NovelToon NovelToon
Tuan Muda Mengendalikan Hidupku

Tuan Muda Mengendalikan Hidupku

Status: tamat
Genre:Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Tamat
Popularitas:228.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: KOHAPU

"Belum ketemu juga!? Kalian akan mati jika tidak menemukannya!" Bentak Rafanda Airen, mengacaukan acara pertunangannya sendiri.

"Rafa, semua orang---" Kalimat Titania disela.

"Aiyue menghilang. Jadi jangan menggangguku dengan acara konyol ini." Pemuda yang melangkah hendak meninggalkan area ballroom.

"Dia hanya sekretaris! Asisten! Pembantu! Aku calon istri yang setara denganmu!" Teriak Titania, memegang jemari tangan Rafanda, bersamaan dengan beberapa pengawal yang menghalanginya pergi.

"Bukan! Aku yang memberinya nama Aiyue, sedangkan namaku Airen." Rafa tertawa dalam tangisannya mengeluarkan senjata api dari dalam jasnya.

Dor!
*
Bagaimana tentang seorang anak berusia 7 tahun, yang tersenyum dengan sengaja memilih bayi mungil untuk menemani hidupnya. Memberinya nama Giovani Aiyue, serupa dengan namanya Rafanda Airen.

Mengendalikan hidupnya bagaikan boneka, Aiyue adalah boneka kecil dalam kendalinya. Boneka yang pada akhirnya retak meninggalkannya,karena telah memiliki hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30. Salah Genre

Palsu dan asli? Mana yang benar? Hidan tengah mengobati luka cakaran pada lengan adiknya. Sedangkan Ryu kini tengah meminta maaf pada Enlai dan Emi.

Dirinya hanya dapat diam, terduduk di tepi tempat tidur dalam kamarnya. Air matanya mengalir, berusaha tegar."Kakak bukannya ada istilah darah lebih kental daripada air? Apa aku tidak berhak memiliki orang tua? Kenapa mereka ingin aku meniru Aya Himawari?"

"Jika boleh memilih, aku akan menyayangimu dari pada mendiang adik kandungku. Kamu tau kenapa? Terkadang pengalaman hidup bersama, melewati suka duka, dapat lebih berharga. Bahkan beberapa orang dapat membunuh saudara kandungnya sendiri karena karena berebut warisan bukan?" Sang kakak tersenyum, pada adiknya.

Luka cakaran yang begitu dalam, rambut acak-acakan itu disisir olehnya.

"Didepan kakakmu ini kamu tidak harus menjadi orang lain. Kamu adalah Giovani Aiyue, adikku, wanita karier keren yang tegar seperti batu karang." Hidan tersenyum, inilah adiknya. Apa yang salah dengan adiknya? Semua orang ingin putri mereka seperti adiknya yang cantik dan cerdas. Bahkan ketika sekolah menengah atas, ada banyak bocah yang diam-diam menyukai Aiyue tapi tidak berani mendekatinya, karena ada hewan buas pemakan manusia (Rafa) yang bagaikan memasang pagar pembatas.

"Aya Himawari adik kandung kakak, apa kakak tidak menyayanginya?" Tanya Aiyue pada Hidan.

"Karena memiliki darah yang sama, jika dia ada disini, aku akan belajar menyayanginya. Menghargai apapun yang dia inginkan. Dia tidak harus meniru dirimu untuk aku hargai. Tapi intinya bukan itu, intinya ini adalah Giovani Aiyue. Bukan Aya Himawari yang menyukai warna elektrik pink. Adikku tercinta adalah wanita kaku klasik, pecinta warna putih." Penjelasan dari sang kakak, Aiyue tertunduk air matanya mengalir.

"Apa aku akan dicintai? Mereka ayah dan ibuku." Ucapnya, ragu.

"Menolak lah jika kamu diminta menjadi orang lain. Sayangi dan hormati mereka dengan cara Giovani Aiyue. Seperti kamu merindukan dan menghormati orang tua kita yang telah tiada. Kamu bahkan sering melanggar perintah Rafa hanya untuk membersihkan makam dan mengunjungi mereka kan?" Sebuah sarana dari Hidan. Mungkin kakaknya ini tidak begitu cerdas. Namun, sang kakak yang paling memihak dirinya di dunia ini.

"Terimakasih, boleh aku memeluk kakak?" Ucap adiknya mengingat mereka mungkin tidak memiliki hubungan darah.

Hidan mengangguk, sebuah perasaan yang tidak berubah. Aiyue tetap adik perempuannya yang paling membanggakan.

"Aku menyayangi kakak..." Ucap Aiyue terisak, jika bisa dirinya berharap hasil tes negatif. Hingga dapat dilepaskan dari tempat ini, tinggal di tempat lain dengan Hidan.

Keinginannya cukup sederhana, memiliki pekerjaan, yang tidak menyita seluruh hidupnya. Memiliki kakak ipar yang baik, hingga membesarkan keponakannya nanti. Untuk masalah cinta, dirinya tidak memikirkannya lagi. Tidak ingin memulai hubungan dengan orang lain. Sedangkan Rafa masih ada dalam fikirannya. Pria yang mungkin sejatinya orang yang paling dibenci sekaligus dirindukannya.

*

Seperti Giovani Aiyue? Dirinya tidak lagi memakai pakaian berwarna elektrik pink tersebut. Kini gaun hitam putih yang terakhir dikenakannya lagi. Mengingat dirinya tidak dapat keluar dari tempat ini dan membeli pakaian.

Pelayan menghidangkan berbagai sea food. Dirinya duduk di samping Hidan penuh keheningan.

Hingga Ryu, Enlai dan Emi turun. Cara menyayangi orang tua, ala Giovani Aiyue dimulai. Dirinya menarikkan kursi untuk ibunya.

Kemudian meletakkan serbet di atas paha sang ibu. Dirinya pindah duduk di samping Emi."Apa saja yang ibu sukai? Apa ibu menyukai udang?" Tidak ada jawaban yang terdengar. Aiyue menghela napas kemudian meletakkan udang ke atas piring ibunya, disertai kentang.

"Aya kecil kami tidak akan melakukan itu. Aya lebih senang bermanja-manja pada kami." Ucap Enlai menatap sinis ke arah putrinya."Jangan bersikap baik, Aya tidak pernah---"

Bagaikan tidak mendengarkan ucapnya. Aiyue meletakkan kentang dan udang ke atas piring ayahnya."Ayah makan yang banyak," dirinya kembali tersenyum, menjadi boneka porselin mahal sudah terbiasa dilakukannya. Menahan segalanya.

"Aku tidak berselera, selain itu aku tidak menyukai udang." Enlai mendorong piring di hadapannya.

"Kalau begitu mungkin ayah menyukai cumi-cumi. Aku akan menukarnya." Ucap Aiyue, melekatkan cumi-cumi ke dalam piring ayahnya.

"Sudah aku bilang! Jadilah selayaknya Aya Himawari yang asli!" Bentak Enlai.

Aiyue tetap tersenyum."Ibu makan ya?" pintanya, menyuapi sang ibu.

Namun.

Prang!

Suara piring keramik membentur lantai marmer terdengar. Pecahan yang berserakan kemana-mana, sang ibu yang melakukannya seakan menolak kasih sayang putri kandungnya.

"Sudah aku bilang, Aya tidak akan melakukan ini. Dia akan duduk dan mengatakan makanannya enak sambil membuat tanda hati dengan jari tangannya." Ucap Enlai terdiam sesaat, menitikkan air matanya, mengingat mendiang yang telah meninggalkan mereka dua tahun lalu.

"Tolong bereskan ini dan ambil piring baru. Mungkin ibuku tidak dapat memakan makanan dengan rasa yang kuat. Tolong buatkan sup jamur." Ucap Aiyue pada pelayan, inilah caranya menyayangi orang tuanya.

Senyuman, segalanya berbeda dengan Aya Himawari yang manis dan manja. Dirinya bukan Aya Himawari.

Menunggu hingga soup siap, dirinya meniup-niup menyuapi ibunya."Makan ya?" Pintanya tapi sang ibu kembali menolak.

Bibirnya berusaha tersenyum, air matanya hampir saja mengalir. Siapa yang tidak akan merasakan sakit jika harus meniru sosok orang lain untuk mendapatkan cinta.

Jari tangan Aiyue membuat bentuk hati, seperti kata ayahnya."Enak..." ucapnya kembali mengambil sendok, berusaha menyuapi ibunya. Namun, kali ini berhasil.

Sang ibu membelai rambut putrinya."Aya..." panggilnya. Satu kata yang membuat hati anak kandungnya semakin sakit.

Sedangkan Enlai mulai makan dengan tenang. Mengaggap dirinya paling benar.

Ryu tersenyum padanya seakan bangga, ini artinya langkah Aiyue untuk memasuki keluarga ini semakin terbuka lebar.

Aiyue terdiam, namun siluet kesedihan mendalam ada dalam dirinya.

"Aku membenci warna elektrik pink karena terlalu mencolok, apa aku harus mengenakannya setiap hari?" Batinnya hanya tersenyum lebar, menyuapi ibunya bagaikan robot cantik yang memang disetting demikian.

"Aiyue." Hidan menghela napas kasar iba pada sang adik. Keluarga kandung yang lebih buruk lagi, tidak dapat menerima adiknya yang berbakti, benar-benar super sempurna baginya.

*

Sementara itu di tempat lain. Seorang pemuda berada di pusat perbelanjaan. Bukan barang-barang branded memang.

Tapi ini cukup untuk menutupi identitasnya. Berbagai macam wig dicoba olehnya, memakai warna pakaian mencolok, yang jelas merubah stylenya.

CV dan identitas palsu yang akan dibuatkan oleh sang hacker. Dirinya akan menjadi koki yang menghamili anak majikannya.

Maaf salah! Lebih tepatnya dirinya akan kawin lari dengan anak majikannya. Menghela napas berkali-kali, harus ada jerawat, karena wajahnya mungkin dikenali sekilas, tompel juga harus ada. Cara bicaranya tidak boleh tegas cenderung penakut.

"Aku harus menjadi gila dan tidak tahu malu agar dapat menculik istriku bukan?" Gumam Rafa, sedikit melirik ke arah etalase kaca dengan pakaian wanita di dalamnya."Apa aku harus menjadi wanita dan mengganti genre menjadi Yuri (wanita menyukai wanita)?"

1
✨Susanti✨
😩😩 ga ada lanjutannya kah kak?
✨Susanti✨
ga kebayang malunya gimana 🤣
✨Susanti✨
drama keluarga ini benar-benar membagongkan 🤣
✨Susanti✨
ini dia hiu megalodonnya 🤣
✨Susanti✨
🤣🤣🤣🤣🤣
✨Susanti✨
🤣🤣🤣🤣
✨Susanti✨
ya ampunn bengekk 🤣🤣🤣😭
✨Susanti✨
semua baru berasa kalo dah hilang
✨Susanti✨
🤣🤣🤣🤣
✨Susanti✨
hadirrr
sukensri hardiati
dah tamat aja...
sukensri hardiati
itu istrimu bau matahari krn ikut cari nafkah...nggak pantes jadi guru...
sukensri hardiati
ketahuan sama yoshida
Dila Dilabeladila
ko ngegantung ceritanya
...
kisah ponakan nya Dimas di cerita Valentino
mimief
huaaaa
masa tamat begitu aja🙄😭😭😭

but
aku puas banget,Rafa ketulah sama omongannya sendiri ya ttg bapaknya

nice ending
beautiful story'
love full buat othorrrrr
aku makin padamu
mimief
mending jangan senyum ini orang
malah jadi takut kita
mimief
wah rame .
aku suka keributan ini
kuaci udah abis Ama othor,CK
bentar lagi farell Dateng
makin serruuuu
Fitri ahmad: benar kak kalau ayah dtg.... aq suka keributannn
total 1 replies
mimief
kalau mau nyari alesan..ada 1001 alesan buat selingkuh
tapi kalau mang dr sana nya kau setia
ada 1001 alesan buat kau setia
hidup itu pilihan bukan,sekali lagi?
mimief
lagian kampung yg aneh yaa
biasa pada celap celup sama bini orang apa
kok kyk gitu di normalisasi kan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!