NovelToon NovelToon
Pacarku Seorang Gengster

Pacarku Seorang Gengster

Status: tamat
Genre:Romansa / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Persahabatan / Cintapertama / Tamat
Popularitas:64.8k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora.playgame

Cerita ini berkisah tentang tiga sahabat cowo ganteng yang bersumpah untuk selalu bersama dan saling melindungi yaitu Arka, Kenzi dan Nino. Mereka berandalan yang berjuang untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan sehingga terjerumus ke dalam dunia hitam.

Pemimpin mereka Arka jatuh cinta pada Sania, yang merupakan kebalikan dari segalanya. Dia berasal dari keluarga dengan latar belakang yang sangat baik dan memiliki masa depan yang cerah sebagai pianis pemula.

Penyerangan terhadap Arka oleh sekelompok preman mempertemukan mereka ketika Sania menyelamatkan Arka.

Penasaran tentang bagaimana mereka jatuh cinta dan bagaimana Arka, dalam upaya untuk melindungi Sania?

Ikuti ceritanya di karya author yang berjudul
"Pacarku seorang gengster"

Jangan lupa kasih like, vote, favorit, hadiah juga, komentar terbaik nya ya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora.playgame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30

Sania merasa terkejut dan panik ketika mendapat kabar dari Nino bahwa Arka sedang dirawat di klinik karena terluka. Dia segera memutuskan untuk pergi ke klinik untuk melihat langsung keadaan Arka di temani Keyla.

Sesampainya di klinik, Sania membuka pintu dengan terburu-buru memasuki ruang perawatan di mana Arka sedang beristirahat.

Sania merasa sedih dan terharu ketika melihat Arka terbaring di tempat tidur dengan perban yang terbalut di pahanya dan berdarah. Arka terlihat lelah dan memejamkan mata, tidak sadarkan diri. Sania menitikan air mata ketika melihat kondisi Arka yang begitu rapuh.

"Arka...."

"Jangan hawatir... Dia baik-baik saja," kata Kenzi.

"Tapi dia keluar banyak darah...," lanjut Sania.

Sania segera mendekati Arka dan memegang tangannya yang terasa dingin. Dia merasa sedih dan takut kehilangan Arka. Sania merasakan denyut jantung Arka yang lemah dan dia merasa perlu untuk memberikan dukungan dan cinta kepada Arka selama proses pemulihannya.

"Arka... aku di sini. Aku tidak akan pergi ke mana-mana dan akan selalu bersamamu," ucap Sania dengan suara lembut sambil mengusap tangan Arka.

"Hei! Kenapa dia tidak di bawa ke rumah sakit besar saja! Klinik ini payah! Dia akan mati jika disini!, " Teriak Keyla menatap Nino dengan kesal.

"Hei! Apa kau bodoh! Jack akan menyergap kita di rumah sakit!," balas teriak Nino.

"Kenapa! Kita ada Pak Tedi, bukan?!," jawab Keyla tidak mau kalah.

"Om Tedi tidak akan selamanya berada di sisi Arka, kau sangat bodoh sekali!."

Keyla dan Nino trus berdebat hingga akhirnya Tedi datang dan melerai mereka berdua. "Sudahlah... Arka baik-baik saja, pembuluh darahnya tidak terpotong, jika malam ini dia tidak mengalami demam, maka dia akan cepat sembuh."

Kemudian Tedi menyuruh Nino dan Keyla untuk mengambil resep obat di apotek, awalnya mereka protes tapi pada akhirnya berangkat juga sambil ngedumel.

Setelah dua bocah itu pergi, Sania berkata pada Tedi, jika ia meminta membayar obat dan biaya perawatan Arka dahulu, karena saat ini dia tidak membawa uang, dan hal itu tidak di permasalahkan oleh Tedi karena dia memang wali Arka.

"Sania, entah apa yang harus aku katakan padamu, kamu rela meninggalkan rumah dan orang tuamu hanya untuk hidup menderita bersama Arka, kenapa?," tanya Tedi.

"Om Tedi, lebih baik sekarang kita fokus dulu pada penyembuhan Arka, apa khabar kita akan tetap merawatnya disini?," ucap Kenzi.

"Besok, setelah dia bangun... Kita akan membawanya pulang, Arka bisa sembunyi dariku, jadi aku pikir Jack pun tidak bisa menemukannya di rumah."

Kemudian Tedi memberi nasihat kepada Sania, jika Sania sangat mengkhawatirkan keadaan Arka, maka cobalah dia berpikir untuk perasaan orang tuanya yang juga sama mengkhawatirkan Sania. Setelah mendengar perkataan Tedi, Sania pun merenung lalu memegang tangan Arka lebih kuat dan membelainya.

Sania menghabiskan sepanjang hari di samping Arka, memberikan dukungan dan semangat untuk membantunya sembuh. Meskipun Sania merasa sedih, dia mencoba tetap kuat dan mendukung Arka dalam masa-masa sulit ini. Dia berjanji untuk selalu bersamanya selama proses pemulihannya dan membantunya melewati masa sulit ini.

Esok harinya...

Arka akhirnya diperbolehkan untuk pulang ke rumah. Meskipun sudah diberikan perawatan medis yang cukup, kondisi Arka masih terlihat lemah.

Sania merasa senang dan lega melihat Arka pulang ke rumah, namun juga merasa khawatir dengan kondisi Arka yang masih lemah. Sania membantu Arka untuk berjalan menuju tempat tidur dan memberikan minum serta obat-obatan yang sudah diresepkan oleh dokter. Setelah minum obat, Arka pun tidur dan istirahat kembali.

Sania terus memberikan dukungan dan perhatian kepada Arka selama proses pemulihannya di rumah. Dia membantunya untuk makan, minum dan beristirahat dengan cukup, serta selalu memastikan bahwa Arka merasa nyaman.

"Sania, kamu mau makan apa? Biar aku belikan," tanya Kenzi.

"Tidak usah, aku tidak lapar... Em, belikan saja untuk Keyla, dia juga belum makan," jawab Sania, saat melihat Keyla dan Nino tertidur di kursi rumahnya.

"Aku juga akan membeli makanan untukmu," jawab Kenzi lagi, kemudian pergi ke warung nasi.

Keyla, Kenzi dan Nino selalu setia membantu merawat Arka selama proses pemulihan. Mereka saling bergantian menjaga dan merawat Arka, sehingga Arka merasa lebih nyaman dan tenang.

Saat Kenzi berjalan keluar rumah, dia terus memikirkan kedekatan Sania dan Arka dan merasa tidak nyaman dan cemburu, lalu berkata pada dirinya sendiri, "Ayolah Kenzi! Apa yang kamu pikirkan?!."

Kenzi menggerutui dirinya sendiri karena sudah berpikir macam-macam tentang Sania, lalu secara kebetulan dia melihat orang tua Sania sedang mencari alamat rumah Arka. Kenzi segera bersembunyi dan menelpon Sania lalu menyuruh Sania untuk bersembunyi agar tidak din temukan orang tuanya.

Namun, Sania mengatakan, bahwa dia lebih baik menemui orang tuanya sekarang, karena cepat atau lambat mereka harus bertemu juga. Sania memutuskan akan bicara pada orang tuanya perihal dirinya dan Arka. Mendengar hal itu, Kenzi tidak bisa berkata apa-apa lagi dan hanya memberi dukungan saja terhadap Sania.

"Ayah, aku pikir ini tempatnya, Pak Tedi mengatakan jika alamatnya berada di sini," ucap ibunya Sania.

Lalu ayah dan ibu Sania hendak naik ke atas menuju rumah sewa Sania, namun saat di depan lift Sania sudah ada menunggu mereka. Sebelum mereka menemui Sania, ibu Sania mewanti-wanti ayahnya agar bersikap lembut dan tidak bicara dengan emosi, kemudian mereka menghampiri Sania yang sudah merasa tegang.

"Sania... Ibu sudah bicara dengan ayahmu, kamu tidak akan kami kirim ke luar negeri dan akan membiarkanmu belajar di Indonesia saja, jadi yuk pulang ke rumah, Nak...," seru ibu Sania.

"Ibu... Aku tidak bisa pulang sekarang," jawab Sania.

"Sania, kamu tidak bisa hidup dengan baik bersama pria itu kan... Lihatlah dirimu sekarang, ibu sangat sedih melihatmu, ke apa bisa berandal kecil itu menghukummu seperti ini."

"Ibu... Tidak seperti itu... Arka sangat baiknya padaku, dia selalu menjagaku," jawab Sania.

Merasa bujukan ibunya tidak berhasil, akhirnya ayah Sania yang sedari tadi diam dan memperhatikan saja, kini mulai angkat bicara dan menarik paksa Sania agar ikut pulang, namun Sania mencoba melepaskan tangannya dan berikukuh tidak ingin ikut bersama mereka.

"Suamiku... Jangan seperti ini, kamu sudah berjanji akan membujuknya dengan baik," kata ibu Sania.

"Dia sudah tidak mendengarkan kita jika bicara baik-baik, kita harus segera membawanya pulang!."

"Ayah, jangan paksa aku, aku tidak mau pulang!."

Plakkkkk!

Tamparan ayahnya mendarat lagi di pipi Sania sambil mengatakan, jika Sania tidak mau pulang tidak masalah, tapi dia akan membuat hidup Arka kesulitan dan akan menuntutnya atas penculikan gadis di bawah umur.

Lalu Sania berkata, jika ia akan tetap hidup bersama Arka dan jika ayahnya tetap ingin Sania pulang, maka dia akan ikut pulang, tapi dengan keadaan Sania yang sudah tidak bernyawa.

Mendengar hal itu ayah Sania semakin murka dan kecewa pada putrinya, karena putri yang selama belasan tahun ini dia urus dan lindungi, kini dia memutuskan meninggalkan orang tuanya hanya demi pria yang di cintainya.

"Sania, teganya kamu bicara seperti itu terhadap ayahmu, cepat minta maaf... Ayo kita pulang, Sania...," bujuk ibunya lagi sambil menangis.

Namun Sania malah berlutut dan memohon pada orang tuanya, "Maafkan aku karena sudah menjadi anak yang tidak berbakti, tapi aku sudah membuat keputusan, jadi lupakanlah aku dan jangan mencatiku lagi..."

Merasa sudah tidak tahan terhadap sikap putrinya itu, kemudian ayah Sania menyerah dan berkata, jika kini Sania bukanlah anggota keluarga mereka dan tidak ada hubungan apa-apa lagi, lalu membawa ibu Sania pergi dari hadapan Sania.

Ibu Sania terus memanggil putrinya itu agar berubah pikiran, namun Sania hanya menangis melihat kepergian orang tuanya. Kenzi yang sedari tadi berada disana menghampiri Sania dan berlutut mengimbangi posisi Sania, lalu memintanya untuk berdiri dan pergi dari sana.

Namun Sania malah terus menangis dan bersandar di bahu Kenzi. Dia terus mengatai dirinya bukanlah anak yang berbakti dan dia juga tidak ingin berbuat seperti itu hiks hiks hiks... Kenzi mencoba menenangkan Sania dan tetap membiarkannya menangis dan melepas kesedihannya.

🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

Bersambung...

Lanjut next episode... 👉👉👉

1
Ayano
Cih...
Bisa gak jack dimatiin lebih cepat?
Aku siap bawa pentung
Ayano: Pentungannya ada pakunya pasti mempan
total 2 replies
Ayano
Tidak semua yang bisa membuatmu bahagia. Kalau lu jahat ya jahat aja
Ayano
Apakah mulai ada tanda perselingkuhan?
Ayano
Waduh.. dateng gak pernah bayar
Ayano
Gyaaaa... semangka wak
Ayano
Bagian akhir tuh kayak sebuah awal drama dan kesalahanpahaman lain deh pasti
Ayano
Keinget sifat bebeb yang dulu yak 😅😅
Ayano
Keknya perlu dilestarikan juga sih orang-orang yang bisa Setia kawan. Soalnya udah hampir punah di jaman sekarang
Ayano
Jan macem-macem. Nanti ada aja masalahny. Cuma kali ini aku mesti dukung dan doain sih

Jan ampe sial kalian ya
Ayano
Aku sedikit tegang dan nungguin bagian ini
Ayano
Aku boleh ganti pasangan aja gak wak?
Kenzi sania aja boleh 🤣🤣🤣
Udah capek ama Arka dan tempramen labilnya nih
Ayano
Penasaran kapan kenzi akan kasih tau semua ke arka
Ayano
Sakit banget ngeliat sania habis seperti ini. Dia udah banyak makan pil pahit
Ayano
Jan gitu
Akan ada masa dimana kamu akan berubah jadi dirimu yang dulu

Arka belum tau kenyataan aja. Dia mesti digampar ama masalah baru bisa sadar kalau ada hal yang diabaikan selama ini
Ayano
Kau harus Setia ya nak 🤣🤣🤣
Nanti digantung ama Keyla kalau ketauan playboy lagi
Ayano
Berat cuy
Hubungan kalian juga mencurigakan sudah

Aku agak was was
Ayano
Mampus. Rasain
Jack harus mati kalau menurutku

Jan ampe Kenzi mokad plis
Ayano
AKU MAU JACK MAMPUS
Seriusan dah 😏
Ayano
Biar gak jadi bobrok
Ayano
Kenzi beruntung banget asli. Temennya pada care yak
Sayang kebenaran selama ini cuma kamu yang tau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!