NovelToon NovelToon
My Lovely Presdir From The Mars

My Lovely Presdir From The Mars

Status: tamat
Genre:CEO / Playboy / Pengantin Pengganti / Romansa / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Gadis cantik ber'dress bunga itu adalah Cut Aisyah Zahra Ananta, lulusan universitas keperawatan yang harus menerima takdir perjodohan akibat kelakuan absurd kakak keduanya. Dipertemukan di sebuah pusat perbelanjaan, membawa keluarga Zahra pada keputusan menjodohkannya dengan salah satu dari 2 orang saudara kembar seorang pengusaha ternama.
Siapa sangka, si kembar berbeda sifat ini adalah teman dan musuh kecilnya dulu. Lantas siapakah yang akan menjadi pendamping sejati Zahra.

"Abi, Umi! Zahra ngga mau sama dia! Yang tampilannya kaya alien dari Mars, kelakuannya minus kaya kacamata umi!"

"Cewek cerewet bin harimau, gembul gitu jauh dari tipe gue. Buat lu aja!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DUA SEJOLI

Ganesha memutar stir hingga masuk ke dalam halaman sebuah cafe, matanya mengedar mencari tempat parkir namun sesaat kemudian petugas parkir ber-rompi orange mengarahkan ke area kosong dengan bunyi peluit memekak'kan telinga. Cukup ramai, jelas! Karena ini jam makan siang dan kawasan ini dekat dengan area perkantoran.

Prritt---prrittt!

Tak ada aturan tiupan untuk setiap bunyi yang dihasilkan, sepertinya sang juru parkir hanya memakai ketukan batin agar pengendara tau jika itu adalah kode untuk mundur, maju, kanan dan kiri.

"Oke, sip!" ucapnya.

"Momy udah di dalem duluan sama tante Kara, ngga apa-apa kan ada tante Kara? Beliau ngga ganggu kok, sekalian ikut siapin buat acara tunangan kita," ucapan Ganesha seperti sebuah jangkar yang siap menyeret Zahra pada pelabuhan esok yang tak tau akan seperti apa. Lama sekali ia tersesat dalam kebingungan, ia hanya akan menyerahkan semuanya pada Yang Maha Kuasa.

"Iya."

Seolah berjalan tanpa jiwa, sejak tadi nyawa Zahra seperti tercecer di jalanan mirip plastik mie instan. Begitu pula saat Ganesha meraih tangan dan menggenggamnya, seakan tangannya mati rasa.

Mata indah Zahra tertumbuk pada genggaman Ganesha yang kini bertaut di telapak tangan Zahra tanpa ada balasan dari gadis itu.

Suasana cafe dengan harum kopi dan cream vanilla menyengat di penciuman, hawa dingin dari AC begitu terasa menyejukkan kulit untuk cuaca sepanas ibukota.

Dari awal pintu masuk cafe saja Zahra bisa melihat band cafe yang sedang menghibur para pelanggannya.

# Untuk apa terus memaksa

Bertahan hanya terluka

Rasa kita tak lagi sama

Tak lagi saling cinta

Memang kita telah lama

Namun apalah artinya

Cinta tapi tersiksa

Tak kan nyaman jalannya

🎶 Jangan dipaksa

Bila semua tlah berbeda

Untuk apa pertahankan

Jika kita tak sejalan....

⭐ Ziva Magnolya--Pilihan Terbaik.

Hatinya mencelos, hati yang tengah galau semakin meredup seolah Tuhan tengah menjawab semua do'a-do'a di sujud sepertiga malam Zahra, lewat sebuah lagu yang tak sengaja dinyanyikan oleh band cafe.

Di meja dekat area kasir mata Zahra dapat melihat momy Ica dan tante Kara sedang haha-hihi bersama seorang pria dewasa lain, ditemani secangkir kopi dan makanan pembuka, entah apa yang mereka bicarakan nampak asik tak terganggu dengan aktivitas disekitarnya, mungkin rumus to gel atau arisan tuyul.

"Mii," sapa Ganesha ketika jarak mereka tak lagi jauh. Degupan jantung Zahra semakin menjadi saat di depannya calon mertua tersenyum lebar, baginya ini seperti eksekusi masa depan.

"Assalamu'alaikum, tante."

"Wa'alaikumsalam."

"Hey...udah nyampe, macet ya? Jakarta emang macet tiap waktu. Padahal si komo kan udah meninggal," ujar Ica menerima salim takzim Zahra.

"Hah?! Kapan, tante tau?" tanya Zahra terkejut, sontak saja pertanyaan itu ditertawai Kara, Keanu dan Ganesha, omongan Ica pake diaminin ya auto dikerjain.

"Iyalah, masa dari jaman ta*i ayam di abuin masih aja si komo lewat, ngga nepi-nepi...ini udah taun 202X si komo udah innalillahi..."

"Ish, tante kirain beneran." Zahra duduk tepat di depan Ica bersama Ganesha di sampingnya.

"Om," sapa Ganesha pada pria berkacamata bingkai bulat itu, nampak tampan nan rapi.

"Oh ini calonmu Nesh, berasa udah tua gue!" ujar Keanu, Zahra mengangguk singkat.

"Namanya Zahra om," balas Ganesha.

"Iyalah, Caspia juga udah mau masuk kampus kan?" tanya Kara padanya diangguki Keanu.

"Mau pesen apa?" tawar momy Ica pada Zahra.

"Apa aja tante, asal jangan air kobokan..." jawab Zahra terkekeh, Ica tergelak sementara Kara dan Keanu hanya bisa melongo, mertua menantu sama-sama somplak.

"Emang paling bener nih calon mantu gue!" balas Ica. Keanu tertawa, "kamu lolos jadi calon mantu satu frekuensi," ujarnya pada Zahra tertawa membuat matanya menyipit.

"Ya udah, gue tinggal dulu ya..sambil siapin pesenan kalian dulu," Keanu beranjak pergi dari sana.

Ganesha menatap Zahra, gadis yang sempat membuat hatinya berpaling, tapi ia mengenyahkan semuanya mengingat rencananya. Bayangan Cyara tetap bertahta di hati.

Bang Dewa adalah tipe manusia nekat, kalo memang rencana gue berhasil maka dia bakalan ngacauin semuanya, entah itu acara hari ini, pertunangan atau nikahan gue nanti.

Ganesha melirik arlojinya berkali-kali.

"Ada yang ditunggu Nesh?" tanya Kara yang sadar akan gelagat Ganesha, membuat Ica dan Zahra serempak melihat Ganesha.

"Oh engga tante," jawabnya. Sejauh ini acara makan siang mereka aman, cuaca begitu cerah, situasi aman terkendali, tapi entah kenapa perasaan Ica seperti ada yang mengganjal.

Kartu kredit udah dibayar abang kan?

Bibi ngga lupa matiin kran air kan?

Debit, uang cash dibawakan? Takutnya ia tidak bisa bayar makan siang ini.

Kerupuk udang tadi dijemur bibi di halaman belakang kan?

Atau ia lupa bayar arisan lato-lato?

"Momy kenapa?" tanya Ganesha pada Ica saat melihat ibunya itu beberapa kali melihat ponsel dan tas.

"Ada yang ilang Ca?" tanya Kara.

"Engga--engga. Engga ada yang salah sih, tapi kok perasaan gue kaya ada yang ngeganjel gitu," ia buru-buru mengambil ponsel secepatnya menelfon sang suami, maklum lah, emak-emak korban sinetron pintu doraemon ya begitu, kemakan adegan firasat buruk.

Setelah memastikan jika Jihad baik-baik saja tidak sedang sakit jantung, sakit hati, ataupun kejepit utang ia mengurut dadanya lega. Bahkan Zahra pun dapat menelan jus yang ia minum dengan lancar jaya tanpa hambatan berarti setelah beberapa saat tadi berasa seperti diantara kebimbangan.

"Ji kenapa Ca?" tanya Kara, sama seperti Kara, Ganesha dan Zahra ingin tahu dengan jawaban Ica.

"Engga, alhamdulillah abang ngga kenapa-napa, ngga lagi kepincut janda bolong," jawabnya ngasal.

Ia meneguk air putih miliknya, " lanjut deh lanjut...eh iya, kapan jadinya mau acara tuker cincin? Momy mau kita adain di hotel tante Kara, bisa kan Ra?" Ica menoleh pada Kara.

Zahra menatap gamang pada ketiga penghuni meja ini, ia menyimpan gelas jus yang sejak tadi ia nikmati, sementara piring berisi makanan belum tersentuh sama sekali.

"Bisa dong! Buat Ganesha apa sih yang engga," jawab Kara meraih gelas es teh manis.

"Kalo Ganesh ikutin jadwal keluarga Zahra mii, mereka kan abdi negara yang ngga bisa seenaknya libur atau cuti..." kini Ganesha melihat ke arah Zahra, mendadak ia seperti sedang dihakimi di akhir jaman. Rasanya badan Zahra semakin ciut saat ketiga pasang mata menatap seperti melucutinya.

"Emh, kalo abi sama umi---"

"Tes!"

"Minta perhatiannya sebentar ya guys,"

Suara itu, seperti dikenalnya. Momy Ica yang sedang mengunyah makanannya pun mengerutkan dahi dan jidat begitu dalam. Bahkan Kara sudah mematung menggigit sedotannya demi mempertajam pendengaran.

Itu suara berasa kaya kenal?

"Gue cuma mau nyumbangin satu lagu buat seseorang yang spesial. Ya walaupun suara gue ngga bagus-bagus amat tapi lumayan lah buat gantiin suara nyamuk. Maafin aku Ra, pernah nolak buat dijodohin dan ternyata setelah mengenal kamu, aku sayang sama kamu...."

"Ca, suara anak lo bukan sih?" tanya Kara.

"Usap air matamu, yang menetes di pipimu.

Kupastikan semuanya akan baik-baik saja.

Bila kau terus pandangi, langit tinggi di angkasa.

Tak akan ada habisnya s'gala haz rat di dunia.

Zahra tercipta di dunia, untuk menemani sang Dewa, begitu juga dirimu tercipta tuk temani aku...."

⭐ DUA SEJOLI---DEWA 19

Zahra mematung dan membolakan matanya saat dengan jelas telinga gadis itu mendengar namanya disebut. Begitupun Ganesha, Mom Ica dan tante Kara. Pandangan mereka langsung menoleh ke arah panggung kecil di depan sana, sesosok lelaki tampan dengan jaket kulit dan celana jeans hitam lengkap dengan rambut yang diikat satu tengah menggenggam mik yang menempel di standmicrophone sambil bernyanyi.

"DEWAAAAAAA !!!!"

Brakkk!

Ica menggebrak meja sampai gelas bergetar. Mendadak lautan dilanda tsunami.

"Ji! Buruan ke cafe Keanu!" Kara langsung memutus panggilan sepihak, sementara di cafe Keanu kini tengah chaos karena Ica menyeret Dewa dari atas panggung tanpa ampun, layaknya bini tua geret bini siri.

.

.

.

.

.

1
Maritanias
😘😘😘😘😘
Dicky Sugandi
kereen
Sri Ariyanti
aku mampir lagi thor
Mini Amora
ucapan adalah doa loh Dewa...
istri yaaaa

nahhh zahra gak mau pnya kk ipar kayak dewa... lah nanti kan jadinya suami yaaaa😄😄😄
Mini Amora
ya Alloh author ku sayang... aku padamu bgtttttttt dehhhh... bener² yaaa kerennnnn lahhh mommy ica besanan sama umi salwa😍
Mini Amora
klan Ananta ini tuh justru saya bacanya dari Sagara dulu baru abi Zaky umi Salwa, lanjut al fath Fara trus Rayyan Eirene skrg si bontot Ananta dehhh de Zahra.... 😍
Ganendra Dimitri
iya bener mana ada perawat sampe segitunya. apalgi cuma pasien bpjs. urusan minum obat ya urusan keluarganya. mau pasien minum obat apa g perawat g ngurus. 😄
Nani Haryatiyati
astaga 🤣🤣🤣🤣🤣
Nayra Apriliani
ngarang lu ya bang...😆😆😆
Netiihsan
tes mental buat dewa🤣🤣
Hani Ekawati
Owh Panji disini masih di cebokin😂🤭 aku malah baca kisah Panji dulu yang sekarang masih on going. Berarti Zahra istrinya dewa itu tantenya Panji ya😁
Ida Hamidah
haddeuh cape iiih baca novel KA sin...ketawa terooss...😄😄
Diaz Nayla Az Zahra
itu hanya berlaku untuk RS eksklusif dan pasien VVIP,kalo perawat di RS tingkat kabupaten kok boro2 selembut dan seperhatian Zahra,nusukin jarum aja gak pake perasaan plus muka jutek bermasker
Triana Oktafiani
Terrrrr The Best 👍
Yuli wiji Rahayu
Luar biasa
Bunda Fiya
/Good//Good//Good//Good//Good/
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
itumah mau lu aja🤣
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
🤣🤣🤣
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
sabar ya om miki🤣
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
astaghfirullah🤣🤣astaghfirullah🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!