Letizia Philip dari kecil hingga dewasa mendapat perlakuan buruk terhadap Ibu tirinya, karena tidak mau membuat cemas dan khwatir Ayahnya di tutupinya semua dan menerima semua perlakuan ibunya. Hari-harinya di jalani seperti biasa senyumnya yang indah menjadi obat baginya mengurangi tekanan hidupnya yang begitu pahit, mungkin sebagian orang-orang melihatnya dia wanita yang beruntung justru kebalikannya, Letizia sesekali mengunjungi tempat favoritnya yaitu Panti Asuhan di sana Letizia menghabiskan masa kecilnya bersama anak-anak Panti dan menemukan seorang sahabat yang baik Yana Rich, keluarga Letizia tidak ada yang tahu selama ini Letizia bermain di Panti Asuhan bahkan disana dia sesekali mengajari anak-anak Panti. Para pekerja panti sangat senang melihat Letizia yang begitu baik dan tidak mau mamandang status bahkan Letizia sesekali membawa makanan lebih dari restoran Ayahnya untuk dibawanya. Tidak terasa kebiasaan Letizia tercium oleh ibunya dan melarangnya untuk kembali Panti......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30
Selepas kepergian Brian, Letizia berjalan menuju ke kediamannya yang lama yang tidak lain rumah Bi. susi, langkah demi langkah akhirnya tiba. Gugub melanda sekujur tubuhnya tidak bisa di gerak sama sekali, air matanya keluar dengan sendirinya ketika melihat sosok wanita paruh baya.
"Bibi...!", teriak Letizia sambil memeluk, Mark mendengar suara teriakan langsung keluar.
"Bibi...?", ucap Mark kaget, Letizia menoleh dan memeluk Mark sangat erat.
"Mark?"
"Kakak, Nona Muda?", ucap Mark dan Bi. susi melepaskan pelukan Letizia, Mark memperhatikan Letizia dari atas hingga ke bawah.
"Apa yang kamu lihat Mark, jangan bilang kamu tidak senang melihat kakak?", ucap Letizia
"Hahahahah", Mark dan Bi. susi tertawa terbahak-bahak.
"Mark, Bi?", teriak Letizia
"Ok...ok... Sorri, Abisnya kakak lucu deh?", Mark memegangi perutnya karena tertawa lama.
"Lucu apanya, kamu tidak senang kakak pulang, kakak kangen banget tau sama kamu?", Letizia hendak memeluk tapi Mark mundur.
"No, jangan dekat-dekat?", canda Mark sambil menggoyangkan jari telunjukknya. Bi. susi dari tadi cekikikan melihat ke dua Majikannya itu.
"Kenapa Mark?"
"Apa Mark tidak merindukannku lagi?", ucap Letizia dalam hati.
"Aku tidak mau di peluk zombie jelek seperti ini, kakak ku Letizia itu sangatlah cantik", ucap Mark tertawa dan kembali memegang Perutnya, begitu juga dengan Bi. susi.
"Hahahahah...", Letizia kaget dilihatnya dirinya dari atas hingga ke bawah dan sadar bahwa Dirinya sedang acak-acakan wajahnya terlihat merah dan malu.
"Mark...Bi, bukannya di tolongin?", ucapnya setengah teriak, Mark langsung memeluk Letizia dan mencium keningnya.
"Abisnya kakak sih tiba-tiba datang wajah yang bar...bar...aku pikir tadi ada penampakan datang ke rumah ku, ehh... ternyata wanita Cantik", ucap Mark sedikit menggoda, masih tertawa tapi tidak sekencang tadi.
"Huh...Tadi kakak ke sial tuh di bandara dan apesnya lagi Taxi yang gue tumpangi mogok di tengah jalan, itu semua karena pria mesum itu, awas saja jika ku temukan akan ku jadikan dia sate, akan ku jadikan dia menderita seumur hidup", ucap Letizia kesal sambil masuk dan duduk, di remasnya jari-jari lentiknya. Mark dan Bi. susi kembali tertawa tidak karuan mendengar cerita konyol kakaknya.
"Hahahahahah"
"Mark kamu sedang mengolok-olok kakaknya"
"Tidak, hanya saja lucu kak"
"Huh...dasar bilang aja sekalian kakak ini vampir"
"Ok, ok, Mark minta maaf kak"
William yang sedang tertidur pulas, terjatuh dari tempat tidurnya dan memegang dadanya yang berdegub kencang, tubuhnya basah dan berkeringat.
"Mimpi apa itu, seperti kutukan saja, ih...amit-amit", ucapnya dan kembali tertidur pulas.
Mark dan Letizia Menikmati minuman hangat pemberian Bi. susi setelah selesai membasuh tubuhnya yang lengket.
"Ah...nyamannya", ucap Letizia
"Bi...ini aku bawa oleh-oleh untuk bibi, maaf bi Letizia hanya bisa membeli syal saja abisnya toko-toko di sana jauh dari tempatku"
"Makasih banyak Nona muda, ini sudah lebih dari cukup bibi sangat suka"
"Untuk Mark mana kak?"
"Tidak ada, abisnya kamu tadi mengolok-olok kakak", canda Letizia Wajah Mark langsung cemberut
"Hahahaha",
"Idih gemes deh lihat kamu Mark seperti itu, kakak tentu tidak lupa hadiah untuk mu mudah-mudahan kamu suka", Letizia memberikan Dasi berwarna Navy"
"Aku suka Thankssss", Mark mencium pipi Letizia.