NovelToon NovelToon
Menikah Kontrak Dengan Tuan Muda

Menikah Kontrak Dengan Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Angst / Tamat
Popularitas:42.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sujie

Bagaimana jadinya jika hidup sudah tak memberimu pilihan?

Semua yang terjadi di dalam hidupmu seolah menyudutkan mu dan memberikan tekanan padamu sehingga membuatmu terpaksa harus menyetujui sebuah perjanjian untuk mengikat hubungan dengan seseorang yang sangat kamu benci dalam sebuah pernikahan.

Pernikahan kontrak, dengan alasan yang saling menguntungkan.

Morgan Wiratmadja.
Sang lelaki yang menciptakan permainannya. Namun siapa sangka, permainan pernikahan kontrak yang ia ciptakan justru menyeretnya ke dalam sebuah perasaan yang ia hindari selama ini.






Selamat membaca 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sujie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia Istriku

"Yah, sayang sekali. Padahal aku ingin mendengar ceritanya." Eylina mengedip - ngedipkan matanya. Berharap permintaannya dikabulkan.

"Maaf ya kak Eylin. Tapi Emil sama Luna nggak bisa cerita." Emily meraih tangan kakak iparnya.

"Iya ... iya. Kakak nggak maksa kok."

"Tapi Emil akan bantu bujuk kak Morgan biar mau cerita semuanya."

Ya ampun manis banget sih kalian ini. Eylina.

"Oh iya, emang kak Eylin juga nggak tau kalau hari ini kak Morgan pergi sama Ayah?" Emily mengalihkan topik pembicaraan.

"Emm ... kak Morgan nggak bilang apa - apa sih semalam." Eylina tersenyum kecut.

Aku memang istrinya, tapi kurasa keberadaan ku tidak begitu penting baginya.

Toh mungkin pernikahan dan kesepakatan ini juga akan segera berakhir.

Tuan Morgan kan sudah menunjukkan kerja kerasnya untuk mengurus perusahaan.

Pasti tuan Wira sebentar lagi juga akan memberikan kuasanya padanya.

Dan aku akan kembali hidup dengan normal, bekerja dan membantu mengembangkan usaha kue ibu. Menata hidupku yang baru dan menemukan harapan baru.

Membayangkan hal itu saja sudah membuat hati Eylina senang. Sebuah senyum terkembang di bibirnya.

"Yaah ... gimana sih kak Morgan?" Luna ikut menimpali.

"Kak Eylin, yang waktu di pesta itu adiknya kak Eylin ya? Kayaknya umurnya samaan sama aku? Cantik juga, tapi lebih cantikan aku pastinya." Gadis belia itu tersenyum menampakkan gigi putihnya yang berbaris rapi.

Uhhh, gemes banget sih. Ya ampun, senang sekali rasanya bisa bercerita dan tertawa bareng kalian. Eylina tersenyum sendiri.

"Kak? ih kak Eylin kok malah ngelamun sih?" Luna memasang wajah merajuk.

"Oh ... itu, namanya Dara. Dia adik kak Eylin satu - satunya, kurasa kalian memang seumuran. Ya ... ya ... Luna memang paling cantik. Gak ada yang bisa nandingin." Eylina mencubit pipi adik iparnya, gemas sekali melihat gadis itu.

Dan mereka pun tertawa bersama.

Tak menyadari jika ada sepasang mata yang mengawasi mereka dari kejauhan.

"Dasar licik, wanita murahan. Bagaimana mereka bisa sedekat itu? Aku saja yang sudah bertahun - tahun berusaha merebut hati kedua bocah tengil itu saja tidak pernah berhasil. Dan dia, tiba - tiba datang dan merusak semua rencana ku." Bella berbicara sendiri. Tangannya mengepal menahan geram melihat kedekatan Eylina dengan kedua adik Morgan.

"Bella ... kamu disini? Tante kan minta kamu tunggu di ruang keluarga aja." Ayu membelai rambut perempuan itu.

"Ah ... iya Tante."

"Ya udah yuk kita ngobrol di ruang keluarga aja." Ayu menggandeng tangan Bella dan membawanya ke ruang keluarga.

Sementara ketiga gadis yang sedang duduk di bangku taman itu masih asik bercanda dan tertawa.

"Jadi kakak kalian phobia sama gelap? hahaha ... lucu banget sih." Eylina tertawa terbahak - bahak membayangkan wajah Morgan yang ketakutan saat keadaan kamar benar - benar gelap semalam.

Pantas saja dia marah - marah. Rupanya dia takut gelap. Hihihi, tampangnya saja macho. Tapi sama gelap aja takut.

"Kak Morgan selalu merasa sesak nafas katanya. Dia bilang seperti ada yang mencekik lehernya." Emily memperagakan gerakan mencekik leher dengan wajah yang dibuat konyol.

"Huahahaha ...." Eylina semakin terbahak - bahak membayangkan bagaimana wajah lelaki sok berkuasa itu saat ketakutan.

"Yah ... udah mulai panas nih kak. Kita masuk yuk." Luna mengajak masuk setelah mereka lelah bercanda dan taman belakang mulai panas.

"Ya udah yuk." Eylina lalu berdiri dan melangkahkan kakinya. Kedua adik iparnya menyusul dan menggandeng kedua tangannya.

Kehadiran Eylina seperti membawa warna tersendiri bagi Emily dan Luna. Gadis itu seperti menyalurkan sebuah kehangatan bagi seisi penghuni rumah. Istana megah yang tadinya sedingin kastil Elsa di film "Frozen" itupun perlahan - lahan mulai menghangat.

Mereka berjalan melewati ruang keluarga, namun ternyata disana ada cukup banyak orang.

Kenapa ramai sekali?

Eylina mengernyitkan dahinya. Ia berhenti disisi tangga.

"Eh itu kan menantu jeng Ayu, iya kan Jeng?" Salah seorang dari mereka berkomentar saat melihat Eylina.

"Iya ... sekarang masih menantu. Tapi sebentar lagi juga akan diceraikan sama Morgan. Dan Morgan akan menikahi Bella pastinya. Karena hanya Bella yang cocok mendampingi Morgan. Anaknya jeng Hesti ini, udah cantik, pinter dan juga yang pastinya selevel sama Morgan. Ya kan sayang, bukan seperti dia. Morgan memilihnya dari ajang pencarian jodoh. Yang tidak jelas asal usulnya darimana. Dan Jeng tau? dia hanya menginginkan uang Morgan. Menjijikkan sekali kan Jeng?" Ayu membelai rambut Bella seolah membanggakannya dan tersenyum sinis pada Eylina yang masih berdiri di sana.

Perih sekali rasanya. Jika mereka tidak menyukaiku itu tidak masalah. Tapi penghinaan ini benar - benar membuat hatiku sakit. Eylina berusaha keras agar air matanya tidak jatuh.

"Tidak ada yang akan bercerai!"

Semua orang yang berada di ruangan itu menoleh secara bersamaan ke arah sumber suara, termasuk Eylina, Emily dan Luna.

Wajah Bella berubah menjadi pias, begitu juga dengan Ayu dan teman - teman sosialitanya.

Tuan Morgan? Bukankah tadi Mama bilang dia sedang ada urusan ke luar negeri? Eylina heran melihat kedatangan suaminya.

Morgan? Bagaimana dia bisa ada disini? Tante Ayu bilang dia dan ayahnya sedang ke luar negeri untuk beberapa hari kedepan. Bella memandang Ayu seolah meminta penjelasan. Sementara Ayu hanya menggelengkan kepalanya dengan cepat.

"Morgan? Bagaimana kau bisa berada disini? bukankah seharusnya kau ikut ayahmu ke Singapore?" Ayu mendekati putranya yang berdiri di perbatasan antara ruang tamu dan ruang keluarga.

"Tidak akan ada perceraian antara aku dan istriku." Morgan tak menghiraukan pertanyaan mamanya. Ia mengatakannya dengan lantang lalu berjalan ke arah istrinya yang sedang tertunduk. Tangannya kemudian merangkul bahu Eylina, kemudian melangkah bersama ke arah Bella.

"Dan kau, apa kau tidak punya malu hah? Apa diluar sana sudah tidak ada laki - laki yang mau denganmu hingga kau merendahkan harga dirimu dan tetap berusaha mendekatiku dengan meminta bantuan Mama. Aku sudah beristri, seharusnya wanita secerdas dirimu bisa berpikir dengan baik. Dia adalah istriku. Wanita yang ku pilih untuk mendampingi hidupku. Jadi jangan pernah mengganggunya lagi."

Morgan menatap tajam ke dalam mata Bella.

"Morgan, a ... aku ... maksudku ...." Bella berkata dengan terbata - bata.

"Cukup! Aku tidak ingin mendengar apa - apa dari mulutmu kotormu." Morgan mengangkat tangannya, memberi isyarat agar perempuan itu tak bersuara lagi.

"Dan kalian, jika ada yang berani mengganggu istriku. Aku tidak akan segan - segan memberi perhitungan dan memutus kerja sama dengan perusahaan kalian." Morgan menatap mereka satu persatu.

"Nak Morgan, maafkan kami. Kami berjanji tidak akan mengulanginya lagi." Salah satu dari mereka menjawab.

"Baguslah, tunggu apa lagi? Silahkan bubar sebelum aku berubah pikiran."

"Ah ... iya ... iya baiklah. Jeng kami pamit dulu ya." Kumpulan ibu - ibu sosialita itupun berpamitan pada Ayu satu persatu. Dan keluar dari rumah mewah keluarga Wiratmadja. Mereka tahu, Morgan adalah calon pewaris tahta dari perusahaan paling disegani di negri ini. Tidak ingin mengambil resiko bagi keberlangsungan nasib perusahaan kecil mereka, merekapun tidak ada pilihan lain selain menghindar dan menutup mulut mereka rapat - rapat.

"Dan kau? apa lagi yang kua lakukan disini? Pergi dari rumah ini sekarang juga." Perintah Morgan pada Bella.

"Morgan, jangan keterlaluan seperti ini." Ayu berusaha membujuk putranya.

"Ini semua salah mama, mama yang mengundangnya kemari."

"Kalau begitu jangan pernah mengundangnya lagi. Dan suruh dia pergi sekarang." Morgan berbicara tanpa beban.

"Bella,sayang ... maafkan Morgan ya. Maafkan Tante juga. Tante janji, tante akan perbaiki semuanya." Ayu tidak punya pilihan lain selain menyuruh perempuan itu kembali kerumahnya. Ia berkata dengan berbisik ditelinga perempuan itu.

Bella pun sama, ia pun tidak memiliki alasan untuk tetap berada dirumah ini.

Ia akhirnya melangkahkan kakinya keluar dari rumah tersebut dengan perasaan yang bercampur aduk antara marah, malu, dan juga sangat kesal karena kejadian ini.

Dirinya yang tadinya berniat mempermalukan Eylina di depan orang banyak, namun ternyata kini dialah yang harus menahan malu. Karena Morgan memakinya dan merendahkan harga dirinya habis - habisan dihadapan banyak orang.

Sementara di dalam rumah, suasana masih terasa canggung.

Ayu memilih untuk pergi ke kamarnya karena kesal. Seharusnya ia hari ini bisa mempermalukan menantunya di hadapan teman sosialitanya namun ternyata hal itu gagal.

💗💗💗💗💗💗

Jangan lupa Vote ya teman - teman😘

1
Maria Christanti
tetap semangat dlm berkarya thor. ceritanya bagus.👍
Febby fadila
Morgan jangan sentuh² atau curi² cium eylina kalau kamu nggak cinta sama dia, itu sama saja kamu merendahkan harga dirinya eylin
Febby fadila
ini ngapain Willy sama ana datang apa mau dandan eylina untuk pergi ketemu sama Jesica ya 🤔🤔🤔
Febby fadila
cemburu bilang aja Morgan jangan gengsiiiii 🤣🤣🤣
Febby fadila
sabar Rey,, Jesica hmmm 🐍 baru kayakx ini selepas dari bella
Febby fadila
wooww pak gun ganti profesi 🤣🤣🤣🤣
Febby fadila
sadarlah bela jangan hancurkan dirimu dengan obsesimu
Febby fadila
ada kemajuan ini si Morgan,,, ya ya walaupun blom cinta dan sayang harus tegas sama orang yg ingin mempermalukan istrimu
Febby fadila
udah eylina nggak Morgan dirumah mending balik duluh kerumah ibumu t4 ternyaman
Febby fadila
ciiieee yg nyuri kecupan 🤣
Febby fadila
mulai ada kemajuan si Morgan ini
Febby fadila
ya terkadang kita lihat hidup mereka mewah tp kenyataanx kebalik
Febby fadila
Morgan ini masih teka teki
Febby fadila
awas kau bucin Morgan,,
Febby fadila
dara polos dan lugu
Febby fadila
kejam jug sama kek saga 🫣🤣🤣
Febby fadila
nikmati aja dulu semua kemewahanx, klw dapat uang bulanan atau uang lainnya dari Morgan harus disimpan,klw benaran kontrakx selesai bisa pake buat modal usaha
Febby fadila
hampir mirip kayak cerita saga
jalani dulu eylina semoga akan bahagia
Febby fadila
yg sabar ya eylina
🦋⃞⃟𝓬🧸 Muffin🧚🏻‍♀️: Halo sahabat pembaca ✨
Aku baru merilis cerita terbaru berjudul RUSH WEDDING 💍
Sebuah kisah tentang pernikahan yang datang tiba-tiba, rasa yang tumbuh perlahan, serta luka dan rahasia yang pelan-pelan terbuka.
Mampir, ya… siapa tahu kamu ikut jatuh hati pada perjalanan mereka.
Dukung dengan like ❤️ & komentar 🤗, karena setiap dukunganmu berarti sekali buatku.
total 1 replies
Febby fadila
awas kau Morgan klw kasar sama eylina
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!