NovelToon NovelToon
Paribannya Si Boru Panggoaran

Paribannya Si Boru Panggoaran

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Keluarga & Kasih Sayang / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:507.7k
Nilai: 4.5
Nama Author: Yuli Valentina Tampubolon

Dira Tampubolon (17) terpaksa harus mengikuti perjodohan keluarga dengan paribannya, Defan Sinaga (27) yang lebih tua sepuluh tahun darinya. Perjodohan itu diikrarkan saat usia Dira masih dini dan masih duduk dibangku SMA.

Terpaksa Dira mengikuti keinginan bapaknya, Sahat Tambolon yang sudah berjanji pada kakak kandungnya untuk menikahkan boru panggoarannya karena memiliki hutang yang banyak pada keluarga paribannya.

Dira boru panggoaran sekaligus boru sasada dalam keluarga itu tak bisa menolak perintah bapaknya. Ia akan menikahi lelaki yang menurutnya sudah tua karena jarak usia mereka terpaut jauh.

Sifat Dira yang masih kekanak-kanakan menolak keras perjodohan itu. Tapi apa boleh buat, pesta martumpol telah digelar oleh kedua kelurga dan ia akan segera bertunangan dengan paribannya yang tua tapi juga tampan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuli Valentina Tampubolon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

tour

Bonus!!

*Satu eps lagi yaap! Jangan lupa supportnya ya sayang. Like, komen, berikan vote juga yaaapp!! Thankyouu dearr**🥰🥰🥰 *

*Luv Luv**😍*

"Loh kan hari ini bapak sama ibu mulai tour ke beberapa tempat. Apa bapak lupa? Saya sudah didepan Hotel pak," jelas sang sopir yang merangkap sebagai tour guide mereka juga selama di Bali.

Defan sontak kaget dengan perkataan pria tersebut. Ia terbangun dari tidurnya, matanya langsung terbuka."Oh iya-iya pak, sebentar tunggu di lobi. Saya dan istri segera kesana," tandasnya seraya menutup teleponnya secara sepihak.

"Dir! Bangun, buruan mandi," ucap Defan dengan nada khasnya yang dingin.

Dira tak mendengarkan ucapan suaminya, dia malah dengan asiknya melanjutkan tidur. Sementara Defan bergerak menuju kamar mandi, membasuh badannya dengan cepat.

"Aisshhh sial! Kenapa jadi buru-buru gini sih," umpatnya dalam hati.

Ia tidak sempat tadi melirik jam yang ada ditangannya sebelum jam tangan itu dibuka. "Emang ini jam berapa sih?" celetuknya lagi dengan nada kesal.

Tak sampai sepuluh menit, Defan sudah keluar dari kamar mandi. Tetapi Dira masih dengan posisi yang sama alias tidur pulas.

"Dira Bangun!! Cepat mandi," bentak Defan dengan suara kencangnya karena gadis itu terlalu malas untuk bangun dipagi hari.

Sontak Dira terbangun dari tidurnya. Ia kini berubah dengan posisi duduk. "Ada apa sih bang," lirihnya pelan.

"Bangun! Cepat mandi sana," perintahnya dengan ketus membuat Dira bergidik ketakutan.

"Buset pagi-pagi nih orang udah ngamuk aja," sindirnya dengan lirihan hati sendiri.

Dengan sigap Dira masuk ke dalam kamar mandi. Ia membasahi tubuhnya dibawah shower yang menyala dengan air hangat.

Baru saja ingin menikmati mandi paginya, dari luar terdengar suara heboh. Ketukan pintu yang dilakukan Defan begitu kencang.

"Cepat mandinya, jangan lama-lama," teriak Defan seraya terus mengetuk-ketuk pintu itu sebagai peringatan.

Dira tak pikir panjang, ia segera menyudahi kegiatan sakral mandi paginya. Mandi dengan anteng, nyaman bahkan dinikmati tak bisa dilakukan. Ia cepat-cepat membalurkan sabun ke tubuh, serta membersihkan rambutnya dengan sampo.

"Ada apa sih emangnya, daritadi heboh nggak ketulungan," cibir Dira. Pagi-pagi moodnya sudah ambyar, padahal hari ini adalah jadwal pertama mereka melakukan perjalanan di Bali.

Tapi pagi-pagi sudah kena mental dari bentakan-bentakan suaminya.

"Dasar pria arogan," keluhnya seraya mengeringkan rambut dengan hairdrayer yang ada di kamar mandi hotel. Dengan kecepatan paling tinggi dan hawa panas, Dira mengeringkan rambutnya yang basah.

Rambut itu pun mengering hanya dengan waktu dua menit, kepala Dira sampai terasa panas dan perih terkena hairdrayer tersebut.

Ia keluar berjalan gontai keluar dari kamar mandi. Masih memakai handuk hotel dengan rambut yang sudah mengering.

"Buruan jalannya, lemas kali pun!" desak Defan yang semakin kesal dengan tingkah Dira pagi ini.

Rasa kesalnya masih tersisa akibat perlakuan malam tadi. Bahkan rasa kesal itu menumpuk karena tak bisa langsung ia luapkan.

"Cepat-cepat! Lihat nih udah jam berapa," perintah Defan, lalu menunjukkan jam ditangannya.

Sialnya ternyata bukan pagi lagi sekarang, tetapi sudah siang, sudah jam 11 siang tepatnya.

"Argggghh, kok aku kesiangan sih. Sialan," umpat Dira. Dengan buru-buru ia mengambil baju didalam koper, membawanya kembali ke kamar mandi dan memakainya disana.

"Maaf bang aku keenakan tidur," ucap Dira dengan kepala tertunduk setelah keluar dari kamar mandi dengan pakaian casualnya. Belum juga masalah tadi malam selesai, kini sudah muncul masalah baru.

Defan menarik tangan Dira agar segera ke lobi Hotel. Sesampainya didalam lift, Defan langsung menghempaskan tangan Dira karena rasa kesalnya.

"Aww sakit," pekik Dira karena tangannya terlempar begitu saja.

Tapi tak ada penyesalan bagi Defan, karena ia juga tengah kesal hingga keubun-ubun.

"Kalau ngapa-ngapain tuh jangan lambat! Apa sih yang becus kau lakukan," cibir Defan dengan kata-kata tajamnya. Lagi-lagi membuat mental Dira semakin terpental.

"Abang kenapa sih dari tadi bicaranya kejam kali," ucap Dira karena merasa dongkol pada paribannya. Ucapannya sedari tadi begitu tajam, membuat moodnya semakin hancur berkeping-keping.

Tak ada lagi gairah untuk menikmati tournya hari ini. Rasa kecewa memupuk didadanya. Dira bahkan ngedumel sendiri melihat perlakuan Defan sejak bangun tadi.

Iya memang ini salahku semuanya! Semua salahku! Salah aku nggak tahu tadi malam dia udah pulang, sampai dia ketiduran didepan kamar. Salah aku juga karena bangun kesiangan.

Dira bergumam seorang diri, merutuki kebodohannya.

"Cepat jalannya," perintah Defan karena melihat jalan Dira yang gontai, sedangkah ia malah melangkah dengan lebar.

Dira mengikuti suaminya, langkah kaki yang kecil namun cepat. Mengekori suaminya dari belakang sampai lobi Hotel menemui seorang pria yang kemarin sudah ia kenali.

"Maaf pak, ayo berangkat. Saya dan istri kesiangan. Mohon maaf sekali," ucap Defan dengan sopan seraya mengekori sopir travel yang berjalan ke arah perparkiran hotel.

"Bapak tunggu disini saja, saya akan mengambilkan mobilnya," ucap sopir, meminta Defan dan Dira menunggu di halaman depan hotel tersebut.

Mobil itu terhenti di halaman depan Hotel, sopir dengan sigap membukakan pintu dan mempersilahkan Defan dan Dira masuk.

"Kemana kita hari ini pak?" tanya Defan tanpa mengecek jadwal yang sudah dikirimkan pihak travel kepadanya.

"Bapak belum membacanya? Hari ini jadwal kita ke Uluwatu pak," tutur sopir sembari melirik Defan melalui broadway mirrornya.

"Belum pak. Saya lupa mengeceknya," jawab Defan datar tanpa memperdulikan Dira yang ada disampingnya.

Dira sedang asik menatap layar ponselnya. Ia kembali mencurahkan isi hatinya pada sahabat-sahabatnya melalui obrolan grup watsapp mereka.

...Dira...

^^^Pening kali aku lihat abang ini loh wee! Marah-marah aja kerjanya, malaslah aku mau menikmati honeymoon tour di Bali ini.^^^

Shinta

Loh memang kenapa lagi kelen? Udah kayak kucing sama anjing aja. Lalap berantam aja kerja kelen dua

Jenny

Ia nggak pernah adem ayem kelen dua. Sekali-kali coba yang mesra. Kan udah suami istri

Carol

Sabar-sabar aja kau ya Dir, kek gitulah kalau dijodohkan. Apalagi kita nggak kenal sifat orangnya kaya mana.

...Dira...

^^^Memang salahku tadi malam, dia terkunci diluar. Tapi aku udah minta maaf loh. Terus pagi-pagi kesiangan bangun, eh dia malah ngamuk-ngamuk. Palak kali aku jadinya bah^^^

Carol

Udah sabar aja lah kau Dir, yang tabah semoga bisa melunakkan hati abang itu. Cieee sok bijak kali aku hehehe

Jenny

Kasih ciuman aja biar kicep tuh orang, nggak marah-marah lagi.

Shinta

We jangan ribut kali kelen, cepat belajar. Udah Dir nikmati aja liburanmu. Kami lagi sekolah loh ini. Udah ya bubar-bubar!!!

Dira hanya bisa pasrah membaca balasan curhatannya pada teman-temannya. Mereka yang sibuk sekolah, sedangkan Dira malah berlibur. Dira pun jadi merasa tak enak hati.

Sepanjang perjalanan muka Dira tertekuk. Ia merengut dengan kesal yang bertubi-tubi. Sedangkan Defan dengan santainya seperti biasa seolah tak terjadi apa-apa.

Mukanya yang dingin dan sikapnya yang arogan membuat Dira semakin dongkol. Tetapi momen honeymoon mereka tak bisa terulang kembali, seharusnya Dira menikmati itu semua.

"Sudah sampai pak," ucap sopir setelah membuka pintu mobil.

"Langsung aja masuk ke pantainya pak," lanjutnya lagi.

Defan dan Dira sampai di Pantai Suluban, tepat dibawah Uluwatu. Ketika menginjakkan kaki, Defan dan Dira sudah disuguhi pemandangan para peselancar yang tengah asik berselancar dengan ombak laut dibawah terik yang menyengat.

Tak lupa mereka juga menyusuri Gua Suluban tampak seperti setting film Pirates of the Caribbean. Strukturnya yang sungguh unik dan eksotis menampilkan kesan misterius dan mistik pada gua ini.

Tapi Defan dan Dira sama-sama cuek, menikmati pemandangan indah ini sendiri-sendiri. Dira yang sibuk berselfi ria, sedangkan Defan hanya menikmati pemandangan indah luar biasa ciptaan Tuhan itu.

Kemudian Defan dengan asiknya melanjutkan duduk dibawah tenda pantai yang disewakan perjamnya.

Defan malah sibuk mencari makan siangnya disepanjang pinggiran pantai. Karena bangun kesiangan, membuat perut kosongnya terasa lapar. Sebenarnya dia ingin menawarkan juga pada Dira, tapi karena masih kesal, sengaja dia membiarkan Dira yang sibuk seorang diri tengah berselfie ria dengan background pantai didaerah Uluwatu itu.

1
May-chann
sumpah ya, Devan tuh type gue bgt😋 bukan manggil pake kata aku, tapi pake kata abang🫠
May-chann: eh sorry namanya typo dikit
total 1 replies
May-chann
duh kak, walaupun aku Batak, tapi gak ngerti pulak aku yang kayak gini/Awkward/
yuli.vt: berarti km bukan termasuk org miskin hehe
total 1 replies
lidia aritonang
Kecewa
Duwie Sartika
hehhhh,, pak,, pak,, miskin kok di bwt sendiri... mana ada orang berjudi jd kaya...
Charlotte
lae nya kak bukan laek
Buthet Bnd
sala kenal author.. saya nikah sama pariban kandung,tp puji Tuhan keluarga kami TDK memandang kaya dan miskin...ttp aja balik pola didik dlm keluarga . .. .puji Tuhan iparku semua mau d arahkan ke hal Baek tanpa pandang status seseorang dabah .
Sondang Sartika Lumbanraja
ngeri kali kok parumaen pula yg marhobas bukan nya boru tapi yah gitu lah yg kaya biasa distimewakan. awak kalau pulang ke rumah mamak di kampung jadi hatoban lah semua awak kerjakan krn menantu mamak kami tidak ada yg bisa masak.
Buthet Bnd: udah hal lumrah eda seperti itu...dmna mana pasti ada keluarga yg seperti mereka....tp puji Tuhan d keluarga kami slg menolong klo ada pesta kecil maupun pesta besar,ngga ada istilah yg kaya dan yg miskin..sama aja semua,itu tergantung pola pikir pribadi keluarga seseorang eda
total 1 replies
Suryavajra
Bagus sekali ini ceritanya, saya mendapat edukasi budaya pernikahan Tapanuli. Terima kasih banyak atas tulisannya.
Suryavajra
hanya di Jakarta dan sekitarnya kue terang bulan disebut "martabak" juga. padahal yang pakai telur adalah snack dari semenanjung Arab, yang manis adalah snack dari Tiongkok Selatan. Jauh kali asalnya tapi di Jabodetabek namanya jadi sama hahahahahaha 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Flora Sigalingging
sangatttt bagusss dan rekomended untukkk dibacaaa.penulisan sangat jelas dan tidak berbelit",mantappppp
Hotmin Hotmin sianipar
sikap defan g tegas sama sahabatnya, benar kata dira sahabat beda gender tdk ada yg murni. klo aku jd dira g maulah
Suryavajra
akhirnya dapat juga novel yang bagus di noveltoon ini.
Marulak Siagian
dekat rmhku, itu di MARELAN 😂🤣😂😂
itin
baru baca sepenggal penggal tapi kayaknya seru
itin
tertarik untuk bacanya nih. kata² nya tersusun apik
antha mom
sahat,,,sahat kamu itu jual Boru mu atau menikah kan anak mu sama pariban nya,,🤦‍♀️🤦‍♀️
antha mom
seperti itulah realita kehidupan Dira siapa yang kaya tempatnya tetap di depan tak akan ada yang mau menyuruh marhobas,, sabar lah ya Dira akan indah pada waktunya nak 😘😘
antha mom
horas thor seru ceritanya nich 👍👍👍
Kurnianingsih Sa'ud
maaf thor...tolong jelaskan arti indonesianya, bahasa2 batak yg dipakai...maklumlah, sy tidak paham...
tapi baru baca bab 1, sepertinya menarik ceritanya...
difa birink dewi birink
thor seharus nya tu si defan yg lebih mengalah karena dia lebih dewasa ini malah si dira aja yg mengalah seakan" terlihat x perbedaan kehidupan mereka udah tau paribannya masih muda dan labil tpi tetap aja diketusin..engga ada romantisnya yg bikin dira merasa di hargai..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!