NovelToon NovelToon
OBSESSION

OBSESSION

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Cintapertama / Bad Boy
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: My. dark

Antara mencintai atau obsesi itu beda tipis nggak sih?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My. dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hantu

Senyuman Jagat hari ini tak pernah pudar, hingga jam pulang sekolah telah terdengar, wajah tegang Arina selalu tergiang dalam otaknya.

“Lu kenapa?” tanya Baskara yang saat ini sebangku sama Jagat.

“Apa sih.” Ketus Jagat.

“Ingat Lu sore ini mulai ikut latihan,” jelas Baskara mengingatkan Jagat, karena sudah masuk ke dalam club basket nya.

Jagat hanya berdecih kesal, niatnya pulang sekolah ini dia mau menghampiri Arina, dan langsung mengajaknya belajar di rumah.

“Lu mau kemana?” Tanya Baskara saat melihat Jagat pergi begitu saja.

“Kelas Arina.”

“Ngapain?”

“Suka-Suka gue, dia kerja sama gue, awas Lu ganggu dia,” ancam Jagat.

“Apa hubungannya coba, dia kerja buat Lu, bukan pacar Lu.”

“Dia milik gue.”

“Dihh,” gumam Baskara kesal.

“Mana Arina?” tanya Jagat ke Mila, yang saat ini masih duduk di bangku kelas sambil membenarkan make upnya.

Milla tercengang hebat, saat melihat laki-laki yang dia idam idamkan berada tepat di depan matanya. “Arin-a?”

Jagat semakin menatapnya dengan tajam dan intens. “Hemb”

“U-dah pu-lang, dia nggak enak ba-dan.”

“Sakit?”

Mila mengeleng kepalanya cepat, “Dia habis melihat hantu pas jam istirahat tadi.”

“Hantu?”

Mila mengangguk cepat.

“Oh, thanks…” Jagat langsung pergi begitu saja.

“Omeegaatt…. Omeeeggaaattt…. Omeegaatttt…. Mimppi apa gue semalam, bisa lihat Jagat sedekat itu,” Mila mencoba menampar pipinya sendiri “Aawwww…..” Mila mulai mengelus pipinya sambil meringis. “NYAAATTAAAA AAAAAAA….” teriaknya girang. Dia langsung bergegas merapikan semua alat make up nya dan tidak lupa untuk kembali berkaca “Aaaaaaaaa…..” teriaknya lagi saat melihat lipstik nya yang sangat cemong, dan meleber ke mana mana. “Jadi dari tadi Jagat lihat gue kayak gini,” runtuknya sambil menghentakkan kakinya berkali-kali ke lantai. “Aaaa ngaak bisa nggak bisaaaa,” rengeknya yang penuh dengan penyesalan dan kesedihan.

Sedangkan di tempat lain, fokus Jagat terbagi saat berlatih basket bareng teman barunya. “Emang di sekolah kita ada hantunya?” tanya Jagat dengan wajah polosnya ke Edo, anak kelas lain yang setim sama Jagat.

Edo langsung terbahak, “Sekolah se’elite dan semegah ini ya kali berhantu, aneh-aneh aja Lu bro.”

“Gue serius.”

“Iya nggak mungkin lah, kenapa emang, Lu lihat hantu?” tanya Edo yang suaranya hampir terdengar oleh semua orang yang ada di ruangan tersebut.

“Lu juga lihat hantu?” Saut Baskara yang tiba-tiba mendekat. ”Soalnya Nina bilang, Arina tadi lihat hantu pas dari toilet.”

“Toilet, kapan?” tanya Jagat semakin penasaran.

“Tadi, pas jam Istirahat, mepet mau masuk kelas,”

Jagat terdiam sejenak, otaknya berputar kelorong waktu. “Gue hantunya,” gumam Jagat pelan.

“Maksudnya?” tanya Edo memastikan.

“Udah ayo latihan,” ucap Jagat mengalihkan pembicaraan.

“Nggak jelas emang itu anak.”

Setelah berlatih sekitar dua jam Baskara langsung membubarkan kegiatan mereka, “Gue pulang duluan.”

“Tumben?” tanya Andre yang sedang duduk selonjoran sambil bercucuran keringat.

“Biasa…” teriak Baskara sambil berjalan menjauh.

“Siapa lagi itu targetnya?” ucap Andre sambil geleng kepala.

“Kayaknya Arina deh, dia dari dulu ngincer Arina nggak dapet dapet,” jawab Edo.

“Gue duluan,” pamit Jagat secara tiba-tiba. Dia berlari ke arah loker dan mencari ponsel nya. Jagat mulai menelfon nomor Arina tapi tak kunjung di angkat.

“Dimana?”

“Angkat Arr.”

Dia mencoba beberapa kali lagi menghubungi Arina, tetapi tak kunjung dapat balasan.

“Arrr… angkat.”

“Lu dimana?”

“Awas ya sampai keluar sama Baskara.”

“Arrrrgggghhhhhhhh,” teriaknya frustrasi. “Kenapa hati gue sakit banget ya.”

Dia kembali menelfon nomer Arina, mencoba nya terus sampai berkali-kali. Hingga tanpa di sadari dia sudah ada di depan asrama sekolah tempat Arina tinggal.

“Mas Jagat ya?” Sapa seorang ibu ibu paruh baya. “anak pak Wijaya?”

“Iya, Bu.”

“Ada apa Mas, bisa ibu bantu, cari Arina?”

“Kok ibu tau?”

“Kan setiap sore pak Agus supir pak Wijaya mampir sini mas, ngantar Arina, bapak juga pesan kalau Arina suruh kasih kunci sendiri soalnya sering ngajar Mas Jagat dan sering pulang telat,” jelasnya.

“Sekarang Arina ada nggak? aku mau ambil tugasku.”

“Masuk aja Mas, kamarnya nomer 11.”

“Nggak papa?”

“Ya nggak papa, kan Mas anak bos saya, bebas masuk asal nggak masuk kamar aja.”

“Makasih.”

“Iya Mas, ngobrolnya di teras aja ya.”

“Iya.”

Dengan perasaan campur aduk Jagat menaiki setiap anak tangga, hatinya gemuruh tak karuan.

...----------------...

...“Hai, semoga suka ya, bantu Like, koment dan Vote.”...

1
Anggye syahab
ssdapnyaaa..lanjut dund kak🥱🤭
My.Dark: Mohon ditunggu kak, dan jangan lupa like dan Votenya ya🙏😍
total 1 replies
Anggye syahab
Kak..buat smpe nikah yaa😭😭
My.Dark: Nikah ngak ya🤭
total 1 replies
Anggye syahab
kerennn
Anggye syahab
Sukaa ceritanya..ttp lanjut ceritaa ya kak🤗
My.Dark: 😍😍😍 terimakasih kak🙏
total 1 replies
Anggye syahab
lanjut ceritanya kak
My.Dark: Hai kak Anggye, Mohon di tunggu ya 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!