NovelToon NovelToon
BLUE EYES

BLUE EYES

Status: tamat
Genre:Persahabatan / Bullying dan Balas Dendam / Teen School/College / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 5
Nama Author: Sinho

Sosok wanita Cantik dan Ceria bermata biru menjalani harinya dengan semua masalah yang ada, Kisah misteri dan juga Asmara yang datang silih berganti ikut menyertai.

Teman dan musuh tak bisa terlihat dengan nyata, bahkan cinta dan obsesi sulit untuk dibedakan.

Lalu bagaimana semua bisa terlewati, bahkan kematian menyertai perjalanannya, bagaimana kisah ketegangan penuh trik dan intrik akan berakhir, dan misteri terungkap dengan segala tipu daya, bahkan kekonyolan yang ada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyesalan

Aftan segera pulang dan harus berpikir keras untuk langkah selanjutnya, lalu dirinya terpaksa menghubungi Ethan untuk meminta pendapat dengan resiko apapun nantinya.

"Sorry Eth, aku tidak bisa menyembunyikan perasanku lagi, dan semua itu muncul sudah lama, aku sadar itu salah, tapi aku_"

"Sudahi ocehan mu kak, Ailina yang terpenting saat ini, jelas perasaan kakak sudah membuatnya takut, cari dan perbaiki semuanya, Ailina dalam bahaya jika semua informasi yang Kak Aftan dapat itu akurat"

"Hem, thanks, kamu masih mempercayai ku"

"Jangan sampai Evan tau, bisa runyam urusannya, biar untuk sementara urusan perasaan kak Aftan hanya aku dan Ailina yang tau"

"Aku paham"

"Dan jangan berbuat aneh-aneh, Ailina sudah menganggap kak Aftan seperti kakak sendiri, jangan berharap lebih"

"Aku sadar akan hal itu, aku sungguh menyesal" sahut Aftan dengan suara lirih yang terlihat begitu sedih.

Aftan memantapkan hati, tak ingin mengambil resiko dan segera bersiap menjemput Ailina apapun yang terjadi.

*

*

Sementara di pagi hari yang begitu dingin, Ailina masih meringkuk di tempat asing yang baru pertama kali di singgahi.

Arsy masuk dan menyapa, sekaligus ingin memberitahukan bahwa sarapan sudah siap, kebetulan hari ini libur dan keduanya bisa santai di Apartemen saja.

"Kamu tidak ingin keluar?" Tanya Arsy.

"Tidak, aku ingin istirahat seharian" jawab Ailina sambil tersenyum dan melanjutkan sarapan paginya.

Setelah sarapan pagi, Ailina ingin kembali ke kamarnya, rasanya beristirahat dengan tenang dan tidak ada gangguan adalah jalan terbaik untuk menenangkan hati dan pikirannya.

Namun Arsy tak membiarkan hal itu begitu saja.

"Kamu ada masalah?" Tanya Arsy.

"Hem, sedikit" Ailina tak jadi berdiri dan masih duduk ditempat.

"Apa kamu mau berbagi denganku?"

"Rasanya tidak perlu Arsy"

Arsi terdiam sesaat, mencari cara bagaimana Ailina bisa terbuka membicarakan masalahnya.

"Aku tadi malam bertemu dengan kak Aftan"

"Apa?!" Ailina menatap Arsy seketika.

"Kenapa kamu terkejut?" Arsy berucap sambil menelisik.

"Aku tidak terkejut" jawab Ailina cepat dan merubah ekspresi nya.

"Tidak penasaran dengan apa yang dia omong kan?" Kembali Arsy memancing pembicaraan.

"Memangnya apa yang kalian bicarakan?"

Ailina kemudian meraih air minum yang ada di hadapannya, rasa haus seketika mendatangi saat Arsy memulai pembicaraan soal Aftan.

"Kak Aftan bilang kalau telah salah mengungkapkan perasaan."

Uhuk uhuk

Spontan air minum yang hampir membasahi kerongkongannya mengalir di saluran yang salah, hingga Ailina terbatuk dan terdesak.

Arsy segera menepuk punggung atas Ailina untuk meredakan, dan Ailina pun mengatur nafasnya kembali.

Berpikir cepat, rasanya tak mungkin kalau Aftan tidak akan mengambil tindakan, hingga saat ini yang ada dalam pikiran Ailina adalah bagaimana lagi harus menghindari.

"Ai, mau kemana!" Tanya Arsy terkejut melihat Ailina segera beranjak dari kursi makan dan melesat masuk ke dalam kamar.

"Aku harus segera pergi, kak Aftan pasti sebentar lagi akan kesini" jawab Ailina bergegas membereskan semuanya.

"Tunggu Ai, gak usah lari, lagi pula kak Aftan menyadari kesalahannya!" Seru Arsy.

"Aku tau, tapi sikap protektifnya pasti ada, aku masih tidak bisa tinggal satu atap dengannya, Trauma!" Seru Ailina membuat Arsy bingung akan ucapannya.

"Trauma?, Memangnya apa yang_"

Ting Tong

Terdengar suara bel pintu Apartemen yang membuat Arsy menghentikan ucapannya.

Arsy menatap Ailina sebentar, lalu mengangguk dan menyuruh Ailina duduk dengan tenang.

"Duduk dan jangan kemana-mana" Arsy menatap tajam Ailina.

"Heh, memangnya aku bisa kemana, pintu keluar masuk Apartemen ini kan cuma satu" gumam Ailina setelah mendengar konyolnya perintah wanita di depannya.

Setelah Arsy melihat siapa yang datang, membuatnya berbalik dan menatap Ailina yang sudah tak sabar menunggu informasi selanjutnya.

"Siapa?" Tanya Ailina pelan.

Arsy masih terdiam sambil menatap manik mata Ailina.

"Hanya Kak Aftan"

"What?, my God!" Teriak Ailina lalu segera melanjutkan beberes perlengkapannya.

Arsy masih terdiam mengamati Ailina, gerakannya makin cepat dan tak biasa, sesaat Arsy di buat terkejut dan akhirnya berseru.

"Stop, Apa yang kamu lakukan Ai?!"

"What?!, Tentu saja membereskan semuanya, aku akan pergi dari sini."

"Bukan itu, tapi kamu melakukan gerakan di luar_"

"Sstt, diamlah, gak usah mikir aneh-aneh, selamatkan aku, dan biarkan aku pergi dari sini dengan tenang, aku tidak ingin bertemu kak Aftan dulu."

"Ck, memangnya kenapa, kak Aftan pasti tidak akan memaksakan kehendaknya, soal perasaan kan tidak bisa di paksakan." Arsy lalu berdiri dan berniat membuka pintu tanpa ada kemauan untuk menolong Ailina kali ini.

"Jangan Arsy, begini saja, bilang ke kak Aftan aku sedang lari pagi belum pulang, setelah dia pergi aku akan keluar dari sini dan menghilang, simpel kan?" Alis Ailina naik turun memberikan usulan.

Bukanya menuruti apa yang disampaikan, justru Arsy memutar mata dan melanjutkan langkahnya, tak peduli lagi teriakan Ailina.

Ceklek

"Masuklah kak" ucap Arsy.

"Thanks, Ailina ada?"

"Dikamar, sedang beberes dan bersiap kabur" ucap Arsy dengan santai tanpa tau di dalam sana Ailina susah mengumpat dan mengutuk nya.

"Dimana kamarnya?" Tanya Aftan sambil berjalan di ikuti oleh Arsy.

"Di sebelah kanan kak Aftan" Arsy memberi petunjuk saat Aftan sepertinya hampir salah melangkah.

Terdiam sejenak, Aftan mengambil nafas panjang dan tangannya bergerak membuka pintu kamar yang tertutup.

"Ai?"

Ucap Aftan saat melihat Ailina sudah berpakaian santai tapi rapi, dan ada sebuah koper yang masih ada di sebelahnya.

"Aku pengen kita gak bertemu dulu kak, semuanya membuatku bingung" Ucap Ailina mengungkapkan perasaan.

"Aku minta maaf, aku yang salah, tapi perasaan itu muncul tidak atas kemauan ku, Cinta dan sayang tidak bisa di paksakan, aku minta maaf akan hal itu, dan sungguh Ai, aku minta maaf" ucap Aftan dengan tangan yang terjulur meminta sambutan.

Ailina masih saja terdiam, apa yang dikatakan Aftan semuanya benar adanya, bahwa perasaan memang tidak bisa di paksakan, kepada siapa harus berlabuh itu hanya tuhan yang tau.

"Aku akan tinggal disini kak, tapi hanya sementara waktu, sampai aku hilang dari trauma, apa yang ingin kak Aftan lakukan kemaren sudah keterlaluan"

"Tapi Ai, disini _" ucapan Aftan di tahan.

Arsy yang sedari tadi di belakang Aftan akhirnya tau diri untuk segera beranjak dan pergi, sebelum salah satu diantaranya akan mengusirnya.

Berlanjut dengan penjelasan yang diberikan oleh Aftan, ucapan dan segala pemikiran dikeluarkan oleh nya , dan mendapatkan kenyataan bahwa sepertinya Ailina masih harus menenangkan diri dan berdamai dengannya.

"Okey, aku pulang kalau begitu, dan akan kembali setiap hari sampai kamu mau pindah ke Apartemen ku."

Ailina hanya menoleh terkejut sesaat, kalau sudah perkataan seperti itu, dijamin Aftan tak akan mau lagi berubah pikiran.

Setelah Aftan keluar dari Apartemennya, segera Arsy masuk dengan wajah penasaran yang bertebaran bak bintang kecil di langit.

"Apa?" Tanya Ailina yang rupanya masih melanjutkan aksinya.

"Gak ikut kak Aftan?"

"Nggak."

"Lalu ini?" Arsy menunjuk koper, tas dan beberapa paper bag yang ada di dekat nya.

"Aku mau kabur"

Ailina mendorong sedikit tubuh Arsy yang menghalangi jalan pintu Apartemen.

"Tunggu Ai, kamu mau kemana?"

"Ck, ada, jangan khawatir" sahut Ailina berusaha santai, padahal otaknya masih loading mencari tempat yang masih belum dapat.

Tak bisa lagi di tahan dengan apapun, akhirnya Arsy kalah dan membiarkan Ailina melakukan apa yang diinginkannya.

"My God, aku harus kemana lagi?, Tidak mungkin kembali ke tempat yang kak Aftan tau, dia pasti akan mendatangiku lagi" batin Ailina masih terus berjalan dan berpikir keras.

Hingga kemudian, di kejutkan dengan sebuah mobil yang menghadang tiba-tiba.

"Kau?!"

Ehem, siapa nih kira-kira yang dilihat Ailina, sebelum ke bab berikutnya, ayo dong kasih HADIAH, VOTE, LIKE, KOMEN, dan Tonton IKLANnya.

Bersambung.

1
Wulan Dari
adiknya sky tepatnya kembarannya
Wulan Dari
adiknya sky si arsy
Wulan Dari
aku tuh dah beberapa kali baca cerita keluarga nugrsha gk pernah bosan bacanya walaupun baca berulang2kali suka semua novel mu thorr😍😍😍😍
Ummah Intan
Luar biasa
Gini Antika
eagle nugraha thorrr bukan brian
kalau brian nugraha itu turunan alex
Heryta Herman
sky sky..jadi lelaki ga genleman...kamu merendahkan harga diri wanita yg kamu suka..padahal adikmu juga wanita...hhuuhh..
aristi
sky kah???
Fafa Marketology
emang BLH ya klu sepupu
Rochman Syah
cerita tentang Evan & Ethan ad GK Thor...
penasaran in q nya😊😊
Elin Erliana
Lumayan
Suherni Erni
kenakan..balas dendam ngga jelas.cari tau dlu masalah sebenernya.otak udang dipake
Aya Yeyet
selalu keren Thor karya mu, trimakasih...
Renny Mamrat
Luar biasa
Whatea Sala
Selalu ku tunggu karyamu berikutnya.
Mas Chabibah Muslich
Luar biasa
erinatan
ututututu kacian babang sky cini cini akoh peyuk🤣🤣🤣
erinatan
pasti sky
erinatan
aku baru baca karyamu KK dan ini yg kedua cukup bikin penasaran juga semoga othor bisa menghasilkan karya2 yg lebih menakjubkan lg
erinatan
apkh Arsy ank sky
siti Hasanah
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!