NovelToon NovelToon
Lahirnya Sang Pewaris

Lahirnya Sang Pewaris

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / CEO / Tamat
Popularitas:506.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ratna Wullandarrie

Menikah di usia muda, Davina melahirkan sang pewaris tunggal dari 2 keluarga di usia 21 tahun.

Aditya Dave Mahendra di takdirkan menjadi pewaris dari kekayaan kedua orang tuanya yang tak akan habis 7 turunan.
Sosoknya di incar banyak wanita realistis, yang menganggap uang bisa adalah sumber dari kebahagiaan. Tak jarang wanita-wanita itu saling memperebutkan Aditya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Wullandarrie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Tepat beberapa menit yang lalu Farrel dan Nabila resmi menjadi pasangan suami istri. Pernikahan yang tak terduga dan secara mendadak, membuat acara pernikahan itu hanya di hadiri oleh kedua belah pihak keluarga. Tak ada tamu undangan, namun acara pernikahan itu berlangsung sakral.

Nyatanya meski kedua orang tua mereka saling kecewa satu sama lain terhadap Farrel dan Nabila, namun restu dan do'a terbaik di berikan pada anak-anak mereka agar rumah tangga Farrel dan Nabila di limpahi kebahagiaan dan di jauhkan dari hal-hal yang tidak di inginkan.

"Apa yang kamu katakan pada Davina.?!" Farrel berbisik ketus di telinga wanita yang baru saja menjadi istrinya.

Nabila tampak menengok jengah, jelas sekali kalau dia malas untuk meladeni pertanyaan Farrel.

Lagipula dia juga tidak paham maksud pertanyaannya.

"Bukannya Kak Farrel lihat sendiri sejak tadi aku di sini." Nabila menjawab datar.

"Kamu pikir aku tidak liat saat kamu menangis di samping Davina.!" Ucapan Farrel membuat Nabila tak berkutik. Rupanya Farrel memergoki dirinya yang saat itu sedang bercerita pada Davina.

"Kenapa diam.?! Kamu pasti mengadu yang tidak-tidak pada Davina bukan.?!" Tuduh Farrel yang masih berbisik.

Beruntung setelah itu dia bisa lolos dari intimidasi Farrel lantaran Kakaknya datang dan mengajaknya untuk berfoto keluarga.

Dengan terpaksa Nabila mengukir senyum agar terlihat bahagia dan baik-baik saja di hari pernikahannya.

Begitu juga dengan Farrel yang ikut mengukir senyum, mengelabuhi pandangan kedua keluarga agar mereka berpikir kalau dia sepenuh hati menikahi Nabila.

"Tolong jaga adikku. Terlepas kesalahan yang sudah kalian berdua lakukan, belajarlah untuk menjadi lebih baik lagi demi rumah tangga kalian berdua." Sisy menatap Farrel, laki-laki yang telah merusak masa depan adiknya itu. Tapi dia sedikit lega karna Farrel mau mempertanggungjawabkan perbuatan hingga masa lalunya yang buruk tidak terulang pada adiknya.

Masa lalu yang membuatnya harus hamil di luar nikah dan kehilangan bayinya.

"Aku sangat mencintai Nabila, sudah pasti aku akan menjaganya." Sahut Farrel. Bicara tampa keraguan seolah-olah apa yang dia katakan adalah sebuah kebenaran, padahal tak jauh dari kata dusta.

Kedua mata Nabila seolah ingin keluar dari tempatnya. Pengakuan Farrel membuatnya tak habis pikir, dengan mudahnya dia mangakui mencintainya sedangkan Farrel selalu memperlakukannya sesuka hati.

"Cinta seperti apa yang dia maksud.! Dia lebih terlihat ber naf su saat menatapku.!"

Nabila membatin geram.

Farrel sangat pandai berbohong dan mencari muka di depan keluarga hingga kedua orang tuanya serta Sisy mau memaafkan kesalahan Farrel dan menerimanya sebagai bagian dari keluarga.

Melihat reaksi Nabila yang tampak menahan kekesalan, Farrel justru mengukir senyum smirk untuk meledek.

Dia merasa menang karna berhasil mengelabuhi keluarga Nabila di depan Nabila langsung.

***

"Apa yang kamu pikirkan.?" Dave membuyarkan lamunam Davina seraya merangkul mersa pinggang istrinya itu.

Entah apa yang sedang Davina pikirkan sampai istrinya itu diam melamun dengan tatapan yang mengarah pada Nabila dan Farrel.

"Kasihan sekali Nabila, apa dia akan bahagia.?"

"Sepertinya mereka tidak saling mencintai." Davina bergumam iba. Bukan tanpa alasan dia punya pikirkan seperti itu.

Gerak-gerik Farrel dan Nabila terlihat jelas kalau sebenarnya mereka tak siap dengan pernikahan ini. Atau mungkin lebih tepatnya tidak menginginkan pernikahan ini terjadi.

"Tidak saling mencintai tapi seling membuka celana d a lam." Celetuk Dave. Rasanya mustahil apa yang dikatakan oleh istrinya itu, sedangkan dia tau alasan Nabila dan Farrel di nikahkan. Yaitu karna keduanya sudah bermain kuda-kudaan.

"Ya ampun sayang mulutmu.!!" Tegur Davina yang reflek mencubit perut Dave. Entah kenapa suaminya itu bisa mencibir layaknya ibu-ibu yang sedang bergosip.

"Aww.!" Dave memekik kesakitan, tapi meski sudah di tegur, dia merasa tidak ada yang salah dengan ucapannya.

"Mulutku ini berkata benar sayang, kalau tidak mana mungkin mereka dinikahkan."

Lagi-lagi Davina dibuat syok, sepertinya ada yang tidak beres dengan otak suaminya.

Mungkin pekerjaan kantor membuatnya stres sampai filter di mulutnya tidak berfungsi.

"Apa Mas baik-baik saja.?" Davina menatap lekat, takut suaminya itu benar-benar stress seperti dugaannya.

"Tentu saja, memangnya aku terlihat sakit.?" Dave balik pertanya, Davina menggelengkan kepala. Secara fisik memang suaminya itu terlihat sehat dan baik-baik saja, namun ucapannya yang aneh membuat Davina berfikir yang tidak-tidak menyangkut kondisi otak Dave.

*****

"Aku hanya berdiri dan duduk semalam acara berlangsung, tapi kenapa pegal sekali rasanya,," Davina mengeluh begitu masuk ke dalam kamar. Dia langsung menghampiri sofa dan duduk meluruskan kaki di sana.

Melihat istrinya yang mengeluh pegal, Dave lantas menghampiri dan duduk di sampingnya.

"Sini biar aku pijat,," Dengan penuh perhatian dan kelembutan, Dave memijat kaki istrinya itu setelah menyingkap gaun Davina hingga sebatas lutut.

Sudut bibir Davina terangkat, perhatian yang diberikan suaminya membuat dia terlihat bahagia.

Dia menikmati pijatan Dave di kakinya yang seketika membuat otot-otot kakinya kembali rileks.

"Mungkin karna kandungan kamu sudah semakin besar, jadi gampang lelah." Terang Dave. Dia masih memberikan pijatan di kaki Davina sembari manatap wajahnya yang tampak kelelahan namun tak mengurangi kecantikannya sedikitpun.

"Setelah ini istirahat saja, tidak usah turun ke bawah lagi." Pinta Dave penuh perhatian.

"Lalu Mas Dave mau turun lagi ke bawah.?" Tanya Devina dengan tatapan menyelidik. Sayangnya Dave tak menyadari akan hal itu.

"Tentu saja. Keluarga Nabila masih ada di sini, tidak enak kalau aku,,,

"Aku tau Mas ingin berlama-lama menatap Sisy tanpa pengawasan dari ku. Iya kan.?" Tuduh Davina. Dave sontak melongo, bahkan dia saja tidak punya pikiran seperti itu.

Tapi istrinya terus saja menuduh dan mendesaknya untuk mengakui apa yang tidak akan dia lakukan.

"Astaga Hunny, Baby, Jagiya, Yeobo,, mana mungkin aku seperti itu.?" Dave menepis tuduhan Davina yang tidak terbukti.

"Tunggu. Jagiya.? Yeobo.? Bagaimana Mas tau,?" Dengan kening yang berkerut, Davina menatap intens suaminya yang tiba-tiba bisa mengatakan panggilan sayang dalam bahasa korea.

"Hampir setiap malam kamu menonton drakor di sampingku, aku sampai hapal dengan panggilan sayang itu." Jawab Dave.

Istrinya itu memang memiliki kebiasaan baru sejak 1 bulan terakhir. Dia menonton drama Korea bergenre romatis yang sering di bubuhi adegan bertukar saliva.

Davina menyengir kuda, dia hampir lupa soal kebiasaan barunya itu.

Menonton drakor romantis membuatnya semakin lengket dengan Dave lantaran selalu terbawa suasana. Dia merasa bahwa dirinya dan Dave yang menjadi peran dalam drama tersebut.

Senyum malu di wajah Davina seketika menghilang, dia kembali memasang wajah kesal dan tatapan menyelidik.

"Jangan mengelak, aku tau Mas itu sebenarnya ingin melihat Sisy lebih dekat."

"Mas Dave menyuruhku untuk tidak turun ke bawah agar bisa leluasa dekat dengan Sisy bukan.?"

Rupanya Davina masih bersikeras menuduh Dave. Pria dewas itu sampai memijat kepalanya dengan kencang.

"Ya ampun sayang, sepertinya aku butuh obat sakit kepala,," Dave menyandarkan punggungnya di sofa. Raut wajahnya tampak lesu.

"Kepalaku rasanya ingin meledak." Tambahnya kemudian memejamkan mata.

1
DewiéNURS@LIM
koq berhenti....?
Jane Hutagalung
lanjut dong kak. terima kasih
sharvik
dr emg agk crga dg crta e . .sdh smpai prtengan crta tp msh ttp mncrtakn ortu y yg sdh mmliki crta dg jdul y sndiri
sharvik
bkn y ini crta u tuk ank y dave tp kok hmpir stengah blm jg msk crta anak y sih . .klo msh mau crta ortu y kn ckup d crta ortu y
༄ⁱᵐ᭄✿ΛLєKƬΉΛ࿐🌴 🍉
lhhaaa... brenti tengah jalan juga ternyata...??? 😔
༄ⁱᵐ᭄✿ΛLєKƬΉΛ࿐🌴 🍉
my beloved sister pindah kesini ternyata ya kak other .??
༄ⁱᵐ᭄✿ΛLєKƬΉΛ࿐🌴 🍉
Luar biasa
Lia Pave
Mana nih lanjutannya
Yani Sugondo
ini cerita bagus kok endingnya gak jelas,lnjut thooor,semangat😀❤️💪💪
Lutfatul Azizah
Luar biasa
Piet Zha
ada gak sih kelanjutanya
Piet Zha
kapan lanjutannya
Kesih Kesih
aku mah penasaran ama lanjutan kisahnya farel sma nabila gimana yah
Nur Fatihah
seru
Wila Septianingsih
kenapa ko udh tamat lg aja
Tiorida Rajagukguk
koq gk ada lanjutannya thor?
Tiorida Rajagukguk
menarik
Tiorida Rajagukguk
Ella jgn sedih Adit itu sayang sama kamu,
Tiorida Rajagukguk
baru mampir 😊😘
afrida
ayo thor di lanjut lagi jangan nanggun critanys ya semangat💪💪💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!