Gimana jadinya kalau seorang agen Intelijen bertemu dengan Bos mafia??
Jni di alami Seorang agen intelijen yang sangat cantik dan juga ahli dalam berbagai hal. Dari menembak , bela diri. Dia hidup sendiri dengan Ayahnya dan kekasihnya yang dulu adalah kakak angkat yaang siring berjalannya waktu akhirnya jadi seorang kekasih juga. Ibunya sudah meninggal saat dia masih sangat kecil. Dan kini dia tinggal di rumah sederhana yang nampak sangat kecil dan sempit.namun di balik rumah kecil tersimpan teknologi yang sangat caanggih di bandingkan dengan rumah besar di luaran sana. Tak hanya cantik dia juga cerdik dan ramah pada semua orang.Kecerdikannya dalam misi membuat dia di tunjuk untuk mencuri sebuah dokumen yang sangat penting di sebuah perusahaan YIN GROUP. Ini kisah awal dia mulai terjerumus dalam dunia yang tak di inginkan.
Tidak jadi mencuri sebuah dokumen. Kini dia semakin terjerumus dalam kehidupan seorang Pemilik Perusahaan yang terkenal sangat sadis. Tapi dia Tak menyakiti gadis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imas Gustina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permintaan Maaf
Wo jian nampak duduk santai menyeduh kopi yang masih panas lalu meletakkan kembali. Menyandarkan punggungnya di sofa.
"Paman, kenapa bisa tahu jika kita ada masalah?" Feng yin memulai percakapan lebih dulu.
"Aku sudah tahu dari awal rumah itu tidak aman lagi untuk kita, dan kamu Yiwen jangan khawatir rumah itu akan di ledakkan aku sudah membuang alat peledak yang tersembunyi di sana" jawab Wo Jian.
Yiwen nampak tersenyum berlari duduk di samping ayahnya.
"Jadi benar semua sudah aman sekarang??" wajah Yiwen nampak sangat senang kini saatnya dia terbebas dari kehidupan Lian yin lagi dan tidak akan menemuinya. Dia sudah telanjur kecewa dengan Lian yin tapi yang di perbuat dengan Lian yin dua hari kemarin adalah kesalahanya terlalu bodoh dan mau tidur dengan lian yin Brengsek itu.
"Iya, kamu jangan khawatir sekarang, sementara kita akan tinggal di sini selama beberapa bulan dan ayah akan pergi ke utara mau menemui seseorang yang ayah kenal dari dulu?" Yiwen nampak menyernyitkan dahinya.
"Ayah kesana mau menemui siapa bukannya kita tidak punya anggota keluarga di sana?" Tanya Yiwen yang nampak mulai curiga pada ayahnya.
"Pada seseorang yang suatu saat kamu akan tahu itu, kalian berdua berlindunglah di bawah naungannya maka tidak akan berani ada yang menyakiti kalian" ayah Yiwen menyeduh lagi kopinya. Menikmati sejenak lalu meletakkan di meja.
Feng yin hanya terdiam sejenak, ia yang mempunyai kecerdasan tinggi dalam menganalisa. Kini ia berdiam Mencoba berpikir bahwa ayah Yiwen akan menemui seseorang dari kekuatan besar yang terletak di Utara ini akan menjadi hal buruk baginya namun juga ada baiknya. Karena ini ada hubungannya dalam dunia mafia maka akan sulit untuk keluar dari dunia ini.
Yiwen yang mulai bosan mendengar mereka saling bicara ia mulai berkeliling melihat perabotan rumah itu yang tertata rapi dan minimalis. Semua bisa di lipat bahkan bisa membuka dengan sendirinya membuat mata yiwen tekagum untuk berjalan menelusuri setiap ruangan. Ada dua kamar di sana mungkin jika pertama terlihat satu kamar namun satu kamar lagi berada di bawah lipatan kamar satunya. Jika lipatan itu berjalan naik ke atas maka kan muncul kamar tidur ke dua.
Merasa sudah aman tak ada yiwen tao melanjutkan pertanyaanya pada Wo Jian.
"Kenapa paman pergi ke sana bukannya itu letak di mana klompotan mafia utara berada?"
Wo jian tersenyum menyeduh kopinya kembali. Ia melirik ke arah Yiwen yang sepertinya tak menghiraukan dirinya berbicara. Ia mulai melanjutkan perkataannya.
"Memang benar, karena kamu tahu siapa sebenarnya Lian yin yang menjebak yiwen dalam perangkapnya?" Tanya Wo jian dengan wajah seriusnya.
"Bukannya pemilik perusahaan Yin Group??"
"Hmmmzzzt" tersenyum kecil.
"Dia adalah ketua dari gang mafia terbesar di barat" Feng yin membuka matanya lebar lebar. Seolah tak percaya dengan apa yang di katakan ayah Yiwen. Jadi selama ini Yiwen bersama bos mafia dan terkenal sangat haus darah membunuh lawannya dengan mudah. Dia merasa benar benar bodoh pernah membiarkan Yiwen sendiri masuk ke perangkap Lian yin.
"Kalian bicara apa sepertinya serius banget" Yiwen meloncatkan tubuhnya di sofa samping Feng yin seolah kesedihan sudah mulai hilang dari pikiranya.
Semua nampak hening mendengar pertanyaan Yiwen. Wo jian dan Feng yin saling menatap satu sama lain seolah memberi kode untuk mencoba menjelaskan pada Yiwen.
"Gak ada apa apa? Ayah bilang ke Feng yin jika ayah akan pergi besok" Wo jian memulai pembicaraannya untuk memecahkan keheningan sejenak.
"Kenapa ayah pergi besok? Ayah tetap disini aku takut jika lain yin akan mencelakai ayah?" Yiwen memegang dan menarik narik tangan ayahnya yang masih memegang secangkir kopi yang masih hangat di tangannya.
"Yiwen lepaskan dulu tanganmu kopi ayah tumpah" secangkir kopi yang tinggal sedikit tupah berceceran di baju ayahnya.
Tak marah pada Yiwen ayahnya hanya menarik napas menahan amarahnya. Ia tahu jika anaknya sekarang sedang sedih dia tidak meu merubah suasana hati anaknya semakin sedih. Kini ia merasa Yiwen perlu kasih sayang lagi darinya. Hatinya saat ini sangat rapuh karena diam diam mulai tubuh binih cinta pada Lian yin.
Maaf yah!!" Yiwen tertawa kecil menggaruk kepalanya.
"Kalian bicara berdua ayah akan ke kamar mandi sebentar ganti baju" Wo jian pergi menuju kamar mandi yang terletak tak jauh . Karena memang rumahnya sangat sempit namun semua barang sangat pas dan tertata rapi di dalamnya.
Feng yin dan Yiwen nampak canggung memulai pembicaraan. Mereka saling diam saling melirik satu sama lian.
"Maaf!!" Satu kata dari Yiwen untuk memulai pembicaraan dengan Feng yin. Seketika memecahkan keheningan yang ada.
"Untuk apa??" Feng yin, menatap wajah cantik Yiwen di sampingnya.
"Untuk semuanya, aku banyak salah padamu. Aku yang sudah menyakitmu" Yiwen menundukan kepalanya merasa ia sangat menyesali semuanya. Apa yang di lakukan Feng yin bersama Yhing yhi tak sebanding dengan perbuatanya bersama Lian yin bahkan sudah melebihi batas. Yiwen sudah menyadari itu.
Hubungan mereka jadi renggang karena ke egoan Yiwen yang merasa dirinya benar dan selaku menyalahkan bahkan menyudutkan Feng yin. Tapi perjuangan Feng yin, untuk meminta maaf pada Yiwen sangat mengagumkan, dia tak kenal lelah untuk meminta maaf dan memperbaiki hubungannya kembali.
"Udahlah lupakan semua, kita mulai kisah baru kita dan hidup berdua meninggalkan semua misi kita, dan melupakan semua dua bulan lagi kita akan pergi ke utara dan tinggal di sana untuk mulai hidup baru" Feng yin memegang erat ke dua tangan Yiwen menarik dagu Yiwen ke atas menatap mata bulat Yiwen.
Namun bukan senyuman yang terlihat di wajah Yiwen. Hanya air mata penyesalan yang keluar dari mata Yiwen. Ia tak bisa membendung air matanya lagi. Yiwen memeluk erat tubuh Feng yin meluapkan rasa rindunya padanya. Ia ingin berbagi kesedihan lagi bersama Feng yin.
Feng yin membalas pelukan Yiwen dan mengusap rambut panjangnya lembut. " sudahlah jangan nangis gitu, kalau ayah kamu tahu gimana?" Feng yin melepas peluka Yiwen mengusap air mata yang membasahi pipi Yiwen lembut.
"Sekarang senyum dong!!" ucap Feng yin mencoba menggoda Yiwen mencubit pinggang kanan dan kiri Yiwen berkali kali.
"Apaan sih, Feng yin??" Yiwen menggeliat geli, dengan senyum merekah di bibirnya.
"Kalau senyum begitu langit yang semula mendung berubah seketika jadi cerah" Feng yin mulai menggoda kekasihnya itu. Wajah Yiwen mulai malu malu mendengar gombalan Feng yin.
Saat pacaran memang kebiasaan Feng yin selalu gombalin Yiwen bahkan sampai yiwen jadi tehanyut dalam gombalan Feng yin. Udah ratusan mungkin bahkan sudah ribuan gombalan saat pacaran hampir 7 tahun yang selalu dia ucapkan pada yiwen. Namun Yiwen tak merasa bosan dia sangat suka dengan sifat Feng yin seperti itu.
Di balik pintu kamar mandi Wo jian melihat Feng yin dan Yiwen nampak sudah mulai baikan dan bisa tersenyum bencanda bersama. Ia merasa sangat senang anaknya yiwen bisa tersenyum kembali. Tapi entah gimana nasib Yiwen natinya saat perjodohan waktu itu tiba. Dia tidak mau melihat anak semata wayangnya itu menderita. Namun perjodohan itu dari leluhurnya, tak bisa ia tolak jika menolak pasti leluhurnya akan marah.
Namun semua bisa berubah jika salah satu mempelainya menolak. Waktu hanya 1 tahun lagi perjodohan akan segera di laksanakan. Mau tak mau Wo jian. Harus menerimanya. Kini ia hanya bisa berusaha untuk menjauhkan Yiwen dari lelaki itu bahkan mencoba mendekatkan dia dengan lelaki lain yang bisa membuat hatinya senang. Agar dia bisa menolak perjodohan itu.
Perjodohan yang sangat dia khawatirkan akan berdampak buruk pada anaknya nanti. Tapi semua tergantung Yiwen menanggapinya dia menerima atau menolak perjodohan itu.
Tapi melihat Wo jian tidak yakin jika dia benar benar mencintai Feng yin dan mau menikah dengannya nanti.
"Ayah kenapa masih di situ menatap kita?" panggil Yiwen melihat ayahnya yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi menatap Feng yin dan Yiwen.
Tanpa menjawab Wo jian mendekat dan duduk kembali di sofa.
"Ayah boleh berkata sesuatu??"
"Pasti boleh- lah, yah? Boleh ayah mau tanya apa?" Yiwen sangat antusias mulai pasang telinga tajam untuk mendengarkan pertanyaan ayahnya.
"Kalian apa saling jatuh cinta sungguhan?" Tanya Wo jian dengan penuh rasa ragu.
Yiwen terdiam seketika ia merasa ingin menjawab dengan segera namun mulutnya terasa berat untuk terbuka dan mengucapkan sepatah kata.
Melihat Yiwen yang terdiam Feng yin mulai menjawabnya. "Pasti kita saling mencintai paman"
"Kenapa kalian tidak segera menikah" ucapan itu sontak membuat Yiwen tersendak air liurnya.
"Uhuk..uhuk..."
"Kamu gak papa ??" Feng yin menepuk nepuk pundak Yiwen.
"Aku gak papa??" Yiwen mencoba senyum terpaksa di depan ayah dan Feng yin. Untuk menghilangkan rasa curiga mereka padanya.
chris wu
yang yang
my idol 😍😍😍
\\
\( ͡° ͜ʖ ͡°)
> ⌒ヽ
/ へ\
/ / \\
レ ノ ヽ_つ
/ /
/ /|
( (ヽ
| |、\
| 丿 \ ⌒)
| | ) /
ノ ) Lノ
(_/