NovelToon NovelToon
Pesona Mas Jaka

Pesona Mas Jaka

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:205k
Nilai: 4.9
Nama Author: Merpati_Manis

Dara, Putri Pak Kades yang menyukai Jaka, si penggembala domba. Cinta Dara terhalang restu orang tua karena status sosial mereka yang jauh berbeda.

"Kamu ini calon dokter lho, Nduk. Mosok seneng karo cah angon wedus!" ejek sang ayah

"Mas Jaka memang penggembala domba, Ayah, tapi Dara mencintainya," rajuk Dara.

"Tidak, Dara! Kamu harus menikah dengan Bambang anaknya Carik Margono, dia sudah diangkat menjadi PNS dan lebih pantas untukmu!"

Akankah Dara berhasil memperjuangkan Jaka, pemuda biasa sang penggembala domba?

Pesona apa yang dimiliki Jaka, hingga seorang Kembang Desa yang sekaligus calon dokter itu bertekuk lutut pada Jaka dan menolak perjodohan?

Ikuti terus lika-liku perjuangan Dara dan Jaka, dalam; 'Pesona Mas Jaka'

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Merpati_Manis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pacar Dara Seorang Penggembala

Sore harinya, Jaka menyempatkan diri untuk menemui Profesor Hartadi di kediaman Pak Carik Margono.

Tentu saja carik yang giginya menghitam akibat asap rokok berlebihan yang beliau hisap setiap saat itu terkejut, mendapati Jaka mencari saudara sekaligus orang penting di sebuah kampus ternama di Jawa Timur tersebut.

"Ada apa kamu mencari Hartadi?" tanya Pak Carik dengan penuh selidik. "Oh, jangan-jangan kamu di Jawa Timur itu bukan mondok seperti kabar yang selama ini beredar, tapi kamu jadi jongos di rumahnya Hartadi, ya?" tuduh laki-laki tua yang menjabat sebagai sekretaris desa itu tanpa perasaan.

Jaka hanya tersenyum.

"Jaga bicaramu, Kang!" seru suara bariton dari arah dalam. "Jaka mahasiswa berprestasi di kampus, dia asisten dosen andalanku," terang profesor Hartadi yang membuat Pak Carik melongo.

Sementara Bambang yang duduk dengan cuek di teras dan sama sekali tak menanggapi ketika tadi Jaka menyapanya, langsung terbatuk karena tersedak minuman bersoda. "Om, jangan bercanda, Om. Ini enggak lucu!" seru Bambang setelah batuknya mereda, tapi masih menyisakan rasa sakit di tenggorokan.

"Om enggak sedang bercanda, Mbang!" tegas laki-laki paruh baya, ayah dari Dilla tersebut.

"Ayo, silahkan masuk, Ka." Professor Hartadi mempersilahkan Jaka untuk masuk ke ruang tamu yang berukuran luas di kediaman Pak Carik, tanpa memperdulikan sang tuan rumah.

Jaka segera mendudukkan diri di salah satu kursi busa yang sangat empuk, sangat kontras dengan kursi di rumah Jaka yang busanya sudah menipis dan warnanya juga telah usang.

Pak Carik ikut duduk di sebelah professor Hartadi, rupanya orang tua tersebut penasaran dengan apa yang beliau dengar barusan.

"Kang, lain kali kalau bertanya pada orang itu yang sopan. Kamu itu orang penting lho di desa, orang nomor dua setelah lurah. Harusnya kamu bisa bersikap mengayomi, memberi contoh yang baik untuk anak-anak muda seperti Jaka ini, bukannya malah asal tuduh!" omel professor Hartadi pada teman seangkatannya itu.

"𝘈𝘸𝘢𝘬𝘮𝘶 𝘬𝘶𝘸𝘪 𝘭𝘩𝘰, 𝘏𝘢𝘳, 𝘭𝘩𝘢 𝘸𝘰𝘯𝘨 𝘵𝘢𝘮𝘶 𝘬𝘰𝘬 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘯𝘨𝘰𝘮𝘯𝘺𝘢𝘯𝘨𝘪 𝘴𝘪𝘯𝘨 𝘥𝘶𝘸𝘦 𝘰𝘮𝘢𝘩. 𝘑𝘢𝘯 𝘳𝘢 𝘴𝘰𝘱𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘯𝘢𝘯!" gerutu Pak Carik.

"Ya kalau tuan rumahe sopan tho, Kang. Kalau ndak sopan, yo ngapain! Anda sopan, kami segan. 𝘙𝘢𝘬 𝘺𝘰 𝘯𝘨𝘰𝘯𝘰 𝘵𝘩𝘰, 𝘒𝘢𝘯𝘨?" Professor Hartadi menatap Pak Carik seraya tersenyum tipis.

"Yo, yo. Kamu itu memang jago bersilat lidah, pantes wae dadi professor," balas Pak Carik dengan sedikit terpaksa.

"Ini bukan bersilat lidah, Kang. Tapi mengatakan kebenaran!" tegas professor Hartadi.

"𝘈𝘬𝘶 𝘬𝘪 𝘫𝘢𝘯𝘦 𝘮𝘢𝘭𝘦𝘴, 𝘯𝘺𝘦𝘭𝘶𝘬 𝘢𝘸𝘢𝘬𝘮𝘶, 𝘒𝘢𝘯𝘨. 𝘖𝘫𝘰 𝘮𝘦𝘳𝘨𝘰 𝘣𝘰𝘫𝘰𝘬𝘶 𝘢𝘥𝘪 𝘴𝘦𝘱𝘶𝘱𝘶𝘮𝘶 𝘯𝘨𝘰𝘯𝘰, 𝘢𝘬𝘶 𝘳𝘢 𝘴𝘶𝘥𝘪 𝘵𝘦𝘯𝘢𝘯 𝘭𝘩𝘰," ujar professor Hartadi.

"Kamu sama Gondo, ndak pernah berubah dari dulu." Professor Hartadi menghela napas panjang. "𝘞𝘪𝘴 𝘵𝘶𝘸𝘰, 𝘒𝘢𝘯𝘨. 𝘞𝘪𝘴 𝘮𝘢𝘮𝘣𝘶 𝘭𝘦𝘮𝘢𝘩, 𝘢𝘺𝘰 𝘱𝘰𝘥𝘰 𝘦𝘭𝘪𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘯 𝘵𝘰𝘣𝘢𝘵," imbuhnya, yang membuat Pak Carik mendengkus kesal.

"Malah ceramah!" gerutunya. "𝘞𝘪𝘴, 𝘯𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘨𝘢𝘨𝘦, ceritakan tentang Jaka," pinta Pak Carik.

"𝘊𝘳𝘪𝘵𝘰 𝘰𝘱𝘢? 𝘒𝘦𝘱𝘰," canda professor Hartadi. "Anjing punya tetanggaku mati, gara-gara kepo pengin tahu apa yang dilakukan majikannya di dalam kamar sama istri," lanjutnya, yang membuat Jaka tersenyum dalam hati.

Sementara Pak Carik langsung meninju lengan teman main poker sewaktu masih di kotsan dulu, bareng sama Pak Kades.

"Assem, mosok aku disamakan dengan binatang itu!" gerutu Pak Carik Margono, seraya berlalu meninggalkan ruang tamu untuk masuk ke dalam rumahnya.

Menyisakan Professor Hartadi dan Jaka yang kemudian tertawa bersama.

"Jangan kaget, Ka. Carik memang seperti itu orangnya," tutur laki-laki paruh baya tersebut.

Jaka yang memang sudah hafal dengan karakter Pak Carik yang ceplas-ceplos dan tidak memperdulikan perasaan orang lain itu, mengangguk.

"Jangan diambil hati juga, apa yang dia katakan tadi kepadamu. Justru, hinaan seperti itu, jadikanlah sebagai cambuk untuk terus maju dan membuktikan kepada mereka bahwa kamu itu bisa menjadi seseorang yang hebat, Ka. Menjadi orang yang berarti dan bermanfaat untuk banyak orang nantinya," nasehat dosennya Jaka tersebut.

"Aamiin ... InsyaAllah, Prof," balas Jaka seraya mengangguk sopan.

Professor dan mahasiswa kebanggaannya itu asyik ngobrol, membicarakan banyak hal. Membuat Bambang yang sedari tadi menguping pembicaraan mereka menjadi panas sendiri hatinya.

'Jadi si Jaka sudah di gadang-gadang untuk menjadi dosen di kampus terkenal itu? Dia juga mendapatkan beasiswa sampai S3? Enggak mungkin, ini sama sekali enggak mungkin!' teriak Bambang dalam hati.

"Mas, kok bengong," sapa Dilla yang baru saja pulang dari jalan-jalan sore bersama budhenya, ibunya Bambang.

"Eh, Dill. Enggak, kok," balas Bambang seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Budhe, Dilla mau di sini saja ya, menemani Mas Bambang," pinta Dilla, yang tak ikut masuk.

"Ya, sudah. Budhe masuk dulu ya." Istri Pak Carik tersebut segera masuk ke dalam rumah melalui pintu samping.

"Mas, terus si Dara gimana perasaannya?" tanya Dilla setelah ibunya Bambang tak terlihat lagi.

Bambang mengedikkan bahu.

"Kok enggak tahu," protes Dilla. "Dara pasti sedih banget karena gagal menikah, udah gitu dia pasti sangat malu, Mas." Dilla menatap Bambang dengan menuntut jawab.

"Dara enggak bakal sedih, Dill," balas Bambang dengan tak bersemangat. "Dia enggak pernah suka sama Mas, dia terpaksa menerima perjodohan kami," lanjutnya.

"Masak, sih?" Kening Dilla mengkerut dalam.

"Begitulah kenyataannya," balas Bambang.

"Apa Dara sudah memiliki kekasih?" tanya Dilla.

"Denger-denger sih, gitu."

"Wah, beruntung sekali ya, cowoknya Dara. Udah cantik, baik, calon dokter lagi,' ucap Dilla.

"Hem ... bener banget kamu, Dill. Kayaknya di Dara kena guna-guna deh, Dill. Masak dia pacaran sama penggembala!" Bambang sengaja mengeraskan suaranya agar Jaka mendengar.

"Siapa, yang pacaran sama penggembala?" tanya Professor Hartadi, ketika mengantarkan Jaka yang telah berpamitan hingga sampai ke pintu.

"Dara, Ayah. Masak kata Mas Bambang, pacar Dara seorang penggembala," balas Dilla.

Professor Hartadi langsung menatap Jaka, mencari jawab dari apa yang barusan beliau dengar.

Jaka mengangguk ragu, sebab pemuda itu tahu bahwa putri sang professor juga mengejar cintanya.

🌹🌹🌹 bersambung,,,

1
Nining Chili
🥰🥰🥰
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh hadir dan apresiasinya,Kak 🥰🙏
total 1 replies
Nurgusnawati Nunung
Terimakasih karyamu thor... sehat selalu
Merpati_Manis (Hind Hastry): masama, Kak.. mksh juga hadirnya 🥰🥰
maaf, banget, baru kebaca komennya 🙏
total 1 replies
Nurgusnawati Nunung
wkwkwk... ada ada aja kenapa harus ditempat terbuka ya. jaka jaka.. sudah tahu sahabatnya selalu usil.
Nurgusnawati Nunung
wkwkwk...
Nurgusnawati Nunung
wkwkwk... hebat punya sahabat sejati. suka menghibur. menghibur pembaca
Nurgusnawati Nunung
ceritanya emang emang mengasyikkan. hahaha
Muhammad Jain
Biasa
Isna mansur
keren ceritanya..ringan..tapi oke ceritanya..
👍👍👍
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh apresiasinya, Kak 🥰🙏
total 1 replies
Galih Rakhashiwi
bagus
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh apresiasinya, Kak 🥰🙏
total 1 replies
Ita rahmawati
dh baca juga thor 😁
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh 🤗🙏
total 1 replies
Ita rahmawati
sllu si author mah..udhan aj lgsg klo udh sweet,,jd ak suka kesel bc ny tp juga y pengen bc trus cerita² yg lain krn bgus² dn singkat padat jelas gk kemana² klo dh wayahe tamat y udh gk dipanjang²in 🥰🥰
Merpati_Manis (Hind Hastry): hehe... mksh hadir dan apresiasinya, Kak 🥰🙏🙏
total 1 replies
Ita rahmawati
ngapain kelayaban jaka² org dh halal ini,,dikamar malah lbih nyaman 🤦‍♀️🤦‍♀️😅
Merpati_Manis (Hind Hastry): mau cari sensasi lain, kali, Kak 😁
total 1 replies
Ita rahmawati
sahabat² yg bengek tp sayangny gk kaleng² 🤗🤗
Ita rahmawati
sempet² ny to jaka² lg ditungguin juga 😅
Ita rahmawati
akhirny 🥰🥰🥰
Ita rahmawati
aih si mprof bikin dara cembokur dn jaka jd ketar ketir nih 😅
Ita rahmawati
sugondo ruwo 😡😡👿👿
Ita rahmawati
mau 1 aj yg kyk jaka buat anak gadisku 🥰🥰🤲🤲
Merpati_Manis (Hind Hastry): aku juga mau.... 😁
total 1 replies
Ita rahmawati
eh setuju tuh sm si emak..ckup ortuny yg gk beroedidikan tinggi tp klo anakny y sebisa mgkin hrus lnjut trus pendidikanny 🤗
Merpati_Manis (Hind Hastry): betul banget, Kak🤗
total 1 replies
Ita rahmawati
iya mbang arini it stres sm kyk kmu malahan mndwkati gila 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!