berpikir tidak-tidak.

"Ah gak mungkin. Shopia kan si norak kampungan, mana bisa dia punya simpanan om-om," lanjut Mila lagi, sembari memperhatikan Shopia seperti sedang menyelidik.

Disaat Mila sedang memantau Shopia, justru di sisi lain, Kelvin dan Erlan yang sedang mencari mereka terlihat kesusahan karena pepohonan buah yang di tanam di kebun itu nampak menyerupai labirin panjang dan berputar-putar.

Mereka sudah berusaha untuk mencari sampai menelusuri beberapa blok kebun. Tak ayal mereka juga tersesat karena jalan yang mereka lalui lagi-lagi adalah jalan yang pernah mereka lalui.

"Gile... Kalau kayak gini caranya kaki gue bisa berotot," celetuk Kelvin ngos-ngosan.

"Gue udah nelpon Shopia dari tadi tapi dia lagi dipanggilan lain," ucap Erlan risau.

"Telpon Mila aja," jawab Kelvin nampak tidak senang saat menyebut Mila.

"Ok,"

Erlan pun mencoba untuk menelpon Mila dan menunggu sesaat, namun sayang panggilan itu tidak masuk karena nomor Mila tidak bisa di hubungi.

"Gak masuk," ucap Erlan mengerutkan keningnya.

"Coba lagi," suruh Kelvin sehingga Erlan kembali menelpon Mila.

........

"Gak masuk juga," ucap Kelvin lagi.

"Tck! Yang satunya lagi telponan, yang satunya gak aktif. Mereka kemana sih," risau Kelvin.

"Kayaknya kita harus berpencar deh. Kalau misalnya salah satu dari kita nemuin mereka, kita harus cepat telponan, gimana?" usul Erlan.

"...hmm... gak buruk juga. Ok, kita berpencar mulai dari sekarang. Tapi, HP gue ketinggalan di Vila,"

"Tck! Yaudah terserah lo!" jengkel Erlan.

Mereka berdua mulai berpencar, menelusuri tempat besar itu secara masing-masing. Sampai tak terasa jika hal itu telah banyak memakan waktu sehingga orang-orang yang masih di rumah panggung mulai risau.

Mega selaku sang ibu pun sangat merasa khawatir atas keselamatan Anak-Anaknya. Apalagi dia baru saja mendengar pernyataan pak Salim bahwasanya di kebun itu terdapat ular beracun yang terkadang-kadang suka lewat dan membahayakan.

"Pah, Anak-Anak belum juga kembali, gimana ini?" risau Mega, mondar-mandir di ruang tamu itu sedari tadi.

"Papa juga khawatir, Mah" jawab Austin, bohong jika dia tidak Khawatir, apalagi dia juga sudah mendengar jika di kebun ada ular berbisa.

Melihat kerisauan kedua orang di depannya, pak Salim pun mulai buka suara "Bagaimana jika kita susul mereka bersama-sama? Meski ular itu jarang muncul, tapi kita tidak tahu hari apes, karena hari apes tidak ada di kalender,"

"Baik pak Salim, tolong tuntun kami menelusuri kebun" ucap Austin "Dan Mama, tolong telpon Kelvin atau Erlan jika Shopia dan Mila tidak bisa di hubungi," lanjutnya.

Mega mengangguk dan kemudian mulai membuka daftar kontak untuk menghubungi Erlan.

*Tu...tut....tut...

"G-gak aktif," gumam Mega.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"!!"

"Akhhh... Sial! HP gue low batt" umpat Erlan merasa jengkel karena ponselnya Low batt dan tidak bisa digunakan untuk menelpon.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Gimana mah? Masih belum aktif?" tanya Austin risau namun berusaha untuk tetap tenang.

Mega bergeleng "Gak aktif, Pah."

"C-coba telpon Kelvin," suruh Austin lagi.

Dengan cepat Mega beralih ke nomor Kelvin dan menunggu beberapa saat....

*Tut...tut..tut...

"....Gak diangkat, Pah"

"!!"

Kerisauan mereka semakin bertambah, bahkan Mega hampir ingin menangis karena terlalu khawatir pada Anak-Anaknya. Begitu pun Austin, namun dia berusaha untuk tetap stay cool karena tidak ingin membuat sang istri semakin khawatir.

"Kita harus cepat cari mereka!"

^^^TBC~^^^

1
bubu
cerai aja sih
Bzaa
vote udah otw ya
Bzaa
kopi sudah otewe ya
Bzaa
sukses ya ka otor😘
Bzaa
😘😘😘
Bzaa
semangat terus ya kak😘
Bzaa
shopia the best..
Bzaa
semangat shopia...
Bzaa
rasakan pembalasan nya shopia
Bzaa
udah gK sabar nunggu yg mao jujur😅
Bzaa
rasain Austin, puas aku bacanya🙃
Bzaa
si babeh be*o bener jdi oen cubit hatinya
Bzaa
menyala shopia
Bzaa
si mila,
Bzaa
coba aja kl kamu berani mila, yg ada nyari penyakit kamu..
Bzaa
lanjutkan.... 😘
Bzaa
saatny bermain,, semangat shopi
Bzaa
semangat shopia
Bzaa
kasian shopia
Bzaa
mila memangnya gak ada keluarga aslinya, stlh ortunya ninggal gitu, malah numpang di rmh orang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!