“Aku akan mengganti uang mu. Tapi tolong lepaskan aku.”
“Dengan cara apa kau membayar nya? Bahkan untuk selembar kain pun kau tidak memilikinya!”
“A—aku akan bekerja, dan membayarnya dengan cara mencicil.”
“Aku bukan tukang kredit! Menikahlah dengan ku, dan bersandiwara lah di depan kakek tua itu, setahun ke depan aku akan melepaskan mu dan membebaskan hutang mu!”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kadaluarsa
...~Happy Reading~...
"Turun!" ucap Davis datar.
Dengan terpaksa, tangan nya hinggap untuk menangkup pinggang bawah Nichole dan berniat untuk mengangkat gadis itu dari pangkuan nya. Namun, ternyata tidak semudah yang ia bayangkan, karena Nichole justru semakin merangkul leher nya, dan menahan dirinya agar tetap bertahan.
"Bukankah umur kamu sudah tua ya? Masa sih, kamu gak mau mencoba nya? Aku istri sah kamu loh," kata Nichole dengan tersenyum menatap wajah Davis.
Tak hanya senyuman menggoda, namun gadis itu semakin berani merebahkan kepala nya di bahu Davis. Sehingga, membuat Davis bisa merasakan hembusan napas Nichole di ceruk leher nya.
"Turun, Nichole!" seru Davis semakin frustasi.
Biar bagaimana pun, dirinya laki laki normal. Dan Sekuat apapun ia berusaha menahan, seperti yang di katakan oleh Nichole, bahwa gadis itu sudah menjadi istri sah nya. Yang tidak menutup kemungkinan bahwa Davis akan lepas kendali.
"Aku tidak mau!" kata Nichole langsung memanyunkan bibir nya, "Kamu tahu kan, aku hanya sendirian disini. Kalau nanti masa kontrak kita sudah habis. Aku sudah tidak punya tujuan hidup lagi."
"Dulu, aku berkeinginan, saat pernikahan kita selesai, aku ingin melanjutkan kuliah dan menjadi wanita karir yang sukses. Tapi, sepertinya keinginan ku itu sudah kadaluwarsa." imbuh Nichole menghela napas nya berat, hingga membuat jantung Davis semakin berdetak tak karuan.
Bukan hanya jantung yang mulai memompa cepat, namun jakun laki laki itu juga ikut bergerak cepat naik turun, setiap kali ia merasakan hembusan napas Nichole di area leher dan telinga nya.
"Ehhemm!" Davis langsung berdehem untuk mengurangi kegugupan nya, "Tambahkan pengawet agar tidak cepat kadaluarsa!" katanya datar.
"Mana bisa begitu," saut Nichole kembali menghela napas nya kasar, membuat laki laki itu seketika langsung memejamkan mata seraya menahan napas.
Sementara itu, Yudha yang tengah menyetir mobil semakin tak bisa konsen. Pikiran nya berkelana, bukan berfikir jauh, hanya saja ia sedikit bingung. Sebenarnya apa yang sedang di bahas oleh tuan nya tersebut.
Keinginan apa yang bisa kadaluarsa. Apakah Nichole menginginkan makanan yang ada expired nya, sampai bisa kadaluarsa.
'Mungkin dia ingin menjadi pembisnis makanan!' gumam Yudha berdecak dalam hati nya.
"Mas... " panggil Nichole dengan suara rendah, "Tidak adalah cita cita, untuk memberikan ku kenang kenangan terindah? Emmm anggap saja seperti sovenir!"
Davis langsung mengerutkan dahi nya menatap wajah Nichole yang masih berada di bahu.
"Kita buat kembar, satu untuk Kakek yang menginginkan cicit. Satu lagi untuk ku, agar aku bisa memiliki teman hidup!" kata Nichole menjelaskan dengan sangat konyol menurut Davis.
"Apa maksud kamu!" seru Davis semakin memberikan tatapan tajam pada istri nya.
"Anggep uang yang dulu sebagai harga keperawanan aku. Dan aku janji, tidak akan menuntut lebih lagi dari kamu. Aku hanya ingin memiliki tujuan hidup, teman hidup agar nanti aku tidak kesepian," jelas Nichole dengan suara lirih berbisik.
"Lagipula, kamu sudah tua. Apa kamu gak takut kalau ketuaan dan gak bisa punya anak? Siapa yang akan menemani kamu nanti? Gak mungkin Faisal kan?" imbuh Nichole menghela napas nya berat.
"Kenapa kau semakin berani, padaku?" tanya Davis dengan menatap Nichole begitu tajam karena marah.
Bagaimana ia tidak marah, sejak tadi Nichole terus membahas umur nya yang sudah tua. Padahal, dirinya belum tua, umur nya saja belum mencapai tiga puluh lima tahun bagaimana bisa dirinya di sebut tua? Batin Davis kesal.
'Tua itu kakek! Bukan aku!' gumam Davis berdecak dalam hatinya.
...~To be continue... ...