Semua orang pasti memiliki Cinta Pertama..
Kapan waktunya kita tak dapat menentukannya..
Seperti yang dialami Intan , gadis remaja yang kini baru merasakan cinta pertamanya di sekolah menengah pertama..
Bagas kakak kelas Intan, sosok yang selalu membuat jantung Intan berdebar lebih cepat dari biasanya..
Dari sinilah perjalanan cinta Intan di mulai..
Bagaimana kah, kelanjutan kisah cinta pertamanya? akan kah terbalas? ataukah sebaliknya??..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nikma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pelatihan-End : Api Unggun
Setelah menyelesaikan semua misi pada hari itu, para murid diberi waktu untuk beristirahat.
Dan mereka akan kembali berkumpul pukul 8 malam untuk acara api unggun.
"Kak, tahun kemarin pasti juga ada acara api unggun kan? Ceritain dong gimana acaranya?" tanya Ifa antusias. Saat ini mereka sedang ada di asrama merebahkan tubuh yang seakan sudah ingin lepas dari tempatnya.
"Hmm ... Acara api unggun ya pasti ada api unggunnya lahh" jawab Lisa santai. Mendengar itu Intan dan Ifa hanya melongo sedangkan Farah berusaha menahan tawanya.
"Ya tau kak ... Namanya aja acara api unggun ya pasti ada api unggunnya kalo yang dibakar mayat pasti namanya acara kremasi" seru Ifa geram.
"Sudah-sudah. Lisa kamu nih, adek kelas tanya baik-baik kamu malah ngerjain." ucap Farah menegur temannya itu.
"Biarin, orang lagi capek ditanyain mulu. Padahal, nanti dia juga bakalan tahu." ucap Lisa cuek dan tetap menutup matanya.
"Ya maaf kak, kita kan penasaran. Ini acara api unggun pertama kami." ucap Ifa, ia sedikit merasa bersalah. Karna bagaimanapun memang saat ini mereka sangat lelah.
"Gak apa-apa, aku juga pernah ngerasin diposisi kalian kok. Dulu aku juga sama penasarannya kaya kalian gini, termasuk Lisa. Biarin aja dia." ucap Farah menenangkan.
"Makasih kak. Tapi, jujur aku masih penasaran banget." ucap Intan malu.
"Hahahaha ... Gini, bukannya aku gak mau kasih tau kalian. Tapi, disini acaranya walaupun sama tapi selalu ada hal yang dibuat beda tiap tahunnya, jadi yang pernah ikut pun gak bakalan tahu. Yang jelas untuk tahun kemarin, acara api unggunnya bagi aku menjadi momen yang gak bakalan pernah aku lupa. Dan aku yakin, tahun ini pun masih sama." ucap Farah bijak. Ia juga tersenyum kala mengingat acara api unggun yang ia ikuti sewaktu kelas 7.
"Aku makin gak sabar kak" ucap Intan dengan mata berbinar-binar yang diangguki antusias juga dengan Ifa.
Aku rasa, malam ini juga akan jadi malam yang gak bakal pernah aku lupa... Intan
Karna tak mendapat jawaban yang memuaskan, akhirnya mereka memilih untuk istirahat supaya lebih fresh saat acara nanti malam.
.
.
Semua murid sudah bersiap, dikala jam sudah hampir menunjuk angka 8 malam.
Kali ini mereka menggunakan dresscode kelas dan disetiap kelas juga memakainya.
Dikelas Intan sendiri dresscode nya cukup sederhana hanya kaos bewarna biru dongker yang ada tulisan identitas kelasnya dibagian belakang dan depan.
Oleh Intan, ia padukan dengan jeans hitam panjang dan untuk malam ini entah kenapa ia ingin menggerai rambutnya, alasannya ia baru saja mencuci rambutnya dan masih basah.
Setelah siap, mereka diarahkan menuju lapangan utama. Seperti biasa Intan dan Ifa berjalan bersama.
Ketika mereka baru saja keluar dari asrama, Intan cukup tertegun melihat lapangan utama yang sudah disulap sangat cantik.
Ditengah lapangan sudah disusun kayu yang cukup tinggi yang akan menjadi api unggun malam itu.
Diatas tumpukan kayu itu dibuat kerangka dari bambu dimana disana diikatkan beberapa kembang api yang cukup besar.
Lapangan utama itupun sudah dikelikingi oleh lampu kerlap-kerlip bewarna senada dengan beberapa lentera yang diletakkan mengitari lapangan.
Pendar cahaya kekunigan dari lampu-lampu itu membuat suasana malam itu cukup romantis.
"Wahh ... Keren sekali" ucap Ifa antusias dan dibalas oleh Intan dengan anggukan, tapi senyum cerah dan binar mata kekaguman tak menghilang dari dirinya.
Saat mereka berjalan ke arah lapangan utama, mereka diberi lilin kecil yang diletakkan pada wadah kecil, sehingga tak panas saat dipegang. Intan dan Ifa antusias menerimanya.
Kemudian mereka ikut duduk melingkari api unggun, berbaur dengan murid lain. Disini semua bebas untuk memilih tempat dan teman duduk. Tak dibatasi kelas ataupun kelompok, hanya warna baju mereka yang menunjukkan perbedaan disana.
"Kamu sudah datang?" tanya Bagas yang kemudian duduk disebelah Intan.
"I-iya." ucap Intan, sedikit terkejut dengan kedatangan Bagas.
Kenapa kak Bagas memilih duduk disini? Kenapa gak sama temen-temennya? Apakah dia sengaja untuk duduk disebelahku? Ahhhh.. Intan
"Hei, tuh kak Bagas mepet kamu terus tuh ... Hihihi" ucap Ifa berbisik ditelinga Intan. Mendengar itu wajah Intan merasa memanas.
"Husshh ... Sudah, kamu lihat sendiri juga tuh, kak Okky juga milih duduk sebelah kamu." sahut Intan tak mau kalah. Mendengar itu Ifa memonyongkan mulutnya kesal. Perdebatan mereka pun terhenti saat acara akan segera dimulai.
"Adik-adik apa sudah mendapatkan lilin semua?" tanya salah satu pembina yang berdiri ditengah-tengah lingkaran.
"Sudahh!!!" jawab serempak para murid.
"Ok, bagus. Semua pasti sudah tahu malam ini adalah acara api unggun. Gak usah terlalu formal disini, intinya malam ini kita akan bersenang-senang. Kalian boleh kalau mau nyumbang nyanyi atau menunjukkan bakat lain disini nanti, tapi sebelum itu kita perlu membuka acara api unggun ini. Kakak akan panggil perwakilan satu kelompok yang mendapatkan skor tertinggi sejauh ini, mereka akan bersama-sama membantu untuk menyalakan api unggun malam ini" ucap pembina menjelaskan, mendengar itu para murid sudah berbisik-bisik siapakah kelompok yang beruntung itu. Dan tak disangka-sangka itu adalah kelompok Intan, dkk.
"Intan, kita kepilih" ucap Ifa antusias, ia sudah berdiri dengan kegirangan. Sedangkan Intan masih tak mempercayai itu.
"Ayo, kita sama-sama nyalain api unggun." ucap Bagas sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk membantu Intan berdiri. Intan pun dengan senang hati menerima uluran tangan itu dan tersenyum senang.
Mereka sekelompok maju dan diberikan 5 obor yang sudah dinyalakan sebagai penyulut api unggun.
Masing-masing obor dipegang oleh dua orang dan Intan bersama Bagas, karna Okky mengajak Ifa untuk memegang bersama.
Mereka berdiri mengelilingi susunan kayu yang akan menjadi api unggun itu, para murid sudah berdiri dari duduknya.
"Dalam hitungan ketiga, kalian serempak nyalakan api unggunnya bersama yaa." ucap pembina yang diangguki oleh Intan, dkk.
Satuu ...
Duaaa ...
Intan menatap tangannya yang digenggam oleh Bagas yang sama-sama memegang obor. Ia menatap Bagas dan saat itu pandangan mereka bertemu. Bagas tersenyum lebar pada Intan dan Intan seperti tersihir dengan senyum itu ia pun juga tersenyum tak kalah lebar dari Bagas.
Tigaaa ...
"Ayoo." ucap Bagas pelan saat hitungan ke tiga.
Kemudian, mereka secara bersama menyalakan api unggun itu. Api merambat dengan cepat hingga keatas. Api itu mengenai kembang api yang tersusun diatasnya sampai.
Duar...
Duaarrrr...
Suara kembang api yang nyaring diiringi dengan indahnya gemerlap cahaya dilangit malam itu membuat susana semakin indah. Semuanya berdecak kagum menatapnya.
"Hangatnya api unggun adalah simbol dari persahabatan dan kerja kelas kalian. Kembang api itu melambangkan cita-cita dan harapan kalian yang harus terbang tinggi. Waktu boleh berlalu, tapi tidak dengan kenangan ini. Jadilah sosok yang lebih baik dari saat ini." ucap pembina membuat suasana semakin syahdu.
Benar.. Kenangan ini tak kan pernah terlupa.. Intan
Intan bertatapan lagi dengan Bagas dan mereka saling melemparkan senyum bahagia dan bangga.
.
.
Acara terus berlanjut, semakin malam semakin meriah pula acara itu. Mereka bernyanyi mengelilingi api unggun dengan saling berangkulan.
Ada banyak pula murid yang maju untuk menampilkan bakatnya. Intan cukup menikmati itu, ia sudah sangat senang diposisinya saat ini.
Duduk disebelah Bagas seperti ini, memandang wajahnya sangat dekat sudah membuat Intan tersenyum senang sepanjang malam itu.
"Intan, ikut aku bentar yukk" ucap Bagas berbisik ditelinga Intan karna keramaian disana. Intan cukup terkejut dengan ajakan itu, ia pun menatap Bagas bingung.
"Kemana?" tanya Intan penasaran.
"Sudah ikut dulu aja, aku jamin kamu pasti bakalan suka" ucap Bagas, sembari menarik tangan Intan dari duduknya.
Intan hanya menurut membiarkan Bagas menggandeng tangannya menuntunnya ke tempat yang dia tidak tahu.
Kak Bagas mau ajak aku kemana sih.. Apa jangan-jangan kak bagas mauu??.. Intan
Intan terus bertanya-tanya akan kemanakah Bagas membawanya, jantungnya saat ini sudah berdebar sangat kencang membayangkan adanya kemungkinan Bagas akan menyatakan perasaan padanya.
Mungkinkah??
.
.
.
Bersambung..
--------------------
Mohon maaf ya, aku gak terlalu pintar merangkai kata-kata.. Makhlumi jika tulisan aku ini gak sesuai harapan🙏👀
harusnya tokohnya sudah SMA minimal kelas 9 lah
sukaaa ceritanyaaa thorrr 😍
tinggalin jejak juga yaaa di novelku ASIYAH AKHIR ZAMAN 😊
mari qt slg dukung. like balik novel q
the thunder's love
mari saling mendukung terimakasih
Kutunggu kedatangan kalian.
Terima kasih.