NovelToon NovelToon
Anak Kembar Jenius Untuk Sang Mantan CEO

Anak Kembar Jenius Untuk Sang Mantan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Miarosa

"Tanda tangani surat cerai ini atau keluargamu membusuk di penjara!"

​Difitnah atas kejahatan yang tidak dilakukannya, Flossie diusir oleh suaminya, Alfie Kincaid, ke tengah badai malam. Pria itu tidak pernah tahu, Flossie pergi dengan membawa rahasia yang terkunci rapat di dalam rahimnya.

​Lima tahun kemudian, wanita yang disangka telah mati itu kembali sebagai sosok berkuasa yang siap membalikkan keadaan.

​Saat kebenaran masa lalu mulai terungkap satu per satu, Alfie berlutut memohon kesempatan kedua. Namun, sepasang mata dingin sang mantan istri menatapnya tanpa emosi.

​Apakah Alfie sanggup membayar harga dari sebuah pengkhianatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miarosa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Dalam hitungan menit, rekaman video pernyataan Xavier Ellis menyebar bagaikan api liar di seluruh dunia. Penolakan publik yang terang-terangan dan menghina itu menjadi kabar utama di stasiun televisi finansial global.

​Di lantai teratas gedung Kincaid Group London, suasana rapat direksi mendadak berubah menjadi neraka.

​Gelas kristal terbang dan hancur berkeping-keping menghantam layar monitor besar yang masih menampilkan wajah tenang Xavier Ellis. Alfie Kincaid berdiri di ujung meja rapat dengan napas memburu hebat, dadanya naik-turun menahan amarah yang membakar hingga ke ubun-ubun.

​"Bajingan!" teriak Alfie.

Suaranya menggelegar memenuhi ruang rapat yang mendadak hening mencekam.

"Xavier Ellis sengaja mempermalukanku di depan seluruh dunia!"

​Di layar monitor lain yang masih menyala, grafik saham Kincaid Group berwarna merah terjun bebas secara drastis. Hanya dalam waktu dua jam sejak konferensi pers di Paris, nilai saham divisi mode Kincaid anjlok hingga delapan belas persen, penurunan terburuk dalam sejarah korporasi tersebut.

​"Pak Alfie, mohon kendalikan diri Anda!"

Troy melangkah mendekat dengan wajah pucat pasi.

"Para pemegang saham utama sedang menuju ke sini. Madam Willa juga baru saja menelpon dari kediamannya, beliau sangat marah besar atas reputasi perusahaan yang diinjak-injak di Paris!"

​"Persetan dengan pemegang saham! Persetan dengan ibu!" bentak Alfie.

Ia membalikkan kursi kepemimpinannya hingga terpental ke lantai. Mata Alfie merah padam dipenuhi oleh rasa malu dan kegilaan yang tak terkendali. Sebagai seorang CEO yang selalu mendominasi, belum pernah ada seorang pun di dunia bisnis yang berani menampar wajahnya secara terbuka seperti ini dan yang paling menyakitkan, penolakan itu datang dari seorang desainer wanita bernama Emma Ellis, wanita yang disembunyikan dan diangkat oleh musuh bebuyutannya, Xavier.

​"Siapa sebenarnya Emma Ellis itu?!" desis Alfie.

Rahangnya mengatup begitu rapat hingga terdengar bunyi gigi yang bergemeletuk.

"Wanita sombong itu berani menyebut nama Kincaid tidak bermutu?!"

​"Pak, laporan menyebutkan bahwa Emma Ellis tidak pernah muncul di depan publik," jelas Troy cepat.

"Dialah desainer misterius yang karyanya dilindungi sepenuhnya oleh sistem hukum dan keamanan siber Ellis Corporation."

​"Aku tidak peduli seberapa rapat Xavier menyembunyikannya!"

Alfie mencengkeram kerah jas Troy, menatap asistennya dengan sorot mata mengerikan.

"Siapkan jet pribadi sekarang juga!"

​Troy melotot terkejut.

"Pak Alfie? Anda mau ke mana? Rapat darurat direksi akan dimulai satu jam lagi!"

​"Aku tidak ada urusan dengan rapat bodoh ini!" pekik Alfie.

"Aku sendiri yang akan terbang ke Paris malam ini. Aku akan mendatangi galeri ELLIS dan menyeret wanita bernama Emma Ellis itu ke hadapanku! Aku ingin melihat seberapa hebat wajah di balik keangkuhan yang telah mempermalukan namaku!"

***

​Berita tentang kehebohan di London sampai ke griya tawang Champs-Élysées dalam hitungan jam. Di ruang tengah yang luas, Emma duduk di sofa kulit sembari mengamati tayangan berita finansial di televisi.

Di sampingnya, Xavier tersenyum tipis sembari menyesap kopi hitamnya.

​"Alfie pasti sedang mengamuk seperti banteng terluka di London," ujar Xavier pelan, memecah keheningan.

"Laporan dari perwakilan kita menyebutkan dia membatalkan semua agenda rapat direksi malam ini."

​Emma menyilangkan kakinya dan mengusap cangkir porselen di tangannya.

"Dia tidak akan pernah terima dipermalukan di depan umum. Alfie punya ego setinggi langit, Xavier."

​"Dan ego itu akan membawanya langsung melompat ke Paris," tambah Xavier.

Sorot mata Xavier menajam.

"Pria jahat itu memaksakan penerbangan pribadi malam ini juga. Dia berniat menerobos galeri untuk menemuimu secara langsung."

​Emma terkekeh dingin.

"Biarkan saja dia datang. Paris bukan lagi wilayah hukum Kincaid. Jika dia berani melangkah terlalu jauh, aku pastikan dia pulang dengan tangan hampa dan kehormatan yang hancur berkeping-keping."

​Tanpa mereka sadari, dari balik pilar marmer yang membatasi koridor menuju kamar tidur, seorang balita perempuan mungil berdiri bersandar. Leah dengan gaun merah mudanya yang mengembang, mengepalkan kedua tangan kecilnya.

Sepasang mata bulatnya yang jernih menangkap setiap kata dari percakapan ibunya.

​"Pria jahat dari masa lalu mau datang? Mau menyakiti Mama lagi?" batin Leah.

​Bibir mungil Leah mengerucut. Ia memutar tubuhnya perlahan dan melangkah dengan jinjit menuju ruang kerja pribadi di ujung koridor. Di sana, Leon sedang duduk di depan tiga layar monitornya yang berpendar terang.

​Leah mendorong pintu kayu itu pelan, lalu menyelusup masuk.

"Leon," bisik Leah dengan suara cempreng yang sengaja dibuat sesedih mungkin.

​Leon tidak mengalihkan pandangannya dari barisan angka digital di layar.

"Ada apa, Leah? Jangan ganggu, aku sedang memverifikasi enkripsi firewall baru."

​Leah melangkah mendekat, lalu menyandarkan dagu kecilnya di lengan kursi Leon. Matanya berkaca-kaca dan memancarkan raut wajah paling menggemaskan sekaligus penuh rasa iba.

"Leon, Mama mau disakiti lagi sama orang jahat."

​Gerakan jemari Leon di atas papan ketik seketika terhenti. Balita laki-laki itu menoleh dan menatap kembarannya dengan alis bertaut rapat.

"Siapa yang mau menyakiti Mama?"

​"Pria jahat Kincaid," bisik Leah polos.

"Leah tadi dengar Paman Xavier dan Mama bicara. Pria jahat itu mau terbang naik pesawat ke Paris malam ini. Dia mau Marah-marah sama Mama di galeri!"

​Sinar mata kelam Leon seketika meredup, berubah menjadi begitu dingin.

"Kincaid lagi?"

​"Iya!"

Leah mengangguk cepat, lalu mengerjapkan matanya. Ia mengusap lengan Leon dengan tangan mungilnya dan mengeluarkan jurus bujukan terbaiknya.

"Leon kan pintar sekali main komputer, Leon bisa kan bikin pesawat pria jahat itu tidak bisa jalan? Atau bikin dia tidak punya tempat tidur di Paris?"

​Leon menatap Leah sejenak, menimbang ucapan saudara kembarnya.

"Membuat pesawat berhenti itu terlalu mencolok, Leah. Sistem penerbangan sipil punya protokol berlapis."

​Leah memasang wajah cemberut, matanya mulai berkaca-kaca.

"Jadi Leon tidak mau lindungi Mama? Padahal Leah takut sekali kalau Mama menangis lagi."

​Pertahanan Leon runtuh melihat raut sedih di wajah Leah. Ia menepuk pelan kepala kembarannya.

"Aku tidak bilang tidak mau. Cuma butuh cara yang lebih cerdik."

​Leon kembali menghadap monitornya. Jemari pendeknya menari cepat di atas tombol-tombol papan ketik.

"Sebutkan nama lengkap pria itu."

​"Alfie Kincaid!" jawab Leah riang, seketika menghapus raut sedihnya dan menggantinya dengan senyuman lebar.

"Bikin dia pusing ya, Leon!"

​"Serahkan padaku," sahut Leon datar.

​Dalam hitungan menit, Leon berhasil menyusup ke dalam jaringan penyedia layanan reservasi penerbangan privat dan sistem manajemen hotel mewah bintang lima di seluruh pusat kota Paris. Bagi Leon, algoritma keamanan sistem pemesanan komersial adalah labirin yang sangat mudah diterobos.

​"Dia memesan presidential suite di Hotel George V untuk tiga malam," gumam Leon sembari menatap data reservasi atas nama Alfie Kincaid pada layar monitornya.

"Dan dia menyewa dua lantai tambahan untuk tim pengawalnya."

​Leah mendekatkan wajahnya ke layar.

"Hapus semuanya, Leon! Jangan kasih dia kamar!"

​"Bukan cuma dihapus," jawab Leon dengan senyuman tipis yang dingin. "Aku akan mengubah status reservasinya menjadi

dibatalkan permanen, karena dugaan insiden penipuan kartu kredit, lalu mengunci akunnya di seluruh jaringan hotel bintang lima se-Paris."

​Jemari Leon menekan tombol enter

​Di layar monitor, status reservasi senilai ratusan ribu Euro milik Alfie Kincaid seketika berubah warna dari hijau menjadi merah terang sebelum akhirnya terhapus total dari basis data utama hotel.

​Leah bertepuk tangan kegirangan dan melompat-lompat kecil di samping kursi.

"Hore! Pria jahat tidak bisa tidur di kamar bagus!"

​"Ini baru permulaan," bisik Leon pelan sambil menatap barisan kode yang baru saja ia eksekusi dengan binar kemenangan.

​Sementara itu, di dalam jet pribadi yang sedang bersiap lepas landas dari bandara Stansted, London, suasana di dalam kabin mewah terasa sangat tegang. Alfie Kincaid duduk di kursi kulit premiumnya sembari menyesap wiski dengan mata yang terus menyala penuh amarah.

​"Berapa lama lagi penerbangan ke Paris, Troy?" tanya Alfie dingin tanpa menoleh.

​"Sekitar satu jam lima belas menit setelah lepas landas, Pak," jawab Troy sembari memeriksa tablet kerjanya.

​Tiba-tiba, tablet kerja di tangan Troy bergetar hebat. Sebuah notifikasi darurat berwarna merah muncul dari pihak manajemen Hotel George V di Paris. Troy mengerutkan keningnya dan membaca pesan tersebut berulang kali dengan raut wajah yang semakin pucat pasi.

​"Ada apa, Troy?" tegur Alfie curiga melihat perubahan ekspresi asistennya.

​"Pak Alfie, ini aneh sekali," gagap Troy.

Suaranya bergetar menahan kepanikan.

"Pihak Hotel George V baru saja mengirimkan pemberitahuan resmi. Seluruh reservasi presidential suite dan kamar pengawal Anda telah dibatalkan secara sepihak."

​Alfie membanting gelas wiskinya ke meja lipat.

"Dibatalkan?! Apa alasannya?! Mereka tidak tahu siapa aku?!"

​"Laporan sistem mereka menyebutkan bahwa seluruh pemesanan Anda terdeteksi sebagai transaksi ilegal dan indikasi penipuan siber," jelas Troy terengah-engah.

"Bukan hanya Hotel George V, Pak, tim kita baru saja mencoba memesan ulang di Le Meurice dan Ritz Paris, tapi seluruh sistem mereka mendadak menolak nama Anda!"

​Alfie berdiri mendadak dan matanya melotot tegang.

"Apa maksudmu menolak namaku?! Bagaimana bisa seluruh hotel bintang lima di Paris membatalkan reservasi dalam waktu bersamaan?!"

​"Seseorang telah meretas basis data reservasi utama mereka dan memasukkan nama Anda ke dalam daftar hitam siber, Pak!" seru Troy panik.

"Kita tidak punya tempat menginap di Paris malam ini!"

​Alfie mengepalkan tangannya hingga urat-urat di lengannya menegang hebat.

1
tia
lanjut thor
sunaryati jarum
Lega Flossie dan kedua bayine selamat dan sehat
sunaryati jarum
Semoga berhasil dalam.karir dan membesarkan dua anakmu Flossie
sunaryati jarum
Jangan kesuksesan kamu terbuka Emma
sunaryati jarum
Dendammu jangan sampai.membuatmu jadi monster tapi jadi wanita tangguh yang berkualitas
sunaryati jarum
Pembalasan baru dimulai dengan.penolaksn pembelian desain
sunaryati jarum
Good job ternyata kamu punya.keahlian desain perhiasan Flossie semoga sukses dengan bimbingan Xavier
sunaryati jarum
Penyesalan kamu makin dalam.Alfie apalagi jika kebenaran tentang teh herbal dan foto
sunaryati jarum
Flossie semangat demi kedua janin di rahimmu dan membalas perlakuan Madam Willa dan Alfie
sunaryati jarum
Berarti.foto- foto editan perselingkuhan Flossie itu kerjasama Wiila dan Nadia
sunaryati jarum
Xavier mafia dan musuh Kincaid
sunaryati jarum
Kau cari sepanjang sungai sampai muara laut tidak akan ketemu,Alfie
sunaryati jarum
Ada maksud lain Xavier menolong kamu
sunaryati jarum
Setelah tidak terlihat menyesal
sunaryati jarum
Semoga bayimu kuat seperti kamu Flossie
sunaryati jarum
Akhirnya dapat pertolongan
sunaryati jarum
Kuat dan jadi orang hebat Flossie
sunaryati jarum
Kuat dan tabah semoga kau menemukan kesuksesan bersama anak yang kau kandung Flossi
sunaryati jarum
Baru mampir
Miarosa: makasih sdh mau mampir 😍
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
ditunggu lanjutannya kk 💪
Miarosa: sudah lanjut ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!