Kesalahan yang dilakukan Azalea Calista membuat suaminya kecewa dan berakhir ingin menceraikannya. Namun demi cinta yang tumbuh di hati Alea, dia bertekad untuk mengejar kembali cinta sang suami.
Sayangnya Alea harus kehilangan Fathan karena laki-laki itu pergi tanpa berpamitan. Hingga suatu hari, keduanya kembali dipertemukan dalam keadaan berbeda.
Akankah mereka kembali bersama atau justru memilih saling melepaskan bersama pasangan baru?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 6 - Kerusuhan 2
"Hajar dia Le, gue udah gedek sama kesombongan dia!" pekik Ayumi memberi semangat pada Alea.
"Lo hina gue, gue masih bisa terima tapi lo hina orangtua gue, gue gak terima!" ujar Alea menjambak rambut Susan.
"Aww, lepasin gue sialan!" Wanita bernama Susan itu menjerit kesakitan, mencoba melepaskan tangan Alea dari rambutnya. Ia pikir Alea gadis lugu tidak bisa melawan, nyatanya pikiran dia salah tentang Alea.
"Hajar Le! Terus hajar!" pekik Ayumi lagi.
"Ck, kayaknya lo dendam banget sama boneka susan?" tanya Vale heran.
"Soalnya dia suka bully orang dan belum ada yang berani lawan dia."
Vale mengangguk paham.
"LO PIKIR GUE LEMAH? LO PIKIR GUE GAK AKAN MELAWAN! SINI, GUE KASIH PAHAM BIAR MULUT LO BISA DIJAGA!"
Alea melepaskan tangan dari rambut Susan lalu ..
Plak!
"Lo gila! Sinting lo!" sentak Susan tak mau kalah.
"Gue emang sinting saat ada orang yang berani menghina orangtua gue!"
Pertengkaran itu diperhatikan oleh banyak orang dan keadaan keduanya berantakan, rambut tak lagi rapi, baju pun sudah kusut.
"Gak tahu malu! Sinting! Murahan! Baru masuk udah goda dosen! Lo gak pantes buat pak Fathan! Modelan cewek kayak lo bukan tipe pak Fathan!"
Perkelahian keduanya merembet kemana-mana.
"Lo juga gak pantes buat Fathan, dia cuman milik gue! Milik kita! Jangan pernah coba-coba mendekati apa yang sudah menjadi milik kita!" balas Alea tak mau kalah. Kita yang dimaksud Alea adalah Azka dan dia.
"HENTIKAN!" beberapa dosen muncul, mencegah perkelahian keduanya, Fathan pun ikut melerainya.
"Dia setres Mas, dia mau rebut kamu dari aku, dari kita, aku gak akan biarkan itu terjadi." Tatapan Alea lembut, mengadu pada Fathan.
"Lo yang setres, baru masuk udah berani goda dosen, murahan lo!" seru Susan.
"Lo lebih setres Boneka Susan."
"Elo!"
"Elo!"
Alea dan Susan sulit dipisahkan, tangan Alea berada di rambutnya Susan dan tangan Susan menarik baju Alea hingga kancing bajunya copot beberapa memperlihatkan tangtop serta kulit putih bahunya.
"BERHENTI!"
Fathan menarik Alea ke belakang tubuhnya.
Bentakan itu menggelegar, seketika menghentikan mereka sekaligus mengejutkan banyak orang.
"Kalian berdua mau kuliah atau mau berantem, hah? Ini kampus bukan arena tinju." Salah satu dari dosen menggelengkan kepalanya.
"Kamu Susan, kamu senior disini dan udah sering buat ulah. Dan kamu Alea, kamu baru disini tapi udah bikin ulah, kalian berdua saya hukum!"
"Dia duluan pak, dia ngatain orangtua saya, saya gak terima lah," sahut Alea.
"Dia duluan pak, masa dia mau rayu pak Fathan? Itu namanya murahan, gak pantes cewek modelan dia jadi mahasiswi, pantesnya jadi wanita penggoda."
"Tutup mulut Lo!" bentak Alea hendak meraih rambut Susan lagi.
"Cukup Alea! Sampai kapan bikin onar terus? Dari dulu sikap kamu suka rusuh, oh saya tahu, pasti kamu di keluarkan dari kampus lama kamu dan pindah kesini karena kebandelan kamu. Kata Susan benar, perbuatan kamu tidak mencerminkan pribadi baik, justru kamu terlihat murahan saat kamu berusaha mendekati saya," tutur kata Fathan menusuk, menyakiti hati Alea.
Gadis itu terdiam mematung, menatap kecewa laki-laki dihadapannya. Lagi-lagi ucapan melukai hati Alea.
Perlahan tangan Alea gemetar naik, menggenggam erat bagian baju depannya menutupi bagian sensitifnya. Mundur perlahan dengan rasa kecewa menyelimuti diri.
"Sorry, saya salah," lirihnya pelan kemudian berlari dari sana.
**************
Belakang kampus.
Tangis Alea pecah dalam pelukan kedua sahabatnya, mungkin ia terima orang lain memarahinya, tapi Fathan, ia tak sanggup mendapatkan perlakuan seperti itu.
"Lo tenangin diri lo dulu, kita akan selalu ada buat elo, Le." Vale mengusap punggungnya Alea.
"Iya, jangan nangis gini dong, lo kan cewek kuat yang gue kenal, gue jadi ikutan nangis, ingus gue jadi keluar, nih," kata Ayumi
"Sialan lo, disaat bersedih gini masih aja ngomongin ingus," protes Vale menggeplak tangan Ayumi.
"Kan gue gak bisa nahan Vale, salahin aja Alea udah buat gue sedih ikutan nangis gini."
"Kok jadi gue? Kalian yang ribut masalah ingus malah gue disalahin, siapa suruh ikutan nangis." Alea melepaskan pelukannya, mengusap kasar air mata sialan itu.
"Udah jangan nangis lagi, kita balik ke kelas sekarang juga. Sekalian aja kemeja lo lepas Le, percuma di pake kalau gak ada kancingnya," kata Vale.
"Emanya dosennya masuk ya?" tanya Ayumi.
"Masuk lah, sebentar lagi masuk, makanya buruan ke kelas." ajak Vale.
Sedangkan Alea melepaskan kemejanya menyisakan tangtop warna hitam ngepas dibadan dan kemejanya ia ikat ke pinggang. Kulit putih mulusnya terekspos dengan cukup sempurna, menambah iri para wanita yang menginginkan tubuh ideal. Ia juga mencepol asal rambutnya menambah kecantikan walau asal.
Ayumi memindai penampilan Alea. "Keren Le, body lo aduhai meski udah pernah melahirkan."
"Gue jadi ingin tahu sama reaksi Fathan lihat gue berpenampilan seperti ini. Gue masih kesel saat dia marahin gue di depan banyak orang, gue kesel lihat dia membela boneka Susan, kali ini gue akan buat perhitungan sekaligus memastikan."
Ketiganya menjadi pusat perhatian terutama Alea menjadi pusat perhatian para lelaki yang memang menyukai dan mengaguminya.
"Alea, lo keren, gue suka gaya lo."
"Le, gue mau dong jadi pacar lo."
"Vale, Ayumi, kalian juga keren."
"Kiw kiw, cakep-cakep dan keren kalian bertiga."
Sementara di lorong menuju kelas, Fathan mengumpat kesal. "Gak bisa, dia gak bisa mengusik pikiranku. Kenapa dia harus datang lagi sih? Kenapa pula dia harus kuliah disini? Harusnya dia udah lulus tapi sekarang?" gumam Fathan dalam hati.
"Fat, lo punya hubungan apa sana anak baru tadi? Kayaknya kalian saling kenal?"
"Hah, enggak ada, gue sama dia engak ..."
Namun teriakan gombal ala remaja terdengar di telinganya.
"Alea mau gak jadi pacar gue?"
"Alea cantik, lo keren bisa lawan Susan."
Teriakan itu sangat menggangu telinganya Fathan. Dia mencari-cari asal suaranya dan seketika rahangnya mengeras, tangannya mengepal melihat objek pandangan.
"Cemburu kan lo, sok sok'an benci tapi jadi pusat perhatian gini kebakaran jenggot lo," gumam Aldi dalam hati mulai paham sama situasi tadi, dia meyakini keduanya punya hubungan belum usai di masa lalu.
Bugh.
Tangan kirinya memukul tembok tepat disampingnya. "Selalu saja buat keributan, tidak bisa dibiarkan. Gadis kecil itu bikin rusuh terus, jadi pusat perhatian, aku gak suka lihatnya," gumam Fathan dalam hati.
Dia berlari ke ruangannya lalu ia meraih sesuatu berjalan keluar kelas menuju wanita yang sudah memporak porandakan hatinya.
"AZALEA CALISTA!"