Nazifah Elyana, gadis berusia 19 tahun yang harus menerima takdirnya yaitu menjadi istri kedua setelah dinodai oleh majikannya sendiri.
Apakah akan ada cinta setelah pernikahannya? Bagaimana perjalanan cinta Nazifah yang terpaksa menjadi simpanan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mala Cyphierily BHae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Akan Kembali
Adam mengusap wajahnya, merasa kalau dirinya telah salah bicara, padahal, dalam hati Adam, ia tidak ingin memaksa apabila memang Nazifah tidak mau kembali padanya, hanya saja Adam yang akan mengurus anaknya nanti.
Adam turun dari mobil untuk menyusul Nazifah, pria berpakaian santai itu menahan tangan istri sirinya dengan lembut.
Dan Nazifah melepaskan tangan itu tanpa melihat ke belakang.
"Zifah, aku akan kembali, setelah pekerjaan ku selesai, urusan kita belum selesai! Sampai kapan pun aku enggak akan menceraikan kamu!" kata Adam dan setelah mengatakan itu, Adam memilih untuk kembali ke kota, di sana banyak pekerjaan yang sudah menunggu.
Mendengar kata akan kembali, seolah memberi harapan kalau di hati Adam ada namanya.
Nazifah tidak menghiraukan Adam, ia terus berjalan dan akan menunggu Adam untuk menepati janjinya.
****
Selesai sarapan, Vita pergi dari rumah mertuanya dan mertuanya itu, sekarang, sudah menyiapkan mata-mata untuk mengawasi Vita.
Rima ingin Adam membuka mata anaknya lebar-lebar supaya segera mengetahui siapa istrinya.
Rima juga tidak memberitahu apapun pada Titin, kali ini ia bertindak sendiri karena tidak mau bergantung atau menunggu Titin yang dianggapnya lambat.
Vita mengendarai mobilnya ke hotel Bastian dan sesampainya di sana, Bastian belum ada di tempat.
"Tumben, kemana dia?" tanya Vita pada diri sendiri. Vita memilih untuk duduk di kursi kebesaran Bastian, seraya menunggu, wanita yang selalu berpakaian seksi itu memainkan ponselnya, ia membuka grup chat geng sosialitanya.
Rupanya, teman-teman sosialita Vita mengadakan arisan berlian dan Vita tertarik untuk ikut.
Dan saat Vita sedang berbalas chat, Bastian dan Monic masuk ke ruangan.
Monic semakin mengeratkan pelukannya di lengan Bastian.
"Tadi masakan aku enak enggak?" tanya Monic seraya mendongakkan kepala, menatap Bastian yang sedang menatap Vita.
Monic pun membawa wajah Bastian untuk melihat ke arahnya dan Bastian menjawab kalau masakan Monic enak.
Bastian melepaskan tangan Monic dari lengannya karena ingin menjaga perasaan Vita yang menatapnya penuh cemburu.
"Sepertinya waktuku datang kurang tepat, aku permisi dulu!" kata Vita seraya bangun dari duduknya, dengan sengaja Vita menyenggol lengan Monic saat berjalan melewatinya.
Melihat penampilan Monic yang terkesan biasa saja membuat Vita merasa kalau Monic bukanlah saingannya, Vita tau betul kalau Bastian sangat menyukai gadis yang seksi.
****
Di kantor David, pria itu sedang menimbang tawaran untuk membangun mall di salah satu kota di Jawa Barat.
Para petinggi mengatakan kalau perusahaannya akan meraup banyak keuntungan karena di lokasi tersebut belum ada mall.
Karena mall yang terkesan mewah dan kekinian pasti akan mengundang para pemuda dan pemudi untuk mendatangi.
David pun mendengarkan dan sepertinya akan mengiyakan, tentu saja, David ingin melihat lokasinya lebih dulu sebelum mengambil keputusan.
"Baik, siang ini kita akan berangkat!" kata David.
Sementara David pergi ke Jawa Barat dan Adam kembali ke Jakarta, apakah David akan bertemu dengan Nazifah?
****
Vita yang sedang terbakar api cemburu itu memilih menghabiskan uang dengan cara berbelanja, ia membeli perhiasan dan barang mahal lainnya.
Vita juga mentraktir sahabatnya.
"Pemborosan!" kata Rima yang mendapatkan laporan dari mata-matanya.
Rima pun mengirim pesan pada Adam, mengadukan apa yang istrinya lakukan.
Adam yang sedang beristirahat di rest area itu membuka pesan dari Rima.
"Biarkan, Mah. Adam mencari uang juga buat istri," balas Adam.
"Istri yang seperti apa dulu! Vita tidak patut di pertahankan, Adam!" geram Rima dan Adam hanya menghela nafas. Sempat memikirkan Nazifah, ia sangat berbeda dan tidak boros seperti Vita.
"Ah, mungkin karena masih awal, bisa jadi lama-lama juga dia demen belanja, udah watak perempuan!" gumam Adam seraya menatap layar ponselnya.
Lalu, Adam kembali membalas pesan Rima.
"Memangnya, mamah mau Adam punya istri lain?"
"Kalau dia lebih baik, anak dari orang terpandang, mamah setuju saja!"
"Dia anak petani, mah. Anak orang enggak punya, bukan anak dari kalangan atas seperti yang mamah mau!" batin Adam.
"Aaarrgghh!" geram Adam. Ia tidak tau perasaannya sendiri kenapa selalu memikirkan Nazifah.
"apalagi kalau mamah lihat rumahnya! Bisa dikatain kandang bebek itu!" lanjut Adam. Ia pun kembali melanjutkan perjalanannya.
****
Dengan pakaian santainya, Adam langsung menuju ke kantor dan sesampainya di sana, Vino memberikan laporan keuangan pada Adam, di sana Vita menggunakan uangnya melebihi batas yang seharusnya.
Adam menarik nafas dan akan menyelesaikan itu di rumah.
"Kalau setiap hari seperti ini, lama-lama aku bisa tekor!" kata Adam seraya duduk di kursi kebesarannya.
"Blokir kartu kreditnya!" perintah Adam pada Vino dan Vino pun melaksanakan perintah dengan cepat.
"Lebih baik anda koma, Nyonya. Dari pada harus bikin perusahaan rugi seperti ini!" batin Vino seraya kembali ke ruangannya.
"Loh, katanya mau pergi tiga hari, kenapa cuma sehari? Ah... untunglah, jadi aku enggak begitu lelah!" Vino masih berbicara dalam hati.
****
Dan Vita yang mendapati semua kartunya tidak dapat digunakan memilih untuk segera pergi menemui Vino dan Vino mengatakan kalau itu adalah perintah Tuan Adam.
"Dia sudah kembali?"
"Sudah, Nyonya," jawab Vino dan Vita pun keluar dari ruangan asisten pribadi Adam.
Vita mencari keberadaan Adam di ruangannya dan Vita segera merengek pada suaminya itu.
"Mas, kamu bikin aku malu! Masa aku udah belanja tapi enggak bisa bayar, aku jadi tontonan banyak orang, tau!"
"Vita, aku memang enggak melarang kamu berbelanja, tapi bukan berarti setiap hari kamu habiskan ratusan juta!" jawab Adam seraya tetap fokus ke berkasnya.
"Jadi, kamu udah enggak sayang aku lagi?" tanya Vita seraya menatap Adam dengan tangan yang dilipat di dada.
"Kalau aku enggak sayang, buat apa bertahan! Walau aku tau kebiasaan burukmu dalam berbelanja!"
Lalu, terdengar suara ketukan, Adam dan Vita pun melihat ke arah pintu, Adam menyuruhnya untuk masuk dan ternyata itu adalah Bastian yang mendatangi Adam. Vita dan Bastian yang pandai menyembunyikan rahasia itu terlihat sama-sama biasa saja, tidak ada yang mencurigakan diantar keduanya.
"Tumben, ada angin apa ini?" tanya Adam seraya mempersilahkan Bastian untuk duduk.
"Mas, pokoknya kamu harus transfer aku! Aku enggak terima dipermalukan seperti ini!" kata Vita dengan manja dan mengerucutkan bibirnya.
"Kita bahas nanti lagi!" kata Adam dan Bastian yang mengerti masalah diantara keduanya itu segera mentransfer sejumlah uang yang cukup banyak untuk Vita.
"200 juta cukup?" tanya Bastian yang diam-diam mengirim pesan pada Vita yang duduk di sebelahnya.
"Cukup, untuk sekali belanja, terimakasih, kamu memang lebih perhatian dari suamiku!" balas Vita.
Setelah mendapatkan uang yang diinginkan, Vita pun kembali ke toko di mana dirinya menjadi tontonan, ia membeli tas dan sepatu branded dengan harga puluhan juta.
Dengan sombongnya, Vita seolah ingin membalas dendam pada penghuni toko yang sempat meremehkannya tadi.
****
Monic yang sudah curiga dengan hubungan keduanya itu memantau semua gerak-gerik Bastian dan Vita.
Monic merasa sebal dan akan menggunakan laporan keuangan itu untuk dijadikan salah satu bukti perselingkuhan mereka.
"Untuk apa kamu transfer segini banyak ke Vita?"
Bersambung.
Dapatkah Monic membongkar perselingkuhan Bastian dan Vita?
Like dan komen ya, All.
Jangan lupa difavoritkan juga, dukungan kalian adalah semangat ku 💜
lagian..nazifah jg hamil...
sukses
semangat
mksh
Di tunggu karya² bucin selanjutnya🥰
Semangat mbk Mal😍😍