Noda hitam yang sudah mengotori tak akan bisa di hapus oleh waktu. Menikahi perempuan yang pernah di sakiti tidak menjadikannya terobati. Tapi justru dendam akan menjadi bumbu rumah tangga. Tapi kini ia meminta maaf dengan kedatangan dirinya yang telah bertransformasi menjadi ustadz, apakah akan ada ujung dendam?
Simak kisahnya,,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma .R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30. Khawatir
Pagi Hari,
Mina dan Athar tampak memberangkatkan Tante Nurul untuk pulang. Ia pulang dengan di antar supir Athar.
"Jadi istri yang baik ya, maaf kalau Tante suka bersikap keras sama kamu, Tante lakuin itu karena Tante sayang sama kamu," ucap Nurul sembari memeluk Mina.
"Mina faham kok Tan, Mina juga minta maaf ya," ucap Mina di pelukan tantenya.
"Athar..tolong jaga Mina ya, Tante pamit," kata Tante Nurul seraya berpamitan.
"Insyaallah saya akan menjaga Mina Tan," balas Athar sembari menoleh ke arah Mina.
Tante Nurul pun berangkat pulang.
Mina masih menatap mobil tantenya yang semakin jauh.
Setelah itu barulah ia menatap Athar. "Aku mau bicara!" kata Mina.
"Bicara tentang apa,"
"Tentang kita, ayo duduk dulu di sana," ucap Mina yang mengajak athar untuk duduk di teras rumah.
Keduanya pun duduk di teras rumah sembari membicarakan sesuatu.
"Ada apa Mina.." tanya Athar yang amat penasaran.
"Kamu lihat kan kejadian semalam, itulah kenapa aku ingin kita cerai, karena aku hanya akan menjadi bahaya buat kamu," tutur Mina memaparkan keresahannya.
"Jangan bilang seperti itu Mina, itu bukan gara-gara kamu, lagi pula kita tidak bisa langsung menuduh Tante Maya sebagai pelaku kejadian semalam, siapa tau itu orang lain,"
"Ya itu memang bukan Tante Maya, tapi orang suruhannya,"
"Kamu belum ada buktinya kan,"
"Aku kenal dengan penampilan berjaket hitam itu, dia adalah orang suruhan tante Maya yang dulu jadi satpam di Butik," jelas Mina.
"Bukan berarti kita harus cerai kan, kita bisa cari solusi lain, aku juga bisa membuat banyak penjaga di rumah kita,"
"Tapi...ah udahlah kamu emang nggak ngerti," Mina tak tau lagi bagaimana cara mengingatkan Athar, ia benar-benar khawatir jika dirinya akan menyeret Athar ke dalam bahaya.
"Punggung kamu masih sakit nggak, kalau masih sakit kita ke dokter aja," tanya Athar
"Nggak usah, cuma sakit dikit, nanti juga hilang,"
...**...
Mobil Athar baru saja sampai di depan panti asuhan. Athar membuka pintu untuk Mina.
"Udahlah nggak usah, aku bisa sendiri," ucap Mina menolak perlakuan baik Athar.
"Nggak pa pa, kamu pantas di manjakan," balas Athar.
Mina menghela nafas panjang, "Aku nggak manja," ucap Mina. Namun kali ini ada yang berbeda, ia mencium tangan Athar tanpa paksaan atau perintah dari siapa pun.
Athar tampak terharu melihat sikap baik Mina, ia pun mencium kening istrinya.
"Hati hati di jalan ya, ih kenapa senyum senyum gitu, ada yang lucu? " Mina menatap Athar yang tampak senyum sedari tadi.
"Apa ini artinya kamu memaafkan aku?" tanya Athar mengingat sikap hangat mina sedari tadi.
"Aku kan udah bilang dari kemaren, aku udah coba buat berdamai dengan masa lalu, aku maafin kamu, tapi.."
"Tapi apa Mina,"
"Kapan kamu bisa menceraikan aku, kamu harus segera lakuin itu, sebelum kamu kenapa Napa, Athar..kamu berhak bahagia, kamu berhak hidup tenang, kamu berhak mendapat hak kamu sebagai suami tapi dengan cara mencari wanita lain, aku harus pergi dari kehidupan kamu," jelas Mina,
Mina masih ingat betul bagaimana dulu mantan suami Tante Maya yang meninggal karena dendam tantenya itu. Itulah mengapa Mina tak ingin hal yang sama terjadi pada Athar.
"Kita tidak perlu takut Mina, ada Allah yang akan menjaga kita, kalaupun aku harus kenapa-napa, itu mungkin sudah ketetapan Allah,"
Mina terdiam ia tak bisa lagi mengungkapkan kata kata apa yang bisa mengubah pemikiran Athar.
"Kamu jangan terlalu khawatir ya, aku pergi dulu, assalamualaikum," ucap Athar dan bergegas pergi
"Waalaikumussalam," jawab Mina dengan nada yang berat. ia masih khawatir sesuatu akan terjadi.
"Dan pada akhirnya aku harus mundur dari balas dendam ini, entah mengapa aku rasa aku tidak mampu lagi untuk meneruskan ini, aku hanya ingin hidup dengan tenang, dendam ku justru membuat ketidak nyamanan dalam hatiku," batin Mina yang sedang melangkah masuk ke panti.
Tiba-tiba hp Mina berdering, ia mengangkat telpon yang ternyata dari Tante Nurul.
"Assalamualaikum, kenapa Tan,"
"Waalaikumussalam, Tante mau ke kampung kakek dan nenek mu, mau ketemu saudara saudara yang lain, ada yang mau di urus, kamu sama Athar baik baik di sana ya,"
"Kok mendadak Tan,"
"Iya..maaf Tante baru kasih tau, sebenarnya dari kemaren tante emang mau pergi,"
"Oh iya..Tante hati-hati ya,"
"Iya Mina, Tante harap kamu bisa menjalankan tugasmu sebagai istri, tolong maafkan Athar, jangan lagi lakukan sesuatu yang buruk pada Athar," pinta Tante Nurul
"Aku udah maafin mas Athar kok Tan,"
"Baguslah kalau gitu, Tante harap kamu nggak bohong,"
Mina mematikan telpon itu, ia tak berani mengatakan bahwa tante Maya masih menjalankan misi balas dendam itu. Mina khawatir akan terjadi pertengkaran hebat antara kedua tantenya.
Mina tak menyadari bahwa sedari tadi Liana ada di sana mendengarkan semua pembicaraan Mina dengan Athar. Mina berbalik badan dan terkejut melihat Liana berdiri di belakangnya.
"Maaf tapi aku udah terlanjur dengar semuanya, aku bingung kenapa kamu ingin bercerai dengan laki-laki seperti ustad Athar, kamu tadi bilang karena kamu akan jadi bahaya? aku masih nggak ngerti," ucap Liana yang tak mengerti dengan kondisi Mina.
"Aku..aku.." Mina tampak tak mengerti harus menjelaskan apa.
"Udah nggak usah di jawab kalau memang ini sifatnya rahasia, lagian itu privasi kalian," kata Liana agar tidak menyulitkannya Mina.
"Makasih kamu udah ngerti,"
"Iya santai aja..mendingan sekarang kita ke dalam yuk," ajak Liana yang tampak pengertian pada Mina.
...**...
Sore hari, baru saja Athar Sampai di gerbang panti untuk menjemput Mina. Mina sudah sudah berlari menemui Athar.
"Akhirnya kamu datang juga, kamu nggak pa pa kan? tanya Mina menatap Athar dari ujung kaki hingga ujung rambut. Ia melakukan ini karena terlalu khawatir.
Athar kaget dan tersenyum melihat ekspresi khawatir Mina. "Seperti yang kamu lihat, aku baik baik aja, jangan terlalu khawatir, tapi makasih ya udah khawatir sama aku, itu tandanya kamu peduli,"
"Nggak..aku nggak khawatir, cuma takut aja kalau terjadi apa apa kan aku juga yang repot," elak Mina yang merasa malu, rasa gengsi masih menyelimuti kepeduliannya pada Athar.
"Itu mah sama aja Mina, itu artinya kamu takut kehilangan aku, apa ini artinya kalau kamu..."
"Kalau apa?" tanya Mina melotot
"Kalau kamu udah cinta sama aku," lanjut Athar.
Mina membalikkan badannya, ia merasa risih dengan pertanyaan Athar. "Ih kamu bicara apaan sih, ayok pulang," ucap Mina sembari bergegas masuk ke dalam mobil.
Makasih Thor..
aku tunggu karyamu yang lain..